Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Udai Pareek
658.31244 PAR p
Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo, 1984
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Udai Pareek
658.31244 PAR p
Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo, 1984
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Udai Pareek
658.31244 PAR p
Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo, 1984
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Udai Pareek
658.31244 PAR p
Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo, 1984
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Udai Pareek
658.31244 PAR p
Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo, 1984
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dihartawan; Pembimbing: Chandra Satrya, Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Bagus B. Edvantoro, Yudhi Indharto
T-4530
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yanuar Nugroho Yanti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Rita Damayanti, Fajar Ariyanti, Eny Juliati
Abstrak: Tesis dengan pendekatan penelitian kualitatif design studi kasus bertujuan menganalisis sejauh mana implementasi dari learning organization di Pusat Kesehatan Masyarakat terakreditasi dasar yang berupaya melakukan peningkatan mutu pelayanan tetapi mampu mendapatkan prestasi pada penilaian pelayanan oleh Bupati dibandingkan Puskesmas yang paripurna di Kabupaten Bogor. Hasil survei terhadap pelaksanaan akreditasi diperoleh kesenjangan tertinggi pada masalah mutu pelayanan dimana mutu Puskesmas akan mempengaruhi kepuasan pasien, loyalitas dan keselamatan pasien. Untuk itu organisasi yang telah memiliki pengalaman proses penilaian untuk pengakuan standar mutu maka dengan menggunakan segitiga Donabedian, lazim melakukan pengembangan organisasi dengan menggunakan pembelajaran dari struktur berupa kesadaran sumber daya manusia Puskesmas untuk selalu meningkatkan kapasitas diri yang akan berdampak pada kemudahan bekerja sama baik antar individu maupun kelompok program sehingga tercipta kerjasama kelompok (teamwork) dan komitmen yang baik untuk mencapai tujuan yang telah disepakati dalam upaya peningkatan mutu yang akan memenuhi kepuasan pasien dan memberikan prosedur pelayanan yang aman. Konsep learning organization (LO) yang utuh akan berdampak pada implemetasi LO saat proses perencanaan peningkatan mutu melalui PDSA. Hasil didapatkan bahwa pemenuhan terhadap lima elemen pembentuk LO didominasi elemen dinamika belajar dan transformasi organisasi yang akan mendorong pemberdayaan manusia, pengelolaan pengetahuan dan penguatan pemanfaatan teknologi dalam mencapai hasil kinerja yang baik pada peningkatan mutu. Puskesmas terakreditasi paripurna berhasil mengimplementasikan keseluruhan konsep LO dimana dinamika belajar dan transformasi organisasi yang kuat akan mendukung elemen pengembangan sumber daya manusia, pengelolaan pengetahuan dan pemanfaatan teknologi karena adanya kerjasama dan komitmen sangat kuat didukung dialog intens sehingga mampu mencapai tingkat learning organization antisipatif dibandingkan Puskesmas terakreditasi dasar yang banyak menemui kendala dalam implementasi LO. Dengan demikian implementasi LO akan mempermudah Puskesmas melakukan proses PD-C/S-A untuk membuat peningkatan mutu Puskesmas yang mempengaruhi peningkatan status akreditasi. Saran untuk mengupayakan pelatihan yang menyenangkan dan berkelanjutan serta adanya sistem penghargaan yang baik pada individu mampu meningkatkan motivasi petugas untuk selalu mendiskusikan ide kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan dan kendala pelayanan di puskesmas.
Read More
T-6446
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Scott E. Sherman ... [et al.]
Abstrak: Purpose: National smoking cessation practice guidelines offer recommendations regarding the processes and structure of care. Facilities routinely measure the processes of care but not the structure of care. This pilot study assessed the structure of smoking cessation care at Veterans Health Administration facilities.

Methods: Key informants at 18 sites completed a brief checklist survey adapted from national smoking cessation guidelines. Responses were compared with detailed site surveys.

Results: Guideline adherence was seen in identifying smokers and treating inpatient smokers. Areas of low adherence include offering incentives and defining staff responsibilities. The checklist survey showed poor correspondence with the detailed survey, with low agreement on systematic screening (kappa = .21) and higher agreement on primary care prescribing authority (kappa = .53).

Discussion: This pilot survey provides a potential rapid method for assessing adherence to systems recommendations from the national smoking cessation guidelines. The relatively low agreement with a more detailed survey suggests that the two surveys may have been measuring different aspects of smoking cessation care.
Read More
AJHP Vol.20, No.5
[s.l.] : Sage, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustian Ipa, Laksono Trisnantoro, Heru Nugroho
JMPK Vol.03, No.04
Yogyakarta : UGM, 2000
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Harum Anggraeni; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Baiduri Widanarko, Suwarda
Abstrak: Penelian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian organisasi kesiapsiagaan danpenanggulangan kedaruratan nuklir tingkat satker di Pusat Pendayagunaan Informatikadan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN) BATAN berdasarkan Perka BAPETENNomor 01 Tahun 2010 dan Standar IAEA GSR Part. 7. Penelitian kualitatif inidilakukan dengan observasi lapangan, wawancara, dan telaah dokumen. Metode yangdigunakan adalah evaluasi sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas TenagaNuklir No. 01 Tahun 2010, dan standar internasional yaitu IAEA Standard No. GSRPart. 7. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar elemen organisasikesiapsigaan dan penanggulangan kedaruratan nuklir tingkat satker di PusatPendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN) BATAN telahmemenuhi standar. Elemen yang belum semuanya persyaratannya terpenuhi adalahtindakan perlindungan bagi personil kedaruratan. Persyaratan yang tidak terpenuhidalam elemen tersebut adalah tidak adanya informed consent. Untuk itu diperlukanpengadaan dan perbaikan bagi organisasi kedaruratan nuklir yang belum memenuhipersyaratan, serta pemeliharaan bagi yang sudah terpenuhi.
Kata kunci: kedaruratan nuklir; organisasi.
Read More
S-9219
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive