Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dwi Pradina Budiarti; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Zakiah
Abstrak: Transformasi sistem kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pemberian layanan kesehatan. Studi ini menyelidiki layanan laboratorium di Puskesmas Depok Jaya, dengan fokus pada keadaan sumber daya, fasilitas, dan kebijakan serta tantangan yang dihadapi dalam operasi laboratorium, terutama dalam konteks keterbatasan fasilitas. Pendekatan metode campuran digunakan, menggabungkan observasi dan wawancara dengan staf laboratorium untuk menilai alur kerja dan proses pemberian layanan. Data arus pasien dan pemanfaatan layanan juga dikumpulkan untuk mengevaluasi efisiensi operasional layanan laboratorium. Temuan menunjukkan bahwa integrasi area laboratorium infeksius dan non-infeksius yang tidak terpisah menghadirkan risiko yang signifikan, menyoroti perlunya protokol yang ketat dan tindakan pemisahan. Rekomendasi termasuk menetapkan alur kerja yang jelas, meningkatkan penggunaan alat pelindung diri (APD), dan memberikan pelatihan rutin bagi staf tentang protokol keselamatan untuk meminimalkan risiko kontaminasi. Studi ini mengungkapkan alur pasien yang terstruktur di dalam laboratorium, dengan langkah khusus untuk pengumpulan sampel dan verifikasi identitas untuk mencegah kesalahan. Tantangan operasional terkait dengan infrastruktur yang tidak memadai dan perlunya pelatihan staf berkelanjutan. Peningkatan pelayanan laboratorium di Puskesmas Depok Jaya membutuhkan pendekatan yang komprehensif, termasuk perbaikan infrastruktur, pelatihan staf, dan kepatuhan terhadap protokol keselamatan. Mengatasi bidang yang dapat secara signifikan meningkatkan pemberian layanan dan berkontribusi pada hasil kesehatan yang lebih baik di masyarakat
Health system transformation is critical to improving health service delivery. This study investigates laboratory services at the Depok Jaya Community Health Center, focusing on the state of resources, facilities, and policies and the challenges faced in laboratory operations, especially in the context oflimited facilities. A mixed methods approach combined observations and interviews with laboratory staff to assess workflow and service delivery processes. Patient flow and service utilization data are also collected to evaluate the operational efficiency of laboratory services. Findings suggest that the integration of non-separate infectious and non-infectious laboratory areas presents significant risks, highlighting the need for strict protocols and separation measures. Recommendations include establishing clear workflows, increasing the use of personal protective equipment (PPE), and providing regular training for staff on safety protocols to minimize the risk of contamination. The study revealed a structured patient flow within the laboratory, with specific steps for sample collection and identity verification to prevent errors. Operational challenges relate to inadequate infrastructure and the need for ongoing staff training. Improving laboratory services at the Depok Jaya Community Health Center requires a comprehensive approach, including infrastructure improvements, staff training, and compliance with safety protocols. Address areas that can significantly improve service delivery and contribute to better health outcomes in the community.
Read More
S-11827
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andriani; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Ede Surya Darmawan, Jaslis Ilyas, Erizon Safari, Sulung Mulia Putra
Abstrak:
Pelaksanaan pilot project di posyandu siklus hidup Anggek 1 Kelurahan Duri Kosambi ada beberapa masalah. Tujuan penelitian ini terideintifikasi evaluasi pelaksanaan pilot project di posyandu siklus hidup Anggrek1 Kelurahan Duri Kosambi. Hasil menunjukkan bahwa evaluasi pelaksanaan pilot project posyandu siklus hidup Anggrek 1 Kelurahan Duri Kosambi ditinjau input, proses, output (kecuali variabel cakupan imunisasi) masih memiliki kekurangan dan kunjungan remaja, dewasa lansia masih jauh dari target. Kesimpulan : Evaluasi pelaksanaan pilot project di Posyandu siklus hidup Anggrek 1 Kelurahan Duri Kosambi berjalan kurang optimal.  Diperlukan regulasi turunan oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta pada Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Posyandu. 

The life cycle Posyandu pilot project at Anggrek 1 has encountered several issues. This study aims to identify and evaluate its implementation. The findings show that in terms of input, process, and output excluding immunization coverage the project still has shortcomings. Participation from adolescents, adults, and the elderly is significantly below target. The evaluation concludes that the implementation of the pilot project at Posyandu Anggrek 1 is not yet optimal. Therefore, derivative regulations from the Provincial Government of DKI Jakarta are needed to support the enforcement of the Ministry of Home Affairs regulation on Posyandu operations.
Read More
T-7273
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatira Ratri Audita; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Anhari Achadi, Wachyu Sulistiadi, Prihandriyo Sri Hijranti, Luigi
Abstrak:
Pandemi COVID-19 mengganggu berbagai aspek sistem dan pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan penyakit tidak menular (PTM). Dampak gangguan pelayanan dan penanggulangan PTM dikhawatirkan dapat mengakibatkan efek katastropik jangka panjang setelah pandemi COVID-19, dan PTM perlu menjadi masalah kesehatan prioritas dalam kebijakan kesehatan pasca-pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan teori social determinants of health, teori pengembangan kebijakan berbasis bukti, model pengembangan kebijakan sosial berbasis kebijakan sains, dan determinan dampak kebijakan terhadap luaran kesehatan. Penelitian ini melakukan penilaian dari kebijakan penanggulangan PTM dan pelayanan PTM sebelum, ketika terdampak COVID-19, dan setelah pandemi COVID-19. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penanggulangan PTM di Indonesia sudah mencerminkan strategi global, dengan advokasi dan kemitraan, promosi kesehatan dan penurunan faktor risiko, penguatan sistem pelayanan kesehatan, penguatan surveilans, monitoring-evaluasi, dan riset, dan menunjukkan capaian yang baik sebelum pandemi COVID-19. Ketika terdampak pandemi COVID-19, aspek pelayanan PTM yang terganggu adalah pembatasan sosial, SDM, pemberhentian layanan, ketidaksiapan infrastruktur dan fasilitas, hambatan pelaksanaan program dan tidak tercapainya target layanan maupun program. Dari dampak yang terjadi, dilakukan adaptasi dalam penanggulangan PTM saat COVID-19, antara lain dengan integrasi layanan, dan menunjukkan hasil yang baik dengan ketercapaian sasaran. Masalah yang ditemukan dalam upaya penanggulangan dan pelayanan PTM sebelum dan saat pandemi antara lain dibutuhkannya peningkatan sistem rujukan, pencatatan dan pelaporan, serta pengendalian faktor risiko PTM. Dampak dari COVID-19 juga membentuk kebijakan transformasi kesehatan Indonesia, dengan enam pilar, di antaranya berupa transformasi layanan kesehatan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan. Diharapkan kebijakan penanggulangan dan pelayanan PTM pasca pandemi COVID-19 menjadi salah satu masalah kesehatan prioritas yang mengikuti transformasi kesehatan.

The COVID-19 pandemic has disrupted various aspects of the healthcare system and services, including the management of noncommunicable diseases (NCDs). The potential long-term catastrophic effects of the disruption in NCD services and management post-COVID-19 pandemic are a cause for concern. NCDs need to be prioritized as a health issue in post-COVID-19 health policies. This research employs a qualitative method and utilizes the social determinants of health theory, evidence-based policy development theory, social policy-based policy development model, and determinants of policy impact on health outcomes. The study assesses NCD prevention policies and NCD services before, during the COVID-19 impact, and after the pandemic. Findings indicate that NCD prevention policies in Indonesia already reflect global strategies, including advocacy and partnerships, health promotion, and the reduction of risk factors, strengthening healthcare systems, surveillance enhancement, monitoring and evaluation, and research, showing good achievements before the COVID-19 pandemic. When affected by the COVID-19 pandemic, disrupted aspects of NCD services include social restrictions, human resources, service discontinuation, infrastructure and facility unpreparedness, program implementation barriers, and unmet service and program targets. Adaptations in NCD management during COVID-19, such as service integration, have shown positive results in achieving targets. Challenges identified in NCD prevention and services before and during the pandemic include the need for referral system improvement, recording and reporting, and the control of NCD risk factors. The impact of COVID-19 has also shaped Indonesian health transformation policies with six pillars, including the transformation of primary health services, referral services, health resilience systems, health financing, healthcare workforce, and health technology. It is hoped that NCD prevention and services policies after COVID-19 pandemic become one of the priority health issues following health transformation.

Read More
T-6860
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive