Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nafa Raissa Kamila; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Ede Surya Darmawan, Prastuti Soewondo
Abstrak:
Average Length of Stay (ALOS) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menilai efisiensi pelayanan rawat inap rumah sakit. Variasi ALOS dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk karakteristik struktural rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik struktural rumah sakit yang meliputi status kepemilikan, kelas rumah sakit, jumlah tempat tidur, dan wilayah administratif dengan Average Length of Stay (ALOS) pada rumah sakit umum di Provinsi DKI Jakarta tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Nasional dan data profil rumah sakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2025. Unit analisis penelitian adalah 109 rumah sakit umum yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann Whitney, Kruskal Wallis, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ALOS rumah sakit umum di Provinsi DKI Jakarta sebesar 3,20 hari. Terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah tempat tidur rumah sakit dengan ALOS (p<0,001; r=0,489), status kepemilikan rumah sakit dengan ALOS (p=0,010), serta kelas rumah sakit dengan ALOS (p<0,001). Rumah sakit pemerintah dan rumah sakit kelas A cenderung memiliki nilai ALOS yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Sementara itu, wilayah administratif rumah sakit tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan ALOS (p=0,927). Penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi ALOS pada rumah sakit umum di Provinsi DKI Jakarta lebih dipengaruhi oleh karakteristik struktural rumah sakit, terutama kapasitas tempat tidur, status kepemilikan, dan kelas rumah sakit, dibandingkan wilayah administratif rumah sakit. Temuan ini dapat menjadi masukan dalam evaluasi efisiensi pelayanan rawat inap dan perencanaan kapasitas pelayanan rumah sakit.

Average Length of Stay (ALOS) is one of the indicators commonly used to assess the efficiency of inpatient hospital services. Variations in ALOS may be influenced by several factors, including hospital structural characteristics. This study aimed to analyze the relationship between hospital structural characteristics, namely ownership status, hospital class, number of beds, and administrative region, and Average Length of Stay (ALOS) among general hospitals in DKI Jakarta Province in 2025. This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach using secondary data obtained from the National Hospital Information System (SIRS) and hospital profile data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2025. The unit of analysis consisted of 109 general hospitals that met the inclusion criteria. Data were analyzed using univariate and bivariate methods, including Mann Whitney, Kruskal Wallis, and Spearman correlation tests. The results showed that the mean ALOS among general hospitals in DKI Jakarta was 3.20 days. Significant relationships were found between the number of hospital beds and ALOS (p<0.001; r=0.489), hospital ownership status and ALOS (p=0.010), and hospital class and ALOS (p<0.001). Government-owned hospitals and Class A hospitals tended to have higher ALOS values compared with other groups. Meanwhile, hospital administrative region was not significantly associated with ALOS (p=0.927). This study concludes that variations in ALOS among general hospitals in DKI Jakarta are more strongly associated with hospital structural characteristics, particularly bed capacity, ownership status, and hospital class, rather than administrative region. These findings may contribute to the evaluation of inpatient service efficiency and hospital capacity planning.
Read More
S-12438
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Helmawati Perangin-angin; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Atik Nurwahyuni, H. A. Y. G. Wibisono,
Abstrak:

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran  pemanfaatan pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap pasien multiguna di RSU Kabupaten Tangerang, mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan, dan untuk mengetahui estimasi nilai rata-rata pemanfaatan pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap di RSU Kabupaten Tangerang bagi pasien peserta multiguna. Dan akan dihasilkan suatu nilai estimasi yang menjadi standard acuan untuk melakukan utilisasi review. Dilakukan dengan rancangan cross sectional dan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien peserta multiguna yang memanfaatkan pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap di RSU Kabupaten Tangerang. Dari hasil penelitian dapat terlihat bahwa  visite rate rawat jalan pasien peserta multiguna di RSU Kabupaten Tangerang adalah 1,3 kali yang mana hampir sama dengan visite rate pasien peserta Jamkesda di Kota/Kabupaten lain. Visite rate rawat inap pasien peserta multiguna di RSU Kabupaten Tangerang hanya 0,03 kali, dan ini masih rendah dibandingkan dengan visite rate rawat inap peserta Jamkesda Kota/Kabupaten lainnya. Rata-rata biaya rawat jalan dan ALOS pasien peserta multiguna hampir sama dengan tariff rawat jalan dan ALOS INADRG RS Tipe B, Kelas 3 dan Poli Biasa. Pemanfaatan pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap pasien peserta multiguna di RSU Kabupaten Tangerang di pengaruhi oleh umur, jenis kelamin, status perkawinan dan diagnose penyakit pasien. Peneliti menyarankan agar di dalam menyusun anggaran untuk peserta kartu multiguna bidang kesehatan ini hendaknya diperhatikan factor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan tersebut. Kata Kunci : pemanfaatan pelayanan kesehatan, utilisassi review, standard acuan, visite rate, alos.


 

ABSTRACT The goal of this research is to describe of utilization of health service outpatient and inpatient by Multiguna’s patient in The General Hospital of Tangerang, knowing the factors associated with utilization of health services, and to determine an average value of health care utilization of outpatient and inpatient in The General Hospital of Tangerang for Multiguna’s patient that will be estimate the gold standard to conduct the  utilization review. Performed with a cross-sectional design using quantitative approach. Population  was all Multiguna’s patients who utilize health care outpatient and inpatient at The Genaral Hospital of Tangerang. The result of research showed visite rate of outpatient is 1,3 times which is almost the same  visite rate outpatient of Jamkesda participants in the other city. Visite rate of hospitalization  only 0,03 times, still low compared with visite rate of hospitalization Jamkesda participants in the other city. The average cost of outpatient care and ALOS  multiguna’s patient almost equal with rates of outpatient and ALOS of INA-DRG Type B Hospital, Class 3 and ordinary clinic. The results showed that the utilization of outpatient health services and inpatient care by the multiguna’s patient in the general hospital of Tangerang influenced by age, sex, marital status and diagnosis of patient illness. From this study obtained a standard of reference for utilization review. The research suggested that in preparing the budget for  health sector of Multiguna are to be considered factors related to the utilization of health services. Key words: utilization of health services, utilization review, reference standard, visite rate, average length of stay.

Read More
T-3369
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive