Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Firda Mawaddah Aulia; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Yovsyah, Melyana
Abstrak:
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 pada penduduk pralansia di DKI Jakarta berdasarkan data Riskesdas 2018. Metode: Sampel penelitian ini penduduk usia 45-59 tahun sebanyak 2.958 orang. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan prevalensi Diabetes Melitus Tipe 2 pada pralansia di DKI Jakarta sebesar 8,0%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signfikan antara status merokok (OR=1,760 95%CI 1,241-2,496; p=0,002), obesitas sentral (OR=1,912 95%CI 1,432-2,554; p<0,001), dan hipertensi (OR=1,338 95%CI 1,025-1,747; p=0,038) dengan DM Tipe 2.
Read More
S-10683
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mustakim; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Fatmah Yusron, Trini Sudiarti, Indrarti Soekotjo, Eti Rohati
Abstrak:
Kelompok lanjut usia mengalami perkembangan yang pesat di masa mendatang. Kebugaran menjadi salah satu prediktor dalam menentukan kesakitan dan kematian pada kelompok lansia. Penelitian ini membahas karakteristik, komposisi tubuh, gaya hidup dan asupan gizi dengan kebugaran yang diukur melalui serangkaian tes kebugaran pada wanita pralansia di Kecamatan Pancoran Mas kota Depok. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dan dilakukan pada 134 orang wanita pralansia di Kecamatan Pancoran Mas kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72.4 persen wanita pralansia berada pada kondisi tidak bugar. Variabel paling berhubungan dengan kebugaran adalah aktivitas fisik setelah dikontrol dengan IMT, persen lemak tubuh, status merokok dan asupan vitamin B12. Kata Kunci: Wanita pralansia, kebugaran non-kardiorespiratori, aktivitas fisik The elderly experiencing fairly rapid growth in the future. Physical fitness had been found as predictor to morbidity and mortality to elderly group. This study focused on the physical fitness of middle aged women in Pancoran Mas District, Depok. The purpose of this study was to determine the relations between characteristic, lifetsyle, body composition and nutrititional intake to physical fitness. This study was a cross-sectional design and the data were collected from 134 middle aged women. Physical Fitness was measured by fitness test using hand grip test, sit and reach test, and czuka chair sit and stand test. The result showed that 72.4 percentage of respondent belonged to unfit condition. The most influential variable were physical activity intake after adjusted by BMI, percentage of body fat, smoking status and vitamin B12 intake. Key Words Middle aged women, non-cardiorespiratory fitness, physical activity
Read More
T-4357
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sintha Fransiske Simanungkalit; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Trini Sudiarti, Firlia Ayu Arini, Chita Sheptiawati
Abstrak:
Menurut WHO (World Health Organization) dan di Cina, hipertensi pada pralansia dan lansia mengakibatkan penyakit kardiovaskuler (WHO, 2007 dan Sun Zhaoqing, 2013). Prevalensi hipertensi di Indonesia untuk umur 45-54 tahun (35,6%), 55-64 tahun (45,9%) dan 65-74 (57,6%). Prevalensi hipertensi di provinsi Bangka Belitung untuk umur 45-54 tahun (47%), 55-64 tahun (59,6%) dan 65-74 (67,3%) (Riskesdas dan Riskesdas Bangka Belitung, 2013). Tujuan penelitian adalah mengetahui lingkar perut dan determinan lainnya dengan hipertensi pada pralansia dan lansia tahun 2013 di Provinsi Bangka Belitung dengan desain potong lintang Prevalensi hipertensi pralansia (33%) dan lansia (46,7%). Pada pralansia, ditemukan jenis kelamin, tingkat pendidikan, lingkar, aktivitas fisik dan konsumsi kopi berhubungan dengan hipertensi. Pada lansia ditemukan jenis kelamin, kegemukan, lingkar perut dan konsumsi kopi berhubungan dengan hipertensi. Analisis multivariat lingkar perut merupakan faktor utama hipertensi pada pralansia dan lansia setelah dikontrol jenis kelamin dan tingkat pendidikan (pralansia) sedangkan kopi sebagai protektif, jenis kelamin serta kegemukan sebagai perancu (lansia). Pada pralansia dan lansia disarankan mengontrol lingkar perut untuk mencegah hipertensi. Kata kunci : Hipertensi, lingkar perut, pralansia dan lansia. According WHO (World Health Organization) and research in China, hypertension in the elderly and middle age resulted cardiovascular disease (WHO, 2007 and Sun Zhaoqing, 2013). Prevalence hypertension in Indonesia for 45-54 year is 35.6%, 55-64 years is 45,9% and 65-74 is 57.6%. Prevalence of hypertension in Bangka Belitung (2013) for 45-54 years is 47 %, 55-64 years is 59.6% and 65-74 is 67.3% (Riskesdas and Riskesdas Bangka Belitung, 2013). The aim of research was to determine abdominal circumference and other determinants with hypertension in middle age and elderly in Bangka Belitung and used cross-sectional design. Prevalence hypertension in middle age is 33% and 46.7% elderly. Middle age, found gender, educational level, abdominal circumference, physical activity and coffee consumption therefore elderly, found gender, obesity, abdominal circumference and coffee consumption associated with hypertension. Multivariate analysis founded abdominal circumference is dominant factor with hypertension in middle age and the elderly after have been controlled by gender and educational level (middle age) in other side coffee as protective, gender and overweight as confounder (elderly). Middle age and elderly should control their abdominal circumference. Keywords: Hypertension, abdominal circumference, middle age and elderly
Read More
T-4400
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jasrida Yunita; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Kopromotor: Ratna Djuwita Hatma, Widjaja Lukito; Penguji: Sudijanto Kamso, Kusharisupeni Djokosujono, Ekowati Rahajeng, Sugeng Eko Irianto, Purwita Wijaya Laksmi
Abstrak:
Read More
Penuaan populasi manusia di dunia dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat karena sering diikuti penurunan fungsi tubuh yang berdampak pada risiko penyakit. Peradangan kronis yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi High Sensitivity C- reactive protein (hs-CRP) dianggap sebagai faktor kunci yang berkontribusi terhadap penuaan. Peradangan juga erat kaitannya dengan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan lingkar pinggang (LP) dan rasio lingkar pinggang tinggi badan (RLPTB) terhadap konsentrasi hs-CRP dari pralansia hingga lansia follow up 7 di Indonesia. Studi ini merupakan studi kohor prospektif dengan memanfaatkan data Indonesian Family Life Survey tahun 2007-2014. Populasi target adalah individu usia pralansia (53-59 tahun) yang diikuti sampai lansia (usia 60-66 tahun) dengan jumlah sample yang eligible adalah 348 sampel sesuai dengan kriteria yaitu individu dengan status tidak obesitas, baik dilihat dari nilai LP, RLPTB, dan indeks massa tubuh (IMT). Analisis Receiver Operating Characteristic dan Multiple Logistic Regression digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik potong RLPTB adalah 0,55 untuk pria dan juga untuk wanita. Kejadian obesitas sentral berdasarkan LP sebesar 18,5% dan berdasarkan RLPTB sebesar 22,3%. Proporsi konsentrasi hs-CRP berisiko setelah 7 tahun adalah 36,5%. Ada perubahan bermakna antara perubahan LP dan perubahan RLPTB dengan perubahan konsentrasi hs-CRP. Indeks RLPTB lebih kuat dalam memprediksi konsentrasi hs-CRP berisiko dibandingkan dengan indeks LP. Mempertahankan kondisi tubuh tidak obesitas sentral pada pralansia dan lansia dapat mencegah dari risiko terjadinya peradangan
Population aging presents major challenges for public health in the world of often being accompanied by a decrease in bodily functions that have an impact on the risk of disease. The aging process is characterized by an increase in the concentration of chronic inflammatory parameters, high sensitivity C-reactive protein (hs-CRP). The age-related increase of inflammatory markers may also account for obesity. This study aimed to assess the relationship of the change of waist circumference (WC) and waist-to-height ratio (WHtR) to the concentration of hs-CRP in the pre-elderly and the elderly in Indonesia, followed through 7 years. A prospective cohort study was conducted using a set of public data of the Indonesian Family Life Survey (IFLS) between 2007 to 2014. A total of 345 subjects of pre-elderly, defined as those aged between 53 to 59 years old, and elderly, aged between 60 to 66 years old, were traced at the baseline of not being obesity based on the value of WC, WHtR, and body mass index (BMI). Receiver-operating characteristic curve and multiple logistic regression analysis were employed for the analysis of data. The WHtR cut-off was 0.55 for both males and females. Central obesity was 18.5% using WC and was 22.3% using WHtR. The proportion of concentration of hs-CRP with risk over 7 years was 36.5%. The associations between central obesity indices (WC and WHtR) and the concentration of hs-CRP were observed. WHtR was found to be stronger predictor of the concentration of hs-CRP than WC. This indicated that managing central obesity among pre-elderly and elderly can help reduce the risk of inflammatory mechanism
D-419
Depok : FKM-UI, 2020
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Meiranti Prastika Putri; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Ida Ruslita
S-7981
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
