Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhammad Irfan; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Amal C. Sjaaf, Harimat Hendarwan, Sri Hananto Seno
Abstrak: Latar belakang: Ketersediaan tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) merupakan hal esensial yang wajib dipenuhi. Salah satu jenis fasyankes yang ada di Indonesia adalah Puskesmas. Dokter gigi merupakan salah satu jenis tenaga kesehatan yang wajib tersedia di setiap Puskesmas yaitu minimal tersedia satu dokter gigi untuk setiap Puskesmas. Namun dalam kenyataannya masih terdapat banyak Puskesmas yang tidak memiliki dokter gigi. Salah satu Riset Kesehatan Nasional di Indonesia (Rifaskes 2019) merupakan riset terbaru yang dapat digunakan untuk melihat fasilitas di Puskesmas termasuk ketersediaan dokter giginya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai ketersediaan dokter gigi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di tingkat Puskesmas. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional menggunakan data sekunder hasil Rifaskes Puskesmas 2019 yang didapatkan dari Badan Litbangkes Kemenkes RI. Unit analisis yang digunakan adalah Puskesmas.Kesimpulan: kondisi geografi, sumber daya finansial, dan sumber daya / fasilitas fisik yang dimiliki oleh Puskesmas dapat memberikan pengaruh terhadap penyediaan dokter gigi di Puskesmas. Saran: Diperlukan perhatian khusus dan tindak lanjut dari berbagai stakeholder kepada Puskesmas yang masih kesulitan dalam penyediaan fasilitas fisik dan finansial, diperlukan perhatian dalam akses pendidikan dokter gigi dan anaknya, kemudahan akses pelatihan dan diperlukan perbaikan kualitas data dalam hal meminimalisir data missing sehingga data yang digunakan untuk analisis di masa depan dapat lebih berkualitas dan pemenuhan tenaga dokter gigi di Puskesmas dapat terpenuhi sesuai standar yang berlaku.
Read More
T-6234
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iqbal Andri Makarim; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Helen Andriani, Vetty Yulianty Permanasari, Harimat Hendarwan, Atmiroseva
Abstrak:

Hingga saat ini dari indikator-indikator yang masuk ke dalam komponen pembayaran kapitasi berbasis kinerja yang diinisiasi oleh BPJS Kesehatan, indikator angka kontak menjadi yang pencapaiannya paling rendah dengan capaian nasional kurang dari 50% Puskesmas di Indonesia belum mencapai target angka kontak berdasar data Riset Fasil-itas Kesehatan (Rifaskes) 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor input dan karakteristik dengan ketercapaian angka kontak Puskesmas di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menerapkan penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Sampel dari penelitian ini adalah seluruh Puskesmas yang ada di Indonesia yang masuk dalam Rifaskes 2019 sebanyak 9.831 Puskesmas. Data dalam studi ini diperoleh dari data sekunder yang didapatkan dari hasil Rifaskes 2019. Dari penelitian ini didapatkan dari 5.384 Puskesmas, faktor kelengkapan alat kesehatan esensial poliklinik (OR=1,16; p=0,029), rasio dokter per 5000 peserta (OR=1,06; p<0,0001), rasio bidan per 5000 peserta (OR=1,01; p=0,033), dan pengelolaan keuangan berbasis BLUD (OR=1,13; p=0,062) secara signifikan memengaruhi ketercapaian angka kontak. Namun, model prediktif hanya menjelaskan 2,6% varians (Nagelkerke R²=0,026). Pada penelitian berikutnya dapat dilakukan perampingan data dan mengambil studi menilai pengaruh dari faktor-faktor lain seperti output Puskesmas atau demand dari sisi pasien. Diharapkan pihak berwenang dapat melengkapi alat kesehatan dan menambah tenaga kesehatan di Puseksmas guna meningkatkan angka kontak.


Of the indicators included in the performance-based capitation payment component in-itiated by BPJS Kesehatan, the contact rate indicator has the lowest achievement. Based on 2019 Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) data, less than 50% of Puskesmas in Indonesia did not reach the contact rate target. This study aimed to determine the effect of input and characteristics factors on contact rate achievement among Pusk-esmas in Indonesia. This analytical study applied a quantitative research design and used cross-sectional approach. The study sample included all 9,831 Puskesmas in In-donesia included in the 2019 Rifaskes. Data for this study were using secondary data obtained from the 2019 Rifaskes results. The study found that the completeness of es-sential medical equipment for polyclinics (OR = 1.16; p = 0.029), the ratio of doctors to 5,000 participants (OR = 1.06; p < 0.0001), the ratio of midwives to 5,000 partici-pants (OR = 1.01; p = 0.033), and BLUD-based financial management (OR = 1.13; p = 0.062) significantly influenced contact rate achievement. However, the predictive model only explained 2.6% of the variance (Nagelkerke R² = 0.026). Future research could refine the data and examine the influence of other factors, such as output factors or patient demand. It is expected that authorities should equip Puskesmas with medical equipment and increase the number of health workers to improve contact rates.

 

Read More
T-7416
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive