Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fania Nur Kholifatunisa; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Tesy Haryati
Abstrak:
Petugas pemadam kebakaran memiliki risiko kelelahan tinggi akibat tuntutan kesiapsiagaan 24 jam, pajanan situasi darurat, serta beban fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kelelahan dan faktor risiko pada petugas pemadam kebakaran Kota X tahun 2025. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dan simple random sampling. Sebanyak 138 petugas mengisi kuesioner OFER-15, NASA-TLX, PSS-10, PSQI, dan IPAQ-7. Faktor risiko terkait pekerjaan meliputi beban kerja, durasi kerja, masa kerja, waktu perjalanan, dan stres kerja. Faktor risiko kelelahan tidak terkait pekerjaan meliputi usia, status gizi, kuantitas dan kualitas tidur, aktivitas fisik, dan konsumsi kafein. Hasil menunjukkan 15,9% kelelahan kronis, 18,8% kelelahan akut, dan 15,2% kekurangan waktu pemulihan. 3 dari 5 faktor risiko terkait pekerjaan berhubungan signifikan dengan kelelahan kronis dan akut. Durasi kerja (p-value: 0,028, OR: 3,519), masa kerja (p-value: 0,045, OR: 0,396), dan stres kerja (p-value: 0,015, OR: 4,969) berhubungan dengan kelelahan kronis. Sementara itu, durasi kerja (p-value: 0,004, OR: 4,675), masa kerja (p-value: 0,012, OR: 0,284), dan stres kerja (p-value: 0,037, OR: 3,267) berhubungan dengan kelelahan akut. Aktivitas fisik merupakan satu-satunya faktor risiko tidak terkait pekerjaan yang berhubungan dengan kelelahan kronis (p-value: 0,041, OR: 2,917). Dengan demikian, dinas perlu mengembangkan program pencegahan kelelahan berdasarkan jenis pekerjaan dan kondisi individu petugas.


Firefighters are at high risk of experiencing fatigue due to the demands of 24-hour readiness, exposure to emergency situations, and substantial physical and psychological demands at work. This study aimed to analyze the level of fatigue and the contributing risk factors among firefighters in City X, 2025. This study employed a cross-sectional study with a simple random sampling method. 138 participants who completed the OFER-15, NASA-TLX, PSS-10, PSQI, and IPAQ-7 questionnaires. The work-related fatigue risk factors examined included workload, work duration, length of service, commuting time, and occupational stress. Non-work-related factors included age, nutritional status, sleep quantity and quality, physical activity, and caffeine consumption. The results indicated that 15.9% of respondents experienced chronic fatigue, 18.8% acute fatigue, and 15.2% inadequate recovery time. 3 out of 5 work-related factors, specifically work duration, length of service, and occupational stress were significantly associated with both chronic and acute fatigue. Chronic fatigue was associated with work duration (p value: 0.028, OR: 3.519), length of service (p-value: 0.045, OR: 0.396), and occupational stress (p value: 0.015, OR: 4.969), while acute fatigue was linked to work duration (p value: 0.004, OR: 4.675), length of service (p value: 0.012, OR: 0.284), and occupational stress (p value: 0.037, OR: 3.267). Physical activity was the only non-work-related factor significantly associated with chronic fatigue (p value: 0.041, OR: 2.917). These findings highlight the need for fatigue prevention programs tailored to job types and individual conditions.
Read More
S-12020
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nuke Novia Ananda; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Abdul Kadir, Rika Nurhayati
Abstrak:
Kelelahan merupakan salah satu bahaya yang dapat terjadi di sektor industri, terutama pergudangan karena pekerja di sektor pergudangan lebih banyak menggunakan aktivitas fisik untuk melakukan pekerjaannya sehari-hari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan gambaran dan menganalisis hubungan antara faktor risiko kelelahan dengan kelelahan pekerja pada pekerja di industri gudang alat berat PT.X. Faktor-faktor yang diteliti yaitu faktor risiko terkait pekerjaan (beban kerja, masa kerja, waktu istirahat, dan commuting time) dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, kualitas tidur, kuantitas tidur, kebiasaan merokok, dan kebiasaan olahraga) dengan desain studi cross-sectional. Data kelelahan beserta faktor risikonya diperoleh dengan kuesioner data responden, Fatigue Assessment Scale (FAS), dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelian menunjukkan sebanyak 82,8% pekerja di gudang PT.X mengalami kelelahan. Variabel beban kerja, commuting time, kuantitas tidur, dan kebiasaan olahraga memiliki hubungan yang signikan dengan kelelahan kerja.

Fatigue is one of the main hazards in the industrial sector, especially for warehousing workers, because they use more physical activity to carry out their daily work. This study aims to describe and analyze the relationship between fatigue risk factors and worker fatigue in workers in the heavy equipment warehouse industry PT. X. The risk factors studied were work-related risk factors (workload, length of work, rest periods, and commuting time) and non-work-related risk factors (age, sleep quality, sleep quantity, smoking habits, and exercise habits) with a cross-sectional study design. Fatigue data and its risk factors were obtained using individual respondent data questionnaires, the FAS Fatigue Assessment Scale (FAS), and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). The study results showed that 82.8% of workers in the PT.X warehouse experienced fatigue. The risk factor of workload, commuting time, sleep quantity, and exercise habits significantly correlate with work fatigue.
Read More
S-11314
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian; Pembimbing: L. Meily; Penguji: Chandra Satrya, Indri Hapsari Susilowati, Istiati Suraningsih, Ganjar Eko Prabowo
Abstrak:
Dari sudut pandang keselamatan dan kesehatan kerja kelelahan merupakan ancaman yang cukup signifikan. Kelelahah pada individu bersifat subjektif, namun pekerja belum tentu menyadari adanya kelelahan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kelelahan dan faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan pada perawat di puskesmas Kabupaten Sambas tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang menggunakan instumen kuesioner yang dilakukan secara daring dari Maret--Juni 2023. Total sampel 126 perawat yang bekerja di puskesmas Kabupaten Sambas. Hasil penelitian mendapatkan 30,2% perawat mengalami kelelahan. Hasil analisis bivariat faktor risiko di luar pekerjaan menunjukkan hubungan signifikan antara usia dan kelelahan (p value 0,016, OR 0.357), status pernikahan dan kelelahan ((p value 0,048, OR 0,351), kualitas tidur dan kelelahan (p value 0,005, OR 6,026). Hasil analisis bivariat faktor risiko pekerjaan menunjukkan hubungan signifikan antara stes kerja dan kelelahan (p value 0,001, OR 6,763). Hasil penelitian menyarankan perawat untuk bisa melakukan manajemen waktu dengan lebih baik dan lebih memperhatikan untuk berpola hidup sehat. Selain itu manajemen juga berperan penting dalam mengembangkan strategi dan kebijakan untuk mengurangi kelelahan di tempat kerja. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menggali lebih banyak faktor risiko dan menentukan faktor risiko dominan dengan menggunakan metode penelitian berbeda.

From health and safety perspective, fatigue is a significant concern. Fatigue is a subjective feeling and workers isn’t always aware of it, so it’s important for managers to recognize and prevent fatigue at the early stage. This study aimed to describe fatigue and risk factors associated with fatigue on puskesmas nurses at districk of Sambas 2023. This research is quantitative study with cross-sectional design using questionnaire which was conducted online from March to June 2023. A Total sample was 126 nurses who worked in puskesmas at districk of Sambas. The results showed that 30.2% of nurses experienced fatigue. Bivariate results of non-work related risk factors showed a significant relationship between age and fatigue (p value 0,016, OR 0.357), marital satus and fatigue (p value 0,048, OR 0,351), sleep quality and fatigue (p value 0,005, OR 6,026). Bivariate results of work related risk factors showed a significant relationship between work stress and fatigue (p value 0,001, OR 6,763). The results of this study suggest nurses to have better time management and pay more attention to a healthy lifestyle. In addition, management plays an important role for developing targeted strategies and policies to reduce fatigue in the workplace. Further research is needed to explore more risk factors and determine the dominant risk factors using different research methods
Read More
T-6654
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bella Azalia; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Anisa Sawu Dwi Astuti
Abstrak:
Kelelahan merupakan masalah yang sering terjadi di tempat kerja, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan menurunkan produktivitas kerja. Pekerja shift pada industri manufaktur merupakan kelompok yang rentan untuk mengalami kelelahan karena gangguan ritme sirkadian dan pola tidur alami. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kelelahan dan menganalisis faktor risiko kelelahan pada pekerja shift di Departemen Produksi perusahaan manufaktur PT X tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan metode kuantitatif dan pengambilan sampel non-probability sampling. Terdapat 112 data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner OFER, NASA-TLX, PSS-10, dan PSQI yang dianalisis menggunakan uji Chi Square dan uji regresi logistik sederhana. Hasil menunjukkan 32,1% mengalami kelelahan kronis, 19,6% mengalami kelelahan akut, 34,8% memiliki pemulihan kelelahan yang kurang. Faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan kelelahan kronis adalah masa kerja (p-value=0,002), kualitas tidur (p-value=0,001), dan riwayat penyakit (p-value=0,034). Faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan kelelahan akut adalah masa kerja (p-value=0,002) dan kualitas tidur (p-value=0,001). Faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan pemulihan kelelahan adalah kualitas tidur (p-value=0,006) dan riwayat penyakit (p-value=0,007). Faktor risiko beban kerja, durasi kerja, shift kerja, stres kerja, usia, kuantitas tidur, status gizi, konsumsi kafein, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, pekerjaan sampingan, dan waktu perjalanan tidak berhubungan signifikan dengan kelelahan kronis ataupun akut.

Fatigue is a common problem in the workplace, which can increase the risk of workplace accidents and reduce work productivity. Shift workers in the manufacturing industry are a group that is vulnerable to fatigue due to circadian rhythm and natural sleep patterns disturbances. This study aims to determine the level of fatigue and analyze the risk factors for fatigue among shift workers in the Production Department of PT X manufacturing company in 2025. This study used a cross-sectional design with quantitative methods and non-probability sampling. A total of 112 data were collected using the OFER, NASA-TLX, PSS-10, and PSQI questionnaire and analyzed using the Chi-square test and simple logistic regression test. The results showed that 32.1% experienced chronic fatigue, 19.6% experienced acute fatigue, and 34.8% had poor fatigue recovery. Risk factors significantly associated with chronic fatigue were length of service (p-value=0,002), sleep quality (p-value=0,001), and history of illness (p-value=0,034). Risk factors significantly associated with acute fatigue were length of service (p-value=0,002) and sleep quality (p-value=0,001). Risk factors significantly associated with fatigue recovery were sleep quality (p-value=0,006) and history of illness (p-value=0,007). Risk factors such as workload, work duration, work shifts, work stress, age, sleep quantity, nutritional status, caffeine consumption, smoking habits, exercise habits, side jobs, and commuting time were not significantly associated with both chronic and acute fatigue.
Read More
S-12191
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive