Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Siti Hannifah; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Kartika Anggun Dimar Setio, Arif Rachman Iryawan, Dadi Suhanda
T-7093
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanifa Alyaratri Susilo; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Tri Krianto, Ratna Tri Safariningsih
Abstrak:
Universitas Indonesia memiliki organisasi paguyuban daerah untuk memfasilitasi mahasiswa rantau dalam menghadapi kehidupan kampus. Namun masih ada kasus mahasiswa rantau yang meninggal karena sakit dan kurang mendapat layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku mencari layanan kesehatan pada mahasiswa rantau Universitas Indonesia tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan self-administered questionnare oleh mahasiswa S1 Reguler Universitas Indonesia yang terdaftar sebagai anggota di paguyuban daerah hingga Mei 2024 yang berjumlah 299 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 217 (76,2%) responden pernah mencari layanan kesehatan di kampus selama berkuliah di Universitas Indonesia. Penelitian ini juga menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik antara asuransi kesehatan (p<0,001; OR=6,32; 95% CI=3,59–11,13), literasi kesehatan (p=0,004; OR=2,12; 95% CI=1,26–3,56), dan dukungan sosial (p=0,011; OR=0,51;95% CI=0,30–0,86) dengan perilaku mencari layanan kesehatan. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini adalah meningkatkan sosialisasi layanan kesehatan di lingkungan kampus oleh kakak asuh dari masing-masing paguyuban, terutama saat masa Orientasi Kehidupan Kampus sebagai bentuk peningkatan promosi kesehatan di lingkungan Universitas Indonesia.

The University of Indonesia has regional community organizations to facilitate overseas students in facing campus life. However, there are still cases of overseas students who have died due to illness and lack of healthcare services. This study aims to determine the determinants of health service-seeking behavior among overseas students at the University of Indonesia in 2024. This study uses a cross-sectional design. Data were collected using a self-administered questionnaire by undergraduate students of the University of Indonesia who were registered as members of regional communities until May 2024, totaling 299 students. Data were analyzed using the chi-square test to determine the relationship between independent variables and the dependent variable. The results showed that 217 (76.2%) respondents had sought health services on campus while studying at the University of Indonesia. This study also showed a statistically significant relationship between health insurance (p<0.001; OR=6.32; 95% CI=3.59–11.13), health literacy (p=0.004; OR=2.12; 95% CI=1.26–3.56), and social support (p=0.011; OR=0.51; 95% CI=0.30–0.86) with health service-seeking behavior. Therefore, the recommendations based on this study are to enhance the socialization of health services within the campus environment by senior mentors from each regional community, especially during the Campus Life Orientation period, as a form of health promotion improvement at the University of Indonesia.
Read More
S-11733
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Awallokita Mayangsari; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Berna Elya, Elis Rohmawati, Fachriah Syamsuddin
Abstrak:

Latar belakang: Swamedikasi adalah upaya individu untuk mengatasi sendiri keluhan kesehatan yang dirasakan, sebelum meminta bantuan tenaga medis di fasilitas kesehatan. Kota Depok merupakan satu dari lima wilayah di Jawa Barat dengan persentase tertinggi penduduk dengan keluhan kesehatan dan tidak pergi berobat jalan dengan alasan mengobati sendiri. Tujuan: Mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku swamedikasi yang dilakukan oleh masyarakat di Kota Depok. Metode: Kuantitatif observational desain cross cectional pada 335 responden didapatkan melalui consecutive non-probability sampling. Pengumpulan data secara self administrated menggunakan aplikasi google form dan analisis regresi logistik berganda. Hasil: Sebanyak 50,4% responden melakukan swamedikasi untuk mengatasi keluhan kesehatan yang dirasakan. Tindakannya berupa membeli obat sendiri tanpa resep dokter di apotek/toko obat (23,0%); warung/swalayan (6,9%); atau secara online (1,2%); menggunakan obat sisa di rumah (15,5%); dan mengonsumsi jamu/herbal (3,9%). Swamedikasi menggunakan jenis obat bebas/bebas terbatas (63,9%); obat keras (17,8%) dan obat bahan alam (16%) dan tidak ditemukan penggunaan antibiotik. Variabel-variabel berhubungan signifikan dengan perilaku swamedikasi: keyakinan swamedikasi tinggi (OR=4,17; 95%CI 2,385–7,281); keluhan kesehatan gejala ringan (OR=10,06; 95%CI 5,671–17,830); dan adanya pengaruh sebaya/keluarga (OR=3,45; 95%CI 1,894–6,298). Keluhan kesehatan yang paling berhubungan signifikan dengan perilaku swamedikasi. Responden dengan keluhan kesehatan bergejala ringan berpeluang 10,06 kali untuk melakukan swamedikasi dibandingkan dengan responden bergejala sedang/berat, setelah dikontrol oleh keyakinan pada swamedikasi, pengaruh sebaya/keluarga, jenis kelamin dan pekerjaan.


 

Background: Self-medication is an individual's attempt to treat their own health problems before seeking medical assistance at a health facility. Depok is one of five regions in West Java with the highest percentage of residents with health problems who do not seek outpatient treatment because they treat themselves. Objective: To identify the factors associated with self-medication behavior among residents of Depok City.   Method: A quantitative observational cross-sectional design was used with 335 respondents selected through consecutive non-probability sampling. Data collection was conducted via self-administered google forms, and analysis was performed using multiple logistic regression. Results: A total of 50.4% of respondents self-medicated to address their health problems. Their actions included purchasing medication without a doctor's prescription at pharmacies/drug stores (23.0%); small shops/supermarkets (6.9%); or online (1.2%); using leftover medication at home (15.5%); and consuming herbal medicine (3.9%). Self-medication involved the use of over-the-counter/restricted medications (63.9%); prescription medications (17.8%); and natural remedies (16%), with no use of antibiotics observed. Variables significantly associated with self-medication behavior included: high self-medication belief (OR=4.17; 95% CI 2.385–7.281); mild health problems (OR=10.06; 95% CI 5.671–17.830); and peer/family influence (OR=3.45; 95% CI 1.894–6.298). Health problems were most significantly associated with self-medication behavior. Respondents with mild health problems were 10.06 times more likely to engage in self-medication compared to those with moderate/severe symptoms, after controlling for beliefs about self-medication, peer/family influence, gender, and occupation.

Read More
T-7302
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive