Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Siti Zubaidah; Pembimbing: Lhuri D. Rahmartani; Penguji: Rizka Maulida, Syafrani Ibrahim
Abstrak:
Latar Belakang: Kontak pertama Antenatal Care (ANC) direkomendasikan dilakukan pada usia kehamilan 0-12 minggu karena trimester pertama merupakan fase paling krusial untuk pembentukan organ, deteksi dini risiko, pencegahan komplikasi, dan penentuan keberlangsungan kontak ANC selanjutnya. Cakupan ANC kontak pertama (K1 Murni) di Indonesia mencapai 86,7% dan cakupan ANC enam kali (K6) masih rendah (17,6%), menunjukkan bahwa ketepatan waktu kontak pertama ANC belum optimal dan ibu hamil belum mendapatkan pemantauan kehamilan yang adekuat. Niat kehamilan sebagai faktor predisposisi diperkirakan memengaruhi keputusan memulai kontak pertama ANC, namun penelitian mengenai hubungan tersebut di Indonesia masih terbatas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara niat kehamilan dengan waktu kontak pertama ANC di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 dengan desain studi potong lintang. Sampel penelitian ini sejumlah 60.350 ibu usia 15 49 tahun yang memiliki riwayat melahirkan anak terakhir dalam rentang tahun 2018 hingga saat wawancara. Analisis data dilakukan dengan pembobotan, uji chi square dan regresi logistik. Hasil: Proporsi kontak ANC pertama secara tepat waktu adalah 84,5% dan proporsi kontak ANC pertama secara terlambat adalah 15,5%. Proporsi niat kehamilan diinginkan pada saat itu sebesar 91,7%, niat kehamilan yang diinginkan kemudian sebesar 6,8% dan proporsi niat kehamilan yang tidak diinginkan sebesar 1,5%. Setelah dikontrol oleh pendidikan ibu dan paritas, ibu dengan kehamilan tidak diinginkan berhubungan dengan peningkatan odds sebesar 3 kali untuk melakukan kontak pertama ANC secara terlambat dibandingkan ibu dengan kehamilan yang diinginkan saat itu (AOR 3,08; 95% CI: 2,37 3,99) serta odds keterlambatan ANC ini menurun pada ibu yang memiliki niat kehamilannya diinginkan kemudian (AOR 1,18; 95% CI: 1,56-2,02). Kesimpulan: Niat kehamilan berhubungan signifikan secara statistik dengan ketepatan waktu kontak pertama ANC yang menunjukkan pentingnya perencanaan kehamilan dan intervensi yang mendukung dimulainya ANC pada trimester pertama.

Background: The first Antenatal Care (ANC) contact is recommended to be conducted  at 0-12 weeks of gestation, as the first trimester is the most critical phase for organ  development, early risk detection, complication prevention, and determining the  continuity of subsequent ANC contacts. In Indonesia, coverage of the first ANC contact  (pure K1) has reached 86.7%, while coverage of six ANC visits (K6) remains low at  17.6%. This indicates that the timeliness of the first ANC contact is still suboptimal and  that pregnant women have not yet received adequate pregnancy monitoring. Pregnancy  intention, as a predisposing factor, is assumed to influence the decision to initiate the first  ANC contact; however, studies examining this relationship in Indonesia remain limited.  Objective: To determine the association between pregnancy intention and the timing of  the first ANC contact in Indonesia.  Methods: This study used data from the Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 with a  cross-sectional study design. The study sample consisted of 60.350 women aged 15-49  years who had a history of giving birth to their most recent child between 2018 and the  time of the interview. Data analysis was conducted using weighting, chi-square tests, and  logistic regression.  Results: The proportion of timely first ANC contact was 84,5%, while delayed first ANC  contact accounted for 15,5%. The proportion of pregnancies intended at the time was  91,7%, pregnancies intended later was 6,8%, and unintended pregnancies was 1,5%.  After controlling for maternal education and parity, women with unintended pregnancies  had three times higher odds of delaying the first ANC contact compared to women whose  pregnancies were intended at the time (AOR 3,08; 95% CI: 2.37-3.99). The odds of  delayed ANC were lower among women whose pregnancies were intended later (AOR  1.18; 95% CI: 1.56-2.02).  Conclusion: Pregnancy intention is significantly associated with the timeliness of the first  ANC contact, indicating the importance of pregnancy planning and interventions that  support the initiation of ANC in the first trimester.
Read More
S-12167
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maulia Afida Cahyani; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Nurhayati Adnan, Putri Bungsu, Nida Rohmawati, Yeni Tri Herwanto
Abstrak: Kejadian BBLR merupakan masalah kesehatan yang tidak dapat diabaikan karena berkontribusi besar terhadap kematian neonatal dan peka terhadap berbagai risiko jangka panjang pada kesehatan bayi. Salah satu faktor ibu yang dapat menimbulkan kehamilan risiko tinggi untuk BBLR adalah intensi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensi kehamilan dengan kejadian BBLR berdasarkan data sekunder hasil SDKI 2012. Desain penelitian adalah cross sectional dengan sampel sebanyak 8922 merupakan ibu usia 15-49 tahun berstatus menikah, pernah melahirkan dalam kurun waktu 5 tahun (sebelum pengumpulan data SDKI 2012), kelahiran tunggal dan kondisi lahir hidup. Hasil penelitian mendapatkan proporsi BBLR sebesar 6.2%. Hasil analisis multivariat regresi logistik, setelah seluruh kategori dikontrol oleh variabel umur dan frekuensi ANC, kategori kehamilan diinginkan kemudian (mistimed) berisiko 1.055 kali untuk BBLR. Kategori kehamilan tidak diinginkan (unwanted) dimodifikasi oleh riwayat komplikasi, untuk responden kategori unwanted dan memiliki riwayat komplikasi berisiko lebih besar (1.158 kali) melahirkan bayi BBLR, untuk kehamilan unwanted dan tidak memiliki riwayat komplikasi mempunyai risiko lebih kecil (0.590 kali) melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan responden yang kehamilannya diinginkan dan tidak memiliki riwayat komplikasi (referensi). Namun, hasil akhir untuk kedua kategori intensi kehamilan tersebut menunjukkan hubungan yang tidak bermakna secara statistik. Kata Kunci: Intensi Kehamilan, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), SDKI 2012
The incidence of low birth weight (LBW) is a health problem that can not be ignored because it contributes greatly to neonatal mortality and is sensitive to long-term risks to infant health. One of the maternal factors that can lead to a high-risk pregnancy for LBW is the pregnancy intentions. This study aims to determine the association between pregnancy intentions and LBW based on secondary data from Indonesia Demographic And Health Survey 2012. The design of this study was cross sectional with 8922 samples of mothers aged 15-49 years married, had given birth within 5 years (before Indonesia Demographic And Health Survey 2012 data collection), single birth and live birth conditions. The result of the study obtained the proportion of LBW at 6.2%. Based on multivariate analysis of logistic regression, after all categories were controlled by ANC age and frequency variable, pregnancy category was then mistimed at 1,055 times for LBW. The unwanted pregnancy category was modified by a history of complications, for the unwanted category and had a history of complications having a greater risk (1,158 times) of delivering LBW, for unwanted pregnancy and no history of complications having a smaller risk (0.590 times) Compared with respondents with intended pregnancies and no history of complications (references). However, the final outcome for both categories of pregnancy intentions showed a statistically insignificant. Keywords: Pregnancy Intention, Low Birth Weight (LBW), Indonesia Demographic and Health Survey 2012.
Read More
T-4880
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive