Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kartika Setyaningsih Sunardi; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Hadi Pratomo, Joko Hastaryo, Mafilinda Nuraini
Abstrak: Tesis ini membahas tentang analisis perilaku pemberian makanan, perilaku pengasuhan, perilaku kebersihan, dan perilaku perawatan kesehatan sebagai perilaku PD pada keluarga status ekonomi rendah dengan kejadian tidak stunting di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan phenomenology. Hasil dari penelitian ini yaitu Perilaku Positive Deviance pada keluarga status ekonomi rendah dengan kejadian tidak stunting adalah 1) perilaku pemberian makanan atau MPASI dengan frekuensi tiga kali sehari masing-masing untuk makan utama maupun makanan selingan, (2) bahan-bahan makanan yang dikonsumsi anak bernilai gizi baik dengan makanan utama menu empat bintang yang terdiri dari nasi, protein nabati, protein hewani, dan sayuran serta makanan selingan seperti kacang hijau serta buah seperti pisang dan pepaya, (3) kuantitas waktu orang tua bersama dengan anak dimana orang tua yang anaknya tidak stunting memiliki waktu 24 jam bersama anak, (4) peran orang tua ketika bersama anak yaitu mengajak anak aktif berinteraksi tidak hanya menonton TV dan bermain handphone saja, (5) kegiatan bersama yang dilakukan sebelum tidur seperti memijat, bercerita kegiatan sehari-hari dan bernyanyi, serta (6) perilaku menjaga kebersihan tubuh anak seperti sikat gigi sebelum tidur
his thesis discusses the analysis of feeding behavior, parenting behavior, hygiene behavior, and health care behavior as Positive Deviance behavior in families of low economic status with non-stunting in Sleman Regency, Yogyakarta. This research is a qualitative research using the phenomenology approach. The results of this study are Positive Deviance Behavior in families of low economic status with non-stunting are 1) feeding behavior or MPASI with a frequency of three times a day each for main meals and snack foods, (2) the food ingredients consumed by children with good nutritional value with the main meal of the four-star menu and snacks such as green beans and fruit such as bananas and papayas, (3) the quantity of time parents spend together with children where parents whose children are not stunted have 24 hours with the child, (4) the role of parents when with the child is to invite children to actively interact, not only watch TV and play on handphones, (5) joint activities carried out before bedtime such as massaging , telling stories about daily activities and singing, and (6) the behavior of keeping the child's body clean such as brushing their teeth before bed.
Read More
T-5990
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melinda Mastan; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Asih Setiarini, Anies Irawati
Abstrak: Meskipun manfaat dari ASI eksklusif sudah tidak diragukan lagi, cakupan pemberian ASIeksklusif di Indonesia masih rendah, yaitu hanya 42% pada tahun 2012. Pekerjaan ibuterbukti merupakan faktor yang berisiko tinggi untuk menghambat ibu memberikan ASIeksklusif. Maka dari itu, penelitian ini berusaha menggunakan konsep positive devianceuntuk menelusuri faktor determinan keberhasilan pemberian ASI eksklusif padakelompok ibu yang memiliki risiko tinggi untuk tidak ASI eksklusif, yaitu ibu bekerja.Penelitian dengan metode cross-sectional ini menganalisis data sekunder dari 376 ibubekerja dengan bayi usia 0-5 bulan di Indonesia pada SDKI tahun 2017. Analisis denganuji chi-square dan regresi logistik ganda dengan confidence interval 95% dilakukan untukmenganalisis faktor yang berhubungan signifikan dengan pemberian ASI eksklusif. Diantara 376 ibu yang bekerja, 45,5% nya diidentifikasi sebagai pelaku positive deviance,yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Pada analisis multivariat, ditemukan kunjunganANC, kunjungan PNC, dan status ekonomi sebagai faktor yang berhubungan secarasignifikan dengan pemberian ASI eksklusif di antara ibu bekerja. Kunjungan ANCmerupakan faktor dominan yang berhubungan dengan ASI eksklusif dengan OR 1,831(95% CI: 1,075-3,118). Perilaku melakukan kunjungan ANC dan PNC, termasukmendapatkan edukasi dan konseling terkait menyusui dari petugas kesehatan saatkunjungan tersebut dapat mendukung pemberian ASI eksklusif di antara ibu bekerja diIndonesia.
Kata kunci: ASI eksklusif, positive deviance, ibu bekerja
Despite the fact that exclusive breastfeeding brings a lot of benefits for infants andmothers, breastfeeding rates in Indonesia remains low, which is only 42% in 2012.Maternal employment is proven to be the highest risk in preventing mothers to breastfeedexclusively. The objective of this study was to apply the positive deviance concept toexplore the determinant factors of the success of exclusive breastfeeding among workingmothers in Indonesia. This cross-sectional study included data on 376 working motherswith 0-5 months old infants in Indonesia from SDKI 2017. Chi-square test and multiplelogistic regression with 95% confidence intervals were applied to analyze factors thatwere significantly associated with exclusive breastfeeding. Among 376 working mothers,45,5% were identified as positive deviants, who succeded in exclusive breastfeeding. Inmultivariate analysis, ANC visits, PNC visits, and economic status were found to befactors that were significantly associated with exclusive breastfeeding among workingmothers. ANC visits were the dominant factor associated with exclusive breastfeedingwith OR 1,831 (95% CI: 1,075-3,118). ANC visits and PNC visits, including gettingbreastfeeding education and counseling from health professionals in each visit areimportant in helping working mothers succeed in breastfeed exclusively.
Key words:Exclusive breastfeeding, positive deviance, working mothers.
Read More
S-10269
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Adhi Nugroho; Pembimbing: Diah M. Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Aisyah Rosalinda
S-6721
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devi Lusiani Anastasia; Pembimbing: Siti Ariah Pujonarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Asih Setiarini, Dewi Dwinurwati, Hamdani
Abstrak:
Di Indonesia, prevalensi stunting pada balita masih cukup tinggi. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui gambaran, faktor-faktor yang berhubungan, faktordominan, dan perilaku unik positif kejadian stunting pada balita. Faktor-faktortersebut adalah jumlah anggota keluarga, keanekaragaman makanan, perilakupemberian makan, perilaku pengasuhan anak, perilaku kebersihan, dan perilakupemeliharaan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatifcross-sectional dan kualitatif yang dimulai dari bulan April hingga Juni 2014.Terdapat 103 responden survei yang telah menyelesaikan pengisian danwawancara kuesioner, serta pengukuran panjang atau tinggi badan balita. Selainitu terdapat 24 orang informan diskusi kelompok ibu, bapak, dan nenek, serta 5keluarga balita yang dikunjungi rumahnya. Hasil penelitian survei kuantitatifmenunjukkan bahwa proporsi kejadian stunting pada balita di Desa Babelan Kotayaitu sebesar 27.2% (kategori sedang) dan perilaku pengasuhan merupakan faktordominan stunting. Hasil penelitian menyarankan agar balita dapat mengadopsiperilaku unik positif yang ditemukan yaitu, anak makan sendiri menggunakansendok, mandi sehari 3 kali, menggunakan alas kaki saat keluar rumah, dan ibumenyuruh anak istirahat saat sakit. Kata kunci:Balita, kuantitatif dan kualitatif, perilaku, positive deviance, stunting

In Indonesia, the prevalence of stunting in children under five is stillquite high. The purpose of this study to describe factors associated, the dominantfactor, and the positive unique behavior of stunting in children under five. Thesefactors are the number of family members, the dietary diversity, feeding behavior,parenting behavior, hygiene and sanitation behavior, and health-seeking behavior.This study uses cross-sectional quantitative research and qualitative starts fromApril to June 2014. There were 103 survey respondents who have completedfilling questionnaires and interviews, as well as the length or height measurementsof under five children. In addition there are 24 discussion group informants ofmother, father, and grandmother, as well as 5 families of children whose home arevisited. The results of the quantitative survey research shows that the proportionof the incidence of stunting in children under five in the village Babelan Kota is27.2% (medium category) and parenting behavior is a dominant factor of stunting.The results of the study suggest that children can adopt positive unique behaviorsthat was found, child use a spoon to feed themselves, bath 3 times a day, using thefootwear when going out of the house, and the mother tells the child to restwhenever ill.Keywords:Behavior, children under five, positive deviance, quantitative and qualitative,stunting
Read More
T-4246
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive