Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 17 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Remy Slama
Abstrak: In a cross-sectional study among 953 young Danish men (2008-2011), Jensen et al. reported that sleep disturbances showed inverse U-shaped associations with semen parameters and testis size (Am J Epidemiol. 2013;177(10):1027-1037). Sleep disturbances were associated with several factors likely to affect semen parameters (such as history of sexually transmitted infections) that cannot all be efficiently controlled for, leaving room for residual confounding. Future studies could adopt a longitudinal design and rely on objective personal measures of sleep quality and duration using accelerometers. Intervention studies would also be helpful to identify whether sleep disturbances (or improvement of sleep quality) can lead to short-term variations in semen parameters. This study adds another suspect to the list of factors possibly influencing male fecundity potential, which also includes overweight, exposure to tobacco smoke (in adulthood and in utero), exposure to specific persistent (lead, organic pollutants) and nonpersistent (some phthalates, bisphenol A) environmental pollutants, and exposure to atmospheric pollutants. Even if each of these factors has a weak impact at the individual level, the large number of factors and the relatively high prevalence of exposure in the general population make it likely that at the population level, lifestyle and environmental factors put a high burden on male fecundity potential.
Read More
AJE Vol.177, No.10
Oxford : Oxford University Press, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Syafitri; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: I Made Djaja, Renti Mahkota, Syarifah Salmah, Reda Rizal
T-4080
London : SAGE, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Aprizon Nanda; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Amila Megraini
Abstrak:
Cost-sharing merupakan metode pengendalian biaya pada sistem asuransi kesehatan yang mana pasien dan perusahaan asuransi kesehatan sama-sama membayar sebagian dari biaya medis pasien sepanjang tahun. Cost-sharing memiliki beberapa model yang sering digunakan pada sistem asuransi kesehatan seperti deductible, copayment, coinsurance dan out-of-pocket maximum. Dalam pelaksanaannya cost-sharing tidak hanya memberikan dampak positif dalam pengendalian biaya kesehatan yang dikeluarkan oleh asuransi kesehatan namun juga memberikan dampak negatif kepada peserta asuransi kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan pembayaran cost-sharing pada sistem asuransi kesehatan di berbagai negara dan dampaknya baik positif maupun negatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah literature review. Pencarian studi menggunakan online database yaitu EBSCOhost, ProQuest, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil Pencarian awal ditemuka 1.803 studi, menggunakan prinsip PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta Analyses) studi diseleksi sesuai dengan kriteria inklusi sehingga ditemukan 8 studi yang sesuai dengan topik penelitian dan berasal dari berbagai negara berbeda. Hasil penelitian meunjukkan penerapan pembayaran cost-sharing pada sistem asuransi kesehatan telah dilakukan di berbagai negara dengan kebijakan yang berbeda-beda. Perbedaan kebijakan cost-sharing yang diterapkan memberikan dampak positif dalam pengendalian utilisasi pelayanan kesehatan dan sebagai upaya membantu proteksi finansial pasien dengan penyakit tertentu yang membutuhkan perawatan bahkan obat-obatan yang mahal. Selain itu kebijakan cost-sharing juga memberikan dampak negatif yaitu dapat menghanbat akses ke perawatan emergency, hambatan akses layanan kesehatan bagi lansia yang tergolong rentan terkena penyakit serta desinsensitif (penghalang) kepatuhan dan persistensi (berkelanjutan) pasien minum obat.

Cost-sharing is a cost control method in the health insurance system in which patients and health insurance companies both pay a portion of the patient's medical expenses throughout the year. Cost-sharing has several models that are often used in health insurance systems such as deductibles, copayments, coinsurance and out-of-pocket maximums. In practice, cost-sharing not only has a positive impact on controlling health costs incurred by health insurance but also has a negative impact on health insurance participants. This research was conducted with the aim of knowing the implementation of cost-sharing payments in the health insurance system in various countries and its positive and negative impacts. The method used in this research is literature review. Study searches used online databases, namely EBSCOhost, ProQuest, PubMed, and ScienceDirect. Results The initial search found 1,803 studies, using the PRISMA principle (Preferred Reporting Items for Systematic review and Meta Analyzes) studies were selected according to inclusion criteria so that 8 studies were found that matched the research topic and came from different countries. The results of the study show that the implementation of cost-sharing payments in the health insurance system has been carried out in various countries with different policies. The different cost-sharing policies implemented have had a positive impact on controlling the utilization of health services and as an effort to help financially protect patients with certain diseases that require treatment, even expensive medicines. In addition, the cost-sharing policy also has a negative impact, namely it can hinder access to emergency care, hinder access to health services for the elderly who are classified as susceptible to disease and be deinsensitive (barrier) to adherence and persistence (sustainability) of patients taking medication.
Read More
S-11208
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diara Oktania; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Helen Andriani, Puput Oktamianti, Rengganis Pranandari, Asriningtyas Purnomo Sari
Abstrak:
Indonesia memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman obat, namun hanya dua puluh produk yang berhasil mencapai status fitofarmaka yaitu kategori obat berbasis bahan alam dengan standar pembuktian ilmiah tertinggi. Meskipun kebijakan hilirisasi fitofarmaka telah berjalan melalui berbagai instrumen regulasi, pasar fitofarmaka dalam sistem kesehatan formal tidak terbentuk secara sistemik. Penelitian ini bertujuan menganalisis mengapa kebijakan hilirisasi fitofarmaka gagal menghasilkan pembentukan pasar, dengan memeriksa dampak desain regulasi dan proses implementasinya dari perspektif pelaku industri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan dari institusi Kementerian Kesehatan, Badan POM, dan Industri Obat Bahan Alam yang dilengkapi dengan telaah dokumen regulasi. Analisis mengintegrasikan tiga kerangka yaitu teori sistem kebijakan David Easton, model implementasi Edwards III, dan prinsip analitis Regulatory Impact Assessment (RIA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan pembentukan pasar fitofarmaka bersumber dari design gap fundamental, bukan semata kegagalan implementasi dimana kebijakan hilirisasi dirancang secara supply-oriented tanpa instrumen yang menjamin kepastian permintaan. Analisis RIA menghasilkan persamaan ekonomi yang secara konsisten tidak terpenuhi expected revenue < regulatory burden + risk premium karena satu-satunya mekanisme yang berpotensi menciptakan permintaan efektif, yaitu reimbursement JKN dengan 278 juta peserta masih tertutup bagi fitofarmaka. Seluruh instrumen output yang tersedia bersifat demand-enabling, bukan demand-creating. Di balik stagnannya pasar aktual, teridentifikasi fenomena pent-up demand yang signifikan dimana seluruh informan industri menyatakan kesiapan berinvestasi secara agresif jika hambatan JKN dihilangkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reorientasi kebijakan dari sisi penawaran ke sisi permintaan khususnya integrasi fitofarmaka ke dalam mekanisme JKN merupakan intervensi struktural yang paling mendesak untuk mengaktifkan pasar yang sesungguhnya telah siap secara potensial.

Indonesia possesses more than 30,000 medicinal plant species, yet only twenty products have achieved phytopharmaceutical status which is the highest evidence-based category for plant-derived medicines. Despite downstream policies backed by multiple regulatory instruments, a functional phytopharmaceutical market within the formal healthcare system has not emerged systematically. This study aims to analyze why downstream phytopharmaceutical policies have failed to generate market formation, by examining the impact of regulatory design and its implementation from the perspective of industry actors. A qualitative case study design was employed, with data collected through in-depth interviews with informants from the Ministry of Health, the National Agency of Drug and Food Control (BPOM), and traditional medicine industries, supplemented by regulatory document analysis. Three analytical frameworks were integrated: David Easton's policy systems theory, Edwards III's implementation model, and the analytical principles of Regulatory Impact Assessment (RIA). Findings reveal that the failure of phytopharmaceutical market formation stems from a fundamental design gap, not merely implementation failure, downstream policies are designed with a supplyside orientation, absent any instruments guaranteeing demand certainty. RIA analysis yields an economic equation that is consistently unmet: expected revenue < regulatory burden + risk premium, as the sole mechanism capable of generating effective demand JKN reimbursement covering 278 million enrollees remains closed to phytopharmaceuticals. All available output instruments are demandenabling rather than demand-creating. Despite the stagnation of actual market outcomes, a significant pent-up demand phenomenon was identified, with all industry informants expressing readiness to invest aggressively if the JKN barrier were removed. This study concludes that policy reorientation from supply-side to demand-side interventions, particularly the integration of phytopharmaceuticals into JKN reimbursement mechanisms constitutes the most structurally urgent intervention to activate a market that is already latently prepared.
Read More
T-7636
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sally Atyasasmi; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Anwar Hasan, Octavery Kamil
Abstrak: Tesis ini membahas dampak pemidanaan pengguna Narkotika terhadap kesehatanmasyarakat. Faktor risiko dalam pemidanaan dianalisis melalui Focus Discussion Group kepada Warga Binaan Pemasyarakatan dan wawancara mendalam kepada petugas pemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif denganmelakukan studi kasus yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIANarkotika Jakarta. Faktor kebijakan yaitu dualisme pendekatan pidana dan kesehatanmasyarakat dalam konten dan implementasi kebijakan, faktor lingkungan yaitukelebihan kapasitas hunian dan keterbatasan layanan kesehatan, faktor individu yaitukondisi ketergantungan dan perilaku berisiko yang saling mempengaruhi sehinggaberdampak terhadap peningkatan kerentanan terhadap masalah kesehatan fisik,mental dan sosial. Kata Kunci: Dampak Pemidanaan, Pengguna Narkotika, Kesehatan Masyarakat
This thesis aimed to analyze the impact of criminalization of people who use drugsrelated risk factors in the criminalization are analyzed through the Focus of theDiscussion Group with prisoners and in-depth interviews with prison staff . Thisstudy uses qualitative method case study conducted in Jakarta Narcotics Prison in2014. The policy factors that dualism between criminal and public health approach inthe content and implementation of the policy, environmental factors is overcapacityand lack of health care services, the individual factors that drugs dependence andrisky behavior among prisoners that affect each other and impact on increasedvulnerability to physical, mental and social health problems.Keyword : Criminalization , Impact, People who use drugs, Public Health
Read More
T-4244
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astuti Purbaningsih; Pembimbing; Kurnia Sari; Penguji: Budi Hidayat, Pujiyanto, Ismiwanto Cahyono, Eko Setyo Pembudi
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Astuti Purbaningsih Program Studi : Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Dampak Jaminan Kesehatan Sosial  Bagi Masyarakat Miskin Terhadap Utilisasi Layanan Kesehatan (Data Indonesia Family Life Survey 2000, 2007 dan 2014) Dalam upaya memberikan perlindungan sosial terhadap masyarakat miskin dari risiko kesehatan, pemerintah Indonesia mengimplementasikan program jaminan kesehatan sosial bersubsidi bagi masyarakat miskin Askeskin. Program ini kemudian diperluas target dan manfaatnya menjadi Jamkesmas. Penelitian ini meneliti dampak jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin terhadap utilisasi layanan kesehatan berupa jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap, proporsi belanja kesehatan terhadap pengeluaran rumah tangga, serta self-assessed health. Analisis dilakukan pada semua populasi dan subpopulasi termiskin (kuintil pertama dalam populasi). Peneliti menggunakan metode propensity score matching dan difference-in-difference untuk analisis data Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 2000, 2007 dan 2014. Hasil penelitian menunjukkan program jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin memiliki dampak positif signifikan terhadap jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap; di sisi lain program tidak memiliki dampak signifikan terhadap proporsi belanja kesehatan rumah tangga dan self-assessed health. Program jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin secara signifikan telah meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap layanan kesehatan, namun tidak signifikan melindungi masyarakat miskin dari risiko belanja kesehatan dan tidak signifikan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat miskin. Kata kunci: askeskin, jamkesmas, jaminan kesehatan, analisis dampak, ekonometri, kemiskinan


ABSTRACT Name : Astuti Purbaningsih Study Program : Magister of Public Health Judul : The Impact of Social Health Insurance for The Poor on Health Services Utilization (Indonesia Family Life Survey Data 2000, 2007 and 2014) To improve the poor’s access to healthcare services, the Indonesian government introduced Askeskin, a subsidized social health insurance for the poor. Later, Askeskin had policy expansion and became Jamkesmas. We examine the effects of this social health insurance for the poor on health services utilization — outpatient visits, inpatient admissions, household budget share of health spending, and self-assessed health. We analyze all samples and the poorest (1 st ) quartile of the sample. Using propensity score matching and difference-in-difference matching strategies on Indonesia Family Life Survey (IFLS) datasets 2000, 2007 and 2014, we find the insurance have positive significant impact on outpatient visits and inpatient admissions; it does not seem to have significant impact on household budget share of health spending and self-assessed health, however. This finding suggests that social health insurance for the poor increases health services utilization (outpatient visits and inpatient admissions), on the other hand it does not significantly protect the poor from health spending and not significantly improve health outcome of the poor. Keywords: askeskin, jamkesmas, health insurance, impact evaluation, econometric, poor

Read More
T-4886
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erdani Harimurti Azhar; Pembimbing: Kusdinar Achmad; Penguji: Fatmah, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Abas Basuni Jahari, Zainal Abidin
T-5038
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dormaringan Hotmatua Saragih; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: I Made Djaja, Pujiyanto, Hening Darpito, Ardi
T-3474
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Danti Anindi T; Pembimbing: Anwar Hassan; Penguji: Dian Ayubi, Jomima Batlajeri
Abstrak: Selain memberikan banyak manfaat, internet juga memiliki dampak salah satunyapada kesehatan, apabila penggunaannya tidak dikontrol dengan bijak. DiIndonesia, perhatian terhadap intensitas akses internet berlebihan masih kurang,sementara banyak penelitian menemukan gejala kecanduan internet sebagai akibatdari penggunaan internet berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahuihubungan faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat penggunaaninternet pada 100 mahasiswa S1 Reguler di Universitas Indonesia dengan rentangusia 18-25 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data survey menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini adalahtingkat pengeluaran, tingkat pengetahuan, serta pengaruh dari teman sebaya,keluarga, dan fasilitas yang dimiliki berhubungan dengan penggunaan internet responden. Berdasarkan penelitian ini disarankan untuk memberikan informasimengenai adanya dampak penggunaan internet berlebihan kepada masyarakat luaskhususnya remaja dan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui seberapabesar dampak penggunaan internet berlebihan yang telah dirasakan olehmasyarakat pengakses internet di Indonesia. Kata Kunci : Internet, mahasiswa, dampak negatif, faktor, penggunaan berlebihan
In addition to providing many benefits, the Internet also has an impact on one'shealth, if its use is not controlled wisely. In Indonesia, the attention to theintensity of excessive internet access is still lacking, although many studies havefound symptoms of internet addiction as a result of excessive internet use. Thepurpose of this study was to determine the relationship of predisposing factors,enabling factors, and reinforcing factors internet usage at 100 Regular BachelorDegree Program students at the University of Indonesia with an age range of 18-25 years old. This research is a quantitative survey data collected withquestionnaires. The results of this study is the level of expenditure, the level ofknowledge, as well as the influence of peers, family, and owned facilitiesassociated with the use of the Internet respondents. Based on this study areadvised to provide information about the impact of excessive Internet use to thegeneral public, especially adolescents and the presence of further research todetermine how much impact that excessive internet use has been felt by thecommunity of internet users in Indonesia.Keywords: Internet, student, negative impact, factors, overuse
Read More
S-8513
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Kusuma; Promoter: Hasbullah Thabrany; Co-Promoter: Budi Hidayat; Penguji: Budi Utomo, Mardiati Nadjib, Vivi Yulasati, Harapan Lumban, Pungky Sumadi Vid Adrison
D-256
Depok : FKM-UI, 2011
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive