Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Salsha Nur Alfaiza; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Evi Martha, Fajriatun Nur Isnaeni
Abstrak: TBC masih merupakan masalah kesehatan dunia, bahkan Indonesia. Pemerintah telah menerapkan program DOTS untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TBC, namun angka tersebut masih belum mencapai target. Selama pandemi Covid-19, program DOTS tetap diselenggarakan dengan adanya penyesuaian pengelolaan input dan process. Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui gambaran pelaksanaan program DOTS selama pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Depok Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data wawancara mendalam kepada informan utama, yakni Penanggung Jawab Program DOTS, Dokter Penanggung Jawab Program DOTS, Ketua Kader dan PMO, sedangkan informan pendukung, yakni Pasien TBC. Peneliti mengambil data secara daring melalui Zoom Meeting. Hasil penelitian bahwa pelaksanaan program DOTS di tengah pandemi Covid-19 dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, diantaranya wajib memakai masker dua rangkap dan mencuci tangan pakai sabun. Sumber daya PMO dan petugas puskesmas yang berdedikasi memiliki peran penting dalam upaya penyembuhan pasien TBC. Selain itu, ketersediaan anggaran, sarana, dan prasarana yang cukup dapat menunjang keberlangsungan program agar efektif. Kegiatan utama yang masih rutin diadakan yakni pengobatan TBC melalui pemberian Obat Anti Tuberkulosis yang tidak pernah kurang. Terdapat beberapa kendala dalam program DOTS, antara lain jumlah sumber daya kader kesehatan yang sedikit, kurang tersedianya Tes Cepat Molekuler, dan kurang mendukungnya ruangan pasien TBC. Beberapa kegiatan utama di Puskesmas selama pandemi mengalami penurunan jumlah kegiatan, diantaranya investigasi kontak, skrining, penyuluhan, serta pelatihan. Selain itu terdapat beberapa masalah di pelaksanaan program DOTS yang terjadi selama pandemi Covid-19, yaitu masyarakat yang cenderung individualis, kurang terbuka, dan memiliki mobilitas yang tinggi, sehingga petugas puskesmas dan kader kesehatan seringkali kesulitan dalam melakukan pemantauan terkait dengan investigasi kontak dan pengobatan pasien TBC. Dampaknya, cakupan pengobatan TBC tidak mencapai target, yakni sebesar 71,87% berdasarkan Renstra Puskesmas Depok Jaya Tahun 2021 2026. Hasil penelitian menyarankan untuk Puskesmas dapat memberikan pelatihan kepada kader kesehatan terkait dengan penyikapan investigasi kontak dan edukasi penyakit TBC yang baik kepada masyarakat disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19, memberikan pelatihan kepada PMO terkait memotivasi pasien TBC dalam minum obat secara teratur dan pemeriksaan cek dahak secara rutin, serta perlu melengkapi sarana dan prasarana yang mendukung terkait kebutuhan program DOTS.
Read More
S-10960
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arwida; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Asri C. Adisasmita, I Nyoman Kandun, Sholah Imari
Abstrak:

Tuberkulosis(TB)adalahpenyakitmenularlangsungyangdisebabkanoleh Mycobacteriumtuberculosis. DOTSadalahstrategipenyembuhanTBparujangka pendekdenganpengawasanterhadappenderitaagarteraturmenelanobatsesuai ketentuansampaidinyatakansembuh.DatakesembuhanTBKabupatenMerangin 2006-2009dibawahangkaTBPropinsiJambi(<85%).Tujuanpenelitianuntuk mengetahuihubunganpengetahuanpenderitatentangTBdanpersepsipenderita tentangkeaktifanPMOdengankepatuhanpenderitaTBmenjalanipengobatandi KabupatenMerangin.Penelitianinimenggunakandesainstudikasuskontrol.83 kasusyaitupenderitaTBparuBTA(+)yangtidakpatuhdan83kontrolyaitu penderitayangpatuhmenjalanipengobatan. Hasil:adahubunganpengetahuanpenderitatentangTBdengankepatuhan penderitamenjalanipengobatandenganOR2,18(95%CI1,021-4,658)setelah dikontrolvariabelpengetahuan,keluhanefeksampingobatdanpenyuluhan.Ada hubunganpersepsipenderitatentangkeaktifanPMOdengankepatuhanpenderita menjalanipengobatan.PersepsipenderitatentangPMOaktif,berpeluang4,07kali untukpatuhmenjalanipengobatandibandingkanPMOtidakaktif.Disarankan bagipetugaskesehatandapatselalumemberikanpenyuluhanlangsung/konseling kepadapenderitadanPMOsebagaiupayapemberianinformasiuntukmenambah pengetahuanpenderitatentang TBdanmeningkatkankeaktifanPMO. Katakunci:Kasuskontrol, TB,kepatuhan,pengetahuan,PMO .


 Tuberculosis (TB)isadirectinfectiousdiseasecausedby Mycobacterium tuberculosis.DOTSisastrategyofshort-termhealingof pulmonarytuberculosis withregularmonitoringofthepatienttoswallowthemedicineaccordingtothe provisionsuntildeclaredcured.DataTBcureratesatDistrictMerangin20062009undertheTBProvincialJambi(<85%).Researchobjectiveswereto determinetherelationshipofknowledgeandperceptionofpatientsaboutTB sufferersofactivenessPMObyadherenceofTBpatientsundergoingtreatmentat districtMerangin. Thisstudyusesdesignacase-controlstudy.83casesof pulmonarytuberculosisBTA(+)ofnon-adherentand83controlpatientswhoare undergoingtreatmentadherence. Results:thereisarelationshipofknowledgepatientaboutTBwithpatient complianceundergoingtreatmentwithOR2.18(95%CI1.021to4.658)afterthe controlledvariablesofknowledge,complaintssideeffectsofmedicationand counseling. ThereisarelationshipsofperceptionpatientsaboutactivityofPMO withadherencepatientsundergoingtreatment.Perceptionsofpatientsonactive PMO,likelytobeboundundergoingtreatmentby4.07timescomparedtothe PMOdid’nactive.Itisrecommendedforhealthcareworkerscanalwaysprovide directcounselingtopatientsandthePMOastheeffortstoprovideinformationto increasepatientknowledgeaboutTBandincreasetheactivityofthePMO. Keywords:Casecontrol,tuberculosis,compliance,knowledge,PMO.

Read More
T-3436
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sumarman; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Yovsyah, I Nyoman Kandum, Syahrizal Syarif
T-3406
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Nurhayati Asih; Pembimbing: Sabarinah B Prasetyo, Yuniar, Popy;
Abstrak:

ABSTRAK

Indonesia berada pada peringkat ke 5 dari 22 negara dengan beban TB tertinggi didunia. Sekitar 75% penderita TB adalah kelompok usia paling produktif secaraekonomis (15-50 tahun). Untuk menghindari pasien putus berobat karena lamanyapasien harus mengkonsumsi obat, maka diperlukan seorang Pengawas MenelanObat (PMO). Sebaiknya PMO adalah petugas kesehatan, bertugas untukmengingatkan pasien agar mau berobat secara teratur, mengingatkan pasien untukperiksa ulang dahak pada waktu yang ditentukan dan memberikan penyuluhankesehatan kepada pasien tentang penyakit TB.Kasus putus berobat pada pasien TB di BBKPM Bandung yang terus meningkatmelebihi target nasional yaitu <10% sedikit menunjukkan bahwa kepatuhanpasien menelan obat masih kurang. Lebih dari 90% pasien dewasa yang datangberobat di BBKPM Bandungmemiliki nomor telepon seluler, oleh karena itu studiini bertujuan untuk mengembangkan sistem Informasi PMO berbasis SMSGateway pada pasien TB BTA positif. Pengembangan sistem ini diharapkan dapatmengatasi permasalahan pengawasan terhadap pasien TB dengan mobilitas tinggiterutama di kota besar agar komunikasi antar pasien dan petugas kesehatan dapatberjalan efektif dan kegiatan PMO di BBKPM Bandung tetap dapat dilaksanakan.Gambaran sistem informasi PMO yang sedang berjalan diperoleh berdasarkanhasil studi kualitatif peneliti dengan metode telaah dokumen, observasi danwawancara mendalam terhadap 24 informan yang terdiri dari pejabat pengambilkebijakan di BBKPM Bandung, petugas kesehatan di ruang penyuluhan, petugaspencatatan dan pelaporan TB serta surveyor. Analisis sistem ini menggunakanpendekatan masukan (input), proses dan keluaran (output) untuk dapatmengidentifikasi permasalahan sistem yang ada. Hasil pengembangan sistemberupa prototype sistem informasi pengawasan menelan obat (PMO) denganmenggunakan SMS gateway. Petugas kesehatan di ruang penyuluhan bertindaksebagai PMO dan user pada aplikasi ini. Keluaran sistem informasi adalah pasienmenerima pesan pengingat harian menelan obat, pesan pengingat waktunyakontrol ulang dan pesan informasi kesehatan tentang penyakit TB serta laporanpelaksanaan kegiatan PMO berbasis SMS Gateway kepada Kepala Seksi PromosiKesehatan dan Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan.


 

ABSTRAC

TIndonesia is ranked 5th out of 22 countries with the highest TB burden in theworld. Approximately 75% of TB patients are a group of the most economicallyproductive age (15-50 years). To avoid treatment of patients drop out due to thelong patients should take the drug, it would require a Supervisory. Supervisor isthe health officer should, served to remind the patient to treatment regularly,reminding patients to check the sputum at the appointed time and provide healtheducation to patients about TB disease.Withdrawing treatment in TB patients in Bandung Lung Clinic growing beyondnational target of <10% fewer patients showed that adherence to medicationingestion is still lacking. More than 90% of adult patients who come for treatmentin Bandung Lung Clinic have a cell phone number, therefore this study aims todevelop an information system of drug intake supervision based on gateway shortmessage system on smear positive TB patients. Development of this system isexpected to solve the problem of TB surveillance of patients with high mobility,especially in large cities so that communication between patients and health careworkers can be effective and activities of treatment supervision in Bandung LungClinic still be implemented.Overview of drug intake supervision information systems ongoing qualitativestudy based on the results obtained with the method researchers document review,observation and depth interviews with 24 informants consisting of officialsBandung Lung Clinic policy makers in Bandung, health officials in the healtheducation space, recording and reporting of TB officer and surveyor. This systemanalyzes input approach, process and output to be able to identify the problems ofthe existing system. The results of the development is a prototype system to drugintake supervision information system by using the gateway short messagesystem. Health workers in counseling space acts as a PMO and user in thisapplication. Patient information system output is received daily remindermessages ingesting the drug, the time control message repeated reminders andhealth information messages about TB disease and report on implementation ofsupervision-based Gateway short message system to Health Promotion SectionHead and Section Head of Health Services.

Read More
T-3915
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ditya Fahlevi Safitri; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Hadi Pratomo, Tri Yunis Miko Wahyono, Andriyani Hamzah, Hadi Kusairi
Abstrak:
Jumlah pasien tuberkulosis anak yang berobat di RSUD X menunjukkan angka paling tinggi diantara fasilitas pelayanan kesehatan lain di Kabupaten Banyuwangi. Selain itu, angka pasien TBC anak yang Lost to Follow Up (LFU) sebanyak 7 pasien, di mana angka tersebut tidak mengalami penurunan dalam waktu dua tahun. Ibu merupakan pembuat keputusan atas kesehatan anak, sehingga persepsi positif ibu terhadap pengobatan TBC berhubungan dengan kesuksesan perawatan TBC anak. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam persepsi, efikasi diri, dan perilaku ibu sebagai PMO pada pasien TBC anak. Informan utama penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak yang didiagnosis TBC berusia 0-10 tahun yang masih menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD X Kabupaten Banyuwangi tahun 2022. Informan didapatkan melalui purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2022. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini adalah semua ibu mempersepsikan bahwa apabila anak tidak mendapatkan pengobatan secara lengkap maka akan menyebabkan kefatalan. Keuntungan yang dirasakan sebagian besar ibu terkait pengobatan TBC pada anak memberikan semangat kepada ibu untuk memberikan obat sesuai dosis. Semua ibu dengan anak di bawah usia sekolah menghadapi hambatan dalam pemberian obat dibandingkan semua ibu yang memiliki anak usia sekolah. Sebagian besar informan merasa mampu melalui masa pengobatan anaknya dengan menerima kondisi anak dan tidak berpikir negatif. Semua ibu mendapatkan dukungan yang cukup dari tenaga kesehatan dan keluarga. Pada praktik pemberian obat kepada anak, hampir seluruh ibu memberikan obat sesuai dosis, sesuai waktu, dan sesuai cara.

The number of pediatric tuberculosis patients seeking treatment at RSUD X shows the highest number among other healthcare facilities in Banyuwangi Regency. In addition, the number of pediatric TB patients who lost to follow-up (LFU) was 7 patients, and this number has not decreased in two years. Mothers are the decision makers for children's health so mothers' positive perceptions of TB treatment are associated with successful child TB treatment. The general objective of this study was to in-depth know the perceptions, self-efficacy, and behavior of mothers as PMO in pediatric TB patients. The main informants for this study were mothers who had children diagnosed with tuberculosis aged 0-10 years and who were still undergoing outpatient treatment at RSUD X Banyuwangi Regency in 2022. Informants were obtained through purposive sampling. This research was conducted in July-August 2022. Data was collected through in-depth interviews and observation. The results of this study are all mothers perceive that if the child does not get the complete treatment it will cause death. The advantages felt by most mothers regarding TB treatment in children encourage mothers to give medication according to the dose. All mothers with children under school age face barriers to drug administration compared to all mothers with school-age children. Most of the informants felt they were able to go through their child's treatment period by accepting the child's condition and not thinking negatively. All mothers get adequate support from health workers and families. In the practice of giving medicine to children, almost all mothers give medicine according to the dose, at the right time, and according to the method.
Read More
T-6518
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
May Syafni; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Emil Noviyadi
S-6641
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive