Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhammad Faqih Hartono; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Estu Subagyo
Abstrak: PT X Unit Citeureup merupakan pabrik industri manufaktur semen terbesar di dunia. Proses industri di dalamnya melibatkan berbagai proses, bahan, serta pekerjaan berbahaya. Sehingga dengan demikian proses kerja di dalamnya banyak menyebabkan risiko keselamatan dan kesehatan kerja. Selain itu, pada saat ini PT X Unit Citeureup juga menghadapi tantangan pandemi COVID-19 sama seperti industri lainnya. Hal ini dapat berdampak negatif baik kepada pekerja ataupun manajemen PT X Unit Citeureup. Berdasarkan hal tersebut, terbentuknya keselamatan di tempat kerja merupakan hal yang harus diupayakan dan lebih dimaksimalkan. Penelitian ini mencoba untuk mengevaluasi faktor-faktor yang membentuk keselamatan di tempat kerja dengan upaya pencegahan COVID-19 dan dimensi-dimensi kerentanan K3. Dimensi-dimensi tersebut dapat digunakan sebagai dasar studi elemen psikologi organisasi dan iklim keselamatan yang mampu memprediksi keselamatan di tempat kerja. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui google form untuk mengetahui bagaimana persepsi pekerja terkait variabel-variabel yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei dengan besar sampel yang terkumpul adalah 126 responden dari 19 divisi. Data berikutnya dianalisis dengan PLS-SEM (Partial Least Square Structural Equation Modeling). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa faktor-faktor kerentanan K3 seperti kesadaran K3 dan partisipasi K3, serta upaya pencegahan COVID-19 berhubungan secara signifikan terhadap keselamatan di tempat kerja. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi terhadap peningkatan kesadaran K3, partisipasi K3, dan upaya pencegahan COVID-19 di tempat kerja dapat meningkatkan keselamatan di tempat kerja pada masa pandemi COVID-19.
PT X Unit Citeureup is the largest cement manufacturing industrial plant in the world. The industrial processes in it involve a variety of processes, materials, and hazardous works. Thus, the work process in it causes a lot of occupational safety and health risks. In addition, at this time PT X Unit Citeureup is also facing the challenges of the COVID-19 pandemic just like other industries. This situation can have a negative impact on both employees and management of PT X Unit Citeureup. Based on this situation, the establishment of safety in the workplace is something that must be pursued and maximized. This study attempts to evaluate the factors that shape workplace safety with COVID-19 prevention measures and the dimensions of occupational health and safety (OHS) vulnerability. These dimensions can be used as the basis for the study of elements of organizational psychology and safety climate that are able to predict safety in the workplace. This research was conducted through a quantitative approach with a cross-sectional study design. Data collection is done online via google form to find out how workers perceive related to the variables studied. Data collection was carried out in May with a large sample of 126 respondents from 19 divisions. The next data were analyzed by PLS-SEM (Partial Least Square Structural Equation Modeling). The results of this study indicate that OHS vulnerability factors such as OHS awareness and OHS participation as well as COVID-19 prevention measures are significantly related to safety in the workplace. These results indicate that interventions to increase OHS awareness, OHS participation, and COVID-19 prevention measures in the workplace can improve workplace safety during the COVID-19 pandemic.
Read More
S-10978
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryati Kasiman; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Dadan Erwandi, Lusi Widiastuti, Rachmat Suherwin
Abstrak:

Penelitian deskriptif kuantitatif dengan disain Cross Sectional Survey mengenai Studi Persepsi tentang Penyakit Kardiovaskular dan Upaya Pencegahannya pada karyawan XY, menggunakan konsep Health Belief Model, meneliti persepsi kerentanan (perceived susceptibility), persepsi keparahan (perceived severity), persepsi manfaat (perceived benefit), persepsi hambatan (perceived barrier) dan pengetahuan sebagai salah satu modifying factor. Rendahnya persepsi kerentanan karyawan dapat menjadi alasan ketidak aktifannya dalam berolahraga. Dari perhitungan statistik dengan korelasi spearman,terdapat korelasi yang bermakna antara persepsi hambatan dengan perilaku karyawan untuk berolahraga dengan p = 0.002 dan r = -0.297.


Quantitative descriptive study with cross-sectional survey design of the study and the Perception of the Cardiovascular Disease Prevention Efforts in XY employees, using the concept of Health belief model, examines perceived susceptibilit), perceived severity , perceived benefits ,perceived barriers and knowledge as a modifying factor. The low perception of susceptibility of employees can be a reason for the lack of exercise ( Physical Inactive ). Of statistical calculations with Spearman correlation, there is a significant correlation between perceived barrier to exercise behavior of employees with p = 0.002 and r = -0297.

Read More
T-3779
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desi Ermaleni Br Ginting; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Haryanto, Sri Tjahjani Budi Utami, Athena, Dede Tarmana
Abstrak:
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti sangat peka terhadap faktor iklim, khususnya curah hujan, suhu, dan kelembaban. Curah hujan di Kota Yogyakarta dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi antara 1.660-2.500 milimeter per tahun mendukung ketersediaan habitat nyamuk. Suhu dan kelembaban di Kota Yogyakarta berada pada rentang suhu dan kelembaban optimum nyamuk untuk bertumbuh dengan baik yaitu pada suhu 25-27°C dan kelembaban antara 60-80%. Sehingga Insiden DBD di Kota Yogyakarta masih tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan iklim terhadap insiden DBD. Studi ekologi dilakukan selama 3 bulan menggunakan data skunder. Unit analisis yang digunakan adalah bulan Januari-Desember dari tahun 2004-2013. Selanjutnya akan dianalisis secara statistik dan grafik. Curah hujan dengan insiden DBD tahun 2004-2013 memiliki r sebesar 0,333 dengan korelasi sedang dan pola positif dan nilai p sebesar 0,002. Suhu dengan insiden DBD memiliki r sebesar 0,186 dengan korelasi lemah dan nilai p sebesar 0,051. Kelembaban dengan insiden DBD memiliki r sebesar 0,571 dengan korelasi kuat dan pola positif dan nilai p sebesar 0,000. Curah hujan dan kelembaban tahun 2004-2013 memiliki hubungan yang signifikan dengan insiden DBD. Sedangkan suhu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan insiden DBD.

Dengue Hemmorhagic Fever (DHF) is spread by Aedes Aegypti is extremely sensitive toward climate, particularly the intensity of rainfall, temperature, and humidity. The intensity of the rainfall which is approximately 1.660-2500 millimeter/year supports the mosquito habitation in Yogyakarta. The temperature and damp in Yogyakarta are in the temperature and humidity optimum where mosquito can grow well; temperature 25-27?C and humidity between 60-80%. Thus, DHF in Yogyakarta is still high. The aim of this research is to analyze the correlation between climate toward DHF incidence.This research uses ecology study and community vulnerability which is done in three months using secondary data. The analisys unit are January-December period 2004-20013. It is analyzed in accordance with statistic and graphic. The intensity of rainfall with DHF incidence in 2004-2013 has r 0,333 with the average correlation and positive pattern and p value 0,002. The temperature with DHF incidence has r 0,186 with weak correlation and positive pattern and p value 0,051. The humidity with the DHF incidence has r 0,571 with a strong correlation and positive pattern and p value 0,000. Rainfall and humidity in 2004-2013 had a significant correlation with the incidence of DHF. While the temperature has no significant correlation with the incidence of DHF.
Read More
T-4295
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitra Nurahim; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Satriadi Gunawan
Abstrak: Tujuan dalam penelitian adalah untuk menganalisis dan melakukan pemetaan risiko kebakaran di Wilayah Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian semi kuantitatif dengan desain studi deskriptif dan pengumpulan data melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan anggota pemadam kebakaran, pengisian kuesioner, dan wawancara dengan Ketua RW serta telaah dokumen terkait. Variabel yang diteliti terbagi menjadi 3 komponen yaitu ancaman bahaya, kerentanan, dan proteksi kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah RW di Kecamatan Jatinegara dan Duren Sawit termasuk dalam klasifikasi risiko kebakaran sedang sebanyak 11 wilayah RW dan 4 wilayah RW lainnya termasuk dalam risiko kebakaran berat. Terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan atau diperhatikan dalam upaya meminimalisir risiko kebakaran di wilayah yaitu aspek aktivitas warga, kepadatan penduduk dan bangunan, kualitas bangunan dan tingkat kekumuhan, kendala yang dihadapi pos damkar berupa akses jalan, dan lain-lain, lalu aspek jarak pemisah antar bangunan, sistem ketahanan masyarakat, dan hidran kota.
Read More
S-10757
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Disa Latamilen; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Erlinda
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepercayaan kesehatan yang terdiri dari persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, dan isyarat untuk bertindak dengan riwayat tes IVA yang dimiliki oleh WUS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi kasus kontrol. Data yang digunakan adalah data primer yang melibatkan 82 responden kelompok kasus dan 95 responden kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi manfaat, persepsi hambatan, dan isyarat untuk bertindak dengan riwayat pemeriksaan IVA. Hal ini sejalan dengan teori HBM yang menyatakan bahwa ketiga variabel tersebut merupakan faktor yang mempengaruhi suatu tindakan kesehatan.
Read More
S-10717
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Same Betera; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Dewi Susanna, Mohamad Sudomo, Wilfred N. Nunu, Budi Hartono
Abstrak:
Malaria telah menciptakan krisis kebangkitan kembali dalam kontinum eliminasi di Zimbabwe, yang berbeda dari komitmen global untuk eliminasi malaria pada tahun 2030. Penelitian kohort retrospektif ini bertujuan untuk menentukan faktor risiko yang terkait dengan malaria berat di distrik Beitbridge dan Lupane. Pengambilan sampel multistage digunakan untuk merekrut 2414 orang yang tercatat dalam database Perangkat Lunak Informasi Kesehatan Distrik2 Tracker. Penelitian ini menggunakan IBM SPSS 29.0.2.0 (20) untuk analisis data, dan rasio odds (OR) untuk memperkirakan risiko relatif (RR; 95% CI; p <0,05). Studi ini mengungkapkan risiko relatif yang signifikan (p-value<0,05) untuk individu yang tidak memiliki Kelambu Berinsektisida Tahan Lama (Beitbridge 47,4; Lupane 12,3), mereka yang memiliki tetapi tidak menggunakan LLIN (Beitbridge 24,9; Lupane 7,83), mereka yang tidur di luar rumah pada malam hari (Beitbridge 84,4; Lupane 1,93), dan orang dewasa (Beitbridge 0,18; Lupane 0,22) dibandingkan dengan kelompok referensi yang sesuai. Faktor-faktor lain menunjukkan RR yang bervariasi: jenis kelamin (Beitbridge 126,1), pengobatan yang cepat (Beitbridge 6,78), pengunjung yang menjadi tuan rumah (Lupane 6,19), dan tempat tinggal (Lupane 1,94) dibandingkan dengan kelompok referensi yang sesuai. Manajemen faktor risiko perlu difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat setempat tentang malaria, cakupan universal LLINs pada ruang tidur di dalam dan di luar ruangan, program berbasis masyarakat tentang penggunaan LLIN yang tepat dan konsisten, skrining pengunjung dari daerah endemis malaria, kegiatan entomologi yang komprehensif, intervensi malaria campuran di titik-titik rawan di daerah pedesaan, dan penelitian di masa depan tentang dinamika penularan malaria lokal. Meskipun Zimbabwe memiliki potensi untuk mencapai tujuan global eliminasi malaria, keberhasilannya tergantung pada upaya mengatasi faktor-faktor risiko untuk mempertahankan kemajuan yang telah dicapai di antara daerah-daerah yang telah dieliminasi dari malaria.

Malaria has created a resurgence crisis in Zimbabwe’s elimination continuum, diverging from global commitment to malaria elimination by 2030. This retrospective cohort study aimed to determine the risk factors associated with severe malaria in the Beitbridge and Lupane districts. Multistage sampling was used to recruit 2414 individuals recorded in the District Health Information Software2 Tracker database. The study used IBM SPSS 29.0.2.0(20) for data analysis, and odds ratios (ORs) to estimate the relative risk (RR; 95% C.I; p < 0.05). The study revealed significant relative risks (p-value< 0.05) for individuals who had no Long-Lasting Insecticidal Nets (Beitbridge 47.4; Lupane 12.3), those who owned but used the LLINs (Beitbridge 24.9; Lupane 7.83), those who slept outdoors during the night (Beitbridge 84.4; Lupane 1.93), and adults (Beitbridge 0.18; Lupane 0.22) compared to the corresponding reference groups. Other factors showed varying RR: sex (Beitbridge 126.1), prompt treatment (Beitbridge 6.78), hosting visitor(s) (Lupane 6.19), and residence (Lupane 1.94) compared to the corresponding reference groups. Risk factor management needs to focus on increasing local awareness of malaria, universal LLINs coverage of indoor and outdoor sleeping spaces, community-based programs on proper and consistent LLIN usage, screening of visitors from malaria-endemic areas, comprehensive entomological activities, mixed malaria interventions in rural hotspots, and future research on local malaria transmission dynamics. While Zimbabwe has the potential to meet the global goal of malaria elimination, success depends on overcoming the risk factors to sustain the gains already made among malaria elimination districts.
Read More
T-7115
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive