Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Miftahun Najah; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Rico Kurniawan, Sudibyo Alimoeso, Yeni
Abstrak: Gangguan pertumbuhan pada awal kehidupan termasuk stunting berdampak negatif jangka panjang pada banyak aspek kehidupan. Kelahiran ”4 Terlalu” diduga berisiko gangguan pertumbuhan dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk  menyediakan bukti baru keterkaitan antara kelahiran “4 Terlalu” dan risiko stunting menurut SKI 2023. Metode penelitian ini kuantitatif-analitik dengan desain cross sectional. Sumber data SKI 2023 dengan populasi keluarga balita, jumlah sampel sebesar 61870 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square, regresi logistik sederhana dan berganda complex sample. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara “4 Terlalu” meliputi kelahiran wanita terlalu muda (< 20 tahun), terlalu dekat (jarak kehamilan < 24 bulan), terlalu banyak (paritas >=4) terhadap stunting dan stunting berat. Lebih lanjut, kelahiran dari wanita terlalu muda (< 20 tahun) berisiko lebih tinggi stunting [(AOR=1,24(95%CI=1,07 – 1,44)] setelah dikontrol status ekonomi, kelahiran dari wanita terlalu muda (< 20 tahun) berisiko lebih tinggi stunting berat [(AOR=1,65(95%CI=1,27 – 2,15)] setelah dikontrol tinggi badan dan LILA wanita dan kelahiran terlalu banyak [AOR=0,88 (95%CI=0,78 – 0,99)] berisiko lebih rendah stunting berat setelah dikontrol wilayah. Diperlukan kampanye edukasi perencanaan kehamilan sehat sebelum pra-konsepsi bagi calon pengantin dan remaja putri memanfaatkan peer-educator khusus di daerah replecement rate tinggi dan prevalensi stunting tinggi, peningkatan akses dan kualitas layanan KB serta penguatan intervensi gizi dengan memperkuat implementasi program makan bergizi gratis bagi wanita hamil dan menyusui.
Early life growth disorders, including stunting, have long-term negative impacts on many aspects of life. The birth of "4 Too" is thought to be at risk of disrupting early life growth. The purpose of this study was to provide new evidence of the association between the birth of "4 Too" and the risk of stunting according to SKI 2023. This research method is quantitative-analytical with a cross-sectional design. The data source is SKI 2023 with a population of toddler families; the number of samples is 61870 respondents. Data analysis using the chi-square test, simple logistic regression, and complex multiple samples. The results of the study showed that there was a relationship between "4 Too", including the birth of a mother who is too young (<20 years), too close (birth spacing <24 months), too many (parity >=4) to stunting and severe stunting. Furthermore, births from mothers who are too young (<20 years) have a higher risk of stunting [(AOR=1.24(95%CI=1.07 - 1.44)] after controlling for economic status, births from too young mothers (<20 years) have a higher risk of severe stunting [(AOR=1.65(95%CI=1.27 - 2.15)] after controlling for maternal height and MUAC and too many births [AOR=0.88 (95%CI=0.78 - 0.99)] lower risk of severe stunting after controlling for region. A pre-conception healthy pregnancy planning education campaign is needed for prospective brides and young women utilizing special peer educators in areas with high replacement rates and high stunting prevalence, increasing access to and quality of family planning services, and strengthening nutritional interventions by strengthening the implementation of makan bergizi gratis (MBG) program for pregnant and lactating women.
Read More
T-7288
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Weny Wulandary; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Wahyu Kurnia, Agus Triwinarto, Siti Romlah
Abstrak:
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, kesehatan dan gizi ibu yang buruk, pemberian makan dan pola asuh tidak tepat, serta stimulasi psikososial tidak memadai. Tesis ini membahas determinan kejadian stunting pada anak usia 6 – 23 bulan di Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel analisis multivariat sebanyak 490 anak yang didapatkan berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Variabel independen yang diteliti meliputi usia anak, jenis kelamin, berat badan lahir rendah (BBLR), panjang badan lahir rendah (PBLR), inisiasi menyusu dini (IMD), status ASI eksklusif, minimum dietary diversity (MDD), riwayat penyakit infeksi, usia ibu saat melahirkan, tingkat pendidikan ayah, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ayah, status pekerjaan ibu, jumlah anggota keluarga, kerawanan pangan keluarga, status imunisasi dasar, suplementasi vitamin A, tempat tinggal, sumber air minum, dan sanitasi. Hasil penelitian menunjukkan proporsi stunting pada anak usia 6 – 23 bulan di provinsi NTT sebesar 32,8%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting di antaranya adalah usia anak (OR: 1,723 CI 95% 1,215-2,445), jenis kelamin (OR: 1,777 CI 95% 1,305-2,419), BBLR (OR: 2,106 CI 95% 1,206-3,423), PBLR (OR: 1,768 CI 95% 1,133-2,759), riwayat penyakit infeksi (OR: 1,548 CI 95% 1,141-2,099), tingkat pendidikan ibu (OR: 1,555 CI 95% 1,136-2,127), dan sanitasi (OR: 1,881 CI 95% 1,384-2,555). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor paling dominan terhadap kejadian stunting yaitu riwayat penyakit infeksi dengan nilai OR terbesar (OR: 2,244). Anak yang memiliki riwayat penyakit infeksi berisiko mengalami stunting sebesar 2,2 kali lebih tinggi dibandingan dengan anak yang tidak memiliki riwayat penyakit infeksi setelah dikontrol variabel usia anak, jenis kelamin, berat badan lahir, panjang badan lahir, dan sanitasi.


Stunting is the impaired growth and development that children experience from chronic malnutrition, repeated infection, poor maternal health and nutrition, and inadequate psychosocial stimulation. The focus of this study is determinants of stunting on 6 – 23 month children in East Nusa Tenggara Province using data from the Study of Indonesian Nutritional Status (SSGI) in 2021. This research is a quantitative study used cross sectional design with 490 toddlers based on inclusion and exclusion criteria. The independent variables studies included low birth weight (LBW), low birth height (LBH) early breastfeeding initiation, exclusive breastfeeding status, minimum dietary diversity (MDD), history of infectious disease, maternal age, father’s education level, mother’s educational level, father’s employment status, mother’s employment status, total family members, family food insecurity, basic immunization status, vitamin A supplementation, residence, water source, and sanitation. The results showed that the proportion of stunting in 6-23 months in NTT province was 32.8%. The results of bivariate analysis showed that variables significantly associated with stunting included child age (OR: 1.723 CI 95% 1.215-2.445), gender (OR: 1.777 CI 95% 1.305-2.419), LBW (OR: 2.106 CI 95% 1.206-3.423), LBH (OR: 1.768 CI 95% 1.133-2.759), history of infectious disease (OR: 1.548 CI 95% 1.141-2.099), maternal education level (OR: 1.555 CI 95% 1.136-2.127), and sanitation (OR: 1.881 CI 95% 1.384-2.555). The results of multivariate analysis showed that the most dominant factor of stunting was history of infectious disease (OR: 2.244). Children who have history of infectious disease are at risk of stunting by 2.2 times higher than children who do not have history of infectious disease after being controlled by child age, gender, birth weight, birth length, and sanitation.
Read More
T-6734
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Triwinarto; Promotor: Kusharisupeni; Ko-promotor: Anhari Achadi, Trihono; Penguji: Budi Utomo, Purnawan Junadi, Anhari Achadi, Anies Irawati, Arum Atmawikarta
D-279
Depok : FKM-UI, 2013
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive