Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Imas Rahmi Wisdiani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Djoni Darmadjaja
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Imas Rahmi Wisdiani Program Studi : Kajian Adminstrasi Rumah Sakit Judul Tesis : Analisis Implikasi Sistem Pembayaran JKN terhadap Pendapatan Rumah Sakit di Dua Rumah Sakit Swasta Kelas C di Karawang Tahun 2017 (Studi Kasus Herniotomi Tanpa Penyulit) Besaran tarif yang diatur dalam INA-CBG mendorong rumah sakit untuk menciptakan berbagai macam upaya khususnya berupa usaha pengendalian biaya agar tercipta efisiensi yang baik dan mutu pelayanan kesehatan tetap berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi system pembayaran JKN terhadap pendapatan rumah sakit di dua rumah sakit swasta kelas C berdasarkan tarif BPJS dan tarif rumah sakit. Desain penelitian ini berupa studi kasus di dua rumah sakit swasta kelas C dengan desain potong lintang dan melihat tren yang terjadi pada periode tahun 2014 – 2016. Pengumpulan data dilakukan dalam dua bagian, analisis kuantitatif  bertujuan untuk menganalisis selisih pendapatan berdasarkan tarif BPJS dan tarif rumah sakit dan menganalisis komponen-komponen yang menentukan besaran tarif rumah sakit. Analisis kualitatif bertujuan untuk mendapatkan informasi kebijakan-kebijakan dan upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak manajemen rumah sakit dalam merespon selisih biaya. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2017 di RS A dan RS B dengan karakteristik rumah sakit yang mirip dan bekerjasama dengan BPJS sejak tahun 2014. Terdapat  selisih negatif antara pendapatan berdasarkan tarif umum dengan pendapatan berdasarkan tarif BPJS pada periode tahun 2014 – 2016 baik di RS A maupun di RS B. Selisih negative di RS A sebesar  21,2% dari nilai pendapatan berdasarkan tarif umum, dan selisih negative di RS B sebesar 50,5% dari nilai pendapatan berdasarkan tarif umum. Besaran tarif dan metode pembayaran INACBGs menyebabkan adanya upaya-upaya efisiensi dan kendali biaya rumah sakit bagi pasien BPJS berupa pembayaran jasa medis yang lebih rendah, penggunaan obat generik, pengendalian pemeriksaan penunjang, pengendalian biaya di ruang operasi serta pengendalian jumlah hari rawat. Kata kunci : pembayaran JKN, pendapatan Rumas sakit,  Rumah Sakit swasta,


ABSTRACT Nama : Imas Rahmi Wisdiani Program Studi : Hospital Administration Judul Tesis : Analysis on JKN Payment System and its relation to Hospital Income in two type C private hospitals in Karawang, 2017 The implementation of payment system using INA-CBGs (bundling) has lead hospital to improve efficiency to provide good quality of care. The purpose of this study is to analyze implication of JKN payment system toward hospital revenue in two type C private hospitals. This case study in two type C private hospitals was done using Cross Sectional design. Data was retrospectively collected to capture trend for period 20142016,and analysed to compare hospital revenue using hospital charge vs BPJS payment scheme as set up by BPJS. The study was conducted in May-June 2017 covering 548 cases with Herniotomy in the two private hospitals with similar characteristics and contracted as BPJS service provider since 2014. The study revealed that both hospitals tend to have lower revenue from BPJS using bundling scheme as compared to hospital charge, for period 2014-2016. The result showed that in hospital A  21,2% loss and in hospital B was 50,5% loss, this may caused by unefficient use of resources, or no proper monitoring system. The two hospitals have tried to improved efficiency, implement cost containment such as fee adjustment, use of generic drug, proper length of stay, cost containment in providing medical exam and operation. Key words: JKN payment, private hospital, revenue

Read More
B-1928
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gemala Chairunnisa Puteri; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Deni T. Sugiarto
Abstrak: Mengantisipasi persaingan yang semakin tinggi, Rumah Sakit Umum Zahirah berupaya mengadakan kerja sama dengan perusahaan. Indikator keberhasilannya tiga perusahaan per bulan atau 36 perusahaan per tahun, belum dapat terpenuhi. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini bertujuan mengetahui penyebab masalah dari sisi input maupun bauran pemasaran. Kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, kuantitas dan kesediaan anggaran, sarana dan prasarana yang ada, belum mencukupi. Program kerja yang tidak rutin dilakukan, kebijakan dan prosedur yang tidak didahului dengan identifikasi kebutuhan perusahaan yang akan diajak bekerjasama, merupakan penyebabnya. Selain itu, produk yang diminta perusahaan tidak dapat disediakan oleh rumah sakit dan tarif tidak sesuai plafon perusahaan. Lokasi juga dianggap kurang strategis. Promosi yang dilakukan masih terbatas di sekitar rumah sakit. Disarankan untuk mengupayakan perbaikan terhadap input dan bauran pemasaran, fokus kerja sama dengan pihak-pihak lainnya yang memberikan peluang lebih besar dalam peningkatan jumlah pasien dan pendapatan rumah sakit.
 

 
To anticipate increased competition, Zahirah hospital tries to increased number of company as client. Indicator of success is at least three companies per month or 36 companies per year, have not been met. This qualitative research aims to find the cause of the problem in terms of inputs and the marketing mix. Quantity and quality of human resources, quantity and availability of budget, facilities and infrastructure, were found inadequate. Other challenges were the program was not routinely performed, policy and procedure were not based on client’s need. In addition, the requested product could not be provided and exceeded company’s affordability. Location was also considered as less strategic. Promotion was limitedly done around the hospital area. It is advised to improve its input and marketing mix, as well as focusing on potential client to increase demand and revenue.
Read More
S-7942
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faradisa Mulya; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Jaslis Ilyas, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Persentase turnover perawat di beberapa rumah sakit swasta di Indonesia melewati standar turnover yaitu 10%, seiring dengan tingginya persentase turnover intention sebagai prediktor dari turnover. Turnover intention menimbulkan banyak dampak negatif, terlebih apabila berkembang menjadi turnover. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap turnover intention perawat rumah sakit swasta di Indonesia serta mengetahui gambaran turnover dan turnover intention dengan menggunakan metode literature review. Basis data pencarian literatur yang digunakan adalah Google Scholar, Garuda, Neliti, dan grey literature dari Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (Pusinfokesmas FKM UI), dan Universitas Indonesia Library. Setelah melalui proses pencarian, skrining, dan ekstraksi, didapatkan 13 penelitian relevan yang dianalisis. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa rentang persentase turnover perawat berkisar dari 8.16% hingga 41.37%. Sementara rentang persentase turnover intention perawat berkisar dari 26.6% hingga 100%. Faktor-faktor yang mempengaruhi turnover intention terbagi menjadi tiga kategori, yaitu faktor karakteristik individu, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi. Faktor karakteristik individu yang mempengaruhi turnover intention adalah usia muda, jenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan rendah, belum menikah, dan lama kerja yang rendah. Terdapat tiga faktor kepuasan kerja yang dominan ditemukan berpengaruh terhadap turnover intention, yaitu kompensasi, peluang promosi, dan pekerjaan, diikuti dengan supervisi dan rekan kerja.

The percentage of nurse turnover in several private hospitals in Indonesia exceeds the turnover standard of 10%, along with the high percentage of turnover intention as a predictor of turnover. Turnover intention has many negative impacts, particularly if it develops into turnover. This study aims to determine the factors that influence the turnover intention of nurses in private hospitals in Indonesia and to know the description of turnover and turnover intention by using the literature review method. Literature search databases used were Google Scholar, Garuda, Neliti, and grey literature from the Public Health Information Center (Pusinfokesmas FKM UI), and the University of Indonesia Library. After going through the search, screening, and extraction processes, 13 relevant studies were analyzed. The search results show that the nurse turnover percentage ranges from 8.16% to 41.37%. While the nurse turnover intention percentage ranges from 26.6% to 100%. Factors that influence turnover intention are divided into three categories, namely individual characteristics, job satisfaction, and organizational commitment. Individual characteristic factors that affect turnover intention are young age, female sex, low education level, single, and low working time. There are three dominant job satisfaction factors found to influence turnover intention, namely compensation, promotion opportunities, and work, followed by supervision and co-workers.
Read More
S-11324
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Abshar Ridwan Hasyim; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Puput Oktamianti, Djoni Darmadjaja, Amila Megraini
Abstrak: Rumah Sakit ABC Jakarta yang mulai bekerjasama dengan BPJS Kesehatan padaMei 2017, melihat kebutuhan untuk merekrut dokter spesialis full timer untuk menunjangpelayanan spesialistik pada era JKN. Dengan belum siapnya sistem tunjangan yang baikdi Rumah Sakit ABC Jakarta, maka diperlukan adanya suatu rancangan remunerasisebagai sistem tunjangan dokter spesialis di Rumah Sakit ABC Jakarta pada era JKN.Metode penelitian yang digunakan merupakan kombinasi antara penelitiankuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primerdidapat dari wawancara mendalam dan survey, sementara data sekunder diambil dari hasiltelaah dokumen. Penelitian ini menghasilkan rancangan sistem remunerasi untuk dokterspesialis yang diadaptasi dari Keputusan Menteri Kesehatan No. 625/Menkes/SK/V/2010dan Buku Panduan Remunerasi IDI tahun 2016, yang memperhatikan prinsip-prinsipremunerasi serta tiga komponen remunerasi (Pay for Position, Pay for Performance danPay for People).Kata kunci : rancangan remunerasi, remunerasi dokter, remunerasi di era JKN,remunerasi di rumah sakit swasta, prinsip remunerasi, komponenremunerasi.
ABC Hospital Jakarta, which began to have an agreement with BPJS HealthInsurance in May 2017, saw the need to recruit full timer specialists to support specialistservices in the NHC era. With the absence of a good allowance system at ABC HospitalJakarta, it was necessary to have a design on remuneration for medical specialist as anallowance system at ABC Hospital Jakarta in the NHC era.The research method used was a combination of quantitative and qualitative studyusing primary and secondary data. Primary data obtained from in-depth interviews andsurveys, while secondary data was taken from the results of document review. This studyresulted in the design of a remuneration system for specialists adapted from the Ministerof Health Decree No. 625/Menkes/SK/V/2010 and IDI Remuneration Guidebook of2016, which taken into account the principles of remuneration and three components ofremuneration (Pay for Position, Pay for Performance and Pay for People).Keywords : remuneration design, remuneration for doctor, remuneration in NHC era,remuneration in private hospital, principles of remuneration, component ofremuneration.
Read More
B-1961
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rohsaelendrayana; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Iman Santoso, Purnawan Junadi
Abstrak:
Latar Belakang: RS Hermina Bekasi merupakan rumah sakit swasta dengan layanan unggulan dan potensi pengembangan pasien non-Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, proporsi pasien JKN masih lebih tinggi dibandingkan pasien non-JKN, sehingga diperlukan strategi pemasaran untuk meningkatkan kunjungan pasien non-JKN. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menyusun strategi pemasaran untuk meningkatkan kunjungan pasien non-JKN di RS Hermina Bekasi melalui analisis kondisi pemasaran, faktor internal dan eksternal, rumusan strategi, serta indikator keberhasilan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode marketing research berkarakteristik deskriptif dan eksploratif. Informan dipilih secara purposive purposif berdasarkan prinsip kesesuaian dan kecukupan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen, dan studi literatur. Analisis menggunakan sintesis The Strategy-Formulation Analytical Framework dan The Stages of Building a Marketing Plan Framework. Hasil: RS Hermina Bekasi memiliki kekuatan pada layanan unggulan, dokter spesialis dan subspesialis, teknologi medis, reputasi Hermina, SDM garis depan pelayanan seperti petugas front office, perawat, Staf Fungsional Eksekutif, case manager, farmasi, dan kasir, serta nursing marketing, dan dukungan Hermina Group. Kelemahan meliputi persepsi sebagai rumah sakit BPJS dan ibu-anak, fungsi marketing belum optimal, keterbatasan data pemasaran, digital marketing, proses pelayanan, dan bukti fisik layanan. Peluang berasal dari potensi pasar Bekasi, pasien out of pocket, kerja sama perusahaan dan asuransi, komunitas, kebutuhan layanan spesialistik, serta digital marketing. Ancaman meliputi persaingan rumah sakit swasta, ekspektasi pasien non-JKN, sensitivitas harga, Coordination of Benefit, dan review online. Skor EFE 3,12 dan IFE 3,05 menempatkan RS Hermina Bekasi pada posisi grow and build yang mendukung untuk melakukan strategi pertumbuhan secara intensif dan integratif. Strategi definitif meliputi penguatan layanan unggulan, segmentasi pasar, positioning, kemitraan, pemasaran berbasis data, digital marketing, customer journey, program priority, dan bukti fisik layanan. Kesimpulan:  Strategi pemasaran pasien non-JKN perlu diarahkan pada strategi pertumbuhan terintegrasi antara pemasaran dan pelayanan. Peningkatan pasien non-JKN tidak cukup melalui promosi, tetapi perlu didukung penguatan layanan unggulan, positioning, data pemasaran, digital marketing, nursing marketing, program priority, customer journey, dan evaluasi berbasis indikator.

Background: RS Hermina Bekasi is a private hospital with center of excellence services and potential for developing non-National Health Insurance (non-JKN) patients. However, the proportion of JKN patients remains higher than that of non-JKN patients, indicating the need for a marketing strategy to increase non-JKN patient visits. Objectives: This study aimed to develop a marketing strategy to increase non-JKN patient visits at RS Hermina Bekasi by analyzing current marketing conditions, internal and external factors, strategy formulation, and success indicators. Method: This study used a qualitative approach with a descriptive and exploratory marketing research method. Informants were selected purposively based on the principles of appropriateness and adequacy. Data were collected through in-depth interviews, observation, document review, and literature study. The analysis used a synthesis of The Strategy-Formulation Analytical Framework and The Stages of Building a Marketing Plan Framework. Results: RS Hermina Bekasi has strengths in center of excellence services, specialist and subspecialist doctors, medical technology, Hermina’s reputation, frontline service personnel including front office staff, nurses, Executive Functional Staff, case managers, pharmacy staff, and cashiers, as well as nursing marketing and support from Hermina Group. Weaknesses include the perception as a BPJS and mother-child hospital, suboptimal marketing functions, limited marketing data, digital marketing, service processes, and physical evidence of services. Opportunities arise from the Bekasi market potential, out-of-pocket patients, partnerships with companies and insurance providers, communities, the need for specialist services, and digital marketing. Threats include competition among private hospitals, high expectations of non-JKN patients, price sensitivity, Coordination of Benefit, and online reviews. The EFE score of 3.12 and IFE score of 3.05 placed RS Hermina Bekasi in the grow and build position, supporting intensive and integrative growth strategies. The definitive strategies include strengthening center of excellence services, market segmentation, positioning, partnerships, data-based marketing, digital marketing, customer journey, Program Priority, and physical evidence of services. Conclusion: The marketing strategy for non-JKN patients should be directed toward an integrated growth strategy between marketing and service delivery. Increasing non-JKN patients cannot rely solely on promotion, but must be supported by strengthening center of excellence services, positioning, marketing data, digital marketing, nursing marketing, Program Priority, customer journey, and indicator-based evaluation.
Read More
B-2598
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunisa Hasna Hanafi; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Supriyantoro, Reny Puspita
Abstrak:
Latar Belakang: Dominasi pasien JKN di rumah sakit swasta Indonesia menciptakan tekanan nyata terhadap diversifikasi pendapatan dan inovasi layanan. RSU Hermina Palembang, rumah sakit swasta tipe C, menghadapi paradoks struktural di mana 73,6% pasiennya merupakan peserta BPJS, sementara Poli Rawat Jalan Eksekutif sebagai unit layanan unggulan belum mencapai target proporsi pasien non-BPJS. Kondisi ini mengindikasikan kepemimpinan unit belum sepenuhnya beroperasi dalam kerangka entrepreneurial. Kajian empiris mengenai Entrepreneurial Leadership (EL) di rumah sakit swasta kelas menengah Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik EL pada kepemimpinan Poli Rawat Jalan Eksekutif RSU Hermina Palembang sebagai dasar rekomendasi pengembangan kepemimpinan entrepreneurial dalam konteks rumah sakit swasta tipe C. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus tunggal kualitatif dengan Thematic Analysis (Braun & Clarke, 2006). Data dikumpulkan melalui triangulasi tiga sumber: wawancara mendalam dengan enam informan lintas hierarki (PLT Direktur, Wadir Medis, Manajer Yanmed, Ka. Instalasi Poli Eksekutif, Ka. Keperawatan, dan Staf Poli Eksekutif), observasi non-partisipan Morning Meeting, serta telaah tiga belas dokumen internal institusi. Karakteristik EL dioperasionalisasikan melalui empat dimensi, inovasi, proaktivitas, pengambilan risiko terukur, dan orientasi peluang, berdasarkan Renko et al. (2015) dan Bagheri dan Harrison (2020). Hasil: Keempat dimensi EL teridentifikasi nyata pada kepemimpinan Poli Rawat Jalan Eksekutif, dikonfirmasi melalui triangulasi konvergen. Inovasi terekam paling kuat (28 entri koding) dalam tiga lapis: layanan klinis baru, sistem operasional, dan inisiatif SDM. Proaktivitas teridentifikasi paling kokoh secara metodologis, dikonfirmasi sekaligus dari laporan diri, perspektif bawahan, atasan, dan observasi langsung. Pengambilan risiko terukur berwujud melalui "budaya banding" yang terlembaga. Orientasi peluang terdistribusi secara asimetris, terkuat di level taktis-operasional. Faktor kontekstual menunjukkan dukungan manajemen puncak sebagai pendukung dominan, sementara kesenjangan kompetensi SDM dan posisi struktural unit di bawah Departemen Pemasaran menjadi penghambat utama. Evaluasi kesesuaian EL di RS Tipe C menghasilkan penilaian kondisional-progresif: EL tidak hanya sesuai tetapi diperlukan dalam ekosistem JKN, dengan kesesuaian yang bertumpu pada kehadiran kepemimpinan puncak aktif, bukan kematangan sistem formal. Kesimpulan: Karakteristik EL teridentifikasi dan nyata pada kepemimpinan Poli Rawat Jalan Eksekutif RSU Hermina Palembang, tumbuh secara organik meski tanpa pengakuan institusional formal. Penelitian ini berkontribusi pada varian EL konteks layanan kesehatan yang dimoderasi oleh akuntabilitas klinis, serta menegaskan bahwa keterbatasan RS Tipe C bukan hambatan EL, melainkan konteks yang mempertegas urgensinya.

Background: The growing dominance of National Health Insurance (JKN) in Indonesian private hospitals has placed significant pressure on revenue diversification and service innovation. RSU Hermina Palembang, a Type C private hospital, faces a structural paradox in which 73.6% of its patients are BPJS members, while the Executive Outpatient Clinic, its premium service unit, has failed to meet its non-BPJS patient proportion targets. This condition signals that leadership in the unit may not yet operate fully within an entrepreneurial framework. This study therefore aims to analyze the characteristics of Entrepreneurial Leadership in the leadership of the Executive Outpatient Clinic of RSU Hermina Palembang as a basis for recommending entrepreneurial leadership development in a Type C private hospital context. Methods: This study employed a qualitative single-case study design with Thematic Analysis (Braun & Clarke, 2006), using methodological triangulation across three data sources: in-depth interviews with six informants across hierarchical levels, non-participant observation, and analysis of thirteen institutional documents. EL characteristics were operationalized through four dimensions: innovation, proactivity, calculated risk-taking, and opportunity orientation based on Renko et al. (2015) and Bagheri and Harrison (2020). Results: ll four EL dimensions were identified in the leadership of the Executive Outpatient Clinic, confirmed through convergent triangulation. Innovation was most strongly evidenced (28 coding entries), manifesting across new clinical services, operational systems, and human resource initiatives. Proactivity was the most methodologically robust dimension, confirmed simultaneously from self-report, subordinate, superior, and observational data. Calculated risk-taking operated through an institutionalized escalation culture rather than impulsive decision-making. Opportunity orientation was asymmetrically distributed, strongest at the tactical-operational level. Contextual analysis identified top management support as the dominant enabling factor, while SDM competency gaps and structural positioning under the Marketing Department functioned as primary inhibitors. EL fit evaluation yielded a conditional-progressive assessment: EL is not only suitable but necessary for a Type C hospital under JKN ecosystem pressures, though contingent on active top-leadership support rather than formal systems maturity. Conclusion: Entrepreneurial Leadership characteristics are identifiable and real in the Executive Outpatient Clinic of RSU Hermina Palembang, emerging organically despite the absence of formal institutional recognition. The study contributes an empirically grounded variant of EL in healthcare settings, one moderated by clinical accountability as a legitimate boundary, and proposes that in Type C hospitals, structural and resource limitations do not obstruct EL but rather amplify its urgency.
Read More
B-2620
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggraina Diastri; Pembimbing: Rico Kurniawan; Penguji: Artha Prabawa, Popy Yuniar, Lutfi Rinaldi Syahbana, Arif Purnomo Aji
Abstrak:
Latar belakang: Transformasi digital di sektor kesehatan menjadi semakin signifikan sejak pandemi COVID-19, mendorong percepatan implementasi teknologi informasi, termasuk Rekam Medis Elektronik (RME). Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Rumah Sakit Swasta Tipe C, untuk menerapkan RME. Namun, keberhasilan implementasi RME tidak hanya bergantung pada keberadaan sistem, tetapi juga pada tingkat kematangan digital rumah sakit. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kematangan digital terhadap implementasi RME di Rumah Sakit Swasta Tipe C. Metodologi penelitian: Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei cross-sectional terhadap 202 tenaga kesehatan di RS Swasta Tipe C. Instrumen penelitian mengacu pada Digital Maturity Index (DMI) Kementerian Kesehatan dengan tujuh dimensi utama, serta lima dimensi implementasi RME yang diadaptasi dari model Technology Acceptance Model (TAM). Data dianalisis menggunakan PLS-SEM untuk menguji validitas, reliabilitas, dan hubungan antar variabel. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan digital berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan implementasi RME, dengan dimensi "Pemanfaatan Data" dan "Ketersediaan Fitur RME dalam pelayanan kesehatan" menjadi faktor dominan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam menyusun strategi penguatan digitalisasi rumah sakit dan menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam mendukung transformasi digital yang efektif dan berkelanjutan.


Background: Digital transformation in the healthcare sector has become increasingly significant since the COVID-19 pandemic, driving the accelerated implementation of information technology, including Electronic Medical Records (RME). In Indonesia, the Ministry of Health has required all healthcare facilities, including Type C Private Hospitals, to implement RME. However, the successful implementation of RME depends not only on the existence of the system, but also on the hospital's level of digital maturity. Research Objective: This study aims to analyse the effect of digital maturity level on RME implementation in Type C Private Hospitals. Research Methodology: The research was conducted with a quantitative approach using a cross-sectional survey method of 202 health workers in Type C private hospitals. The research instrument refers to the Ministry of Health's Digital Maturity Index (DMI) with seven main dimensions, as well as five dimensions of RME implementation adapted from the Technology Acceptance Model (TAM). Data were analysed using PLS-SEM to test the validity, reliability, and relationship between variables. Research Results: The results showed that the level of digital maturity significantly influenced the success of RME implementation, with the dimensions of ‘Data Utilisation’ and ‘Availability of RME Features in health services’ being the dominant factors. This research provides a practical contribution in developing strategies to strengthen hospital digitalisation and provides input for policy makers in supporting effective and sustainable digital transformation
Read More
T-7413
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herman Tuah Sitohang; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Popy Yuniar, Savitri Handayana, Intan Rachmita Sari
Abstrak:
Implementasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) merupakan bagian dari upaya transformasi digital kesehatan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem rujukan pelayanan kesehatan di Indonesia. Meskipun implementasi SISRUTE telah diwajibkan bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, evaluasi terhadap efektivitas implementasinya, khususnya pada rumah sakit swasta, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas implementasi SISRUTE di rumah sakit swasta wilayah Jakarta Barat menggunakan pendekatan Human-Organization-Technology Fit (HOT-Fit) Model untuk menganalisis hubungan aspek manusia, organisasi, dan teknologi terhadap manfaat bersih (net benefit) implementasi sistem. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diadaptasi dari instrumen HOT-Fit dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Sebanyak 183 responden dari 17 rumah sakit swasta di wilayah Jakarta Barat memenuhi kriteria sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediksi yang baik dengan nilai R² sebesar 0,730 pada variabel kepuasan pengguna, 0,872 pada penggunaan sistem, dan 0,800 pada manfaat bersih. Dari sembilan hipotesis yang diuji, enam hipotesis diterima dan tiga hipotesis ditolak. Kepuasan pengguna berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan sistem (β=0,415; p<0,001) dan manfaat bersih (β=0,570; p<0,001). Struktur organisasi berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem (β=0,425; p<0,001), lingkungan organisasi berpengaruh positif terhadap manfaat bersih (β=0,378; p<0,001), serta kualitas sistem berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem (β=0,190; p=0,010) dan kepuasan pengguna (β=0,485; p=0,002). Sebaliknya, dukungan manajemen terhadap penggunaan sistem, kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna, dan kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SISRUTE di rumah sakit swasta belum cukup efektif karena masih diperlukan dukungan manajemen dalam meningkatkan penggunaan sisrute dan diperlukan peningkatan kualitas informasi dan kualitas layanan dalam meningkatkan kepuasan pengguna SISRUTE. Kata kunci: SISRUTE, HOT-Fit Model, Evaluasi Sistem Informasi, Rumah Sakit Swasta, SEM-PLS, Kepuasan Pengguna, Manfaat Bersih.

The implementation of the Integrated Referral Information System (SISRUTE) is part of the digital health transformation effort aimed at enhancing the effectiveness and efficiency of the healthcare referral system in Indonesia. Although SISRUTE implementation has been mandated for all healthcare facilities, evaluations regarding the effectiveness of its implementation—particularly in private hospitals—remain limited. This study aims to evaluate the effectiveness of SISRUTE implementation in private hospitals in West Jakarta City using the Human-Organization-Technology Fit (HOT-Fit) model to analyze the relationships between human, organizational, and technological aspects and the net benefits of the system's implementation. A quantitative research with a cross-sectional design was employed. Data were collected via structured questionnaires adapted from the HOT-Fit instrument and analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). A total of 183 respondents from 17 private hospitals in West Jakarta City met the criteria for the study sample. The results indicate that the model possesses good predictive capability, with R² values of 0.730 for user satisfaction, 0.872 for system use, and 0.800 for net benefits. Of the nine hypotheses tested, six were accepted and three were rejected. User satisfaction had a positive and significant effect on system use (β=0.415; p<0.001) and net benefits (β=0.570; p<0.001). Organizational structure positively influenced system use (β=0.425; p<0.001), organizational environment positively influenced net benefits (β=0.378; p<0.001), and system quality positively influenced system use (β=0.190; p=0.010) and user satisfaction (β=0.485; p=0.002). Conversely, management support for system usage, information quality regarding user satisfaction, and service quality regarding user satisfaction did not show a significant relationships. The study concludes that the implementation of SISRUTE in private hospitals is not yet sufficiently effective; management support is still required to increase system usage, and improvements in information quality and service quality are needed to enhance user satisfaction.
Read More
B-2631
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive