Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
I Wayan Parna Arianta; Pembimbing: Atik Nurwahyuni;Penguji: Ede Surya Darmawan, R. Sutiawan; Agus Rahmanto; Tutik Kusumawardhani
B-2017
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Robiatul Adawiyah; Pembimbing: Sutiawan, R; Penguji: Popy Yuniar, Hirty Lianda
Abstrak:
Keberlangsungan klaim JKN di RSUD Khidmat Sehat Afiat Kota Depok sekurang kurangnya harus didukung oleh SIMRS yang dapat diintegrasikan dengan E-Klaim INA-CBG’s dan V-Claim. Maka pada tahun 2019 SIMRS dilakukan integrasi dengan kedua sistem informasi tersebut guna meningkatkan keberhasilan klaim JKN. Namun sejak SIMRS dilakukan integrasi hingga saat ini belum pernah dilakukan analisis. Padahal, E-Klaim INA-CBG’s dan V-Claim terus mengalami perubahan yang menjadikan banyaknya fitur yang belum tersedia pada SIMRS yang berujung membuat proses pengajuan klaim JKN menjadi terhambat. Desain penelitian ini menggunakan teori Delone dan McLean (2003) dengan jenis penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggnakan metode survei dengan membagikan kuesioner kepada 110 responden. Hasil penelitian ini didapatkan kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan serta net benefit berhubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna.

The continuity of JKN claims at Khidmat Sehat Afiat Hospital, Depok City must at least be supported by SIMRS which can be integrated with INA-CBG's E-Claim and V-Claim. So in 2019 SIMRS was integrated with these two information systems to increase the success of JKN claims. However, since SIMRS was integrated until now no analysis has been carried out. In fact, INA-CBG's E-Claim and V-Claim continue to undergo changes which means that many features are not yet available on SIMRS which results in the JKN claim submission process being hampered. This research design uses the theory of Delone and McLean (2003) with a quantitative research type of cross sectional approach and sampling using proportional stratified random sampling. Data was collected using a survey method by distributing questionnaires to 110 respondents. The results of this research show that system quality, information quality, service quality and net benefits are positively and significantly related to user satisfaction.
Read More
S-11494
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risa De Apna; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Adang Bachtiar, Pujiyanto, Arum Gunarsih, Rakhmad Hidayat
Abstrak:
Pengelolan klaim pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus dilakukan dengan optimal agar keberlangsungan bisnis rumah sakit berjalan lancar. Besarnya klaim yang tertahan karena alasan satu dan lain hal akan berpengaruh pada arus kas bisnis rumah sakit. RSU Kota Tangerang Selatan mengalami klaim pending rata-rata 27,96% per bulan selama tahun 2022. Tujuan penelitian adalah identifikasi penyebab terjadinya klaim pending di RSU Kota Tangerang Selatan sehingga dapat memberikan rekomendasi perbaikan dalam pengelolaan klaim JKN. Penelitian ini adalah studi kasus yang menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam pada 10 informan terpilih. Telaah dokumen dan observasi juga dilakukan untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan penyebab klaim pending disebabkan oleh ketidaksesuaian pengisian resume medis (33,97%), konfirmasi koding diagnosa dan prosedur (30,01%), ketidaksesuaian administrasi klaim sebanyak 24,90%, konfirmasi karena ketidaklengkapan berkas penunjang klaim (9,83%) dan konfirmasi grouping (1,02%). Komponen sumber daya, komunikasi antar unit, karakteristik organisasi dalam fungsi pengawasan, sikap pelaksana dan faktor eksternal (sosial, ekonomi dan politik) mempengaruhi kejadian klaim pending RS. Rekomendasi dari penelitian ini adalah merevisi dan melakukan sosialisasi atas SOP dalam proses pengajuan klaim dan SOP penyelesaian klaim pending. Catatan penting lain adalah memberikan umpan balik kepada DPJP dan dokter di unit rawat inap tentang penyebab klaim pending. Pertemuan rutin antara tim casemix rumah sakit dengan BPJS Kesehatan juga menjadi pertimbangan dalam rekomendasi sebagai upaya mengaktifkan Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB) dan Tim Fraud.

Effective management of Jaminan Kesehatan National (JKN) patient claims is crucial to ensure efficient operations of the hospital's business operations, a backlog of pending claims can significantly impact hospital’s cash flow. RSU Kota Tangerang Selatan experienced an average pending claims rate of 27.96% per month throughout 2022. The studi aims to identify the causes of these pending claims at RSU Kota Tangerang Selatan and subsequently offer recommendations to enhance JKN claim management. Employing a qualitative method, utilizing a case study approach through in-depth interviews with ten informants, document review and observational data. The finding highlighted several root causes of pending claims, including inconsistencies in completing medical records (33.97%), inaccurate coding of diagnoses and procedures (30.01%), incompatibility of claim administration (24.90%), incomplete supporting claim documents (9.83%) and confirmation issues tied to grouping (1.02%). A combination of factors including resource allocation, inter-departmental communication, organizational dynamics in oversight functions, staff attitudes, and external influences (social, economic, and political) collectively contribute to the occurrence of pending claims. One of the crucial recommendations that emerge from this study is the need to review and disseminate Standard Operating Procedures (SOPs) related to claims submission and the resolution of pending claims. Establishing a feedback loop with attending physicians and inpatient doctors to address the causes of pending claims is also of paramount importance. Furthermore, routine meetings between the hospital's casemix team and BPJS Health is necessary as a strategic measure to activate both the Quality Control Cost Control Team (TKMKB) and the Fraud Team, aiming to mitigate future claim discrepancies.
Read More
B-2394
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sucitra Melani; Dian Ayubi; Wachyu Sulistiadi, Pujiyanto, Lemi Kurniawan, Masdelira Siregar
Abstrak: Kelancaran dalam pengajuan dan pembayaran klaim pasien JKN dari dan ke rumah sakit sebagai provider pelayanan kesehatan untuk peserta BPJS Kesehatan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan Program JKN. RSUP Persahabatan sebagai salah satu provider dalam pelayanan untuk pasien JKN memiliki angka kunjungan pasien JKN sebesar 95% sehingga sumber pendapatan terbesar didapatkan dari pembayaran klaim pasien JKN. Sampai bulan Agustus 2017, masih terdapat lebih dari 50 Milyar rupiah klaim pasien JKN yang belum dibayar oleh BPJS Kesehatan karena sebagian besar harus dikembalikan ke Rumah Sakit untuk konfirmasi kelengkapan resume medis yang ditulis DPJP. Kelengkapan penulisan resume medis, salah satu tugas pokok DPJP dalam pelayanan kesehatan, sangat mempengaruhi kelancaran pembayaran klaim pasien JKN sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan penulisan resume medis pasien JKN di RSUP Persahabatan. Jenis penelitian ini adalah observasional, dengan pengambilan data secara crossectional. Dilakukan pengisian kuisioner oleh 50 orang DPJP yang dipilih secara acak untuk menjadi sampel penelitian dan dilakukan observasi terhadap kelengkapan 250 buah resume medis bulan layanan Oktober yang telah ditulis oleh DPJP yang menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian ini didapatkan 24% DPJP telah menulis resume dengan lengkap. DPJP yang bekerja di RSUP Persahabatan 70% diantaranya berstatus sebagai PNS dengan 92% memiliki masa kerja lebih dari 5 tahun dengan 86% diantaranya telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai resume medis dan 88% memiliki sikap yang baik mengenai resume medis. Namun hanya 42% DPJP yang memiliki persepsi yang baik mengenai format resume medis yang dipakai saat ini dan hanya 50% yang memiliki persepsi baik mengenai kebijakan Rumah Sakit tentang resume medis. Dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan antara semua variabel bebas dan variabel terikat. Manajemen rumah sakit disarankan untuk rutin melakukan sosialisasi kepada DPJP mengenai tugas pokok dan fungsinya secara etiko-medikolegal, aturan JKN dan tata cara pengisian rekam medis, melakukan revisi format resume medis manual menjadi e-resume medis, membuat kesepakatan bersama antara Rumah Sakit dan BPJS mengenai standar kelengkapan resume medis yang dibutuhkan dalam klaim serta melakukan review dalam sistem penilaian kinerja pegawai (remunerasi). Kata Kunci : Klaim JKN; Resume Medis; Sikap DPJP, Kebijakan Rumah Sakit Continuity of Nasional Health Care Program (NHC) claims and payment is an important part in the implementation of the NHC Program. Persahabatan Hospital as a providers in service for NHC has visit number around 95% , therefore the biggest source of income come from the NHC claim payment. Until August 2017, there are still more than 50 billion rupiah of unpaid NHC claims by BPJS Kesehatan because claim needs to be returned to the hospital to confirm the completeness of the medical resume written by the doctors. Complete writing of medical resume as one of main duty doctors in health service has a significant affect in continuity of NHC claim payment, therefore the purpose of this research is to know the factors that influence writing completeness of medical resume of NHC patient in Persahabatan Hospital. This research is an observational study, with cross-sectional data taking methode. Questionnaires were conducted by 50 doctors randomly selected as the sample of this study and observed the completeness of 250 October medical resumes which had been written by doctors which became the research sample. The results of this study are 24% of doctors has write a complete resume. 70% of doctors in Persahabatan Hospital work as a civil servant with 92% doctors have work more than 5 years in the hospital. 86% of doctors have good knowledge about medical resume and 88% have good attitude about medical resume. Yet only 42% of doctors has a good perception of the current medical resume format and only 50% have a good perception of hospital policy regarding medical resumes. In this research, there is no relationship between all independent variables and dependent variable. Hospital management is advised to routinely disseminate to doctors on their main duty and function on an ethico-medicolegal basis, disseminate to doctors regarding NHC and how to fill medical records, revise manual medical resume format to e-medical resume and conduct review in employee performance appraisal system. Key Words : Doctor attitude, Hospital regulation, NHC filling,Medical Resume
Read More
T-5102
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mito Julianto; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Masyitoh, Pujiyanto, Aldrin Neilwan P, Ferawati
Abstrak:

Latar Belakang : Komponen utama dalam penilaian kinerja keuangan rumah sakit adalah pendapatan dari layanan kesehatan. Tantangan yang dihadapi rumah sakit dapat meliputi pengelolaan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), efisiensi operasional, serta penanganan biaya operasional yang terus meningkat. Data RSUP Fatmawati memperlihatkan sumber utama pendapatan berasal dari pembayaran klaim JKN yang diajukan rumah sakit ke BPJS Kesehatan. Proporsi penerimaan terbesar berasal dari klaim pelayanan pasien JKN, yaitu sebesar 86% pada tahun 2023, dan 84% pada tahun 2024. Data pengajuan klaim 3 bulan terakhir menunjukkan jumlah pengajuan klaim RSUP Fatmawati rata-rata 68%, jauh dari target kinerja yang ditetapkan Direktur Utama, yaitu sebesar 95%.
Metode : Penelitian ini menggunakan design experimental dengan pendekatan operational research. Pendekatan operational research dapat digunakan untuk merancang dan mengembangkan langkah kerja baru, sehingga proses menjadi lebih efisien. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan berdasarkan Central Limit Theorem, yaitu minimal 30 (tiga puluh) rekam medis. Teknik sampling menggunakan metode simple random sampling.
Hasil : Hasil penelitian dengan pendekatan lean six sigma didapatkan lead time pengolahan klaim JKN pelayanan rawat inap di RSUP Fatmawati yaitu 54 jam 40 menit 31 detik, sebesar 97% merupakan kegiatan non value added yang didominasi waste jenis waiting yaitu 52 jam 50 menit 11 detik. Identifikasi akar masalah didapatkah bahwa lamanya waktu pengolahan berkas klaim JKN pelayanan rawat inap disebabkan oleh adanya proses menunggu berkas fisik oleh verifikator internal pada fase hilir (pasca perawatan). Implementasi lean six sigma berhasil menurunkan lead time sebesar 56%, dari 54 jam 40 menit 31 detik menjadi 24 jam 6 menit 52 detik. Penurunan lead time ini disertai dengan reduksi waste, dengan reduksi waste terbesar pada jenis waiting sebesar 58%, dari 52 jam 50 menit 11 detik menjadi 22 jam 30 menit 0 detik.
Kesimpulan : Implementasi lean six sigma secara signifikan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi waktu dalam pengolahan berkas klaim JKN pelayanan rawat inap di RSUP Fatmawati.


Background        : The main component in assessing hospital financial performance is revenue from healthcare services. Challenges faced by hospitals may include managing National Health Insurance (JKN) claims, operational efficiency, and handling rising operational costs. Data from Fatmawati General Hospital shows that the main source of revenue comes from JKN claims submitted by the hospital to the Health Social Security Agency (BPJS Kesehatan). The largest proportion of revenue comes from JKN patient service claims, accounting for 86% in 2023 and 84% in 2024. Data on claim submissions over the past three months shows that the average claim submission rate at RSUP Fatmawati is 68%, far below the performance target set by the Director General, which is 95%. Methodology        : This study employs an experimental design with an operational research approach. Operational research can be used to design and develop new work procedures, thereby enhancing process efficiency. The sample size in this study was determined based on the Central Limit Theorem, with a minimum of 30 (thirty) medical records. The sampling technique used simple random sampling. Results        : The results of the study using the lean six sigma approach showed that the lead time for processing JKN inpatient claims at RSUP Fatmawati was 54 hours, 40 minutes, and 31 seconds, with 97% being non-value-added activities dominated by waiting waste, which accounted for 52 hours, 50 minutes, and 11 seconds. The root cause analysis identified that the prolonged processing time for JKN inpatient claim documents was due to the waiting process for physical documents by internal verifiers in the downstream phase (post-treatment). The implementation of Lean Six Sigma successfully reduced the lead time by 56%, from 54 hours, 40 minutes, and 31 seconds to 24 hours, 6 minutes, and 52 seconds. This reduction in lead time was accompanied by a reduction in waste, with the largest reduction in waiting time at 58%, from 52 hours, 50 minutes, and 11 seconds to 22 hours, 30 minutes, and 0 seconds. Conclusion        : The implementation of Lean Six Sigma significantly improved the effectiveness and efficiency of processing JKN inpatient claims at Fatmawati General Hospital. 

 

Read More
B-2556
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive