Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Futri Virginia Yusuf; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Desfauzi Umar
Abstrak: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan disain studi cross-sectional. Sampel yang digunakan yaitu pekerja di sektor informal di Kelurahan Pela Mampang tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan terdapat 60,6% atau 57 responden yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN dan 39,4% atau 37 orang yang belum terdaftar sebagai peserta JKN. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pendapatan keluarga dan paparan informasi JKN, dengan demand terhadap JKN pada pekerja bukan penerima upah di Kelurahan Pela Mampang tahun 2016. Sedangkan usia, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, jumlah anggota keluarga, jenis usaha, besarnya premi, frekuensi keluhan sakit, jumlah keluhan, perilaku merokok, serta penilaian terhadap kesehatan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan demand terhadap JKN pada pekerja bukan penerima upah di RW Kelurahan Pela Mampang tahun 2016.
Kata kunci : Demand terhadap JKN,Peserta JKN, Pekerja Sektor Informal, Kelurahan Pela Mampang

This research is a quantitative research using a descriptive cross-sectional study design. Samples were used that workers in the informal sector in Sub Pela Mampang 2016. Based on the results of research by the author, it can be concluded there is a 60.6% or 57 respondents who have registered as participants JKN and 39.4% or 37 people who are not registered as participants JKN. Chi-Square test results showed that there was significant relationship between family income and exposure information JKN, with demand for workers not JKN on wage earners in the village of Pela Mampang 2016. While age, gender, education, marital status, number of family members, type of business, premium rate, frequency of pain complaints, the number of complaints, smoking behavior, as well as the assessment of health does not have a meaningful relationship with the demand of the workers JKN not wage earners RW Pela Mampang village in 2016.
Keywords: Demand for JKN, Participant JKN, Informal Sector Workers, Village Pela Mampang
Read More
S-9121
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Rifda Galuh Syafawani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; penguji: Hendra, Sudi Astono
Abstrak:

Kepesertaan pekerja sektor informal di Kota Depok dalam program BPJS Ketenagakerjaan
masih sangat rendah, tanda belum optimalnya perlindungan bagi kelompok ini. Penelitian ini
bertujuan untuk menjelaskan gambaran serta menganalisis hubungan antara faktor pembentuk perilaku dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok tahun 2025. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 116 pekerja sektor informal di Kota Depok menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebar secara daring maupun onsite di Pos UKK dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh pekerja sektor informal belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (50,9%). Pekerja sektor informal mayoritas perempuan, berusia produktif dan sudah menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi hambatan, premi BPJS Ketenagakerjaan, motivasi, dukungan keluarga, dan dukungan lingkungan sekitar berhubungan signifikan dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok Tahun 2025. Perlu dilakukan upaya strategis yang mempertimbangkan berbagai faktor untuk meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal. Selain itu, ditemukan beberapa faktor risiko yang perlu mendapat perhatian untuk perbaikan, seperti jumlah anggota keluarga, pengetahuan tentang BPJS Ketenagakerjaan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, akses pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, premi, dan status ekonomi pekerja.



The participation of informal sector workers in Depok City in the BPJS Ketenagakerjaan  (Workers Social Security) program remains very low, indicating suboptimal protection for this  group. This study aims to describe and analyze the relationship between behavioral  determinants and BPJS Ketenagakerjaan participation among informal sector workers in  Depok City in 2025. This research used a cross-sectional design with a quantitative approach  involving 116 informal workers in Depok City, selected through convenience sampling. Data  were collected using questionnaires distributed both online and onsite at Pos UKK and  analyzed using the chi-square test. The results showed that more than half of the informal  workers had not registered for BPJS Ketenagakerjaan (50.9%). Most informal workers were  women, of productive age, and married. The study found that gender, knowledge, perceived  susceptibility, perceived barriers, BPJS premium costs, motivation, family support, and  environmental support were significantly associated with BPJS Ketenagakerjaan participation  among informal workers in Depok City in 2025. Strategic efforts that consider these factors  are needed to improve the coverage of social security protection for informal workers. In  addition, several risk factors were identified that require further attention, including number of  family members, knowledge of BPJS Ketenagakerjaan, perceived vulnerability, perceived  severity, access to BPJS services, premium costs, and workers’ economic status. 

 

Read More
S-12029
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive