Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nur Annisa Fauziyah; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko, Yovsyah, Yoan Hotnida Naomi, Siti Kulsum
Abstrak:
Hipertensi adalah tekanan darah tinggi dimana sistolik ≥ 140 mmHg dan atau diastolik ≥ 90 mmHg, definisi ini berdasarkan JNC 7. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan depresi dan status pekerjaan dengan kejadian hipertensi pada wanita dewasa di Indonesia dengan menganalisis data IFLS-5 tahun 2014. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel penelitian sebesar 14.349, sample diambil berdasarkan total samping data yang masuk dalam kriteria inklusi dan eklusi penelitian. Depresi diukur menggunakan CES-D (Center for Epidemiological Studies Depression) yang memiliki 10 pertanyaan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa proporsi hipertensi pada wanita dewasa di Indonesia pada tahun 2014 dengan menggunakan data IFLS-5 sebesar 23,8%. Hasil multivariate hubungan depresi dengan hipertensi memiliki P-value > 0,005 ini berarti tidak ada hubungan antara depresi dengan kejadian hipertensi pada wanita dewasa di Indoneisa, hubungan status pekerjaan dengan hipertensi memiliki P-value 0,023 ini berarti P- value < 0,05 dan nilai PR adjusted 0,920 (CI 95% 0,856-0,989) ini berarti bahwa yang memiliki risiko lebih tinggi terjadinya hipertensi adalah ibu yang tidak bekerja dengan risiko lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang bekerja.
Read More
T-5526
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lamria Pangaribuan; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Ratna Djuwita, Renti Mahkota, Julianty Pradono, Sugeng Hidayat
T-3907
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Intan Meiniwati; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Hera Nurlita
S-6844
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Aisyah Rahmi; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: R.T. Ayu Dewi Sartika, Triyanti, Mardewi
Abstrak:
Read More
Pemberian ASI Eksklusif memiliki banyak manfaat untuk bayi dan ibu. UNICEF sendiri menargetkan setiap negara mampu mencapai 80% dalam memberikan ASI Eksklusif. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan masih rendahnya angka pencapaian terhadap pemberian ASI secara Eksklusif di berbagai negara. Salah satu kendalnya adalah ibu melahirkan melalui operasi sesar. Peningkatan angka persalinan dengan metode sesar dapat mempengaruhi kesehatan ibu, anak dan kehamilan berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan kegagalan ASI Eksklusif pada ibu melahirkan sesar di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari data sekunder Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara status pekerjaan ibu dan kegagalan ASI Eksklusif (OR=2,616; 95% CI=1.428-4.790). Tidak ada hubungan antara usia ibu dengan kegagalan ASI eksklusif (OR=0,552; 95% CI=0,284-1,073); pendidikan (OR=1,163; 95% CI=0,588-2,299); paritas (OR=1,301; 95% CI=0,701-2,415); status ekonomi (OR=0,668; 95% CI=0,379-1,249); daerah tinggal (OR=0,833; 95% CI=0,450-1,542); jenis kelamin (OR=0,837; 95% CI=0,464-1,508) ; IMD (OR=0,815; 95% CI=0,416-1,597) dan ANC (OR=1,097; 95% CI=0,423-2,845). Faktor yang paling dominan terhadap kegagalan ASI Eksklusif adalah Status Pekerjaan (p value 0,002 OR= 2,616), ibu yang tidak bekerja memiliki risiko 2,616 kali lebih tinggi untuk gagal ASI Eksklusif dibandingkan ibu yang bekerja. Diperlukan adanya kolaborasi multisektoral dalam meningkatkan kesadaran ibu terhadap pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi ibu dan bayi.
Exclusive breastfeeding has many benefits for babies and mothers. UNICEF itself targets that every country be able to achieve 80% coverage of exclusive breastfeeding. There are several factors that contribute to the low achievement rate of exclusive breastfeeding in various countries. One of the constraints is the mother giving birth by cesarean section. The increase in the number of deliveries by caesarean method can affect the health of mothers, children, and subsequent pregnancies. This study aims to determine the determinants of the failure of exclusive breastfeeding in women giving birth by cesarean section in North Sumatra Province. This study uses secondary data derived from secondary data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) using a quantitative method with a cross-sectional study design. The results showed that there was a relationship between the mother's employment status and exclusive breastfeeding failure (OR=2.616; 95% CI=1,428-4,790). There is no relationship between maternal age and failure of exclusive breastfeeding (OR=0,552; 95% CI=0,284-1,073); education (OR=1.163; 95% CI=0,588-2,299); parity (OR=1,301; 95% CI=0,701-2,415); economic status (OR=0,688; 95% CI=0,379-1,249); area of residence (OR=0,833; 95% CI=0,450-1,542); baby’s gender (OR=0.837; 95% CI=0,464-1,508); IMD (OR=0,815; 95% CI=0,416-1,597) and ANC (OR=1,097; 95% CI=0,423-2,845). The most dominant factor for failure of exclusive breastfeeding is employment status (p value 0.002 OR = 2.616), mothers who do not work have a 2.616 times higher risk of failure of exclusive breastfeeding than working mothers. There is a need for multi-sectoral collaboration to increase mothers awareness of the importance of exclusive breastfeeding for both mother and baby.
T-6787
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anissa Damaiyanti; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Salimar Yunas
Abstrak:
Read More
Gizi lebih merupakan bentuk malnutrisi (gizi tidak seimbang) yang timbul dari asupan gizi berlebihan yang menyebabkan penumpukan lemak tubuh sehingga mengganggu kesehatan. Gizi lebih pada anak merupakan salah satu masalah Kesehatan yang berdampak negatif jangka panjang bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi lebih pada balita 6-59 bulan di Kepulauan Riau. Penelitian Cross Sectional ini menggunakan data SSGI (Survey Status Gizi Indonesia) 2021 dengan total responden 2809 balita setelah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data analisis menggunakan uji chi-square pada analisis bivariat dan uji regresi logistik ganda pada analisis multivariat. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2023 yang menunjukkan terdapat 5,9% balita yang mengalami gizi lebih. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga variabel yang secara signifikan berhubungan dengan kejadian gizi lebih pada anak usia 6-59 bulan, yaitu umur, berat lahir, dan status pekerjaan ibu. Analisis multivariat ditemukan bahwa status pekerjaan ibu merupakan faktor dominan dari gizi lebih pada balita 6-59 bulan di Kepulauan Riau berdasarkan analisis SSGI 2021 dengan p-value 0,015 dan OR 1,466 (CI 95%: 1,063 – 2,021). Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian untuk instansi kesehatan, diharapkan dapat melakukan program pencegahan dan penanggulangan obesitas dengan menggunakan pendekatan promosi, pencegahan, dan rehabilitasi terkait gizi seimbang dan perilaku makan sehat. Selain itu, juga dapat berupaya untuk membangun fasilitas penitipan anak yang aman dan sehat di lingkungan kerja untuk mendukung ibu bekerja dalam memberikan perawatan yang baik kepada anak.
Overnutrition is a form of malnutrition arising from excessive nutrient intake, leading to the accumulation of body fat that disrupts health. Overnutrition in children is a long-term health issue with negative impacts. This study aims to identify factors associated with the occurrence of overnutrition among children aged 6-59 months in Kepulauan Riau. This Cross-Sectional study utilized data from the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) in 2021, with a total of 2809 toddler respondents meeting inclusion and exclusion criteria. Chi-square tests were employed in bivariate analysis, and multiple logistic regression tests were used in multivariate analysis. The study, conducted in 2023, revealed that 5.9% of toddlers experienced overnutrition. Research findings indicate three variables significantly associated with overnutrition incidents in children aged 6-59 months: age, birth weight, and maternal employment status. Multivariate analysis identified maternal employment status as the dominant factor in overnutrition among toddlers in the Riau Islands, according to SSGI 2021 analysis, with a p-value of 0.015 and OR 1.466 (95% CI: 1.063 – 2.021). Recommendations based on the research suggest that health institutions implement preventive and intervention programs against obesity, focusing on balanced nutrition promotion, prevention, and rehabilitation of healthy eating behaviors. Additionally, efforts can be made to establish safe and healthy childcare facilities in the workplace environment to support working mothers in providing proper care for their children.
S-11505
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Samiyah Nida Al Kautsar; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Sahruna
Abstrak:
Read More
Malnutrisi pada anak sering disebabkan kurangnya variasi makanan yang dikonsumsi, sehingga asupan zat gizi tidak adekuat (UNICEF, 2020). Tingginya keragaman konsumsi pangan berhubungan dengan rendahnya kejadian stunting dan underweight pada balita (Modjadji et al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keragaman konsumsi pangan dan faktor dominan terhadap keragaman konsumsi pangan pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara tahun 2023. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 188 anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tanjung Priok selama bulan Juni 2023 menggunakan teknik simple random sampling di tiga kelurahan, yaitu Kebon Bawang, Sunter Jaya, dan Warakas. Skor keragaman konsumsi pangan diambil menggunakan food recall 1x24 jam berdasarkan 9 kelompok pangan dan dikategorikan menjadi tidak beragam (< 5 kelompok pangan) dan (≥ 5 kelompok pangan). Analisis penelitian ini menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara status pekerjaan ayah, pengetahuan gizi ibu/pengasuh, dan ketahanan pangan dengan keragaman konsumsi pangan anak. Analisis multivariat menunjukkan bahwa status pekerjaan ayah memiliki nilai OR tertinggi, yaitu 2,9. Status pekerjaan ayah menjadi faktor dominan keragaman konsumsi pangan anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara tahun 2023.
Malnutrition in children is often caused by a lack of variety of foods consumed, resulting in inadequate intake of nutrients (UNICEF, 2020). The high diversity of food consumption is related to the low incidence of stunting and underweight in toddlers (Modjadji et al., 2020). This study aims to determine the factors associated with the diversity of food consumption and the dominant factors for the diversity of food consumption in children aged 24-59 months in Tanjung Priok District, North Jakarta in 2023. The study used a cross-sectional design with a sample size of 188 children aged 24 -59 months in Tanjung Priok District during June 2023 using a simple random sampling. Food consumption diversity scores were taken using a 1x24 hour food recall based on 9 food groups and categorized into non-diverse (< 5 food groups) and (≥ 5 food groups). The result showed a significant relationship between father's employment status, mother/caregiver's nutritional knowledge, and food security with children's food consumption. Multivariate analysis showed that the father's employment status had the highest OR value. Father's employment status is the dominant factor in the diversity of food consumption for children aged 24-59 months in Tanjung Priok District, North Jakarta in 2023.
S-11430
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
