Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Edwin Nasli; Pembimbing: Abdur Rahman; Penguji: Bambang Wispriyono, Budi Hartono, Fachrudin Ali Achmad, Edwan NS
Abstrak:

Kolam renang adalah salah satu tempat yang diminati masyarakat, namun mempunyai potensi gangguan kesehatan karena pajanan gas klor ketika hasil disinfeksi yang menggunakan kaporit. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi tingkat risiko kesehatan yang disebabkan oleh pajanan gas klor pada pengguna kolam renang Cilandak Sport Centre Cilandak Jakarta Selatan Tahun 2013.Penelitian ini menggunakan metode estimasi risiko kesehatan lingkungan dengan disain tipe I (ATSDR, 1998) dengan besar sampel 100 pengguna kolam renang. Data konsentrasi dan variable lainnya dikumpulkan melalui pengukuran, wawancara dan observasi. Tingkat risiko kesehatan non karsinogenik diestimasi dengan membagi rata-rata asupan harian gas klor dengan dosis respon gas klor (0,00006 mg/M3).Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi klor (0,1004; 0,0690 - 0,1389) mg/M3 (SD=0,0299), dengan RQ>1 98% (1 - 447) dan hanya 2% yang mempunyai RQ≤1. Keluhan pengguna adalah mata merah dan perih, iritasi kulit dan hidung dan tenggorokan panas/rasa terbakar.Disimpulkan bahwa penggunaan disinfeksi dengan kaporit saat ini sangat berisiko mengganggu kesehatan oleh pajanan gas klor. Dirumuskan pengendalian penggunaan kaporit harus dikurangi dari 8 kg menjadi 0,167 kg dan waktu beraktivitas tidak lebih dari 1,82 jam per hari.


Swimming pool is one place that the public interest, but have potential health problems due to exposure to chlorine gas when the result of disinfection using chlorine. The purpose of this study was to estimate the health risks caused by exposure to chlorine gas among the swimming pool attendant in Cilandak Sport Center Swimming Pool Cilandak South Jakarta Year 2013.

This study uses estimates of environmental health risk assessment (EHRA) with design of Type-I (ATSDR, 1996) with a sample of 100 attendant. Concentration chlorine gas and data of other variables collected through measurements, interviews and observation. Non carcinogenic health risk estimated by dividing the average daily intake of chlorine gas with chlorine gas response dose reference (0,00006 mg/M3).The result of research shows us that of chlorine concentrate (0,1004; 0,0690 - 0,1389) mg/M3 (SD=0,0299) with RQ>1 is 98% (1 - 447) and only 2% have RQ≤1. The complaints are red and burning eyes, skin irritation and nose and throat hot/burning sensation.The conclusion is health risk of non carsinogenic affects all attendant. By being so, it’s a must to do risk management by reducing chlorine from 8 kg to 0,167 kg and time dose not more than 1,82 hours per day.

Read More
T-3787
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggi Kurniawan Alfarisi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Dadan Erwandi, Neni Julyatri Sagala
Abstrak: Stres kerja merupakan psychological hazard yang terkadang tidak terlihat, dantidak diperhatikan oleh managemen perusahaan, padahal dampak dari bahayapsikososial tersebut jika tidak segera direspon dalam jangka waktu tertentu dapatmenimbulkan dampak yang merugikan. Tenaga Analis Kesehatan merupakansalah satu pekerja yang berisiko mengalami stres kerja, dikarenakan rutinitaspekerjaannya yang monoton dan selalu berinteraksi dengan bahaya biologismerupakan salah satu faktor penyebab stres kerja. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja padaTenaga Analis Kesehatan di laboratorium X. Dari hasil penelitian, diketahuifaktor-faktor yang menyebabkan stres kerja pada tenaga Analis kesehatan diLaboratorium X adalah beban kerja, rutinitas kerja, jadwal kerja, dan bahayabiologis.
Kata Kunci : Stres kerja, Tenaga Analis Kesehatan.
Work stress is psychological hazard that are sometimes not seen, and gounnoticed by the management company, but the impact of the psychosocialhazards if not immediately responded in a certain period of time can cause adverseimpacts. Health Analyst is one of the workers at risk of occupational stress, due tothe monotonous routine work and always interacting with biological hazards isone of the causes of work stress. The purpose of this study was to determine thefactors associated with work stress on Health Analyst at X Laboratory. From theresearch lab, the causes factors of work stress on health Analyst at X Laboratoryare the workload, work routines, work schedules, and biological hazards .
Keywords : Work stress , Health Analyst.
Read More
S-9226
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riki Johari; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Mila Tejamaya, Syarif Usman
Abstrak: Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di laboratorium terutama di bagian Mikrobiologi merupakan hal penting yang harus dijalankan, dimana laboratoriumdi bagian Mikrobiologi merupakan salah satu tempat kerja yang mengandung bahaya kesehatan mudah terjangkit penyakit, risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuanya adalah diketahuinya tingkat risiko K3 pada aktivitas pemeriksaan sampel yang rutin dilakukan seperti pemeriksaan kultur darah, sputum dan memberikan rekomendasi. Tahapan manajement risiko dilakukan berdasarkan pendekatan manajemen risiko AS/NZS 4360:2004, metode identifikasi hazard yang digunakan adalah Generic Model dan untuk penentuanlevel risiko metode analisa risiko semikuantitatif mengunakan nilai berupa skorberdasarkan W.T. Fine dalam Cross Jean, 1998. Existing risk (dengan memperhitungkan pengendalian yang telah ada) pada aktivitas pemeriksaan kultur darah dan sputum dikelompokan menurut tahapan kerja dan dilakukan skoring berdasarkan Fine untuk menentukan level risikonya, didapatkan level risiko Besarsebanyak 13, level risiko Prioritas 3 sebanyak 17, dan level risiko Diterima sebanyak 6. Untuk mengurangi risiko K3 pada petugas analis kesehatan di bagian Mikrobiologi dilakukan engineering control, administrative control, dan alatpelindung diri (APD). Kata kunci : Kajian risiko, analis kesehatan, laboratorium mikrobiologi
Implementation of Occupational Health and Safety in the Microbiology laboratoryis especially important to be performed, where the Microbiology laboratory isone ofworkplace helath hazards easily contract the disease, the risk of occupationalaccidents and occupational diseases. The aim is to know the level of risk k3 activityroutine sample check such as checking blood culture, sputum and providerecommendations. Stages of Management of risk approach to risk management ibased on AS/NZS 4360:2004, hazard identification methods used are GenericModel for determinaation of the level of risk and risk analysis methodssemiquantitatively using a score based on the value in WT Fine in Jean Cross,1998. Existing risk (taking into account existing controls) on the activityof bloodand sputum culture examination are grouped according to the stages of labor andscoring done by Fine to determine the level of risk, Great risk levels obtained were13, the risk level Priority 3 as many as 17, and as Acceptable risk levels 6. Toreduce the risk of K3 on workers health analyst at the Microbiology conductedengineering controls, administrative controls, and personal protective equipment(PPE).Keywords: risk assessment, health analyst, microbiology laboratory
Read More
S-7619
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive