Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 166 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Arianty Siahaan; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Besral, Endang L. Achadi, Wendy Hartanto, Mugia Bayu Raharja
Abstrak: Angka Kematian Bayi masih menjadi masalah kesehatan yang belum teratasi. Untuk menurunkan Angka Kematian Bayi, SDGs memiliki target pada tahun 2030 mengakhiri kematian bayi yang dapat dicegah, melalui Kematian Neonatal. Angka Kematian Neonatal (AKN) dan Angka Kematian Post Neonatal (AKPN) di Indonesia menurun lambat dan masih relatif tinggi. AKN dan AKPN di Indonesia belum mencapai target prioritas SDGs yaitu 12 kematian per 1000 kelahiran hidup. Belum diketahui faktor determinan strategis kematian neonatal dan postneonatal. Tujuan penelitian ini ialah untuk menilai determinan strategis pada faktor sosial dan lingkungan, faktor program kesehatan, dan faktor maternal dan neonatal terhadap kematian neonatal dan postneonatal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data dari Survei Penduduk Antar Sensus 2015 (SUPAS 2015) dan Potensi Desa 2014 (Podes 2014). Populasi penelitian ialah seluruh blok sensus yang memiliki wanita usia subur (15-54 tahun) dan terdaftar dalam SUPAS 2015 dan PODES 2014. Variabel independen yang digunakan ialah faktor ibu, sosial ekonomi, lingkungan, dan kontrol kesehatan. Variabel dependen yang digunakan AKN dan AKPN. Analisis data yang digunakan ialah Log-Linier Model Multivariat dengan desain Cross-sectional. Determinan strategis kematian neonatal ialah faktor maternal dan neonatal yaitu jarak kelahiran dan proporsi paritas 4+, masing- masing meningkatkan AKN=50% dan 22%. Faktor sosial dan lingkungan yaitu wilayah, pendidikan, status ekonomi, dan sumber air minum, masing-masing meningkatkan AKN=21%; 9%; 8%; dan 6%. Faktor program kesehatan yaitu densitas populasi dukun bayi desa meningkatkan AKN= 5%. Densitas populasi RS kabupaten, dan puskesmas kecamatan dengan masing-masing dapat menurunkan AKN 7% dan 5%. Determinan strategis kematian postneonatal ialah faktor maternal dan neonatal yaitu jarak kelahiran dan proporsi paritas 4+ masing-masing meningkatkan AKPN 32% dan 22%. Faktor sosial dan lingkungan yaitu wilayah Luar Jawa-Bali, sosial ekonomi, dan pendidikan dengan masing-masing meningkatkan AKPN 22%; 10%; dan 9%. Faktor program kesehatan yaitu densitas populasi dukun bayi desa, dokter kecamatan, puskesmas kecamatan, rumah sakit kabupaten, dan bidan desa. Densitas populasi dukun bayi desa meningkatkan AKPN=7%. Densitas populasi dokter kecamatan, puskesmas kecamatan, rumah sakit kabupaten, dan bidan desa dapat menurunkan AKPN masing-masing 8%; 6%; 5%; 4%.Kematian neonatal lebih mempengaruhi terhadap faktor endogen yaitu jarak kelahiran. Sedangkan kematian postneonatal lebih mempengaruhi terhadap faktor eksogen yaitu status ekonomi, pendidikan ibu, densitas populasi dukun desa, densitas populasi dokter kecamatan, densitas populasi puskesmas kecamatan, dan densitas populasi bidan desa. Maka, diharapkan pemerintah dapat meningkatkan program keluarga berencana dengan meningkatkan kebutuhan kontrasepsi dan meningkatkan akses layanan kontrasepsi. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan angka prevalensi kontrasepsi yang tujuannya untuk mengatur jarak kelahiran sebelumnya.
Read More
T-6325
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Istiqomah; Pembimbing: Kemal N. Siregar
S-4046
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristina, Lamria Pangaribuan, Dina Bisara, dan Oster Suriani
BPSK Vol.18, No.1
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2015
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Salamah; Pembimbing: Sandra Fikawati
S-2477
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Mutiara Putri; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Rakhmad Hidayat, Ummyatul Hajrah
Abstrak: Hipertensi merupakan penyakit penyerta dengan presentase tertinggi pada kasus terkonformasi COVID 19 yaitu sebesar 50,1% dan merupakan penyakit penyerta kedua tertinggi, setelah diabetes melitus, pada kematian COVID 19 yaitu sebesar 9,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel hipertensi dengan kematian pada kasus konfirmasi COVID-19 usia ≥ 55 tahun di Depok periode Agustus 2020 - Juni 2021, berdasarkan data Dinas Kesehatan Depok. Desain pada penelitian adalah kasus kontrol, dengan menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Depok. Sampel pada penelitian ini adalah sampel yang memenuhi kriteria inklusi penelitian, yaitu kasus konfirmasi COVID 19 dari hasil pemeriksaan PCR yang dilaporkan menggunakan laporan khusus COVID 19 kepada Dinas Kesehatan Kota Depok dengan data variabel yang lengkap pada pasien usia ≥ 55 tahun. Sedangkan kriteria eksklusi adalah wanita hamil. Didapatkan 425 sampel yang memenuhi kriteria inklusi pada kelompok kasus dan dilakukan simple random sampling pada kelompok kontrol untuk mendapatkan 425 sampel. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Dari hasil analisis ditemukan hubungan antara hipertensi dengan kematian kasus konfirmasi COVID 19 memiliki nilai asosiasi OR crude yaitu 2,43 (95% CI = 1,67-3,54, P value = <0,0001) dan OR adjusted yaitu 2,08 (95% CI = 1,44-3,02, P value = <0,0001) setelah dikontrol variabel penyakit jantung. Hasil penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan penelitian dan bias. Penggunaan data pada penelitian ini terbatas pada data yang tersedia dalam laporan COVID 19 Dinas Kesehatan Kota Depok. Data pada penelitian ini bersumber dari hasil penyelidikan epidemiologi (PE) Dinas Kesehatan Kota Depok yang mana pengisian formulir PE berdasarkan hasil wawancara petugas kesehatan dengan pasien
Read More
T-6183
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elviza Rahmadona; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Musfardi Rustam, Puhilan
Abstrak: Salah satu komorbid yang paling banyak menyertai pasien Covid 19 di Indonesia adalah Hipertensi dengan proporsi kasus 52,1% dan proporsi kematian sebanyak 19,2% dan menjadi komorbid paling tinggi pada pasien Covid 19 di Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan hipertensi dengan kematian pasien Covid 19 pada April 2020 hingga Juli 2021 berdasarkan data rekam medik pasien rawat inap di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Desain studi pada penelitian ini adalah studi kasus kontrol dimana kasus adalah pasien Covid-19 yang meninggal dan kontrol adalah pasien Covid 19 yang tidak meninggal berdasarkan data rekam medik melalui aplikasi SIMRS. Sampel pada penelitian ini adalah yang memenuhi kriteria inklusi yaitu 93 pasien pada kelompok kasus dan 200 pada kelompok kontrol yang telah dilakukan uji pemeriksaan PCR terlebih dahulu. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Dari hasil analisis diperoleh hubungan antara hipertensi dengan kematian Covid 19 namun memiliki risiko protektif setelah dikontrol variabel umur, jenis kelamin, diabetes, PPOK, CVD. Hasil penelitian ini masih memiliki kelemahan berupa misklasifikasi non diferensial dan keterbatasan data yang tersedia pada data rekam medik melalui aplikasi SIMRS
Read More
T-6188
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adistikah Aqmarina; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Syahrizal, Chita Septiawati, Ridho Ichsan Syaini
Abstrak:
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi baru yang selama hampir tiga tahun (2020-2023) menjadi pandemi. Salah satu faktor risiko kematian COVID-19 adalah riwayat komorbid hipertensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan komorbid hipertensi dengan kematian kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia periode Januari-Juni 2022 dengan mengontrol variabel potensial confounder secara komprehensif, sumber data lebih lengkap dan jumlah sampel lebih besar. Desain studi yang digunakan adalah kasus kontrol. Data bersumber dari laporan Sistem Informasi Rumah Sakit Online (SIRS Online) Kementerian Kesehatan periode Januari-Juni 2022. Kasus konfirmasi COVID-19 dengan komorbid hipertensi memiliki risiko kematian sebesar 1,57 kali lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan yang tidak memiliki komorbid hipertensi setelah dikontrol oleh variabel usia, status vaksinasi, varian virus, dan diabetes melitus (OR=1,57; 95%CI:1,20-2,05; p=0,001). Ada perbedaan risiko kematian pada kelompok infeksi bukan Omicron (OR=7,68; 95%CI:1,15-51,38; p=0,036) dan Omicron (OR=1,52; 95%CI:1,16-1,99; p=0,002) setelah dikontrol variabel usia, status vaksinasi, dan diabetes melitus. Ada perbedaan risiko kematian pada kelompok belum vaksin (OR=1,52; 95%CI:1,02-2,26; p=0,037), vaksin 1-dosis (OR=1,85; 95%CI:0,84-4,08; p=0,125), vaksin 2-dosis (OR=1,66; 95%CI:1,08-2,54; p=0,020) dan vaksin booster (OR=0,21; 95%CI:0,03-1,48; p=0,118) setelah dikontrol variabel usia, varian virus, dan diabetes melitus. Perlu upaya bersama dari pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian komorbid hipertensi untuk mencegah kematian COVID-19.
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a new infectious disease which has been a pandemic for almost three years (2020-2023). One of the risk factors for COVID-19 mortality is a history of comorbid hypertension. This study was conducted to determine the relationship between comorbid hypertension and mortality among COVID-19 confirmed cases in Indonesia for the period January-June 2022 by comprehensively controlling potential confounder variables, more complete data sources and a larger sample size. The study design was a case control study. Data sourced from the Ministry of Health's Online Hospital Information System (SIRS Online) report for the period January-June 2022. Confirmed cases of COVID-19 with comorbid hypertension have a significantly higher risk of death by 1,57 times compared to confirmed cases COVID-19 without comorbid hypertension after controlling for age, vaccination status, viral variants, and diabetes mellitus (OR=1,57; 95%CI:1,20-2,05; p=0,001). There was a difference risk of death in the non-Omicron infection group (OR=7,68; 95%CI:1,15-51,38; p=0,036) and Omicron group (OR=1,52; 95%CI:1,16-1,99; p=0,002) after controlling for age, vaccination status, and diabetes mellitus. There was a difference risk of death in the unvaccinated group (OR=1,52; 95%CI:1,02-2,26; p=0,037), 1-dose vaccine group (OR=1,85; 95%CI:0,84-4,08; p=0,125), 2-dose vaccine group (OR=1,66; 95%CI:1,08-2,54; p=0,020) and booster vaccine group (OR=0,21; 95%CI:0,03-1,48; p=0,118) after controlling for age, viral variants, and diabetes mellitus. Joint efforts from the government and community are needed in the prevention and control of comorbid hypertension to prevent mortality from COVID-19 infection.
Read More
T-6595
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurhanifah Hamdah; Pembimbing: Helda; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Vivi Voronika
Abstrak: Diphtheria is a re-emerging disease caused by the Corynebacterium diphtheria bacteria and causes death. The death from diphtheria in the world has CFR of 5-10% while in Indonesia has CFR is 2% that make it becomes one of public health concerns. This study aims to determine the factors associated with diphtheria deaths in Indonesia in 2018 using surveillance data on routine reports of diphtheria cases in Indonesia in 2018. The study design used was cross-sectional with a unit of analysis of individuals suffering from diphtheria in Indonesia in 2018. In this study there were 817 cases with 2.8% of patients dying and mostly of them living in West Java province (211 patients). Sex factors, primary diphtheria immunization status, and Serum Anti Diphtheria (ADS) status were not statistically related to diphtheria deaths. Factors statistically associated with diphtheria deaths were age <15 years (OR = 7.863; 95% CI = 1,831 - 33,77) and diagnosis of diphtheria patients from laboratory confirmation (OR = 2,774; 95% CI = 1,000 - 7,693). Key words: Diphtheria, Death, Factors, Indonesia, 2018
Read More
S-9903
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lutviah Sari; Pembimbing: Martya Rahmaniati; Penguji: Besral; Rahmadewi
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai faktor yang berhubungan dengan kematian perinatal di wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia berdasarkan analisis data SDKI 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kematian perinatal dan faktor apa saja yang memengaruhi kematian perinatal di perkotaan dan pedesaan di Indonesia. Desain studi yang digunakan adalah desain studi potong lintang (cross-sectional). Data dianalisis menggunakan analisis chi-square dan regresi logistik.
Read More
S-10556
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ketut I Gede Aryana, I Made Kardana, I Nyoman Adiputra
JP Edisi Konas XII
Jakarta : Perinasia, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive