Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Lisda Dwi Rahayu; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Harry Patria, Hadi Pranoto
Abstrak:
Data statistik kecelakaan lalu lintas dunia dalam Global Status Report on Road Safety disebutkan bahwa setiap tahun, di seluruh dunia, lebih dari 1,25 juta korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan 50 juta orang luka berat. Hingga saat ini kecelakaan di jalan masih menjadi masalah di banyak industri, termasuk industri hilir minyak dan gas. PT. YY merupakan perusahaan distribusi minyak dan gas yang terus berupaya dalam mengendalikan risiko kecelakaan lalu lintas mobil tangki dengan menambah jumlah kendaraan dan awak mobil tangka (AMT). Penelitian ini menganalisis indikator kinerja dan faktor-faktor yang berkontribusi pada keparahan kecelakaan lalu lintas mobil tangki yang terjadi pada PT. YY tahun 2017-2019. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain studi retrospektif untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan mobil tangki di PT. YY. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang tersedia di PT YY. Terdapat 166 data kecelakaan lalu lintas mobil tangki yang diikutsertakan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan Road Accident Rate PT.YY Tahun 2017-2019 mengalami penurunan dari 0,36 menjadi 0,27. Begitu juga dengan fluktuasi Motor Vehicle Crash Rate (MVCR) mengalami penurunan dari 0,15 menjadi 0,05. Begitu juga severity mengalami penurunan selama periode 2017-2019. Berdasarkan jenis kecelakaan mobil tangki yang terjadi di PT.YY, 67,47% merupakan kecelakaan pasif, yaitu disebabkan faktor eksternal sisanya 32,53% merupakan kecelakaan aktif, yaitu disebabkan faktor internal. Sebagian besar kecelakaan mobil tangki disebabkan oleh kecelakaan pihak ketiga (31,33%), ditabrak pengemudi lain (27,11%), dan kelelahan (6,63%). Analisis multivariat menunjukkan ada hubungan bermakna antara kelompok umur dengan tingkat keparahan kecelakaan. Dimana AMT yang berumur40 tahun. Saran yang dapat direkomendasikan kepada PT. YY adalah perlu memiliki program preventif agar kondisi driver tetap dalam keadaan sehat dan bugar, seperti dengan memonitor waktu tidur dan menyediakan makan dengan gizi yang seimbang. Melakukan pengawasan AMT saat di jalan melalui technology camera real time dan memperkuat kembali sistem reward dan punishment. Perlu pula program digitalisasi guna memantau perilaku AMT dalam mengemudikan mobil tangki minyak dan mengkomunikasikan Route Hazard Map. Bagi faktor eksternal PT. YY perlu membangun Kerjasama secara horizontal dan vertical guna memperkuat arsitektur global manajemen keselamatan jalan
Global traffic accident statistics in the Global Status Report on Road Safety show that every year, worldwide, more than 1.25 million victims die from traffic accidents and 50 million people are seriously injured. Until now, road accidents are still a problem in many industries, including the downstream oil and gas industry. PT. YY is an oil and gas Distribution Company, the increasing number of tankers managed from year to year can certainly increase the risk that must be controlled. Likewise with the increase in the number of AMT each year which increased by an average of 13%. The purpose of this study is to analyze the performance indicators and factors that contribute to the severity of traffic accidents that occur at PT. YY 2017-2019. This research is analytic descriptive with retrospective study to analyze the factors associated with the incidence of tank car accidents at PT. YY. The research was conducted using secondary data available at PT YY. There are 166 accident data included in this study. The results show that the 2017-2019 PT.YY Road Accident Rate has decreased from 0.36 to 0.27. Likewise, the fluctuation of the Motor Vehicle Crash Rate (MVCR) has decreased from 0.15 to 0.05. Severity has decreased too, from 2017-2019. Based on the types of tank car accidents that occurred at PT.YY, 67.47% were passive accidents, namely due to external factors, the remaining 32.53% were active accidents, namely due to internal factors. Most of the tank car accidents were caused by third people accidents (31.33%), being hit by other drivers (27.11%), and fatigue (6.63%). Multivariate analysis showed a significant relationship between age groups and accident severity. AMT aged >40 years is 2.07 times more likely to experience accident severity than AMT aged ≤40 years. The suggestion that can be recommended to PT.YY is that it is necessary to have a preventive program so that drivers remain in good health and fitness, such as by monitoring sleep time and providing meals with balanced nutrition. Supervise AMT while on the road and reinforce the reward and punishment system. A digitization program is needed to monitor the behavior of AMT in driving an oil tanker and communicate the Route Hazard Map. For external factors, PT. YY needs to build cooperation horizontally and vertically to protect global architecture and road safety
Read More
Global traffic accident statistics in the Global Status Report on Road Safety show that every year, worldwide, more than 1.25 million victims die from traffic accidents and 50 million people are seriously injured. Until now, road accidents are still a problem in many industries, including the downstream oil and gas industry. PT. YY is an oil and gas Distribution Company, the increasing number of tankers managed from year to year can certainly increase the risk that must be controlled. Likewise with the increase in the number of AMT each year which increased by an average of 13%. The purpose of this study is to analyze the performance indicators and factors that contribute to the severity of traffic accidents that occur at PT. YY 2017-2019. This research is analytic descriptive with retrospective study to analyze the factors associated with the incidence of tank car accidents at PT. YY. The research was conducted using secondary data available at PT YY. There are 166 accident data included in this study. The results show that the 2017-2019 PT.YY Road Accident Rate has decreased from 0.36 to 0.27. Likewise, the fluctuation of the Motor Vehicle Crash Rate (MVCR) has decreased from 0.15 to 0.05. Severity has decreased too, from 2017-2019. Based on the types of tank car accidents that occurred at PT.YY, 67.47% were passive accidents, namely due to external factors, the remaining 32.53% were active accidents, namely due to internal factors. Most of the tank car accidents were caused by third people accidents (31.33%), being hit by other drivers (27.11%), and fatigue (6.63%). Multivariate analysis showed a significant relationship between age groups and accident severity. AMT aged >40 years is 2.07 times more likely to experience accident severity than AMT aged ≤40 years. The suggestion that can be recommended to PT.YY is that it is necessary to have a preventive program so that drivers remain in good health and fitness, such as by monitoring sleep time and providing meals with balanced nutrition. Supervise AMT while on the road and reinforce the reward and punishment system. A digitization program is needed to monitor the behavior of AMT in driving an oil tanker and communicate the Route Hazard Map. For external factors, PT. YY needs to build cooperation horizontally and vertically to protect global architecture and road safety
T-6100
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gama Widyaputra; Promotor: Fatma Lestari; Ko Promotor: Zulkifli Djunaidi, Mila Tejamaya; Penguji: Robiana Modjo, Mirza Mahendra, Kusnedi Soeharjo, Waluyo
Abstrak:
Read More
Truk tangki PT XYZ yang beroperasi di seluruh nusantara, merupakan angkutan Bahan Berbahaya dan Beracun atau Hazardous material yang memiliki risiko kecelakaan dan dampak terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan angka rasio dan permodelan kecelakaan truk tangki serta dampaknya terhadap lingkungan, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian, menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data sekunder kuantitatif dan kualitatif. Analisis data menggunakan metode Root Cause Analisys untuk mendapatkan faktor risiko penyebab kecelakaan truk tangki yang terdiri dari faktor manusia, teknis, kesisteman, prasarana, dan eksternal, analisis tindakan halangan (barrier) berupa intervensi dan mitigasi, analisis dampak dari kecelakaan berupa konsekuensi dan eskalasi, serta Road Accident Rate (RAR) untuk menghitung rasio dengan rumus jumlah kecelakaan dibagi dengan jarak tempuh. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kejadian puncak (top event) PT XYZ dari tahun 2014 sampai tahun 2017 berjumlah 612 kejadian, terdiri dari tabrakan sebesar 70,10%, keluar jalur 20,59%, terguling 5,88% dan kebakaran 3,43%. Subfaktor risiko yang signifikan sebagai penyebab kecelakaan adalah kesalahan pihak lain (faktor eksternal) dan kesalahan manusia (faktor manusia). Kedua subfaktor penyebab kecelakaan tersebut independen dan tidak berinteraksi satu dengan lainnya. Terdapat pengaruh bermakna intervensi pada skor Sistim Manajemen Keselamatan Transportasi Darat (SMKTD), dan angka RAR. Mitigasi terhadap kejadian puncak dapat mengurangi dampak truk tangki tidak dapat beroperasi, api gagal dipadamkan, serta gangguan penyaluran bahan Bakar Minyak (BBM) ke konsumen. Kegagalan mitigasi menyebabkan eskalasi dampak terhadap truk tangki antara lain: rusak, terguling, kebakaran habis, terjadi tumpahan BBM, kerugian pihak ketiga, ledakan dan masuk jurang, korban luka berat dan korban meninggal dunia. Kejadian puncak yang direspon sebesar 97,70% dengan tingkat keberhasilan 29,15%. Penelitian menghasilkan dua permodelan yaitu permodelan risiko kecelakaan pada transportasi truk tanki pengankut BBM di PT XYZ yang menggambarkan kejadian sejak ada bahaya, intervensi, kejadian puncak, mitigasi dan konsekuensi serta eskalasi dan permodelan kejadian puncak RAR truk tangki tahun 2014- 2017 dengan menggunakan Analisis statistik multivariate. Diperoleh rumus konstanta sebesar -1,632 + (0,844 x subfaktor kesalahan pihak lain) + (0,495 x subfaktor kesalahan manusia). Secara keseluruhan permodelan kejadian puncak menunjukan penurunanan kecelakaan karena nilai konstanta yang negatif dan subfaktor pengali dibawah angka satu. Selanjutnya prediksi angka RAR 5 tahun ke depan (tahun 2018 s/d 2022), dihitung menggunakan regresi linier dengan tahun kejadian sebagai variabel independen, diperoleh akurasi prediksi sebesar 75,88% pada tahun 2018 dan 76,67% pada tahun 2019. Kesimpulan dari penelitian ini adalah RAR merupakan angka frekuensi yang dipengaruhi oleh beberapa risiko, yaitu faktor: manusia, teknis, kesisteman, prasarana, dan eksternal. Faktor risiko yang berpengaruh bermakna adalah faktor eksternal dan manusia. Hasil penelitian menyarankan untuk menurunkan angka kecelakaan, perusahaan PT XYZ dan pengelola fleet management perlu melakukan program komprehensif berupa intervensi dan mitigasi serta internalisasi, dan keterlibatan berbagai pihak diperlukan antara lain Badan otoritas dan aparat penegak hukum lalu lintas jalan raya dalam kegiatan terstruktur antara lain membuat peraturan khusus kendaraan dan jalur angkutan hazmat, membangun tim penanggulangan hazmat, melakukan kampanye berskala nasional mengenai keselamatan angkutan hazmat yang di kombinasikan ix Universitas Indonesia dengan pengawasan dan penegakan hukum yang tegas serta tidak pandang bulu dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
D-432
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
