Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Fakhmi Dwi Novaliudin; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tri Krianto, Muhammad Wicaksono Sulistono
Abstrak:
Read More
Program wellness di tempat kerja adalah program untuk mengidentifikasi dan pengendalian penyakit terkait sindrom metabolik, pemberhentian perilaku merokok, latihan fisik dan kebugaran, nutrisi dan pengendalian pola makan, serta manajemen stres pribadi dan pekerjaan, yang diharapkan pekerja dapat terus aktif, terampil sehat dan produktif hingga usia 65 tahun. Sebuah efektivitas program wellness juga perlu dilihat dari sisi karyawan selain itu melihat pentingnya program wellness dalam mengendalikan sindrom metabolik pada karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memiliki tujuan untuk menggali informasi secara mendalam faktor yang dapat berperan penting terhadap pembentukan persepsi karyawan terhadap implementasi program wellness di PT. X tahun 2024. Informan penelitian ini adalah karyawan PT. X yang ikut serta di dalam program wellness, pengelola program wellness di PT. X, dokter pendamping wellness, karyawan di luar program wellness, serta manajemen PT. X. Pemilihan informan pada penelitian ini dengan menggunakan metode purposive yang sudah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan PT. X menunjukkan persepsi positif terhadap program wellness yang dijalankan, Program wellness juga memberikan sejumlah manfaat positif bagi karyawan dan PT. X di dalam implementasinya. Selain itu faktor pelaku persepsi (sikap, pengalaman, dan harapan) dan faktor situasi (waktu, keadaan tempat kerja, dan keadaan sosial) berperan penting dalam pembentukan persepsi karyawan di dalam menjalankan program wellness di PT.X.
A workplace wellness program is a program for identifying and controlling diseases related to metabolic syndrome, cessation of smoking behavior, physical exercise and fitness, nutrition and diet control, as well as personal and work stress management, with the hope that workers can continue to be active, skilled, healthy and productive until 65 years old. The effectiveness of a wellness program also needs to be seen from the employee's perspective, apart from looking at the importance of a wellness program in controlling metabolic syndrome in employees. This research is qualitative research that aims to explore in-depth information on factors that can play an important role in forming employee perceptions regarding the implementation of wellness programs at PT. X year 2024. The informants for this research are employees of PT. X who participated in the wellness program, wellness accompanying doctors, employees outside the wellness program, and PT.X management. The selection of informants in this research used a predetermined purposive method. The research results show that employees of PT. X show a positive perception of the wellness program being implemented. The wellness program also provides several positive benefits for employees and PT. X in its implementation. Apart from that, perception factors (attitudes, experiences and expectations) and situational factors (time, workplace conditions and social conditions) play an important role in forming employee perceptions in implementing wellness programs
S-11627
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Ayu; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Bagus Chandra Kurniawan
Abstrak:
Read More
Data profil kesehatan pegawai tahun 2024 menunjukkan 55,65% pekerja mengalami berat badan berlebih, 9,54% berisiko sindrom metabolik, serta peningkatan prevalensi hipertensi. Sebagai tindak lanjut, perusahaan telah menjalankan program wellness, namun partisipasi pekerja masih rendah, hanya 7,1%, menunjukkan program belum berjalan optimal dan evaluasi menyeluruh belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program wellness pada pekerja PT. X tahun 2025 menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dengan metode kualitatif dan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen terhadap informan yang dipilih secara purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan, pada aspek context, tujuan program telah sesuai kebutuhan kesehatan pekerja namun belum dipahami merata. Aspek input menunjukkan keterbatasan sumber daya manusia, ketimpangan sarana prasarana, keterlambatan pembayaran vendor, serta belum adanya pedoman teknis khusus. Pada aspek process, program belum didukung needs assessment sistematis, komunikasi dan dukungan pimpinan terbatas, dan program belum menjadi indikator kinerja. Aspek product menunjukkan partisipasi dan konsistensi peserta rendah, meski ada dampak positif terhadap perilaku dan kesehatan fisik serta mental pekerja. Perusahaan disarankan melakukan survei kebutuhan, menyusun pedoman teknis, menyederhanakan program, mengoptimalkan komunikasi internal, memperkuat dukungan pimpinan, mengintegrasikan OKR, menyusun strategi fasilitas, dan menyampaikan evaluasi ke manajemen untuk meningkatkan partisipasi pekerja.Employee health profile in 2024 shows that 55.65% of workers are overweight, 9.54% are at risk of metabolic syndrome, and there is an increasing prevalence of hypertension. As a follow-up, the company has implemented a wellness program; however, employee participation remains low at only 7.1%, indicating that the program has not yet run optimally and a comprehensive evaluation has not been conducted. This study aims to evaluate the implementation of the wellness program for PT. X employees in 2025 using the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product) with a qualitative case study design. Data were collected through in-depth interviews and document reviews with informants selected via purposive and snowball sampling. Results show that, in the context aspect, the program’s objectives align with employees’ health needs but are not yet widely understood. The input aspect reveals limitations in human resources, uneven facilities, delayed vendor payments, and the absence of specific technical guidelines. In the process aspect, the program lacks a systematic needs assessment, leadership communication and support are limited, and the program is not yet linked to performance indicators. The product aspect shows low participation and consistency, although there are positive effects on employee behavior, physical health, and mental health. The company is advised to conduct a needs survey, prepare technical guidelines, simplify the program, optimize internal communication, strengthen leadership support, integrate OKRs, develop facility strategies, and report evaluations to management for program participation improvement.
S-12183
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
