Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lilian Susanti Nova; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Hartono, Bambang Wispriyono, Miko Hananto, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Tesis ini membahas tentang gambaran kejadian ISPA serta determinan yang mempengaruhinya seperti PM10 suhu, kelembaban, arah dan kecepatan angin, jarak rumah dari industri, ventilasi, kepadatan hunian, asap rokok, intake, umur, jenis kelamin, status gizi, riwayat imunisasi, ASI eksklusif kepada anak balita yang tinggal di Desa Sukadanau Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan melakukan analisis data primer, data primer hasil dari wawancara dan pengukuran PM10, suhu, kelembaban, arah dan kecepatan angin pada udara ambien. Dari 13 variabel yang diteliti yang memiliki hubungan yang bermakna adalah ASI Eksklusif terhadap kejadian ISPA pada anak balita dengan nilai p yang mempunyai arti anak balita yang tidak diberikan ASI eksklusif mempunyai peluang untuk mengalami kejadian ISPA 3 kali lebih besar dibandingkan dengan anak balita yang diberikan ASI eksklusif. Berdasarkan penelitian ini disarankan untuk warga yang tinggal di sekitar industry baja untuk dapat meningkatkan imunitas, karena dari hasil penelitian konsentrasi PM10 dari 8 titik yang diukur 37.5 % tidak memenuhi syarat. Dan perlu adanya kerjasama lintas sektor dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
This thesis discusses the description of ARI events and the determinants that influence it, such as PM10 temperature, humidity, wind direction and speed, distance from home from industry, ventilation, occupancy density, cigarette smoke, intake, age, sex, nutritional status, immunization history, breast milk exclusively for children under five living in Sukadanau Village, West Cikarang District, Bekasi Regency. This study uses a cross sectional design by analyzing primary data, primary data from interviews and measurements of PM10, temperature, humidity, direction and wind speed in ambient air. Of the 13 variables studied that have a significant relationship are exclusive breastfeeding for ARI events in children under five with p which means that children under five who are not exclusively breastfed have the opportunity to experience ARI events. 3 times greater compared to children under five who are given exclusive breastfeeding. Based on this research it is recommended for residents who live around the steel industry to be able to increase immunity, because from the results of the study the concentration of PM10 from 8 points measured 37.5% does not meet the requirements. And there needs to be crosssectoral collaboration from the Health Office, the Environmental Office and the Bekasi District Government.
Read More
T-6038
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Sisca Kumala Putri; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Ratna Djuwita, Ratu Ayu Dewi Sartika, Dodik Briawan, Iskari Ngadiarti
T-3349
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ivo Urwah; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Martya Rahmaniati, Milwiyandia
Abstrak: Kasus penyebab kematian bayi dan anak balita di Indonesia masih tinggi dan menjadi permasalahan kesehatan disetiap kawasan provinsi, sehingga berdampak pada tingkat pembangunan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat yang rendah. Penelitian ini dengan pendekatan longitudinal untuk mengidentifikasi secara retrospektif hasil kematian dan penyebab kematian kelompok bayi dan anak balita menggunakan data laporan Feedback kesehatan keluarga Kemenkes RI tahun 2016-2018. Analisis univariat untuk mengetahui proporsi penyebab kematian, dan analisis bivariat untuk menilai perubahan kecenderungan penurunan dalam proporsi penyebab kematian berdasarkan kelompok kawasan tahun 2016-2018 menggunakan Chi Square for Trend dalam fungsi statcalc dari EpiInfo. Hasil analisis menunjukkan kasus kematian anak terbanyak di 34 provinsi Indonesia yaitu kematian masa neonatal yang terjadi pada usia 0-6 hari (masa neonatal dini). Kematian kelompok bayi dan anak balita terlihat bahwa kawasan I, II, III mengalami penurunan, sedangkan peningkatan terjadi pada kawasan IV dan kawasan V. Kawasan II,III, IV dan V masih menjadi permasalahan dalam menurunkan penyebab kematian kelompok bayi (asfiksia, BBLR, sepsis, kelainan kongenital, tetanus, pneumonia, diare, malaria, dan kelainan saluran cerna) dari tahun 2016 hingga 2018. Sedangkan, kawasan yang menjadi permasalahan dalam menurunkan penyebab kematian anak balita (diare, pneumonia, malaria, campak) yaitu kawasan V. Penelitian ini menyoroti perlunya adanya upaya komprehensif dengan kolaborasi multisektoral, peningkatan pelayanan kesehatan untuk mengurangi penyebab kematian bayi dan anak balita di Indonesia.
Read More
S-10214
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Vida Northwadziyah, Soedjajadi Keman
JKL Vol.7, No.2
Surabaya : Departemen KL FKM Unair, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfi Lailiyah; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: Helda, Florisa Juliaan
Abstrak: Pneumonia merupakan penyebab kematian kedua pada balita. Lima dari enamprovinsi di Pulau Sulawesi memiliki period prevalence pneumonia balita di atasangka nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambarandanfaktor-faktor yang berhubungan dengan pneumonia pada anak balita di 5 Provinsi di Pulau Sulawesi pada tahun 2012. Desain yang digunakan dalampenelitianini adalah studi cross sectional dengan menggunakan data SDKI 2012. Variabel independen dalam penelitian ini adalah faktor pejamu yang meliputi umur anakbalita, jenis kelamin, berat badan lahir, pemberian vitamin A, status imunisasi campak, status imunisasi DPT, dan faktor lingkungan yang berupa pendidikanibu, tempat tinggal, bahan bakar memasak, keberadaan perokok yang merokok dalamrumah. Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah pneumoniapada anak balita. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan bermaknaantara umur anak balita, status imunisasi DPT, pendidikan ibu, bahan bakar memasak, keberadaan perokok yang merokok dalam rumah dengan pneumoniapada anak balita. Kata kunci: Anak balita, pneumonia, Sulawesi
Read More
S-9198
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sinta Purnamawati; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Besral, Irawan Mangunatmadja, Vivi Setiawaty
T-4086
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nani Olivia Koto; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Dewi Damayanti
S-6584
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Brightwell Sibanda; Pembimbing: R. Budi Haryanto; Penguji: Budi Hartono, Dewi Susanna, Aria Kusuma
Abstrak:
Diare masih merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian anak, terutama pada anak di bawah usia lima tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menilai Hubungan Antara Cakupan Sanitasi dan Hasil Diare pada Anak Balita di Provinsi Matabeleland Selatan dan Matabeleland Utara Zimbabwe. Metode: Penelitian ini menggunakan studi Kuantitatif Cross-Sectional. Sebanyak 518 ibu di Matabeleland Selatan dan 615 ibu di provinsi Matabeleland Utara dianalisis dalam penelitian ini berdasarkan data sekunder dari temuan Multiple Indicator Cluster Survey (MICS) tahun 2019. Variabel yang diteliti adalah pendidikan ibu, kekayaan, cuci tangan, cakupan sanitasi, fasilitas sanitasi bersama, usia anak, tempat tinggal, dan agama. Hasil: Analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia dan tempat tinggal di Provinsi Matabeleland Selatan. Untuk usia p-Value sebesar 0,039 dengan OR sebesar 0,594 dan CI 95% (0,362-0,974) serta Tempat Tinggal dengan p-Value sebesar 0,004 dan OR sebesar 2,442 dan CI 95% (1,329-4,484). Di provinsi Matabeleland Utara, kekayaan memiliki p-Value sebesar 0,039 dan OR sebesar 0,555 dengan CI 95% (0,318-0,969). Usia memiliki 0,002 dan OR 2,382 pada CI 95% (1,375-4,127). Kesimpulan: Cakupan sanitasi tidak signifikan dalam penelitian ini.

Diarrhea remains a prominent factor contributing to the high rates of child mortality, particularly observed in children under the age of five. The aim of the study was to Assess the Relationship Between Sanitation Coverage and Diarrhea Outcomes among under five years of age in Matabeleland South and Matabeleland North Provinces of Zimbabwe. Methods: The study utilized a Quantitative Cross-Sectional study. A total of 518 mothers in Matabeleland South and 615 mothers in Matabeleland North province were analyzed in this research based on the secondary data from the 2019 Multiple Indicator Cluster Survey (MICS) findings. The variables studied were the mother's education, wealth, handwashing, sanitation coverage, shared sanitation facilities, child age, residence, and religion. Results: The analysis revealed significant associations for both age and residence in Matabeleland South Province. For age the p-Value was 0.039 with an OR of 0.594 and a 95% CI (0.362-0.974) and Residence with a p-Value of 0.004 and an OR of 2.442 and a 95% CI (1.329-4.484). In Matabeleland North province, wealth had a p-Value of 0.039 and an OR of 0.555 with 95% CI (0.318-0.969). Age had 0.002 and an OR of 2.382 at a 95% CI (1.375-4.127). Conclusion: Sanitation coverage was not significant in this study.
Read More
T-7062
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Fuadiyati; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Eulis Wulantari
T-3401
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Shafa Khalishah Salsabila Ramadhani; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Asih Setiarini, Fathimah Sulistyowati Sigit, Tria Astika Endah Permatasari, Iing Mursalin
Abstrak:

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, perkembangan kognitif, dan produktivitas. Kabupaten/kota Pulau Papua masih menunjukkan prevalensi stunting yang tinggi, melebihi rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6–59 bulan di 29 kabupaten/kota Pulau Papua menggunakan pendekatan studi ekologi. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi linier berganda. Variabel yang dianalisis meliputi karakteristik ibu dan anak, asupan makanan, penyakit infeksi, praktik pengasuhan, akses layanan kesehatan, kondisi lingkungan, dan status ekonomi. Hasil analisis bivariat menunjukkan beberapa variabel memiliki hubungan signifikan dengan stunting, seperti tinggi badan ibu <150 cm, pendidikan ibu <SMA, keragaman pangan rendah, konsumsi tablet tambah darah <90 tablet, tidak ASI eksklusif, dan sanitasi tidak aman. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik dalam analisis multivariat. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis wilayah dan multisektoral yang mempertimbangkan konteks lokal dalam perencanaan intervensi stunting di Pulau Papua.
Kata kunci: stunting, studi ekologi, Pulau Papua, anak balita, faktor risiko


Stunting is a chronic nutritional problem with long-term impacts on health, cognitive development, and productivity. Districts and municipalities in Papua Island continue to show high stunting prevalence rates, exceeding the national average. This study aims to analyze the factors associated with stunting among children aged 6–59 months in 29 districts/municipalities of Papua Island using an ecological study approach. The research utilizes secondary data from the 2023 Indonesia Health Survey (SKI). Data analysis was conducted through univariate, bivariate, and multivariate methods using multiple linear regression. The analyzed variables included maternal and child characteristics, food intake, infectious diseases, childcare practices, healthcare access, environmental conditions, and economic status. Bivariate analysis revealed significant associations between stunting and several factors, such as maternal height <150 cm, education level below senior high school, low dietary diversity, iron tablet consumption <90 tablets, non-exclusive breastfeeding, and unsafe sanitation. However, no statistically significant associations were found in the multivariate analysis. These findings highlight the importance of area-based and multisectoral approaches that take local context into account in planning stunting intervention programs in Papua Island. Keywords: stunting, ecological study, Papua Island, under-five children, risk factors

Read More
T-7261
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive