Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Haikal Fikry; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Dewi Susanna, Angger Aminda Noorcipta Johar
Abstrak: COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. COVID-19 merupakan betaCoronavirus yang menyerang sistem pernapasan. Provinsi Riau menjadi Provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki risiko pekerja terpapar COVID-19 cukup tinggi. PT.X merupakan perusahaan yang dikategorikan memiliki risiko COVID-19 pajanan sedang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik individu dan personal hygiene dengan risiko COVID-19 pada pekerja di PT.X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 107 pekerja. Data karakteristik individu (Usia, Jenis Kelamin, dan Pendapatan) personal hygiene, dan risiko COVID-19 didapatkan dari data primer melalui kuesioner yang sudah teruji validitasnya. Berdasarkan uji statistik yang dilakukan menggunakan uji chi-square, didapatkan hubungan yang tidak signifikan antara jenis kelamin dengan risiko COVID-19 ( p-value = 0,731). Hasil tidak signifikan juga didapatkan dari variabel usia dengan risiko COVID-19 ( p-value = 1,000). Hasil tidak signifikan juga didapatkan pada varibael pendapatan dengan risiko COVID-19 ( p-value = 0,386). Pada variabel personal hygiene ditemukan hubungan yang signifikan dengan risiko COVID-19 (p-value = 0,00, OR = 7,030)
COVID-19 is an infectious disease caused by a newly discovered type of coronavirus. COVID19 is a betaCoronavirus that attacks the respiratory system. Riau Province is a province on the island of Sumatra that has a fairly high risk of workers being exposed to COVID-19. PT.X is a company that is categorized as having a moderate risk of COVID-19 exposure. This study aims to analyze the relationship between individual characteristics and personal hygiene with the risk of COVID-19 in workers at PT.X. This study uses a quantitative method with a cross-sectional design. The number of samples in this study is 107 workers. Data on individual characteristics (Age, Gender, and Income), personal hygiene, and the risk of COVID-19 were obtained from primary data through a questionnaire that has been tested for validity. Based on statistical tests conducted using the chi-square test, there was no significant relationship between gender and the risk of COVID-19 (p-value = 0.731). Insignificant results were also obtained from the age variable with the risk of COVID-19 (p-value = 1,000). Insignificant results were also obtained for the income variable with the risk of COVID-19 (p-value = 0.386).there is a significant relationship between variable personal hygiene and the risk of contracting COVID-19 (p-value = 0.00, OR = 7.030).
Read More
S-10927
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Audia Amara Fitri; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Agustin Kusumayati, Ayu Dwi Yuniarti Rahayuningsih
Abstrak:
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Henaulu (2021), prevalensi terjadinya Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) di Indonesia dikarenakan kurangnya penerapan kebersihan diri saat menstruasi adalah sebesar 90-100 kasus per 100.000 penduduk setiap tahun. Anak perempuan tunagrahita cenderung kesulitan dalam melakukan kebersihan diri saat menstruasi dikarenakan keterbatasan intelektual yang mereka miliki. Anak tunagrahita sangat membutuhkan bantuan orang lain, salah satunya adalah adanya dukungan guru dan dukungan orang tua (ibu). Beberapa studi di Indonesia menunjukkan masih rendahnya perilaku kebersihan diri saat menstruasi pada anak tunagrahita. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran dukungan sosial ibu dalam membentuk perilaku kebersihan diri saat menstruasi pada anak tunagrahita dengan desain studi kasus. Informan pada penelitian ini merupakan ibu dari siswi tunagrahita, anggota keluarga dari ibu dengan anak tunagrahita dan guru wali kelas di SLBN A Citeureup Kota Cimahi. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukan adanya dukungan sosial dari guru/sekolah dan orang tua berupa dukungan informasional, emosional, penghargaan dan instrumental. Secara sistem, sekolah sudah memberikan dukungan informasional dan instrumental berupa sabun, air bersih dan wc yang bersih. Namun, dukungan informasional bagi orang tua masih belum spesifik, lalu dukungan penghargaan, emosional dan instrumental (pembalut dan celana dalam cadangan) disediakan oleh inisiatif guru. Lalu untuk dukungan sosial ibu, ibu sudah memberikan kepada anak tunagrahita dengan cara yang berbeda dan dipengaruhi oleh faktor status sosial ekonomi, keyakinan ibu dan kemandirian anak. Oleh sebab itu disarankan bagi SLBN A Citeureup Kota Cimahi untuk selalu memberikan dukungan sosial kepada ibu dan siswi tunagrahita, salah satunya dengan penyuluhan ataupun acara parenting agar menguatkan ibu dalam pemberian pengajaran serta informasi spesifik mengenai kebersihan diri saat menstruasi.

According to research conducted by Henaulu (2021), the prevalence of Reproductive Tract Infection (RTI) in Indonesia due to a lack of menstrual hygiene is 90-100 cases per 100,000 population each year. Mentally retarded girls tend to have difficulty in carrying out menstrual hygiene due to their intellectual limitations. Mentally retarded children really need the help of others, one of which is the support of teachers and the support of parents (mother). Several studies in Indonesia show that menstrual hygiene behavior is still low in mentally retarded children. This research was conducted using a descriptive qualitative method which aims to find out how the description of mother's social support in shaping menstrual hygiene behavior in mentally retarded children with a case study design. Informants in this study were mothers of mentally retarded students, family members of mothers with mentally retarded children and teachers at SLBN A Citeureup, Cimahi City. Research informants were selected by purposive sampling according to the inclusion and exclusion criteria. The results show that there is social support from teachers/schools and parents in the form of informational, emotional, esteem and instrumental support. System-wise, schools have provided informational and instrumental support in the form of soap, clean water and clean toilets. However, informational support for parents is not specific, and reward, emotional and instrumental support (spare pads and underwear) is provided by the teacher's initiative. Where as social support for mothers, mothers have been given to mentally retarded children in different ways and are influenced by factors of socioeconomic status, mother's beliefs and child independence. Therefore it is recommended for SLBN A Citeureup Kota Cimahi to always provide social support to mentally retarded mothers and students, one of which is counseling or parenting events to encourage mothers to provide specific teaching and information regarding menstrual hygiene.

Read More
S-11483
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Sari Wardani; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Asih Setiarini, Diah Mulyawati Utari; Basuni Jahari Abas, Tiska Yumeiza
Abstrak:
Stunting merupakan salah satu kekurangan gizi yang disebabkan oleh kekurangan zat gizi dimana balita dengan tinggi badan lebih rendah dari usianya. Stunting memiliki dampak dalam berbagai lini kehidupan, mulai dari bayi, balita, anak-anak hingga lansia. Tesis ini membahas determinan stunting pada balita usia 24-59 bulan di Nagari Unggan Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung Tahun 2019. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel penelitian adalah 107 orang balita. Pengambilan data primer dilakukan melalui kuesioner hasil wawancara dan pengukuran antropometri pada bulan Maret hingga Mei 2019. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan analisis regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 42,1% balita stunting. Berdasarkan analisis chi square terdapat hubungan signifikan asupan protein, keanekaragaman makanan, riwayat penyakit infeksi dan kebersihan diri. Kebersihan diri adalah faktor dominan stunting pada balita usia 24-59 bulan. Diperlukan kerjasama lintas sektor dan lintas program melalui gerakan 1000 HPK dalam mengatasi permasalahan stunting. Kata kunci: Stunting, anak 24-59 bulan, kebersihan diri, keanekragaman makanan Stunting is one of the malnutrition caused by lack of nutrients where toddlers with height are lower than their age. Stunting has an impact on various lines of life, ranging from babies, toddlers, children to the elderly. This thesis discusses stunting determinants in infants aged 24-59 months in Unggan Nagari, Sumpur Kudus District, Sijunjung Regency in 2019. This research is a quantitative study with a cross sectional study design with a total sample of 107 children under five. Primary data collection is done through interview questionnaires and anthropometric measurements from March to May 2019. The analysis used is univariate, bivariate analysis with chi-square and multivariate with multiple logistic regression analysis. The results showed 42.1% stunting toddlers. Based on the chi square analysis there was a significant relationship between protein intake, food diversity, history of infectious diseases and personal hygiene. Personal hygiene is the dominant stunting factor in infants aged 24-59 months. Cross-sector and cross-program collaboration is needed through the 1000 days of life movement in overcoming the problem of stunting. Key words: Stunting, 24-59 month, personal hygiene, dietry diversity
Read More
T-5749
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Watri Wahyuni; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Rico Kurniawan, Sudijanto Kamso, Soedibyo Alimoeso, Sri Sumarmi
Abstrak:

Stunting memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang. Stunting disebabkan oleh banyak factor. Air, sanitasi, dan lingkungan berkontribusi 50% sebagai penyebab stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sanitasi dan hygiene terhadap stunting pada balita di Papua Tengah, NTT, dan Aceh. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Data dari SKI 2023 dengan sampel 5.666 (pasangan balita dan ibu balita). Proporsi kejadian stunting di Provinsi Papua Tengah (35,8%), NTT (33,3%) dan Aceh (27,7%).Variabel yang mempengaruhi stunting di Papua Tengah adalah sumber air minum, penggunaan jamban, pengelolaan sampah, CTPS, tinggi ibu, jumlah anggota keluarga, dan daerah tempat tinggal. Variabel yang mempengaruhi stunting di NTT adalah sumber air minum, penggunaan jamban, pembuangan limbah, pengelolaan sampah, CTPS, BB lahir, PB lahir, jenis kelamin, tinggi ibu, LILA ibu, pendidikan ibu, dan daerah tempat tinggal. Variabel yang mempengaruhi stunting di Aceh adalah pengelolaan sampah, PB lahir, tinggi ibu, dan LILA ibu. Factor sanitasi lingkungan dan kebersihan diri yang paling mempengaruhi stunting di Papua Tengah adalah sumber air minum dengan AOR 3,4 (95% CI: 1,7 – 6,7), di NTT dan Aceh adalah pengelolaan sampah dengan AOR masing-masing 1,4 (95% CI: 0,8 – 2,4) dan 1,1 (95% CI: 0,9 – 1,4) setelah dikontrol variabel lainnya. Bagi pemerintah, diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pemerataan akses sanitasi dan air bersih dengan meningkatkan kerjasama instansi terkait. Bagi Dinas Kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan program STBM, peningkatkan pengawasan air minum, dan meningkatkan promkes tentang PHBS.


Stunting has short-term and long-term impacts. Stunting is caused by many factors. Water, sanitation, and environment contribute 50% as the cause of stunting. The purpose of this study was to determine the effect of sanitation and hygiene on stunting in toddlers in Central Papua, NTT, and Aceh. The study used a cross-sectional design. Data from SKI 2023 with a sample of 5,666 (toddler and toddler mother pairs). The proportion of stunting incidents in Central Papua Province (35.8%), NTT (33.3%) and Aceh (27.7%). The variables that affect stunting in Central Papua are drinking water sources, use of latrines, waste management, CTPS, maternal height, number of family members, and area of residence. The variables that affect stunting in NTT are drinking water sources, use of latrines, waste disposal, waste management, CTPS, birth weight, birth weight, gender, maternal height, maternal LILA, maternal education, and area of residence. The variables that affect stunting in Aceh are waste management, birth weight, maternal height, and maternal LILA. The environmental sanitation and personal hygiene factors that most influence stunting in Central Papua are drinking water sources with an AOR of 3.4 (95% CI: 1.7 - 6.7), in NTT and Aceh are waste management with AORs of 1.4 (95% CI: 0.8 - 2.4) and 1.1 (95% CI: 0.9 - 1.4) respectively after controlling for other variables. For the government, it is hoped that the results of this study can improve equal access to sanitation and clean water by increasing cooperation between related agencies. For the Health Office, it is hoped that it can optimize the STBM program, increase supervision of drinking water, and improve health promotion on PHBS.

 

Read More
T-7168
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive