Ditemukan 76 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nanda Labado; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Bambang Wispriyono, Budi Hartono, Lora Agustina, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
ISPA merupakan salah satu penyakit penyebab kematian pada anak-anak di dunia khususnya Negara berkembang seperti di Indonesia. Faktor penyebab ISPA adalah kondisi lingkungan rumah serta PHBS yang buruk. Tingginya insiden ISPA di Kabupaten Gorontalo khususnya balita dan belum tercapainya target RPJMN rumah sehat di Provinsi Gorontalo melatarbelakangi dilakukannya penelitian terkait kondisi lingkungan rumah dan perilaku dengan Kejadian ISPA pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor-faktor terkait kondisi lingkungan dan perilaku yang berhubungan dengan kejadian ISPA di kecamatan Tilango. Penelitian ini menggunakan desain studi Cross sectional dengan analisis multivariate Binary Regresi logistic model prediksi. Populasi pada penelitian ini adalah anak balita usia 0-59 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Tilango. Pemilihan sampel penelitian ini dilakukan secara acak berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 92 responden. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa yang paling dominan secara signifikan terhadap Kejadian ISPA pada balita di Kecamatan Tilango yaitu Pendapatan (OR=13,9, 95% CI 3,395-57,668), Pendidikan (OR=11,3, 95%CI 2,498-51.650), Status Imunisasi (OR=9,8, 95%CI 1,019-95.346), Luas Ventilasi (OR= 8,9, 95%CI= 2,204-35,956), Kebiasaan Buka Jendela (OR=0,05, 95%CI 0,007-0,447). kesimpulan pada penelitian ini adalah banyak faktor yang dapat mempengaruhi kejadian ISPA pada balita yaitu karakteristik balita, karakteristik orangtua, perilaku dan lingkungan rumah
Read More
T-6425
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Desinta Ayu Lestari; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Ratna Djuwita, Bobby Syahrizal, Mugia Bayu Raharja
Abstrak:
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu penyakit infeksi yang secara umum ada pada anak usia balita. ISPA diartikan sebagai penyakit saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh agen infeksius yang menularkan diantara manusia. ISPA merupakan faktor morbidtas dan mortalitas utama pada Balita. Faktor risiko terjadinya ISPA pada balita salah satunya yaitu BBLR. Jenis penelitan dalam penelitian ini adalah korelasional. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan cross sectional dengan analisis cox regression dan hasil ukur Risk Ratio (RR). Populasi pada penelitian ini sebanyak 17.848 responden dan sampel yang memenuhi kriteria penelitian sebanyak 13.113 responden. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Mei - Juli 2020.Variabel pada penelitian ini meliputi usia balita, jenis kelamin, pendidikan ibu dan ayah, pekerjaan ibu dan ayah, status merokok ibu dan ayah, status imunisasi, pemberian ASI, pemberian vitamin A, tempat tinggal, tingkat kesejahteraan keluarga dan jumlah balita dalam keluarga Oleh karena itu, pentingnya informasi dari tenaga kesehatan bahwa nutrisi ibu saat hamil penting dengan melihat dari faktor ANC saat kehamilan untuk mencegah bayi terlahir BBLR disertai pemberian imunisasi lengkap pada balita untuk mencegah balita mengalami ISPA
Read More
T-6204
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alif Sunaryo, Sandjaja, Herwanti Bahar
ND Vol.7, No.2
Jakarta : Pusat Pengelola Jurnal Ilmiah Universitas Indonesia Esa Unggul, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Iqbal Ardiansyah; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Dewi Susanna, Suyud, Dian Novianti, Sukanda
Abstrak:
SPA merupakan salah satu penyakit penyebab kematian pada anak-anak di dunia khususnya negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Faktor penyebab ISPA adalah kondisi lingkungan rumah, perilaku hidup bersih dan sehat yang buruk. Tingginya mortalitas ISPA di Kota Depok baik di Puskesmas dan Rumah Sakit khususnya balita melatarbelakangi dilakukannya penelitian terkait kondisi lingkungan rumah dan perilaku dengan kejadian ISPA pada anak balita di Kota Depok.
Read More
T-5796
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agisna Nur Fidya; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Didik Supriyono
S-9719
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Welly Faruli; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ema Hermawati, Dedi Haryadi
Abstrak:
Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian pada balita. Selama tiga tahun berturut-turut menduduki urutan pertama dari sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi partikulat (PM10) udara dalam rumah dengan infeksi saluran pernafasan akut di wilayah kerja Puskesmas Karawang Kabupaten Karawang. PM10 diukur di ruangan balita sering tidur dan dilakukan satu kali di setiap rumah responden. Waktu pelaksanaan penelitian antara bulan Pebruari-Mei 2014. Rancangan penelitian menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 130 orang. Hasil analisis memperlihatkan bahwa 82,3% balita yang diteliti mengalami ISPA dan83,1% balita tinggal di dalam rumah dengan konsentrasi PM10> 70 μg/m3. Risiko balita untuk mengalami ISPA adalah sebesar 1,44 kali pada balita denganPM10>70 μg/m3; 2,39 kali pada balita dengan dinding rumah tidak memenuhi syarat;2,29 kali balita dengan kepadatan hunian tidak memenuhi syarat; 10,10 kali pada balita yang terdapat penderita ISPA serumah; dan 1,47 kali pada balita yang tidak mendapat imunisasi lengkap. Kata kunci : Balita, ISPA, PM10
Acute Respiratory Infection is one of the causes of morbidity and mortality ininfants. For three consecutive years ranked first of the ten most diseases in PHCFalkirk.This study aims to determine the relationship between the concentrated ofparticulate matter (PM10) in the air with acute respiratory tract infections inPuskesmas Karawang, Karawang regency. PM10 was measured at room toddlersoften sleep and performed once in each respondent's house. The timing of thestudy between the months of February-May 2014. This study designed using crossdesign sectional by sample size of 130 people. The results show that 82.3% oftoddler were studied experienced ISPA and 83.1% of toddler living in homes withconcentrations of PM10> 70 μg/m3. Toddler risk for experiencing ISPA is 1.44times the toddler with a PM10> 70 μg/m3; 2.39 times the toddler with a wall of thehouse does not qualify; 2.29 times with a density the occupancy toddler does notqualify; 10.10 times in toddlers ISPA patients who are at home; and 1.47 times intoddler who do not get complete immunization.Keywords: Toddler, ARI, PM10
Read More
Acute Respiratory Infection is one of the causes of morbidity and mortality ininfants. For three consecutive years ranked first of the ten most diseases in PHCFalkirk.This study aims to determine the relationship between the concentrated ofparticulate matter (PM10) in the air with acute respiratory tract infections inPuskesmas Karawang, Karawang regency. PM10 was measured at room toddlersoften sleep and performed once in each respondent's house. The timing of thestudy between the months of February-May 2014. This study designed using crossdesign sectional by sample size of 130 people. The results show that 82.3% oftoddler were studied experienced ISPA and 83.1% of toddler living in homes withconcentrations of PM10> 70 μg/m3. Toddler risk for experiencing ISPA is 1.44times the toddler with a PM10> 70 μg/m3; 2.39 times the toddler with a wall of thehouse does not qualify; 2.29 times with a density the occupancy toddler does notqualify; 10.10 times in toddlers ISPA patients who are at home; and 1.47 times intoddler who do not get complete immunization.Keywords: Toddler, ARI, PM10
S-8262
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aan Aryanti; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
S-8867
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andi Putri Fildzana Dwi Annisa Faisal; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Kondisi proyek konstruksi yang padat akan pekerja dengan jam kerja lebih dari 8 jam serta banyaknya aktifitas keluar masuk kendaraan yang membawa material bangunan menyebabkan para pekerjanya rentan mengalami gejala ISPA karena terkena paparan PM10 terus menerus. Berdasarkan penelitian ini penulis mengangkat masalah hubungan antara konsentrasi kadar debu PM 10 dengan kejadian gejala ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) pada pekerja proyek konstruksi di wilayah Kota Depok. Penelitian ini merupakan studi Cross Sectional (potong lintang) dengan mengambil sampel dari 100 responden. Hasil rata-rata pengukuran PM10 di 7 titik di dalam gedung bangunan dan di luar gedung adalah 159,43 g/m3 . Umur pekerja di proyek konstruksi tersebut rata-rata 35 tahun dengan umur termuda 21 tahun dan yang tertua adalah 65 tahun. Pada umumnya para pekerja bekerja selama 12 jam setiap harinya dan rata-rata sudah menjadi pekerja di proyek tersebut selama 1 tahun. Jumlah pekerja yang memiliki kebiasaan merokok di proyek konstruksi sebanyak 65 orang (65,7%) dan 34 orang (34,3%) yang tidak memiliki kebiasaan merokok. Pekerja yang mengalami gejala ISPA ada 80 orang (80,8%) dan 19 orang (19,2%) yang tidak mengalami gejala ISPA. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperlukan adanya kesadaran dari para pekerja untuk selalu memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja di lingkungan proyek konstruksi tersebut dan perlu terdapat perhatian dari pengelola terhadap kesehatan dan keselamatan kerja untuk para pekerja proyek konstruksi khususnya di wilayah Kota Depok.
Kata kunci: PM 10, Gejala ISPA, Proyek Konstruksi
Read More
Kata kunci: PM 10, Gejala ISPA, Proyek Konstruksi
S-9897
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wiwi Ambarwati; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Masyitoh, Armein Rowi. Erie Gusnellyanti
T-5254
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lilian Susanti Nova; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Hartono, Bambang Wispriyono, Miko Hananto, Beben Saiful Bahri
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang gambaran kejadian ISPA serta determinan yang mempengaruhinya seperti PM10 suhu, kelembaban, arah dan kecepatan angin, jarak rumah dari industri, ventilasi, kepadatan hunian, asap rokok, intake, umur, jenis kelamin, status gizi, riwayat imunisasi, ASI eksklusif kepada anak balita yang tinggal di Desa Sukadanau Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan melakukan analisis data primer, data primer hasil dari wawancara dan pengukuran PM10, suhu, kelembaban, arah dan kecepatan angin pada udara ambien. Dari 13 variabel yang diteliti yang memiliki hubungan yang bermakna adalah ASI Eksklusif terhadap kejadian ISPA pada anak balita dengan nilai p yang mempunyai arti anak balita yang tidak diberikan ASI eksklusif mempunyai peluang untuk mengalami kejadian ISPA 3 kali lebih besar dibandingkan dengan anak balita yang diberikan ASI eksklusif. Berdasarkan penelitian ini disarankan untuk warga yang tinggal di sekitar industry baja untuk dapat meningkatkan imunitas, karena dari hasil penelitian konsentrasi PM10 dari 8 titik yang diukur 37.5 % tidak memenuhi syarat. Dan perlu adanya kerjasama lintas sektor dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
This thesis discusses the description of ARI events and the determinants that influence it, such as PM10 temperature, humidity, wind direction and speed, distance from home from industry, ventilation, occupancy density, cigarette smoke, intake, age, sex, nutritional status, immunization history, breast milk exclusively for children under five living in Sukadanau Village, West Cikarang District, Bekasi Regency. This study uses a cross sectional design by analyzing primary data, primary data from interviews and measurements of PM10, temperature, humidity, direction and wind speed in ambient air. Of the 13 variables studied that have a significant relationship are exclusive breastfeeding for ARI events in children under five with p which means that children under five who are not exclusively breastfed have the opportunity to experience ARI events. 3 times greater compared to children under five who are given exclusive breastfeeding. Based on this research it is recommended for residents who live around the steel industry to be able to increase immunity, because from the results of the study the concentration of PM10 from 8 points measured 37.5% does not meet the requirements. And there needs to be crosssectoral collaboration from the Health Office, the Environmental Office and the Bekasi District Government.
Read More
This thesis discusses the description of ARI events and the determinants that influence it, such as PM10 temperature, humidity, wind direction and speed, distance from home from industry, ventilation, occupancy density, cigarette smoke, intake, age, sex, nutritional status, immunization history, breast milk exclusively for children under five living in Sukadanau Village, West Cikarang District, Bekasi Regency. This study uses a cross sectional design by analyzing primary data, primary data from interviews and measurements of PM10, temperature, humidity, direction and wind speed in ambient air. Of the 13 variables studied that have a significant relationship are exclusive breastfeeding for ARI events in children under five with p which means that children under five who are not exclusively breastfed have the opportunity to experience ARI events. 3 times greater compared to children under five who are given exclusive breastfeeding. Based on this research it is recommended for residents who live around the steel industry to be able to increase immunity, because from the results of the study the concentration of PM10 from 8 points measured 37.5% does not meet the requirements. And there needs to be crosssectoral collaboration from the Health Office, the Environmental Office and the Bekasi District Government.
T-6038
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
