Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Zilfia Adrianti; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Ririn Arminsih Wulandari, Juri Hendrajadi, Abdur Rahman
Abstrak:
Read More
Stunting merupakan permasalahan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dan menimbulkan dampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan perekonomian. Salah satu penyebab stunting yaitu terjadinya infeksi berulang. Infeksi terjadi dapat disebabkan oleh air minum yang dikonsumsi telah terkontaminasi oleh bakteri Eschericia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) pada air minum dengan kejadian stunting anak usia 12 – 59 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi kasus kontrol. Sampel penelitian sebanyak 76 di wilayah kerja Puskesmas Aia Gadang yang terdiri dari 38 kasus dan 38 kontrol. Pengumpulan data penelitian dengan menggunakan compact dry EC dan membrane filter untuk kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) dan juga menggunakan kuisioner serta dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) air minum (OR=3,222; 95%CI:1,207-8,6), buang air besar sembarangan (OR=3,222 ; 95%CI:1,207-8,6) dan cuci tangan pakai sabun (OR=4,694; 95%CI:1,784-12,351) berhubungan dengan kejadian stunting anak usia 12-59 bulan. Kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) air minum anak usia 12-59 bulan yang tidak memenuhi standar baku mutu berpeluang mengalami kejadian stunting 3,997 Kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak usia 12-59 bulan yang memiliki kualitas mikrobiologi air minum (Eschericia coli) memenuhi standar baku mutu setelah dikontrol variabel cuci tangan pakai sabun. Kata kunci : Stunting, Eschericia coli ,air minum
Stunting is a nutrition problem that affects growth and development and has an impact on the quality of human resources and economy. One of the causes of stunting is repeated infections. Infection can occur because the drinking water consumed has been contaminated Eschericia coli . This study aims to determine the relationship between microbiological quality ( Eschericia coli) in drinking water and the stunting in children aged 12 – 59 mounths. Thie study is an observational analytic research with a case control study design. The research sample was 76 in Puskesmas Aia Gadang consist of 38 cases and 38 controls. The data was collected using compact dry EC and membrane filter for microbiology quality (Eschericia coli) and quistionnaires and analyzed using chi square test and logistic regression. The results showed that the microbiological quality ( Eschericia coli) in drinking water (OR=3,222; 95%CI:1,207-8,6), open defecation (OR=3,222 ; 95%CI:1,207-8,6) and hand washing using soap (OR=4,694; 95%CI:1,784-12,351) associated with stunting in children aged 12-59 mounths. The Microbiological quality ( Eschericia coli) in drinking water children aged 12-59 mounths who do not qualified is 3,997 times higher risk of experiencing stunting than chikdren aged 12-59 mounths whose Microbiological quality ( Eschericia coli) qualified after controlling variable hand washing using soap . Keywords : Stunting, Eschericia coli, drinking water
T-7098
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Uli Rohati Siregar; Pembimbing: Dewi Susanna, Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Ridho S. Yudyantoro, Agus Sudarman
Abstrak:
Disarankan untuk melakukan tindakan penyehatan lingkungan dengan mengurangi kepadatan lalat di sekitar rumah dengan melenyapkan tempat-tempat pembiakan lalat baik secara fisik, biologi maupun kimia. Selain itu penyediaan sarana sanitasi yang layak dan peningkatan pengetahuan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Read More
T-5634
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Inneza Rahmelia; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Haryanto, Yosi Skanda Mirza
Abstrak:
Salah satu pencemaran makanan jajanan pada anak sekolah adalah bakteri Escherichia coli. Bakteri Escherichia coli dapat menyebabkan diare. Diare sangat berhubungan dengan kondisi lingkungan yang kurang memadai dan perilaku hidup tidak sehat. Kasus diare pada tahun 2016 di Kecamatan Bogor Barat yaitu sebesar 5.700 kasus. Prevalensi kejadian diare untuk kelompok umur 15-24 tahun sebesar 7,2%. Salah satu tempat yang menyajikan makanan jajanan di sekolah yaitu di Sekolah Menengah Atas (SMA), dimana sudah menerapkan full day school sehingga dituntut untuk menyediakan makanan dengan keamanan pangan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kontaminasi Escherichia coli pada makanan dengan kejadian diare pada murid SMA di Kecamatan Bogor Barat tahun 2019. Variabel utama yang diteliti yaitu kontaminasi Escherichia coli di makanan dengan kejadian diare pada murid dan variabel lain yaitu fasilitas sanitasi, higiene sanitasi peralatan, higiene sanitasi makanan, dan higiene sanitasi penjamah makanan dengan kejadian diare pada murid. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Sampel populasi sebanyak 190 murid sedangkan sampel lingkungan sebanyak 30 counter makanan. Pengujian sampel makanan dilakukan dengan metode Most Probable Number (MPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kontaminasi Escherichia coli pada makanan dengan kejadian diare pada murid SMA di Kecamatan Bogor Barat tahun 2019 (p=0,793). Pada variabel lain yaitu fasilitas sanitasi, higiene sanitasi peralatan, higiene sanitasi makanan, dan higiene sanitasi penjamah makanan juga tidak ada hubungan yang signifikan dengan kejadian diare pada murid SMA di Kecamatan Bogor Barat tahun 2019 (p= >0,05).
Read More
S-9978
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anynda Putri Assyifa; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Zakianis, Neneng Sumiati
Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kontaminasi Esherichia coli pada DAMIU (Depot Air Minum Isi Ulang) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Limo, Kota Depok tahun 2021. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang telah dilakukan pada balita yang tinggal di Kecamatan Limo, yaitu sebanyak 180 balita. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara kontaminasi E. coli pada DAMIU (p = 0,000; OR = 4,204), pemberian ASI eksklusif (p = 0,006; OR = 2,760), kebiasaan membuang tinja balita (p = 0,001; OR = 3,222), perilaku cuci tangan (p = 0,003; OR = 2,899), kondisi jamban (p = 0,013; OR = 2,879), dan kondisi tempat sampah (p = 0,002; OR = 3,080) dengan kejadian diare pada balita.
Read More
S-10814
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
