Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nur Indah Kusuma Dewi; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Yovsyah, Helda, Sri Idaiani
Abstrak:

Kanker serviks merupakan kanker yang berkembang di bagian serviks wanita. Hampir 99% kasus kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Kematian tertinggi akibat kanker pada perempuan di Indonesia berasal dari kanker payudara 22.692 (11,0%) kasus kematian dan kanker serviks 18.279 (8,8%) kasus kematian (WHO IARC 2018). Berdasarkan penelitian Dewi, 2017 kanker serviks paling banyak ditemukan pada usia dewasa, dengan status menikah, dan hidup di perkotaan. Jumlah penderita kanker di kota 6,6% lebih banyak dari yang di desa. Kasus kanker serviks sebanyak 543 di kota dan 384 di desa.Usia menarche merupakan salah satu faktor terjadinya lesi prakanker serviks. Usia menarche dini memiliki risiko 14 kali untuk mengalami kanker serviks (Reis, Beji, and Kilic 2011). Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017 menyatakan bahwa Rentang usia pertama kali menstruasi wanita di Indonesia dari tahun ke tahun menurun dari usia 12 – 15 tahun menjadi 12 – 14 tahun. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain cross sectional study. Penelitian ini menggunakan data sekunder riset PTM tahun 2016. Jumlah sampel 9931 orang, yaitu memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis yang digunakan logistic regression.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari data riset Penyakit Tidak Menular (PTM) 2016 yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Proporsi IVA positif usia 25 - 64 tahun pada pada Penduduk Perempuan di Daerah Perkotaan di Indonesia menurut Data Riset PTM Tahun 2016 6,3%.hubungansignifikan secara statistik antara usia menarche ≤ 12 tahun dengan kejadian lesi prakanker serviks dimana perempuan dengan usia menarche ≤ 12 tahun berisiko 24,1% (POR = 0,759; 95% CI 0,612 – 0,940, p-value 0,012) lebih rendah untuk mengalami kejadian lesi prakanker serviks dibandingkan perempuan yang mengalami usia menarche ≥ 15 tahun. Sementara itu, perempuan dengan usia menarche 13 – 14 tahun menunjukkan ada hubungan signifikan secara statistik dengan kejadian lesi prakanker serviks dimana perempuan dengan usia menarche 13 – 14 tahun berisiko 20,9% (POR = 0,791; 95% CI 0,654 – 0,956, p-value 0,015) lebih rendah untuk mengalami kejadian lesi prakanker serviks dibandingkan perempuan yang mengalami usia menarche ≥ 15 tahun Kata kunci:lesi prakanker serviks, menarche, Riset PTM


Cervical cancer is cancer that develops in the cervix of women. Almost 99% of cervical cancer cases are caused by the Human Papilloma Virus (HPV). The highest mortality from cancer in women in Indonesia came from breast cancer, 22,692 (11.0%) cases of death and cervical cancer, 18,279 (8.8%) cases of death (WHO IARC 2018). Based on Dewi's research, in 2017, cervical cancer was mostly found in adulthood, married, and living in urban areas. The number of cancer sufferers in cities is 6.6% more than in villages. There were 543 cervical cancer cases in cities and 384 in villages. Menarche age is a factor in the occurrence of cervical precancerous lesions. Early menarche age has 14 times the risk of developing cervical cancer (Reis, Beji, and Kilic 2011). The results of the Indonesian Demographic Health Survey in 2017 stated that the age range for the first time menstruation for women in Indonesia from year to year decreased from 12-15 years old to 12-14 years old. This type of research is quantitative, with a cross sectional study design. This study used secondary data from PTM research in 2016. The number of samples was 9931 people, which met the inclusion and exclusion criteria. The analysis used logistic regression. The data used in this study is secondary data from the 2016 Non-Communicable Diseases (PTM) research data organized by the Health Research and Development Agency of the Ministry of Health. The proportion of positive IVA aged 25-64 years among female residents in urban areas in Indonesia according to 2016 PTM Research Data is 6.3%. There was a statistically significant relationship between menarche age ≤ 12 years and the incidence of cervical precancerous lesions where women with menarche age ≤ 12 years had a 24.1% risk (POR = 0.759; 95% CI 0.612 - 0.940, p-value 0.012) lower to experience the incidence. cervical precancerous lesions than women who experienced menarche ≥ 15 years. Meanwhile, women with menarche age 13-14 years showed a statistically significant relationship with the incidence of cervical precancerous lesions where women with menarche age 13-14 years had a 20.9% risk (POR = 0.791; 95% CI 0.654 - 0.956, p- value 0.015) lower for experiencing cervical precancerous lesions than women who experienced menarche ≥ 15 years Key words: cervical precancerous lesions, menarche, PTM research

 

Read More
T-6099
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggraini Ramadhaningtyas; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Toha Muhaimin, Wahyu Pudji Nugraheni
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku seksual dan karakteristik individu dengan kejadian lesi prakanker serviks di Indonesia. Desain penelitian cross sectional dengan menggunakan data sekunder Riset PTM 2016. Sampel dalam penelitian ini adalah perempuan usia 25-64 tahun di daerah perkotaan Indonesia yang menjadi subjek dalam Riset PTM 2016.
Read More
S-10537
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meilina Farikha; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Asri C. Adisasimita, Laila Nurmala, Niken Wastu Palupi, Renti Mahkota
Abstrak: Riwayat alamiah Lesi Prakanker Serviks menjadi kanker invasif berlangsung bertahun-tahun,sehingga memiliki banyak kesempatan untuk dideteksi dini. Metode Inspeksi Visualwith AcetatAcid (IVA) cukup cost efektif dan mampu laksana di Indonesia. Kejadian lesi prakankerdiyakini disebabkan HPV dan dipengaruhi faktor risiko. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan karakteristik demografi serta riwayat kesehatan reproduksi dengankejadian lesi prakanker serviks pada perempuan yang diskrining menggunakan metoda IVA diDKI tahun 2016-2017. Cross sectional data Female Cancer Program FKUI-RSCM yangberasal dari deteksi dini di beberapa puskesmas dan kantor di Jakarta. Logistik regresiondigunakan untuk mendapatkan faktor yang memprediksi lesi prakanker serviks. Hasil : Umur≤ 30 tahun (POR 4,9; CI: 1,3-18,2), umur 31-40 tahun (POR 3,5; CI: 1-12), dan umur 41-50tahun (POR 2,1; CI: 0,6-7,5) merupakan faktor prediktor meningkatkan lesi prakanker serviksdibandingkan umur > 50 tahun. Kawin lebih dari 1 kali berisiko lesi prakanker serviks (POR6; 95% CI: 3,2-10,8) dibandingkan kawin 1 kali. KB pil (POR 2,3; CI: 1-5), KB susuk (POR1,8; 95% CI: 0,4-8,7) dan KB suntik (POR 1,5; CI: 0,7-2,8) merupakan faktor prediktormeningkatkan lesi prakanker servik dibandingkan KB non hormonal. Kesimpulan : umur,jumlah perkawinan, dan riwayat KB merupakan prediktor independen lesi prakanker serviksdalam penelitian ini. Dianjurkan deteksi dini pada perempuan yang telah melakukan kontakseksual dan membatasi jumlah pasangan, KB non hormonal sebagai pilihan KB untukpemakaian jangka panjang.Kata kunci:Lesi Prakanker Serviks, IVA, faktor risiko.
Read More
T-5117
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Armenda; Pembimbing: Helda; Penguji: Asri C. Adisasmita, Bambang Dwipoyono, Yoan Hotnida Naomi
Abstrak:
Kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak ke-4 yang didiagnosis pada wanita di dunia. Kanker seviks utamanya disebabkan oleh infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV) tipe high risk. Merokok merupakan salah satu kofaktor yang menyebabkan perkembangan infeksi HPV berkembang menjadi lesi prakanker dan kanker serviks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan merokok dengan terjadinya lesi prakanker serviks pada wanita usia 25-64 tahun di daerah perkotaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan disain studi cross sectional dengan menggunakan data sekunder dari Riset PTM 2016, dengan jumlah sampel 37.972 responden. Hasil analisis multivariat menggunakan regresi logistik setelah dikontrol variabel kovariat menemukan bahwa pada wanita perokok aktif didapatkan POR 0,862 (95% CI: 0,687– 1,083) dan pada wanita mantan perokok didapatkan POR 0,927 (95% CI; 0,719-1,119) dengan p-value > 0,05, yang dapat diartikan bahwa pada penelitian ini tidak terdapat hubungan bermakna secara statistik antara merokok aktif dan riwayat dulu pernah merokok dengan terjadinya lesi prakanker serviks. Hasil penelitian ini masih dipengaruhi oleh bias temporal sehingga penggunaan data dari desain cross sectional tidak bisa menjelaskan hubungan kausalitas antara merokok dengan lesi prakanker serviks.

Cervical cancer is the 4-th most common type of cancer diagnosed in women in the world. Cervical cancer is mainly caused by high risk infection of Human Papilloma Virus (HPV). Smoking is one of the cofactors that cause the development of HPV infection into precancerous lesions and cervical cancer. The purpose of this study was to determine the relationship between smoking and the occurrence of cervical precancerous lesions in women aged 25-64 years in urban areas in Indonesia. This study used a cross-sectional study design using secondary data from the 2016 NCD’s Research, with total 37,972 subjects. The results of multivariate analysis using logistic regression shows that there was no significant assosiations between smoking and cervical precancerous lesions, with adjusted POR = 0.862 (95 % CI: 0.687–1.083) in current smoker and adjusted POR = 0.927 (95% CI; 0.719-1.119) for former smoker with a p-value > 0.05, which means that there is no relationship between current active smoking and former smoking with cervical precancerous lesions. This study was still influenced by temporal bias because of using data from a cross-sectional study is not valid to explain the causal relationship between smoking and cervical precancerous lesions.
Read More
T-6792
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hairida Anggun Kusuma; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Renti Mahkota, Aries Hamzah, Aries Hamzah, Dewi Rostianingsih
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Hairida Anggun Kusuma Program Studi : Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Lesi Prakanker Serviks di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2017 Permasalahan kanker serviks di Indonesia sangat khas yaitu banyak dan lebih dari 70% kasus ditemukan pada stadium lanjut pada saat datang ke rumah sakit. Peningkatan upaya penanganan kanker serviks, terutama dalam bidang pencegahan dan deteksi dini sangat diperlukan oleh setiap pihak yang terlibat. Penelitian kasus kontrol ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian lesi prakanker serviks. Penelitian melibatkan 102 kasus dan 306 kontrol dari cacatan medis pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim dan payudara tahun 2013 – 2016. Penelitian di 11 puskesmas yang telah melaksanakan pemeriksaan IVA di Kabupaten Kotawaringin Timur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square dan multivariat dengan regresi logistik ganda untuk mengetahui faktor yang paling dominan. Sebagian besar umur responden ≤35 tahun, pendidikan dasar, tidak bekerja, tidak mempunyai riwayat kanker, usia melakukan hubungan seksual >17 tahun, punya pasangan seksual satu, tidak pernah menggunakan kontrasepsi oral >5 tahun, paritas ≥4 dan tidak pernah pap smear. Sedangkan untuk paparan asap rokok sama besar antara yang terpapar dan tidak terpapar. Hasil regresi logistik ganda menemukan terpapar asap rokok dengan (OR 1,9 95% CI 1,1 – 3), riwayat kanker keluarga (OR 2,5 95% CI 1,3-4,6), paritas ≥4 (OR 2 95% CI 0,9 – 4,4) dan jumlah pasangan seksual lebih dari 1 (OR 1,5 95% CI 0,9 – 2,8) dan faktor yang paling dominan adalah riwayat kanker keluarga. Kata kunci: Lesi prakanker serviks; paparan asap rokok; riwayat kanker keluarga.


ABSTRACT Name : Hairida Anggun Kusuma Study Program : Postgraduate Public Health Faculty Title : Factors Related to Cervical Precancerous Lesions in East Kotawaringin District 2017 The problem of cervical cancer in Indonesia is very distinctive that many and more than 70% of cases are found at an advanced stage upon arrival to the hospital. Increased efforts to treat cervical cancer, especially in the field of prevention and early detection is needed by each party involved. This case-control study aims to determine risk factors associated with the incidence of cervical precancer lesions. The study included 102 cases and 306 controls derived from medical records examining early detection of cervical and breast cancers from 2013 to 2016. The study was at 11 puskesmas who had performed VIA examination in East Kotawaringin District. Data analysis was done univariat, bivariate with chi square and multivariate with logistic regression to know the most dominant factor. Most of the respondents aged ≤35 years, primary education, unemployment, no history of cancer, age of sexual intercourse >17 years, had one sexual partner, never used oral contraceptives >5 years, parity ≥4 and never pap smear. As for exposed by smoke as large between the exposed and not exposed. The result of logistic regression showed exposed to cigarette smoke (OR 1,9 95% CI 1,1 – 3), family cancer history (OR 2,5 95% CI 1,3-4,6), parity ≥4 (OR 2 95% CI 0,9 – 4,4) dan sexual multipartner (OR 1,5 95% CI 0,9 – 2,8) and the more dominant risk factor was family history of cancer. Keywords: cervical precancerous lesions;exposed by smoke; family history of cancer

Read More
T-4912
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risna Ilmi Aulia; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Renti Mahkota, Yoan Hotnida Naomi Hutabarat
Abstrak:
Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita. Berdasarkan data dari GLOBOCAN 2020, insiden kanker serviks di Indonesia mencapai 36.633 kasus di tahun 2020. Walaupun prevalensi kanker serviks di Indonesia tinggi, skrining nasional kanker serviks masih rendah yaitu 9,3% hingga tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian lesi prakanker serviks di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dengan sumber data Riset PTM 2016. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perempuan usia 25-64 tahun di Indonesia yang menjadi responden dalam Riset PTM 2016, yaitu sebanyak 32.564 responden. Hasil penelitian menemukan bahwa prevalensi lesi prakanker serviks pada wanita usia 25-64 tahun di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 7,3%. Berdasarkan hasil analisis bivariat, terdapat hubungan yang signifikan antara usia (POR=1,38; 95% CI: 1,27–1,50) dan penggunaan kontrasepsi hormonal (POR=1,23; 95% CI: 1,11–1,36) dengan kejadian lesi prakanker serviks dan terdapat hubungan yang signifikan dengan efek protektif antara paritas (POR=0,91; 95% CI: 0,84–0,99) dan usia pertama melahirkan (POR=0,86; 95% CI: 0,78–0,96) dengan kejadian lesi prakanker serviks. Pemerintah perlu melakukan pemerataan dalam penyediaan peralatan skrining kanker serviks (terutama IVA) ke puskesmas dan fasilitas kesehatan primer lainnya untuk meningkatkan cakupan skrining nasional.

Cervical cancer is one of the leading causes of cancer deaths in women. Based on data from GLOBOCAN 2020, the incidence of cervical cancer in Indonesia reached 36,633 cases in 2020. Despite the high prevalence of cervical cancer in Indonesia, national cervical cancer screening is still low at 9.3% until 2022. This study aims to determine the factors associated with the incidence of cervical precancerous lesions in Indonesia. This study used a cross-sectional study design with the 2016 NCD Research data source. The sample in this study was women aged 25-64 years in Indonesia who were respondents in the 2016 NCD Research, totaling 32,564 respondents. The results of the study found that the prevalence of cervical precancerous lesions in women aged 25-64 in Indonesia in 2016 was 7.3%. Based on the results of bivariate analysis, there is a significant relationship between age (POR=1,38; 95% CI: 1,27–1,50) and the use of hormonal contraception (POR=1,23; 95% CI: 1,11–1,36) with the incidence of cervical precancerous lesions and there is a significant relationship with a protective effect between parity (POR=0,91; 95% CI: 0,84–0,99 and age at first birth (POR=0,86; 95% CI: 0,78–0,96) with the incidence of cervical precancerous lesions. The government needs to ensure equity in the provision of cervical cancer screening equipment (especially VIA) to community health centers (puskesmas) and other primary health facilities to increase national screening coverage.
Read More
S-11626
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive