Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aria Novita Sari; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Sandra Fikawati, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Alsuhendra, Luluk Hadiyanto
Abstrak: Latar belakang: Nilai volume oksigen maksimal (vo2max) merupakan penilaian yang digunakan untuk melihat asupan oksigen maksimal selama berolahraga. Atlet yang memiliki nilai vo2max rendah akan sulit bersaing dengan atlet yang memiliki nilai vo2max tinggi karena semakin rendah nilai vo2max akan semakin mudah lelah. Banyak faktor yang berhubungan dengan nilai vo2max, seperti usia, jenis kelamin, status gizi, asupan gizi, frekuensi makan, hingga gaya hidup seperti kebiasaan merokok. Penelitian ini bertujuan melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan nilai prediksi vo2max pada atlet remaja di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan di Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan design cross sectional. Sampel yang digunakan adalah atlet remaja di bawah bimbingan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, yang juga merupakan siswa SKO Ragunan. Responden berasal dari olahraga bulutangkis, sepakbola, voli, basket, tenis meja, taekwondo, pencak silat, gulat, panahan, atletik, loncat indah, dan angkat besi. Bleep test digunakan untuk mendapatkan prediksi nilai vo2max. Nilai persen lemak tubuh didapatkan melalui alat bio implemendarce analysis (BIA). Hasil: Rata-rata nilai vo2max atlet remaja di SKO Ragunan 45,12±8,19 ml/kg/menit. Diketahui variabel yang berhubungan dengan nilai vo2max adalah persen lemak tubuh (p 0,0005, r -0,71), asupan energi harian (p 0,04, r 0,21), dan jenis kelamin (p 0,0005). Setelah mengoreksi variabel usia, jenis kelamin, persen lemak tubuh, dan frekuensi makan, hasilnya variabel jenis aktivitas fisik dinilai memiliki pengaruh paling besar terhadap nilai vo2max (p 0,0005). Kesimpulan: Mengombinasikan aktivitas fisik aerobik dan anaerobik untuk latihan harian dapat meningkatkan nilai vo2max pada atlet remaja.
Read More
T-5569
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Blasius Bayu Widiastono Wiranto; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Triyanti, Anna Fitriani
Abstrak:
Latar belakang: Perilaku pengendalian berat badan merupakan sikap, tindakan, atau upaya yang dilakukan oleh individu untuk menjaga, menurunkan, atau mencapai berat badan yang diinginkan, dimana perilaku pengendalian berat badan yang tidak sehat dapat memberikan dampak negatif dan membahayakan diri. Penelitian di tahun 2022 menunjukan bahwa setidaknya 16,9% atlet remaja melakukan pengendalian berat badan yang tidak sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pengendalian berat badan pada atlet remaja di PPOP DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 201 yang dipilih menggunakan systematic random sampling. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa 21,9% atlet remaja di PPOP DKI Jakarta memiliki perilaku pengendalian berat badan yang tidak sehat. Analisis bivariat menunjukan hubungan yang signifikan antara status gizi (p=0,049 ; OR=2,436 dan 0,678), persepsi berat badan (p = 0,000 ; OR = 1,614 dan 5,897), dan pengaruh keluarga (p=0,013 ; OR=2,413) dengan perilaku pengendalian berat badan yang tidak sehat. Kesimpulan: Institusi tempat atlet berlatih dapat melakukan edukasi kepada atlet dan orang tua atlet, dan meningkatkan peran tenaga profesional melalui konseling kepada para atlet yang diikuti dengan peningkatan ketaatan atlet pada pedoman makan yang telah disediakan institusi.

Background: Weight control behavior refers to attitudes, actions, or efforts undertaken by individuals to maintain, reduce, or achieve a desired body weight. Unhealthy weight control behaviors can have negative and harmful effects. A study in 2022 showed that at least 16.9% of adolescent athletes engaged in unhealthy weight control behaviors. Objective: This study aims to describe and identify factors associated with weight control behaviors among adolescent athletes at PPOP DKI Jakarta. Methods: This research is a quantitative study with a cross-sectional design. The sample consisted of 201 participants selected through systematic random sampling. Results: The study found that 21.9% of adolescent athletes at PPOP DKI Jakarta exhibited unhealthy weight control behaviors. Bivariate analysis showed significant associations between nutritional status (p=0.049; OR=2.436 and 0.678), weight perception (p=0.000; OR=1.614 and 5.897), and family influence (p=0.013; OR=2.413) with unhealthy weight control behavior. Conclusion: Institutions where athletes train can provide education to athletes and their parents and enhance the role of professionals through counseling for athletes. This should be accompanied by improved adherence to dietary guidelines provided by the institution.
Read More
S-11860
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive