Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Thiffa Allia Pangestu; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Masyitoh, Danik Hariyani
Abstrak: ABSTRAK
 
 
RSUP Fatmawati memiliki penugasan bagi dokter spesialis untuk melakukan tugas jaga di luar jam kerja yang disebut sebagai dokter on site. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus bedah cito on site yang tidak dihadiri oleh dokter operator on site yang berkewajiban. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara kehadiran dokter operator on site dengan response time operasi di OK Cito RSUP Fatmawati Tahun 2017. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan 1087 data sekunder kasus bedah cito on site pada Bulan Oktober 2016 ndash; Oktober 2017. Dalam periode satu tahun, 73 kasus bedah cito on site tidak dihadiri oleh dokter operator yang berkewajiban. Namun, rerata response time operasi pada periode tersebut masih mencapai target yaitu 90 menit 0,005. Dari hasil temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa rumah sakit perlu melakukan perbaikan pada peraturan yang berkaitan dengan kehadiran maupun tata kerja dokter operator on site.
 

 
ABSTRACT
 
 
RSUP Fatmawati specialist doctors have a duty on the after working hours called as doctor on site. Due to many of cito on site surgical cases which are not attended by the obligatory on site surgeon, this study was conducted to analyze the relation between the attendance of on site surgeon with the surgical response time at OK Cito RSUP Fatmawati 2017. The methods used in this research are quantitative and qualitative method with cross sectional design. The study used 1087 secondary data of cito on site surgical cases in October 2016 October 2017. In a one year period, 73 of cito on site surgical cases were not attended by an obligatory surgeon. However, the average of surgicall response time during that period still reaches the target that is 90 minutes 0,005. From the findings it can be concluded that the hospital needs to make some improvements to the regulations in relation to the attendance and work procedures of on site doctors.
Read More
S-9617
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tania Putri Andini; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Septiana Putri, Yout Savithri
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran hubungan response time SISRUTE dengan karakteristik rumah sakit. Lebih lanjut, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah, serta bahan pengambilan keputusan oleh rumah sakit dalam penggunaan aplikasi SISRUTE. Hasil penelitian disajikan secara kuantitatif dengan memanfaatkan perangkat Microsoft Excel dan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan terkait response time SISRUTE menurut akreditasi rumah sakit, jenis rumah sakit, kelas rumah sakit, dan pemilik rumah sakit, serta terdapat hubungan yang signifikan terkait response time SISRUTE menurut jumlah tempat tidur rumah sakit dan propinsi letak rumah sakit.
Read More
S-10581
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Radi Muharris Mulyana; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Jaslis Ilyas, M. Arza Putra, Winarto
Abstrak:

Instalasi Gawat Darurat (IGD) memegang peranan penting dalam penanganan awal trauma berat untuk mencegah kematian maupun kecacatan. IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah menerapkan sistem “Cipto Code Trauma” sejak 2019 untuk menjamin waktu tanggap trauma berat < 5 menit, meski capaiannya belum memenuhi target. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan faktor-faktor yang menjadi determinan waktu tanggap trauma berat di IGD RSCM, yang diharapkan dapat bermanfaat untuk perbaikan sistem. Penelitian dilakukan secara retrospektif terhadap pasien trauma berat yang berkunjung ke IGD RSCM tahun 2023-2024. Analisis dilakukan terhadap faktor pasien, struktur, dan proses layanan. Dari 124 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, karakteristik pasien terbanyak yaitu usia dewasa, laki-laki, dengan mekanisme kecelakaan lalu lintas, dan memiliki lebih dari 1 jenis cedera. Pasien umumnya datang tanpa Ambulans dan tanpa komunikasi pra-RS. Tanda vital saat datang sebagian besar normal. Pasien terbanyak datang pada malam hari, saat kondisi IGD padat, dengan jumlah tenaga di IGD mencukupi. Hanya 51,6 % pasien menggunakan jaminan. Rerata waktu tanggap trauma berat yaitu 12 menit 42 detik. Didapatkan bahwa faktor usia pasien, transportasi menggunakan Ambulans, frekuensi nadi saat pasien datang, waktu shift pelayanan di IGD, dan jumlah tim yang bertugas berhubungan dengan waktu tanggap pasien trauma berat di IGD RSCM. Waktu tanggap trauma berat tidak berhubungan dengan luaran pasien yaitu kebutuhan perawatan intensif maupun kematian.


 

Emergency Room (ER) plays a significant role in the initial management of severe trauma to prevent morbidity or mortality. Since 2019, ER of Cipto Mangunkusumo Hospital (CMH) have established “Cipto Code Trauma” system to ensure the response time of < 5 minutes, although the target has not yet been achieved. This study is performed to determine factors associated with response time for severe trauma in ER CMH, which could be beneficial for system improvement. This is a retrospective study on severe trauma patients admitted to ER CMH from 2023-2024. Analysis performed towards patient, structure, and process factors. Among the 124 samples fulfilling the inclusion and exclusion criteria, most patients are adults, men, due to traffic injury, and had more than 1 injury. Patients generally came without Ambulance nor prehospital communication. Vital signs were mostly normal. Patients mostly came on the night shift, during a crowded ER, and received by an adequate number of ER staff. Only 51,6 % of patients were covered with insurance. Mean response time was 12 minutes and 42 seconds. Patients’ age, Ambulance transportation, initial heart rate, time of service by shift, and number of personnel are associated with response time for severe trauma in ER CMH. Response time for severe trauma is not associated with the outcome of critical care requirement or mortality.

Read More
B-2523
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Melly Marlyana; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Masyitoh, Peby Maulina Lestari, Bambang Dwipoyono
Abstrak:
National Institute for Health and Care Excellence (NICE) merekomendasikan agar tindakan sectio caesarea (SC) emergensi pada kategori I dapat dilakukan dalam waktu 30 menit sejak diputuskan oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) Obgin hingga lahirnya bayi (decision to delivery interval). Pelayanan SC emergensi belum terlaksana dengan baik di RSUD Kayu Agung. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis hubungan waktu respons SC emergensi dengan luaran ibu dan neonatus menggunakan framework Donabedian. Pendekatan Explanatory sequential design (mixed methods), diawali pengumpulan, analisis dan interpretasi data dari 222 kasus SC emergensi di tahun 2022 secara kuantitatif. Untuk memperjelas faktor yang berkontribusi terhadap keterlambatan waktu respons SC emergensi dari domain struktur dan proses dilakukan pengumpulan, analisis, dan interpretasi data secara kualitatif. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber melalui wawancara mendalam pada 16 orang informan dan triangulasi metode melalui observasi lapangan dan telusur dokumen. Uji Chi-Square dengan alternatif uji Exact Fisher dan Kolmogorov Smirnov diaplikasikan pada analisis data kuantitatif. Temuan pada analisis kuantitatif yang berkontribusi terhadap waktu respons SC emergensi selanjutnya di-follow up dan dianalisis secara kualitatif dengan analisis konten. Capaian proporsi waktu respons SC emergensi di RSUD Kayu Agung sebesar 1,2% pada kategori I dan 39,6% pada kategori II, namun tidak berhubungan bermakna secara statistik dengan luaran ibu dan neonatus. Isu utama penyebab keterlambatan waktu respons SC emergensi dari domain struktur ditengarai kurang optimalnya penyiapan regulasi terkait PONEK. Sementara dari domain proses, keterlambatan persiapan pre operasi karena menunggu hasil laboratorium dan persiapan darah pre operasi, juga masalah komunikasi dan koordinasi antar unit dan manajemen rumah sakit yang belum berjalan dengan baik. Luaran maternal dan neonatal lebih tinggi pada kelompok waktu respons tidak sesuai rekomendasi pada kategori I. Penyusunan regulasi SC emergensi dalam 30 menit merupakan hal yang harus dilakukan segera.

The National Institute for Health and Care Excellence (NICE) recommends that category I emergency cesarean section (SC) procedures can be performed within 30 minutes from the decision of the Obgyn Patient Responsible Doctor (DPJP) until the birth of the baby (decision to delivery interval). Emergency SC services have not been carried out properly at RSUD Kayu Agung. This study aims to analyze the relationship between emergency SC response time and maternal and neonatal outcomes using the Donabedian framework. The explanatory sequential design (mixed methods) approach begins with the collection, analysis, and interpretation of data from 222 emergency SC cases in 2022 quantitatively. To clarify the factors contributing to the delay in emergency SC response time from the domain structure and process, qualitative data collection, analysis, and interpretation are carried out. Data validity was determined by triangulation of sources through in-depth interviews with 16 informants and triangulation of methods through field observation and document tracing. The Chi-Square test, with an alternative to the Exact Fisher test and Kolmogorov-Smirnov, was applied to quantitative data analysis. Findings from quantitative analysis that contribute to emergency SC response time are then followed up and analyzed qualitatively by content analysis. The achievement of the proportion of emergency SC response time at RSUD Kayu Agung was 1.2% in category I and 39.6% in category II, but was not statistically significant with maternal and neonatal outcomes. The main issue causing the delay in emergency SC response time from the structural domain is suspected to be the lack of optimal preparation of regulations related to PONEK. Meanwhile, in the process domain, delays in preoperative preparation due to waiting for laboratory results and preoperative blood preparation, as well as communication and coordination problems between units and hospital management, have not gone well. Maternal and neonatal outcomes were higher in the response time group than in category I. The preparation of emergency SC regulations within 30 minutes is something that must be done immediately.
Read More
B-2352
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tumpal Simatupang; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Wahyu Sulistiadi, Tangkudung, Suyanto
Abstrak: Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) yang cepat dan tepat sesuai standar waktu response time yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Dengan menggunakan metode lean, dapat dirumuskan upaya perbaikan untuk memperpendek waktu response time pada tindakan Seksio sesarea emergensi di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui value stream mapping alur tindakan, mengidentifikasi kegiatan non value added, waste dan kegiatan value added pada setiap alur pelayanan serta merencanakan future state map alur tindakan Seksio sesarea emergensi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan menggunakan metode lean melalui observasi dan telaah dokumen proses pelayanan dan juga wawancara kepada direksi, tim PONEK, pasien atau keluarga. Alur proses pelayanan PONEK di RSUD dr. Doris Sylvanus melibatkan sub unit terkait mulai dari triase sampai dimulainya tindakan di kamar operasi. Proses pelayanan yang terkait response time tindakan Seksio sesarea emergensi pada penelitian ini yaitu sejak penetapan keputusan tindakan, depo farmasi, BDRS/ PMI, kasir, transfer dan kamar operasi. Hasil penelitian ditemukan pada current state value streaming mapping tindakan seksio sesarea emergensi sebelum dan sesudah intervensi bahwa waktu yang digunakan untuk kegiatan non value added sebesar 41.17% menjadi 33,9% sedangkan kegiatan value added sebesar 58.83% menjadi 66,1% dengan total lead time 114,4 menit menjadi 49,2 menit sehingga masih diperlukan upaya perbaikan untuk memperpendek response time pelayanan PONEK di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya
The Comprehensive Emergency Obstetrics and Newborn Care (CEmONC/PONEK) services are required to reduce maternal deaths and infant mortality in an easy and sufficient response time performance. Improving the response times in the behavior of caesarean sections at RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya by means, the lean method could be established in this research. The aims of this research are to determine the value stream mapping of the flow, value added activities, non-value added activities and waste in the flow of services, and to prepare the future map in PONEK 's unit of RSUD dr Doris Sylvanus for the operational flow. This research used a qualitative approach using lean methods, by reviewing and evaluating data, and by carrying out insightful interviews with PONEK management, the patient and the family, respectively. The PONEK services run by dr. Doris Sylvanus required few things to be considered such as triage, registration, midwife and doctor evaluation, assessments, acts, prescription, cashiers, transfers and operating rooms. Cesarean section response time systems at RSUD dr. Doris Sylvanus's PONEK facilities are based on some of the policy decisions on the pharmacy store, BDR/ PMI, cashier, relocation and surgical room. The results of this study showed that in the current state of the streaming value mapping, before and after intervention, 41.17% of the non valued added activities for the caesarean sections emergency have been used change to 33.9% while the value added activities were showed at 58.83 % change to 66.1% with the total lead time 114.4 minutes change to 49.2 minutes, so that appropriate steps were needed to shorten the caesarean sections response time mapping in PONEK service of dr. Doris Sylvanus Hospital, Palangkaraya
Read More
B-2176
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Metiani Nurtsaltsiyah; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Dewi Apriyantini
S-8981
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Netty Siahaan; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Purnawan Junadi, Anhari Achadi, John Sihar Tony Marbun, Ati Nirwanawati
Abstrak: Kinerja pelayanan di IGD Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing masih dibawah Standar Pelayanan Minimal Kemenkes No 129 Tahun 2008 yaitu respon time dan kepuasan pelanggan. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja dengan menerapkan metode Lean. Penelitian ini menggunakan operasional research dengan pendekatan kualitatif bertujuan untuk melihat kinerja pelayanan IGD Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing sebelum dan sesudah penerapan metode Lean. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar waktu pelayanan merupakan non value added (waste) sebesar 65.39% sedangkan kegiatan value added sebesar 34,61%. Setelah penerapan metode Lean di IGD menghasilkan perbaikan kinerja pelayanan IGD dengan menurunkan kegiatan non value added menjadi 38,6% dan meningkatkan kegiatan value added menjadi 61,4 %. Perbaikan respon time dari 30,37 menjadi 10,4 menit dan kepuasan pelanggan dari 60,28% menjadi 77,78%. Keynote : Metode Lean, Value Added, Non Value Added, Kinerja, Respon Time, Kepuasan Pelanggan. The performance of service at IGD Cilincing Hospital still under Minimum Service Standard Kemenkes No 129/ 2008 that is the response time and customer satisfaction. One way to improve performance by applying the Lean method. This research uses operational research with qualitative approach aims to see service performance of IGD Cilincing Hospital Area before and after application of Lean method. The result of research shows that most of service time is non value added (waste) equal to 65.39% while value added activity is 34,61%. After the application of Lean method in IGD resulted in improved performance of IGD services by decreasing non value added activities to 38.6% and increasing value added activities to 61.4%. Improved response time from 30.37 to 10.4 minutes and customer satisfaction from 60.28% to 77.78%. Keywords : Lean Method, Value Added, Non Value Added, Performance, Response Time, Customer Satisfaction.
Read More
B-1919
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive