Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gift Charity Yikwa; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Yovsyah, Heny Lestary, Kamaluddin Latief
Abstrak:
Stunting masih merupakan permasalahan gizi utama pada balita di Indonesia, khususnya di wilayah Pulau Papua. Salah satu faktor biologis yang diduga berperan dalam terjadinya stunting adalah berat badan lahir rendah (BBLR), meskipun pengaruhnya dapat dipengaruhi oleh kondisi ibu dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara BBLR dan kejadian stunting pada anak usia 0-59 bulan di Pulau Papua menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross sectional yang memanfaatkan data sekunder SKI 2023. Sampel mencakup seluruh anak usia 0–59 bulan di Pulau Papua yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel dependen adalah kejadian stunting, sedangkan variabel independen utama adalah BBLR. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi Cox untuk memperoleh estimasi risiko yang telah diadjust oleh kovariat. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 27,12%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa BBLR tidak berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (PR = 1,21; 95% CI: 0,81-1,81; p = 0,341). Sebaliknya, pemeriksaan kehamilan yang tidak lengkap, status ibu KEK, tidak mendapat ASI eksklusif, serta jenis kelamin anak bersifat confounding dengan terjadinya kejadian stunting. Temuan ini menegaskan pentingnya peran faktor ibu dan praktik perawatan anak dalam pencegahan stunting di wilayah Pulau Papua.

Stunting remains a major nutritional problem among toddlers in Indonesia, especially in the Papua region. One of the biological factors suspected to contribute to stunting is low birth weight (LBW), although its influence can be affected by the mother's condition and environmental factors. This study aims to analyze the relationship between LBW and stunting in children aged 0-59 months in Papua Island using data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). This study is an analytical study with a cross-sectional design that utilizes secondary data from SKI 2023. The sample included all children aged 0-59 months in Papua Island who met the inclusion criteria. The dependent variable was the incidence of stunting, while the main independent variable was LBW. Data analysis was performed univariately, bivariately, and multivariately using Cox regression to obtain risk estimates adjusted for covariates. The results showed a stunting prevalence of 27,12%. Multivariate analysis showed that LBW was not significantly associated with stunting (PR = 1,21; 95% CI: 0,81-1,81; p = 0,341). Conversely, incomplete antenatal care, maternal KEK status, not receiving exclusive breastfeeding, and child gender were confounding factors for the occurrence of stunting. These findings emphasize the importance of maternal factors and child care practices in preventing stunting in the Papua region.
Read More
T-7488
[s.l.] : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Shafa Khalishah Salsabila Ramadhani; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Asih Setiarini, Fathimah Sulistyowati Sigit, Tria Astika Endah Permatasari, Iing Mursalin
Abstrak:

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, perkembangan kognitif, dan produktivitas. Kabupaten/kota Pulau Papua masih menunjukkan prevalensi stunting yang tinggi, melebihi rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6–59 bulan di 29 kabupaten/kota Pulau Papua menggunakan pendekatan studi ekologi. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi linier berganda. Variabel yang dianalisis meliputi karakteristik ibu dan anak, asupan makanan, penyakit infeksi, praktik pengasuhan, akses layanan kesehatan, kondisi lingkungan, dan status ekonomi. Hasil analisis bivariat menunjukkan beberapa variabel memiliki hubungan signifikan dengan stunting, seperti tinggi badan ibu <150 cm, pendidikan ibu <SMA, keragaman pangan rendah, konsumsi tablet tambah darah <90 tablet, tidak ASI eksklusif, dan sanitasi tidak aman. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik dalam analisis multivariat. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis wilayah dan multisektoral yang mempertimbangkan konteks lokal dalam perencanaan intervensi stunting di Pulau Papua.
Kata kunci: stunting, studi ekologi, Pulau Papua, anak balita, faktor risiko


Stunting is a chronic nutritional problem with long-term impacts on health, cognitive development, and productivity. Districts and municipalities in Papua Island continue to show high stunting prevalence rates, exceeding the national average. This study aims to analyze the factors associated with stunting among children aged 6–59 months in 29 districts/municipalities of Papua Island using an ecological study approach. The research utilizes secondary data from the 2023 Indonesia Health Survey (SKI). Data analysis was conducted through univariate, bivariate, and multivariate methods using multiple linear regression. The analyzed variables included maternal and child characteristics, food intake, infectious diseases, childcare practices, healthcare access, environmental conditions, and economic status. Bivariate analysis revealed significant associations between stunting and several factors, such as maternal height <150 cm, education level below senior high school, low dietary diversity, iron tablet consumption <90 tablets, non-exclusive breastfeeding, and unsafe sanitation. However, no statistically significant associations were found in the multivariate analysis. These findings highlight the importance of area-based and multisectoral approaches that take local context into account in planning stunting intervention programs in Papua Island. Keywords: stunting, ecological study, Papua Island, under-five children, risk factors

Read More
T-7261
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive