Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 46 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dewi Harfina S.
JKI Vol.IV, No.1
Jakarta : LIPI, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vanny Aprilianny; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni Djokosudjono, Widjaja Lukito
Abstrak: Hipertensi merupakan penyebab tingginya prevalensi penyakit kardiovaskuer dandiperkirakan menjadi penyebab kematian didunia sebesar 9,4 juta atau 95%.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengankejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa di wilayah urban dan ruralterpilih. Kedua daerah tersebut memiliki prevalensi hipertensi cukup tinggi yaitusebesar 34,9% di wilayah urban dan 43,1% di wilayah rural. Desain penelitian iniadalah kuantitatif observasional cross-sectional menggunakan data penelitianStrategi Nasional pada tahun 2011 dengan jumlah sampel 361 orang. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa 39,3% responden hipertensi dan 60,7% respondentidak hipertensi. Terdapat hubungan signifikan antara umur, jenis kelamin, tingkatpendidikan, hiperglikemia, konsumsi fast food, dan konsumsi kopi. Instansi yangterkait diharapkan mampu memotivasi penderita hipertensi untuk melakukanpengecekan gula darah, serta memberikan edukasi gizi dan kesehatan yang efektifdan efisien.Kata Kunci: hipertensi, urban, rural, dan dewasa.
Hypertension is a causes the high prevalence of cardiovascular disease andestimated 9.4 million or 95% to become the world's leading cause of deaths. Thisstudy was to identify factors associated with hypertension in adults age groups inselected urban and rural areas. Both of these areas have a high prevalence ofhypertension, which amounted to 34,9% in urban areas and 43,1% in rural areas.Study design was an observational cross-sectional quantitative used the NationalStrategy in 2011 with 361 samples of person. The results showed that 39,9%respondents with hypertensive and 60.7% of respondents are not hypertensive.There were significant association beetwen age, sex, education level,hyperglycemia, fast food consumption and coffee. Institutions are hoped tomotivate hypertension patient to check blood sugar, and provide nutritioneducation and health which are effective and efficient.Keywords: hypertension, urban, rural, and adults
Read More
S-9095
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nova Pramestuti, Anggun Paramita Djati
Bulitkes Vol.41, No.3
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mukarramah; Pembimbing: Nasrin Kodim, Ratna Djuwita; Penguji: Edi Supriyatna, Puntodewo
Abstrak: Latar Belakang: Petani adalah kegiatan utama di daerah pedesaan. Hipertensi adalahgangguan kardiovaskular yang paling umum dan tantangan kesehatan masyarakat yangdiakibatkan dari transisi sosioekonomi, demografi, dan epidemiologis. Tujuan dari studi iniuntuk mengetahui hubungan dan kontribusi kolesterol LDL terhadap kejadian hipertensi.Metode: Desain dalam penelitian ini adalah studi cross sectional. Penelitian ini menggunakandata sekunder dari Siskohatkes (sistem komputerisasi haji terpadu kesehatan). Populasi sumberadalah seluruh jemaah haji yang bekerja sebagai petani di daerah pedesaan Provinsi SumateraSelatan. Sampel berjumlah 411 orang petani usia produktif (15-64 tahun). Variabel independenutama adalah kolesterol LDL dan dependen utama adalah hipertensi. Data dianalisismenggunakan univariat, bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda.Perhitungan dampak potensial menggunakan artibutable risk (AR%) sedangkan ukuran asosiasimenggunakan Odds ratio (OR)Hasil: Analisis multivariat model akhir dengan regresi logistik ganda, ada hubungan antarakolesterol LDL dengan hipertensi, P = .001, OR 2,284 dengan 95% CI (1,474-3,540) setelahdikontrol oleh usia dan IMT. Berdasarkan perhitungan dampak pottential menggunakan AR%didapatkan nilai sebesar 4,0 atau 40%. Artinya bahwa jika kadar kolesterol <160 mg / dl dapatmencegah hipertensi hingga 40% pada populasi.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kolesterol LDL dan hipertensi setelahdikontrol oleh umur dan IMT.Kata Kunci : Kolesterol LDL, Hipertensi, Petani, Rural.
Background: Farmers are the main activities in rural areas. Hypertension is the most commonand acquired cardiovascular disorder that can be acquired from socioeconomic, demographic,and epidemiological transitions. The purpose of this study was to determine asosiation andcontribution LDL cholesterol to hypertension.Method: The design in this study was a cross sectional study. This study used secondary datafrom Siskohatkes (computerized integrated haj computerized system). The population is allpilgrims who work as farmers in the rural areas of South Sumatra Province. Secret sample 411productive ages (15-64 years). The main independent variable is LDL and the major dependentis hypertension. Data were analyzed using univariate, bivariate and multivariate using multiplelogistic regression. Potential compensation uses a meaningless risk (AR%) while the measureuses the Odds ratio (OR)Result: Multivariate analysis of the final model with multiple regression, there was arelationship between LDL cholesterol with hypertension, P = 0.001, OR 2.284 with 95% CI(1,474-3,540) after intervention by time and BMI. Based on the trigger using AR%, get a valueof 4.0 or 40%. This means if the cholesterol level <160 mg / dl can prevent hypertension by40% in the population.Conclusion: There is a significant relationship between LDL cholesterol and hypertension afteradjusted age and BMI.Keywords: LDL cholesterol, Hypertension, Farmer, Rural.
Read More
T-5156
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Kasmiyati, Eri Rohati
Abstrak: Permasalahan kependudukan yang saat ini dihadapi di Indonesia adalah masihtingginya angka Unmet need KB. Secara umum persentase unmet need diperkotaan lebih rendah dibandingkan perdesaan, namun tren di perkotaan justrumengalami peningkatan sedangkan di perdesaan sudah mengalami penurunan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengankejadian unmet need KB di daerah perkotaan dan perdesaan. Desain yangdigunakan adalah cross sectional dengan menganalisis data SDKI 2012. Sampelpenelitian ini adalah WUS kawin/hidup bersama dengan rentang umur 15-49tahun yang berjumlah 24510 responden. Analisis multivariat dilakukan denganregresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian unmet need diperkotaan 16 % dan di perdesaan 15,1%. Faktor-faktor yang berhubungan dengankejadian unmet need di perkotaan adalah umur, pendidikan ibu, pendidikan suami,tingkat ekonomi, tempat tinggal (kebersamaan tinggal), pengetahuan dan jumlahanak ideal, dan yang paling dominan berhubungan adalah umur. Sedangkanfaktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian unmet need di perdesaan adalahumur, pendidikan suami, tingkat ekonomi, tempat tinggal (kebersamaan tinggal),pengetahuan dan jumlah anak ideal, dan yang paling dominan berhubungan adalah tempat tinggal (kebersamaan tinggal). Sebaiknya pemberian informasi/persuasi KB lebih ditekankan pada wanita usia >35 tahun dan edukasi yang lebih intenspada kelompok ibu yang tinggal terpisah dari suami. Analisis lanjut secara komperhensif tentang berbagai faktor yang berhubungan dengan kejadianunmeetneed perlu dilakukan. Kata kunci : Unmet need, Perkotaan, Perdesaan
One of population problems currently faced in Indonesia is high rate of Unmetneed for family planning. In General, the percentage of unmet need in urbanareas lower than rural, but urban trends actually increased while the countrysidehas experienced a downturn.The aims of this research is to identify the factorsassociated with the incidence of unmet need for family planning in urban and ruralareas. The design used is cross sectional by analyzing the SDKI data 2012. Thesample of this research is the fertile woman aged 15-49 year who marriage orlive together with patner, totalling 24.510 respondents. Multivariateanalysis performed with logistic regression. The results showed that the incidenceof unmet need in urban areas 16 % and in rural areas 15.1%. Factors related to theincidence of unmet need in urban areas is the mother's education, age, education,economic level, the husband's residence (togetherness), knowledge and the idealnumber of children, and the most dominant touch is age. Whereas the factorsassociated with the incidence of unmet need in rural areas is the age, education,economic level, the husband's residence (togetherness), knowledge and the idealnumber of children, and the most dominant touch is the residence (living being).Providing better information about family planning and more persuasionespecially for women 35 years and more are needed. Education more intense forwoman living apart from husband should be hold. Further a comprehensiveanalysis of various factors associated with an occurrence unmet need should beendone.Keywords: Unmet need, Urban, Rural
Read More
T-4148
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Y.B. Widodo
JKI Vol.IV, No.1
Jakarta : LIPI, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sukma Rahayu; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Anissa Rizkianti
Abstrak: Pendahuluan : Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia sudah mengalami penurunan dalam lima belas tahun terakhir, namun belum mencapai target Rencana Kerja Pemerintah 2019. Salah satu upaya penurunan AKB adalah pemeriksaan antenatal lengkap, namun keterbatasan sumber daya menyebabkan terjadinya kesenjangan cakupan pemeriksaan antenatal di daerah rural dan urban. Tujuan : Mempelajari pengaruh pemeriksaan antenatal dengan kematian bayi pada daerah rural di Indonesia. Metode : Penelitian menggunakan desain studi cross sectional pada bayi lahir hidup yang dilahirkan oleh wanita usia produktif pada tahun 2007-2012 yang bertempat tinggal di daerah rural. Peneliti menggunakan pemodelan multivariat dengan regresi logistik ganda untuk menentukan pengaruh pemeriksaan antenatal dengan kematian bayi pada daerah rural di Indonesia. Hasil : Pemeriksaan antenatal memberikan proteksi pada kejadian kematian bayi. Ada beda pengaruh pada ibu yang melakukan pemeriksaan antenatal dan tidak melakukan antenatal terhadap kematian bayi. Ibu yang tidak melakukan pemeriksaan antenatal berisiko 2,15 kali untuk mengalami kematian bayi. Tidak ada interaksi dan variabel confounder dalam model tersebut. Simpulan & Saran : Pemeriksaan antenatal lengkap pada ibu hamil merupakan upaya penting dalam menurunkan kematian bayi di Indonesia. Dibutuhkan pemaksimalan peran kader dan bidan desa serta pengintegrasian program Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM)
Read More
S-9965
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Dewiyanti; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Widjaja Lukito
Abstrak: Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang menjadi salahsatu faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan dislipidemia padakelompok usia dewasa di wilayah Kota Depok (urban) dan Kabupaten LampungTengah (rural). Prevalensi dislipidemia yang ditemukan cukup tinggi, yaitusebesar 48,2% di Kota Depok dan 51,8% di Kabupaten Lampung Tengah. Desainpenelitian adalah cross sectional, menggunakan data penelitian Strategi Nasionaltahun 2011 dengan 372 sampel.Indeks Massa Tubuh (p = 0,014) , obesitas sentral pada laki-laki (p =0,008), dan obesitas sentral pada perempuan (p = 0,002) memiliki hubungansignifikan dengan dislipidemia.Kata kunci: dislipidemia, indeks massa tubuh, obesitas sentral, rural, urban
Dyslipidemia is a disorder of lipid metabolism which became one of themajor risk factors for cardiovascular disease. This study aims to identify factorsassociated with dyslipidemia at adult age groups in the city of Depok and CentralLampung regency. The prevalence of dyslipidemia were found to be quite high at48.2% in Depok and 51.8% in Central Lampung regency. The study design wascross-sectional, using research data of the National Strategy in 2011 with 372samples.Body mass index (p = 0,014), central obesity in men (p = 0,008), andcentral obesity in women (p = 0,002) had a significant association withdyslipidemia.Keywords: dyslipidemia, body mass index, central obesity, urban, rural.
Read More
S-9227
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurhasanah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Widjaja Lukito
Abstrak: Persen lemak tubuh berlebih menunjukkan seseorang mengalami obesitasdan memiliki dampak terhadap kesehatan khususnya kejadian penyakit degeneratif.Masalah berat badan lebih dan obesitas (penumpukan massa lemak yang dapatmengganggu kesehatan) merupakan masalah gizi yang sedang dihadapi dunia, baikdi negara maju maupun negara berkembang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungandengan persen lemak tubuh pada kelompok usia dewasa di wilayah urban dan ruralterpilih yaitu Kota Depok dan Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian inimenggunakan desain studi cross sectional memanfaatkan data penelitian StrategiNasional mengenai Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular 2011 dengan jumlahsampel 353 orang dewasa.Hasil penelitian menunjukkan secara umu 49,9% penduduk usia dewasa didaerah urban dan rural memiliki persen lemak tubuh berlebih, sedang di wilayahurban sendiri terdapat 76,8% penduduk yang memiliki persen lemak tubuh berlebihdimana angka tersebut jauh lebih besar dari persentase pada wilayah rural sebesar26,5%. Variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan persen lemak tubuhantara lain wilayah tempat tinggal, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status giziIMT, asupan energi, asupan karbohidrat, asupan protein, dan status merokok.Kata kunci: Persen lemak tubuh, urban, rural, obesitas
High percentage of body fat indicates that a person obese and have animpact on health, especially the risk of degenerative diseases. Overweight andobesity has become a major nutritional problem that faced not only in developedcountries but also on developing countries.This study aims to determine the factors related to percent body fat in adultin urban and rural selected areas which in this study are Kota Depok and KabupatenLampung. This study using cross sectional study design based on research data ofthe National Strategy on Non-Communicable Disease Risk Factors in 2011 with asample of 353 adults.The results showed that in general 49.9% in adult population in urban andrural areas have excess body fat percentage, while in the urban area there are 76.8%of the population have excess body fat percentage where the figure is much largerthan the percentage in rural area which is 26.5%. Variables that have a significantrelationship with the percent of body fat are region of residence (urban and rural),gender, level of education, nutrition status by BMI, energy intake, carbohydrateintake, protein intake, and smoking status.Key words: Body fat percentage, urban, rural, obesity.
Read More
S-9109
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Juliani; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Pritasari
S-6818
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive