Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muldiasman; Promotor: Kusharisupeni; Kopromotor: Endang L. Achadi, Besral; Penguji: Ratna Djuwita, Diah Mulyawati Utari, Abas Basuni Jahari, Hartono Gunardi, Anies Irawati
Abstrak: Hasil Riset Kesehatan Dasar Riskesdas di Provinsi Jambi tahun 2013 menunjukkan tingginya prevalensi stunting sebesar 37,9 . Hal ini dapat mengindikasikan risiko rendahnya kualitas sumber daya manusia dimasa yang akan datang. Dipihak lain kunjungan posyandu di Provinsi Jambi sangat rendah yaitu sebesar 25 . Kegiatan posyandu seharusnya merupakan kegiatan monitoring pertumbuhan anak, kegiatan promosi kesehatan, pencegahan dini penyakit infeksi seperti imunisasi, dan pemberian suplementasi vitamin A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi kunjungan posyandu dengan stunting pada anak 6-59 bulan di Provinsi Jambi. Desain studi ini adalah cross sectional, sebanyak 2502 anak 6-59 bulan diambil sebagai sampel dari hasil pemantauan status gizi. Untuk mengetahui alasan rendahnya kunjungan posyandu maka dilakukan penelitian kualitatif di 2 kabupaten dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian menunjukkan satu dari empat 27.5 anak 6-59 bulan adalah stunting. Hasil analisis logistik ganda menunjukkan bahwa frekuensi kunjungan posyandu tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Tidak bermaknanya frekuensi kunjungan posyandu dengan stunting mengindikasikan bahwa program yang dijalankan posyandu belum efektif dalam mencegah stunting. Perhatian terhadap pengetahuan kader, keterampilan kader, pengetahuan ibu, sarana dan prasarana serta dukungan stakeholder menjadi prioritas untuk meningkatkan jalannya fungsi pemantauan pertumbuhan, promosi dan rujukan di posyandu sehingga efektif mencegah stunting.
 

 
Research in Jambi Province at 2013 showed a high prevalence of stunting by 37.9 . This may indicate the risk of low quality of human resources. On the other hand, the visit of posyandu in Jambi Province was very low at 25 . Posyandu activities should be a monitoring activity of child growth, health promotion activities, early prevention of infectious diseases such as immunization, and supplementation of vitamin A. This study aims to determine the association of posyandu child visits 6-59 months frequency with stunting in Jambi Province. A total of 2502 children from 6 to 59 months eligible were sampled from nutritional status monitoring. To know the reason for the low of posyandu visit, qualitative research was conducted in 2 districts. The results showed one of four 27.5 children 6-59 months was stunting. The result of binary logistic analysis shows that the frequency of posyandu visit is not associated with stunting. Its indicates that programs run by posyandu have not been effective in preventing stunting. Attention to cadre knowledge, cadre skills, mother knowledge, facilities and infrastructure, stakeholder support is a priority to improve the function of growth monitoring, promotion and referral in posyandu so as to effectively prevent stunting.
Read More
D-387
Depok : FKM-UI, 2018
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saskya Bopha; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Trini Sudiarti, Abas Basuni Jahari, Uki Basuki
Abstrak:

Penelitian ini untuk memperoleh gambaran faktor-faktor dan hubungannya dengan TB U yaitu usia, jenis kelamin, berat badan lahir, riwayat sakit, frekuensi konsumsi sumber energi, frekuensi konsumsi sumber protein, frekuensi konsumsi sayur, pekerjaan ayah, pekerjaan ibu, pendidikan ayah, pendidikan ibu dan pengeluaran per kapita. Disain penelitian adalah cross sectional, pendekatan kuantitatif dan pengambilan sampel secara probability proporsional to size (PPS) dengan metode cluster survey, uji regresi logistik. Variabel yang berhubungan adalah usia, riwayat sakit, frekuensi sumber energi, frekuensi sumber protein dan frekuensi konsumsi sayur. Hasil penelitian didapatkan bahwa prevalensi stunting adalah 22,5%. Hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa prevalensi anak pendek merupakan masalah karena masih diatas batas non public health problem yang ditentukan WHO. Diperlukan adanya kerjasama yang baik antara Dinas Kesehatan dengan lintas sektor terkait dalam rangka penurunan prevalensi stunting pada anak sekolah. Kata kunci : Stunting pada anak kelas 1 SD/MI


 This study to obtain a picture of the factors and their relationship height with age ie. age, gender, birth weight, history of illness, frequency of consumption of energy sources, the frequency of consumption of protein sources, the frequency of consumption of vegetables, father’s work, work’s mother, father education, mother’s education and per capita outcome. Research design was cross sectional, quantitative approach and the sampling probability proportional to size (PPS) cluster survey method, logistic regression test.Variables related to the age, history of illness, frequency energy source, frequency source of protein and vegetable consumption frequency. The study found that the prevalence of stunting was 22.5%. The results can be concluded that the prevalence of stunting children is a problem because it is still above the limit of non-public health problem defined by WHO. It is necessary to good cooperation between the Health Department with traffic-related sectors in order to decrease the prevalence of stunting in school children. ix Universitas Indonesia Key words : Stunting children of Class 1 Elementary School

Read More
T-3320
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laily Hanifah; Promotor: Endang L. Achadi; Kopromotor: Atmarita; Penguji: Kusharisupeni, Anhari Achadi, Besral, Trihono, Hartono Gunardi
D-391
Depok : FKM-UI, 2019
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive