Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Hana Adisti; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Refa Hayudi Griyanda
S-9124
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Apriliya Adha; Pembimbing: Zakianis.; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Laila Fitria, Halik Hadi, Surya Kusuma Purba
Abstrak:
Read More
Di Indonesia, hanya sekitar ≤30% pedagang kaki lima di sekolah yang menerapkan praktik keamanan pangan yang baik. Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan yang dapat menyebabkan penyakit akibat bawaan makanan (foodborne disease) mulai dari diare hingga kematian. Penelitian terkait praktik keamanan pangan di Kota Tanjung Balai masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pelatihan keamanan pangan terhadap praktik keamanan pangan setelah dikontrol oleh variabel konfonding pada pedagang kaki lima di Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Tanjung Balai. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 335 sampel pedagang kaki lima yang berasal dari 67 SDN di Kota Tanjung Balai. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dan uji regresi logistik model faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pedagang kaki lima pada anak SDN memiliki praktik keamanan pangan yang kurang baik sebanyak 61,2%, dan belum pernah mengikuti pelatihan keamanan pangan sebanyak 80%. Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan praktik keamanan pangan adalah pelatihan keamanan pangan, jenis kelamin, usia, pengetahuan dan sikap terkait keamanan pangan (p-value <0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara pelatihan keamanan pangan terhadap praktik keamanan pangan setelah dikontrol oleh jenis kelamin, usia, pendidikan dan pengetahuan terkait keamanan pangan (AOR=3,005; CI: 1,25-7,24; p=0,014). Diharapkan pihak dinas kesehatan dan dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) melakukan pemberian pelatihan keamanan pangan yang menyeluruh kepada seluruh pelaku usaha pedagang kaki lima dan pihak dinas pendidikan melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan pada jajanan anak SDN.
In Indonesia, only about ≤30% among street food vendors in schools implement good food safety practices. This can lead to negative health impacts that can cause foodborne disease ranging from diarrhae to death. Research on food safety practices in Tanjung Balai City is limited. The aim of this study was to analyze the relationship between food safety training and food safety practices after controlling for confounding variabels among street food vendors at public elementary schools in Tanjung Balai City. This study used a cross-sectional design with 335 sampels of street food vendors from 67 public elementary schools in Tanjung Balai City. Data was analyzed using chi-square test and logistic regression test of risk factor model. The results showed that most of the street food vendors in public elementary schools had poor safety practices, as many as 61,2% and have never ettended food safety training as many as 80%. Factors significantly associated with food safety practices were food safety training, gender, age, knowledge and attitude (p-value <0,05). In addition, there is a significant relationship between food safety training and food safety practices after controlling gender, age, education, and knowledge related to food safety (AOR=3,005; CI: 1,25-7,24; p=0,014). It is expected that the health office and the cooperatives and small and medium enterprises office will provide comprehensive food safety training to all street food vendors and the education office will supervise food safety in public elementary schools’ food.
T-7222
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hani Aqmarina; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Dewi Susanna, Didik Supriyono
S-8367
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
