Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ginoga Veridona; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Athena Anwar, Marwazi Ansory
Abstrak: Tesis ini membahas tentang pengembangan dasbor pemanfaatan raw data hasil pendataan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) sebagai alat bantu perencanaan di Puskesmas. Belum lengkapnya informasi terkait indikator PIS-PK pada dasbor terdahulu melatarbelakangi pengembangan sistem. Penelitian ini merupakan riset operasional dengan teori pendekatan sistem. Pengembangan sistem informasi ini menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) secara iterative. Hasil penelitian berupa dasbor yang berisi tabel dan grafik yang memberikan informasi dari 12 indikator PIS-PK secara detail.
Read More
T-5575
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Qamara Dewi; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Prastuti S. Chusnun, Harimat Hendrawan
Abstrak: Makanan prelakteal adalah makanan atau minuman selain ASI yang diberikan kepada bayi sebelum menyusui dalam 3 hari pertama kehidupan yang dapat menyebabkan gagalnya pemberian ASI Eksklusif dan mendorong risiko infeksi dan malnutrisi yang kemudian berdampak pada stunting. Satu dari dua bayi yang pernah diberikan ASI di Indonesia pernah diberikan makanan prelakteal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan perilaku pemberian makanan prelakteal pada bayi di pulau Sumatera. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari SDKI tahun 2017 dengan rancangan studi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0 ? 23 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dengan jumlah 1.224 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 54,4 persen ibu yang memberikan makanan prelakteal. Pada analisis hubungan didapatkan hasil bahwa usia ibu, paritas, IMD, dan jenis persalinan memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian makanan prelakteal pada bayi (p-value < 0,05). Hasil uji regresi logistik ganda menunjukkan IMD sebagai faktor dominan yang menyebabkan pemberian makanan prelakteal pada bayi di pulau Sumatera (OR 6,06) yakni ibu yang terlambat memberikan IMD berpeluang 6 kali lebih berisiko untuk memberikan makanan prelakteal pada bayi di pulau Sumatera setelah dikontrol oleh variabel berat lahir, ANC, jenis persalinan, usia ibu, paritas, dan tenaga penolong persalinan.
Prelacteal is anything other breastmilk that given to infants before breastfeeding in the first 3 days of life which can cause failure of exclusive breastfeeding and may increased risk of infection and malnutrition which then will impact on stunting. One in two babies who have been breastfed in Indonesia have been given prelacteal. This study aims to determine the determinants of prelacteal feeding behavior in infants on the island of Sumatra. This study uses data from the 2017 IDHS with a cross sectional study design. The sample of this study was mothers who had babies aged 0-23 months with the inclusion criteria with a sum of 1,224 respondents. The results showed that there were 54.4% of mothers who gave prelacteal. From correlations analysis it was found that maternal age, parity, IMD, and type of delivery were associated with prelacteal feeding to infants (p-value < 0.05). The results of the logistic regression analysis showed that IMD as the dominant factor that causes prelacteal feeding (OR: 6.06) where mothers who are late in giving IMD are 6 times more likely to giving prelacteal to infants after being controlled by weight. birth, ANC, type of delivery, maternal age, parity, and birth attendants.
Read More
S-11082
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila Rachelyca F; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Ede Surya Darmawan, Erni Eliwedi
Abstrak: Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) menjadi salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran serta meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangai keluarga sehingga layanan yang diterima lebih komprehensif dan tidak hanya berfokus pada kegiatan dalam gedung. Kunjungan keluarga yang dilakukan menggunakan 12 indikator PHBS. Namun hingga awal Oktober tahun 2018 tercatat baru 26,80% keluarga yang sudah didata oleh Puskesmas dari target 100% di tahun 2019. Provinsi Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten merupakan provinsi dengan angka pendataan tertinggi nasional namun angka cakupan kunjungannya rendah yaitu kurang dari 50% (<50 %). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan kegiatan pendataan keluarga PISPK di Puskesmas menggunakan pendekatan input-proses-output dan desain studi literature review. Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan sumber daya, dana, sarana dan prasarana, serta metode yang digunakan belum memadai sehingga kegiatan tidak berjalan sesuai rencana, minimnya keterlibatan lintas sektor, pelaksanan pendataan yang bermasalah, dan kegiatan penilaian yang tidak dilakukan rutin. Sehingga perlu adanya keterlibatan dan komitmen yang tinggi dari seluruh petugas Puskesmas untuk mempengaruhi keterlibatan lintas sektoral dalam menyelesaikan hambatan kegiatan pendataan PIS-PK. Kata kunci: hambatan, input-proses-output, PIS-PK. The Healthy Indonesia Program with the Family Approach (PIS-PK) is one of many way for Puskesmas to increase the reach of targets and increase access to health services in the working area by visiting families so that the services received are more comprehensive and not only focus on indoor activities. Family visits were carried out using 12 PHBS indicators. However, as of early October 2018, only 26.80% of families had been recorded by Puskesmas from the target of 100% in 2019. North Sumatera, West Java, Central Java, East Java, and Banten province were the provinces with the highest national data collection but their coverage rates visits were low at less than 50% (<50%). . This study aims to analyze the barriers of PIS-PK family data collection activities at the Puskesmas using the input-process-output approach with literature review study. The results showed the availability of resources, funds, facilities and infrastructure, as well as the methods used were inadequate so that activities did not go according to plan, lack of cross-sector involvement, implementation of problematic data collection, and assessment activities that were not carried out routinely. So there is a need for high involvement and commitment from all Puskesmas staff to influence cross sectoral involvement in resolving the barriers to PIS-PK data collection activities. Keywords: barriers, input-process-output, PIS-PK
Read More
S-10370
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mainora; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Tri Yanti, Asih Setiarini, Dakhlan Chaeron, Indah Hidayat
Abstrak:
Faktor penyebab stunting menurut WHO (2013) secara komprehensif diuraikanmenjadi faktor langsung dan tidak langsung. Prevalensi Balita stunting di Indonesiatergolong cukup tinggi dan distribusinyapun tidak merata, antara desa kota maupun antarprovinsi (1992-2013). Tujuan penelitian ini ingin melihat bagaimana gambaran prevalensistunting, capaian indikator PISPK, serta bagaimana hubungan 12 indikator PISPK denganprevalensi stunting di kabupaten/kota di Indonesia tahun 2017. Desain penelitian ini adalahstudi crossectional dengan sampel sebanyak 452 kabupaten/kota di Indonesia, menggunakandata sekunder prevalensi stunting dari data Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 dancapaian 12 indikator program PIS-PK tahun 2017. Analisis statistik yang di lakukan yaituunivariat, Uji korelasi Spearmen dan Pearson serta analisis multivariat dengan menggunakanuji regresi linear ganda.Hasil penelitian ini menunjukkan Hasil uji bivariat di peroleh variabel denganprevalensi stunting yang berhubungan secara signifikan adalah persentase keluargamempunyai akses atau menggunakan jamban sehat (-), persentase keluarga sudah menjadianggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)(-), persentase bayi mendapatkan imunisasi dasarlengkap (-), persentase ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan (-), persentasependerita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standart (+), persentasependerita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur. Hasil uji multivariat di dapatkanpersentase keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat merupakan faktordominan yang berhubungan dengan prevalensi stunting.Dari hasil penelitian ini diharapkan pemerintah dan semua pihak dapat meningkatkanprogram-program yang sudah berjalan selama ini dalam meningkatkan akses jamban sehatoleh keluarga di Indonesia, serta program lainnya yang berhubungan dengan prevalensistunting, seperti peningkatan fungsi Posyandu.Kata kunci:Prevalensi Stunting; Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga(PIS-PK)

Stunting factors according to WHO (2013) are comprehensively described to bedirect and indirect factors. The prevalence of under-five stunting in Indonesia is quite highand the distribution is uneven, between urban and inter-provincial villages (1992-2013). Thepurpose of this study is to see how the prevalence of stunting, PISPK indicator achievement,and how 12 PISPK indicator relationship with stunting prevalence in districts / cities inIndonesia in 2017. The design of this study is cross-sectional study with 452 districts / citiesin Indonesia, using data secondary prevalence of stunting from the results of Nutrition StatusMonitoring (PSG) and 12 indicators of PIS-PK program. Statistical analysis done wasunivariate, Spearmen and Pearson correlation test and multivariate analysis using multiplelinear regression test.The results of this study show that bivariate test results obtained by variables withprevalence of stunting are significantly related is the percentage of families have access oruse healthy latrine (-), the percentage of families have become members of the NationalHealth Insurance (JKN) (-), the percentage of infants get basic immunization complete (-),the percentage of mothers performing delivery at health facilities (-), the percentage ofpatients with pulmonary tuberculosis get treatment according to standard (+), the percentageof hypertensive patients perform regular treatment. Multivariate test results in obtaining apercentage of families having access to or using healthy latrine were the dominant factorsassociated with stunting prevalence.From the results of this study, it is expected that the government and all parties canimprove the programs that have been running so far in improving access to healthy latrinesby families in Indonesia, as well as other programs related to the prevalence of stunting, suchas improving the function of Posyandu.Keywords:Prevalence of Stunting; Healthy Indonesia Program with Family Approach (PIS-PK).
Read More
T-5186
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive