Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Suci Nurul Andini; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Wachyu Sulistiadi, Dadang Rukanta S, Moch. Bukhori Muslim
Abstrak:
Latar Belakang : Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbanyak di dunia dengan lebih dari 90% total penduduknya beragama Islam. Provinsi Jawa Barat adalah provinsi dengan lebih dari 90% dari total penduduknya beragama Islam sehingga hal itu menjadikanya sebagai Provinsi dengan penduduk mmuslim terbanyak di Indonesia. Provinsi Jawa Barat memiliki wilayah aglomerasi pusat perdagangan, industri, pendidikan yang bernama wilayah Bandung Raya yang terdiri dari Kota Banudng, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang. Dengan tingginya populasi muslim tersebut menjadikan Indonesia sebagai pasar potensial untuk berbagai produk atau jasa syariah di berbagai sektor salah satunya adalah bidang kesehatan seperti rumah sakit. Rumah Sakit syariah adalah rumah sakit yang menjalankan pelayanan berdasarkan prinsip Maqashid Syariah yang terdiri dari lima penjagaan yaitu penjagaan agama, jiwa, harta, akal dan keturunan. Konsep rumah sakit syariah ini pertama kali digaungkan pada tahun 2016 setelah DSNMUI mengeluarkan fatwa tentang pedoman pelaksanaan rumah sakit syariah. Terdapat 67 rumah sakit di wilayah Bandung Raya dan hanya satu rumah sakit yang bersertifikasi syariah. Tujuan Penelitian :Penelitian ini mengetahui preferensi masyarakat Bandung Raya terhadap rumah sakit syariah dan faktor faktor yang mempengaruhi preferensi. Metodologi Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang menggunakand ata primeryang didapatkan dari kuesioner. Hasil Penelitian : Masyarakat Bandung Raya memiliki preferensi yang tinggi terhadap rumah sakit syariah,dan faktor yang mempengaruhi teradap preferensi adalah Tingkat Pengetahuan, Jenis Kelamin dan Agama. Kesimpulan : Preferensi masyarkat Banudng Raya secara umum tinggi terhadap rumah sakit syariah tetapi perlu adanya kontribusi lebih banyak dari Ormas Islam terhadap Rumah Sakit Syariah pada khususnya di bidang edukasi dan promosi. Kata kunci: Preferensi, Rumah Sakit Syariah, Islam

Background: Indonesia is the country with the largest Muslim population in the world, with more than 90% of its total population adhering to Islam. West Java Province has more than 90% of its population practicing Islam, making it the province with the largest Muslim population in Indonesia. West Java has an agglomeration area known as Greater Bandung, which includes Bandung City, Cimahi City, Bandung Regency, West Bandung Regency, and Sumedang Regency. This area is a hub for trade, industry, and education. With such a high Muslim population, Indonesia becomes a potential market for various Sharia-compliant products and services in many sectors, including healthcare, such as hospitals. A Sharia hospital is one that operates based on the principles of Maqashid Sharia, which includes the protection of religion, life, intellect, wealth, and lineage. The concept of Sharia hospitals was first introduced in 2016 after the DSN-MUI issued a fatwa on guidelines for the implementation of Sharia hospitals. Of the 67 hospitals in the Greater Bandung area, only one is Sharia-certified. Research Objective: This study aims to understand the preferences of the Greater Bandung community towards Sharia hospitals and the factors influencing these preferences. Research Methodology: This research is a quantitative study using a cross-sectional approach with primary data obtained from questionnaires. Research Findings: The Greater Bandung community has a high preference for Sharia hospitals, and the factors influencing this preference include the Level of Knowledge, Gender, and Religion. Conclusion: Generally, the Greater Bandung community has a high preference for Sharia hospitals, but there is a need for more contributions from Islamic organizations, particularly in the areas of education and promotion. Keywords: Preferences, Sharia Hospitals, Islamic
Read More
B-2422
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nita Surandari; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Mike Kaltarina , Budi Hartono
Abstrak:
Latar Belakang: Rumah Sakit Islam Aysha, yang berlokasi di Kabupaten Bogor, memiliki visi untuk menjadi rumah sakit berbasis prinsip syariah. Namun, sebagai rumah sakit baru, Aysha menghadapi berbagai tantangan, termasuk belum adanya rencana strategis yang terintegrasi untuk mewujudkan transformasi tersebut. Rencana strategis rumah sakit Islam Aysha 2025-2030 merupakan dokumen perencanaan komprehensif untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan berbasis syariah. rencana ini mencakup pengembangan infrastruktur, pelatihan staf, penggunaan teknologi dan kerja sama dengan organisasi islam. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana strategis berbasis prinsip syariah yang relevan dan berkelanjutan untuk periode 2025-2030. Metodologi Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen internal rumah sakit, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, dan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD). Hasil penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa Rumah Sakit Islam Aysha perlu melakukan penyesuaian pada regulasi internal, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan infrastruktur untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh Fatwa DSN-MUI. Strategi yang diusulkan meliputi penyelarasan visi dan misi dengan nilai-nilai syariah, pembentukan Dewan Pengawas Syariah (DPS), serta penyusunan kebijakan operasional syariah. Implementasi rencana strategis ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan dan daya saing rumah sakit, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan berbasis syariah Pada matching stage posisi Rumah Sakit berada di kuadran I yaitu grow and build dimana alternatif strategi market penetration, market development and product build. Strategi yang akan diterapkan berdasarkan prioritas adalah penyelenggaraan visi, misi dan kebijakan rumah sakit dengaan nilai-nilai syariah, pembentukan dewan pengawas syariah (DPS) sebagai pengawas implementasi syariah. penyusunan kebijakan operasional syariah untuk seluruh aspek termasuk layanan pasien, SDM dan manajemen keuangan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan posisi rumah sakit adalah grow and build dengan prioritas utama adalah memastikan niat dari owner atau pemilik yang ingin mengubah rumah sakit menjadi rumah sakit syariah

Background: Aysha Islamic Hospital, located in Bogor Regency, has a vision to become a sharia-based hospital. However, as a new hospital, Aysha faces various challenges, including the absence of an integrated strategic plan to realize the transformation. The Aysha Islamic Hospital strategic plan 2025-2030 is a comprehensive planning document to improve the quality of sharia-based health services. This plan includes infrastructure development, staff training, use of technology and cooperation with Islamic organizations. Research objectives: This study aims to develop a relevant and sustainable sharia-based strategic plan for the period 2025-2030. Research Methodology: The study used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through analysis of internal hospital documents, in-depth interviews with stakeholders, and focus group discussions (FGD). Research results: The results of the analysis indicate that Aysha Islamic Hospital needs to make adjustments to internal regulations, human resource development, and infrastructure strengthening to meet the standards set by the DSN-MUI Fatwa. The proposed strategy includes aligning the vision and mission with sharia values, establishing a Sharia Supervisory Board (DPS), and formulating sharia operational policies. The implementation of this strategic plan is expected to not only improve the quality of service and competitiveness of the hospital, but also strengthen public trust in sharia-based health services. At the matching stage, the position of the Hospital is in quadrant I, namely grow and build, where the alternative strategies are market penetration, market development and product build. The strategy that will be implemented based on priority is the implementation of the hospital's vision, mission and policies with sharia values, the establishment of a sharia supervisory board (DPS) as a supervisor of sharia implementation. formulating sharia operational policies for all aspects including patient services, HR and financial management. Conclusion: Based on the results of the study, the position of the hospital is grow and build with the main priority being to ensure the intention of the owner or owner who wants to change the hospital into a sharia hospital
Read More
B-2511
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive