Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aidea Arsyi Pempasa; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Bimo Prasetyo
Abstrak:
PT X mengalami peningkatan produksi, hal ini seiring dengan peningkatan kejadian kecelakaan kerja di PT X. Dalam upaya penanganan kecelaakaan kerja, dilakukan pelaporan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi langkah yang perlu dilakukan kedepannya. Penelitian deskriptif dengan metode kualitatif ini memiliki pendekatan study case dengan melihat pelaporan kecelakaan yang lebih dari ketentuan 2x24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pengetahuan, sikap, dan faktor eksternal terhadap pelaporan kecelakaan kerja. Hasil: Responden belum memiliki pengetahuan yang cukup menyelutuh mengenai kecelakan kerja, regulasi pelaporan kecelakaan kerja, alur pelaporan kecelakaan kerja, namun telah memiliki pengetahuan yang baik untuk defnisi pelaporan kecelakaan kerja dan suransi kecelakan kerja. Responden memiliki sikap cenderung untuk tidak melaporkan kecelakaan ringan meski telah menganggap pelaporan kecelakaan kerja penting. Sikap dalam pemilihan asuransi juga memiliki kecenderungan tidak memilih BPJS Ketenagakerjaan meski telah mengetahui asuransi untuk kecelakaan kerja. Faktor eksternal responden mencakup dukungan atasan dan rekan kerja cenderung positif. Responden juga mengetahui tidak adanya punishment serta PT X telah memfasilitasi keselamatan.

PT X has experienced an increase in production, which has coincided with a rise in workplace accidents. In an effort to address workplace accidents, reporting is conducted to identify and evaluate the necessary steps moving forward. This descriptive research, using a qualitative method, employs a case study approach by examining accident reports exceeding the 2x24 hour limit. The aim of this study is to provide an overview of knowledge, attitudes, and external factors influencing accident reporting. Results: Respondents lack comprehensive knowledge about workplace accidents, accident reporting regulations, and the accident reporting process, but they do possess good knowledge of the definition of accident reporting and accident insurance. Respondents tend to avoid reporting minor accidents, despite recognizing the importance of accident reporting. Their attitude towards choosing insurance also shows a tendency not to select BPJS Ketenagakerjaan, even though they are aware of workplace accident insurance. External factors for respondents include positive support from supervisors and colleagues. Respondents also recognize the absence of punishments and that PT X has facilitated safety measures.
Read More
S-11795
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diana Andriyani ... [et al.]
Bulitkes Vol.41, No.2
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ananda Tria Monica; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Tiara Amelia, Fransiska E Mardiananingsih
S-8924
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hashem Sulaiman Hasan Arkok; Promotor: Tri Yunis Miko Wahyono; Kopromotor: Nurhayati Adnan, Dipo Aldila; Penguji: Dian Ayubi, Syahrizal Syarif, Hariadi Wibisono, Soewarta Kosen, Vivi Setiawaty
Abstrak:
Virus Hepatitis B (HBV) tetap menjadi perhatian kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dan pencapaian target Organisasi Kesehatan Dunia untuk eliminasi pada tahun 2030 membutuhkan penguatan pemahaman epidemiologis, pemodelan prediktif, dan penilaian kesadaran masyarakat. Disertasi ini bertujuan untuk memberikan evaluasi terpadu terhadap kemajuan Indonesia menuju eliminasi hepatitis B melalui tiga komponen penelitian komplementer: (1) analisis tren temporal dan spasial infeksi HBV, skrining, dan cakupan vaksinasi bayi baru lahir; (2) pengembangan dan penerapan model transmisi SIVRM (Susceptible–Infected–Vaccinated–Recovered–Mortality) yang diperluas; dan (3) penilaian pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) di antara pasien hepatitis B. Tren temporal dan distribusi spasial infeksi HBV, skrining, dan cakupan vaksinasi bayi baru lahir diperiksa menggunakan kumpulan data nasional, dengan analisis temporal dilakukan di SPSS-27 dan pengelompokan spasial dianalisis di ArcGIS Pro menggunakan statistik Global Moran's I dan LISA. Temuan mengungkapkan pola HBV yang berfluktuasi dari waktu ke waktu dan kesenjangan geografis yang signifikan, dengan klaster provinsi berisiko tinggi memerlukan intervensi yang ditargetkan. Model SIVRM yang diperluas yang terdiri dari 14 kompartemen dibangun untuk membedakan transmisi vertikal dan horizontal, menggabungkan dinamika vaksinasi, kehilangan kekebalan, dan reaktivasi HBV di antara individu yang pulih. Parameter dipasang menggunakan data BPJS Kesehatan (2019–2023), dan derivasi analitik menghasilkan angka reproduksi dasar (R0) sebesar 4,39, yang menunjukkan penularan berkelanjutan yang berkelanjutan. Proyeksi simulasi menggunakan MATLAB 2018 menunjukkan bahwa strategi pengendalian saat ini tidak cukup untuk mencapai eliminasi pada tahun 2030; namun, analisis skenario menunjukkan bahwa meningkatkan cakupan vaksinasi orang dewasa hingga setidaknya 59%, di samping vaksinasi bayi baru lahir sebesar 70%, dapat mengurangi R0 menjadi 0,90 dan secara substansial mengurangi beban penyakit. Survei KAP cross-sectional terhadap 128 pasien hepatitis B di Jakarta menemukan kesadaran keseluruhan yang moderat, dengan skor KAP rata-rata 51,31 (65,0% dari total skor). Pengetahuan, sikap, dan domain praktik juga menunjukkan kinerja moderat, menyoroti kesenjangan dalam pemahaman pasien. Kesalahpahaman substansial tetap ada mengenai gejala (10,9%), rute penularan (10,2%), dan komplikasi (18,8%). Terlepas dari sikap positif yang umum, praktik berisiko tetap ada, dengan 46,1% melaporkan berbagi barang-barang pribadi yang dapat memfasilitasi penularan. Tingkat pendidikan muncul sebagai penentu utama kesadaran, dengan pasien yang memiliki pendidikan tinggi menunjukkan pengetahuan yang jauh lebih baik dan skor KAP secara keseluruhan dibandingkan dengan mereka yang berpendidikan lebih rendah. Korelasi positif yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan praktik menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran dapat meningkatkan perilaku pencegahan. Secara kolektif, temuan ini menyoroti kesenjangan epidemiologis yang terus-menerus, strategi imunisasi yang tidak memadai, dan faktor risiko perilaku yang sedang berlangsung. Penguatan surveilans, perluasan program vaksinasi orang dewasa, kebijakan intervensi regional yang adil, dan inisiatif pendidikan yang ditargetkan sangat penting untuk memajukan upaya eliminasi hepatitis B di Indonesia.

Hepatitis B virus (HBV) remains a major public health concern in Indonesia, and achieving the World Health Organization’s target of elimination by 2030 requires strengthened epidemiological understanding, predictive modeling, and assessment of community awareness. This dissertation aimed to provide an integrated evaluation of Indonesia’s progress toward hepatitis B elimination through three complementary research components: (1) temporal and spatial trend analysis of HBV infection, screening, and newborn vaccination coverage; (2) development and application of an extended SIVRM (Susceptible–Infected–Vaccinated–Recovered–Mortality) transmission model; and (3) assessment of knowledge, attitudes, and practices (KAP) among hepatitis B patients. Temporal trends and spatial distribution of HBV infection, screening, and newborn vaccination coverage were examined using national datasets, with temporal analysis conducted in SPSS-27 and spatial clustering analyzed in ArcGIS Pro using Global Moran’s I and LISA statistics. Findings revealed fluctuating HBV patterns over time and significant geographic disparities, with high-risk provincial clusters requiring targeted intervention. An extended SIVRM model comprising 14 compartments was constructed to distinguish vertical and horizontal transmission, incorporate vaccination dynamics, loss of immunity, and HBV reactivation among recovered individuals. Parameters were fitted using BPJS Kesehatan data (2019–2023), and analytical derivations produced a baseline reproduction number (R0) of 4.39, indicating ongoing sustained transmission. Simulation projections using MATLAB 2018 showed that current control strategies are insufficient to achieve elimination by 2030; however, scenario analysis demonstrated that increasing adult vaccination coverage to at least 59%, alongside newborn vaccination at 70%, could reduce R0 to 0.90 and substantially reduce disease burden. A cross-sectional KAP survey of 128 hepatitis B patients in Jakarta found moderate overall awareness, with a mean KAP score of 51.31 (65.0% of the total score). Knowledge, attitude, and practice domains also showed moderate performance, highlighting gaps in patient understanding. Substantial misconceptions persisted regarding symptoms (10.9%), transmission routes (10.2%), and complications (18.8%). Despite generally positive attitudes, risky practices persisted, with 46.1% reporting sharing personal items that may facilitate transmission. Educational level emerged as a major determinant of awareness, with patients holding higher education showing markedly better knowledge and overall KAP scores compared with those with lower education. Significant positive correlations among knowledge, attitudes, and practices indicated that improved awareness may enhance preventive behaviors. Collectively, these findings highlight persistent epidemiological disparities, inadequate immunization strategies, and ongoing behavioral risk factors. Strengthened surveillance, expanded adult vaccination programs, equitable regional intervention policies, and targeted educational initiatives are essential to advance hepatitis B elimination efforts in Indonesia.
Read More
D-605
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive