Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Agus Aulung, Jandi Sulaeman
MKMI Vol.XXI, No.4
Jakarta : IAKMI, 1993
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pudji K. Sjarifuddin
MKMI Vol.XVI, No.9
Jakarta : IAKMI, 1987
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lita Megiwati; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri Widanarko, Ridhawati Syam
Abstrak:
Laboratorium Parasitologi mempunyai risiko tinggi terhadap Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang berasal dari sampel infeksius dan penggunaan bahan kimia pada pembacaan sediaan langsung dan pencucian media, kecelakaan kerja sebagai akibat dari alat ? alat mudah pecah dan bervoltase tinggi. Pajanan panas pada saat pembuatan dan pencucian limbah media yang berasal dari autoclave, kitter stirrer, dan oven sterilisator. Oleh karena itu, diperlukan manajemen risiko dakam setiap proses pekerjaannya. Analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja mengacu pada standar ISO 31000:2009. Dari hasil penelitian diketahui setelah pengendalian risiko yang dilakukan di laboratorium Parasitologi FKUI yaitu administrative control dan penggunaan alat pelindung diri (APD) masih terdapat residual risk yang berada di tingkat risiko issue yaitu bahaya biologi yang berasal dari sampel infeksius, pada saat pembacaan sediaan langsung, pemilahan limbah, dan pencucian limbah media.
Laboratory of Parasitology has high risk of occupational illnesses from infectious sampels and the using of chemicals in the direct examination and waste media washing, work accident as a result from tools that can break easily and high voltage mechines. Heat exposure which frommaking media and waste media washing from autoclave, kitter stirrer, and oven sterilisator. Therefore, risk assessment in the laboratory is needed in every work processes. Ocupational health and safety risk Assessment refers to the ISO 31000:2009 standard. From the results of reaserch known, after risk control which have been done in the Parasitology Laboratory that are administrative control and personal protective equipment, there is still residualrisk which in the issue level is biological hazard from infectious sampels, in direct examination, sorting the wastes, and waste media washingRisk assessment.
Read More
S-8689
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Saldanis Ismail
616.01 ISM m
[s.l.] :
Deepublish, 2014
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Raden Muhammad Ali Fathoni; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Puput Oktamianti, Robiatul Adawiyah
Abstrak:
ABSTRAK
waktu.
Read More
Meningkatnya jumlah spesimen yang masuk ke Laboratorium Parasitologi FKUI tanpa disertai penambahan SDM menyebabkan hasil pemeriksaan terlambat diberikan. Oleh karena itu, Laboratorium Parasitologi bermaksud menambah jumlah SDM. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan SDM menggunakan metode WISN. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2013 sampai dengan Juni 2013. Pengambilan data dilakukan dengan telaah dokumen untuk mendapatkan data sekunder dan wawancara mendalam serta focus group discussion untuk mendapatkan data primer. Kategori SDM yang dianalisis adalah analis, biolog dan dokter. Tugas utama analis adalah mengambil spesimen, membuat sediaan dan mengidentifikasinya. Tugas utama biolog adalah mengidentifikasi spesimen dan tugas utama dokter adalah verifikasi spesimen serta menandatangani hasil pemeriksaan. Perhitungan SDM menggunakan WISN menunjukkan jumlah SDM yang dibutuhkan adalah 10 orang analis, 2 orang biolog dan 1 orang dokter namun jumlah analis yang ada saat ini adalah 7 orang, biolog 5 orang dan dokter juga 5 orang. Hasil tersebut menunjukkan Laboratorium Parasitologi kekurangan 3 analis, kelebihan 3 biolog dan 4 dokter. WISN rasio untuk analis 0.7, biolog 2.5 dan dokter 5.0 yang menunjukkan bahwa analis mengalami tekanan beban kerja yang tinggi sedangkan biolog dan dokter memiliki tekanan kerja yang rendah. Dengan demikian diusulkan untuk menambah 3 analis serta mempekerjakan dua biolog dan 1 dokter secara penuh
ABSTRACT
As the increasing amount of specimen which come to FKUI's Parasitology Laboratory without any additional of human resources, causes examination result is late to be given. Therefore, Parasitology Laboratory intends to add the number of human resources. This study aims to count the needs of human resources using WISN method. This study was conducted in February - June 2013. The data was taken by analyzing the documents to obtain secondary data, interviewing and focusing group discussion to get the primary data. The analysis of human resources categorized as analyst, biologist and doctor. The main job of the analysts were taking the specimen, making slide and identifying it. The main job of biologist is identified the specimen, while the job of the doctors were verifying the specimen and sign the laboratory test result. The calculation of human resources using WISN method shows the number of human resources needed are: 10 analysts, 2 biologists and 1 doctor. However, the existing human resources were 7 analysts, 5 biologists and 5 doctors. It shows that Parasitology Laboratory lack of 3 analysts and they have more on the biologists and doctors. The ratio of WISN for analyst is 0.7, biolog 2.5 and doctor 5.0 which means that the analysts have a high pressure on their work load while the doctors and biologists have a low work pressure. In conclusion, it is suggested to add 3 analysts and hire 2 fulltime biologists and 1 doctor.
B-1520
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
