Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
William; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Sutanto; Syamsul Arifin, Alwina Fitria Maulidiani
Abstrak:
Pada 2019, Perusahaan X melakukan perubahan pada drilling fluid yang digunakan dalam operasi pengeboran. Benzene adalah senyawa karsinogenik yang dapat ditemukan dalam drilling fluid dan dapat menyebabkan penyakit akut dan/atau kronis. Penelitian ini akan menganalisis dampak dari pergantian drilling fluid dengan mengukur konsentrasi benzene di udara dari penggunaan drilling fluid lama dan drilling fluid baru, mengetahui konsentrasi benzene di udara pada area kerja dengan drilling fluid baru, mengetahui pajanan benzene pada pekerja dengan drilling fluid baru, dan mengetahui efektifitas dari LEV yang digunakan pada beberapa lokasi. Dari penelitian ini didapatkan adanya perbedaan signifikan dari pengukuran terhadap konsentrasi benzene di udara yang disebabkan oleh pergantian drilling fluid pada flowline (p = 0,035) dan shale shaker (0,004) dan tidak signifikan pada active pit (p = 0,223). Dengan penggunaan drilling fluid baru, beberapa lokasi mempunyai konsentrasi dengan rata-rata konsentrasi benzene pada breathing zone yang melebihi NAB-TWA, yaitu pada active pit (1,64 ppm), reserve pit (1,11 ppm), flowline di bawah rig floor (0,34 ppm) dan possum belly (0,31 ppm). Pekerja yang bekerja pada area sirkulasi drilling fluid dalam penelitian ini terpajan dengan rata-rata konsentrasi benzene dengan konsentrasi di bawah NAB-TWA dan mempunyai metabolit benzene (SPMA) di bawah nilai IPB. Pada penelitian ini didapatkan bahwa LEV tidak efektif untuk mengurangi konsentrasi benzene pada area dengan tipe penampungan terbuka (flowline, p = 0,346 dan possum belly, p = 0,346) dan efektif untuk tipe penampungan tertutup (Active pit, p < 0,001)

In 2019, Company X made changes to the drilling fluid used for drilling activity. Benzene is a carcinogenic compound that can be found in drilling fluid and can cause acute and/or chronic disease. This study will analyze the impact of changing drilling fluids by measuring the concentration of benzene in the air from the use of the old drilling fluid and the new drilling fluid, knowing the concentration of benzene in the air in the work area with the new drilling fluid, knowing the benzene exposure of workers with the new drilling fluid, and knowing effectiveness of the LEV used in several locations. From this study, it was found that there was a significant difference in the measurement of the concentration of benzene in the air caused by the change of drilling fluid in the flowline (p = 0.035) and shale shaker (0.004) and not significant in the active pit (p = 0.223). With the use of new drilling fluids, several locations have concentrations with an average concentration of benzene in the breathing zone that exceeds the Threshold Limit Value-Time Weighted Average (TLV-TWA), namely in the active pit (1.64 ppm), reserve pit (1.11 ppm), flowline below the rig floor (0.34 ppm) and possum belly (0.31 ppm). Workers working in the drilling fluid circulation area in this study were exposed to an average concentration of benzene with concentrations below the TLV-TWA and had benzene metabolites (SPMA) below the IPB value. In this study it was found that LEV was not effective for reducing benzene concentrations in areas with open reservoir types (flowline, p = 0.346 and possum belly, p = 0.346) and effective for closed reservoir types (Active pit, p < 0.001).
Read More
T-6260
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Rizki Sanjaya; Pembimbing: ; Penguji: Laila Fitria, Inswiarsi, Miko Hananto
Abstrak:

ABSTRAK Nama :  Bayu Rizki Sanjaya Program Studi              :  Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul                            :   Asosiasi Pajanan Benzene Terhadap Kadar Hemoglobin  (Studi Pada Pekerja Laki-Laki Di Industri Sepatu Informal Cibaduyut, Jawa Barat) xvi + 85 halaman, 16 tabel, 9 gambar Benzene merupakan senyawa yang berbahaya bagi kesehatan. Dampak nonkarsinogenik yang diakibatkan diantaranya anemia dan pensitopenia. Pada pajanan benzene ditingkat rendah, menunjukkan adanya perbedaan dampak hematologi. Kadar hemoglobin merupakan salah satu parameter awal yang digunakan untuk mengetahui dampak hematologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui asosiasi pajanan benzene terhadap kadar hemoglobin. hasil penelitian. Metode penelitian. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pemilihan sampel mengggunakan cluster satu tingkat. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 71 pekerja laki-laki responden. Pengukuran benzene menggunakan metode NIOSH 1501, pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan automated hematlogy analyzer. Lama kerja, usia, status merokok, konsumsi alkohol dan riwayat infeksi diukur menggunakan kuesioner Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pajanan benzene adalah 0,34 ppm dan kadar hemoglobin pekerja laki-laki adalah15,34 ± 1,14 g/dL. Berdasarkan analisis statistik, rata-rata kadar hemoglobin pajanan benzene  ≤ 0,50 ppm adalah 15.15 g/dL (95% CI : 14.80 - 15.50) dan pada pajanan benzene   0,51 – 1 ppm adalah g/dL 15.55 (95% CI : 15.19 - 15.91). Pekerja dengan lama kerja lebih dari 6 tahun memiliki kadar hemoglobin lebih rendah 0,7 g/dL (95% CI: -1.32 s.d. -0.13) dibandingkan pekerja dengan lama kerja kurang dari 6 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pajanan benzene di bawah 1 ppm tidak ada asosiasi yang signifikan terhadap kadar hemoglobin, namun pekerja terdapat indikasi bahwa durasi pajanan yang diukur dengan lama kerja berasosiasi dengan penurunan hemoglobin. Kata kunci: benzene, hemoglobin, pekerja laki-laki


ABSTRACT Name :  Bayu Rizki Sanjaya Program of Study :  Master of Public Health Title of Thesis              :   Association of benzene exposures and hemoglobin (Study among the footware male workers in Cibaduyut West Java) xvi + 85 pages, 16 tables, 9 pictures Benzene is one of the chemical substances which can cause some health effect. Noncarcinogenics effect can caused by benzene is anemia and pancytopenia. Benzene at lower concentrations have is conflicting evidence on potential hematological effects. Hemoglobin is one of hematological paramaters of hematological effects. The purpose of this study to explain association benzene exposure and effect of hemoglobin.   Cross sectional study design was used, and 71 male workers selected by cluster random sampling. Benzene measurement used NIOSH 1501 method and hemoglobin measurement used by automated hematalogy analyzer.  Confounding factors such as work duration, age, smoking status, alcohol consumption, and history of infection measurements by questionnares.   The results showed that means of benzene exposure is 0,34 ppm and means of hemoglobin is 15,34 ± 1,14 g/dL. Statistical analysis showed that means of hemoglobin at benzene exposure ≤ 0,50 ppm is 15.15 g/dL (95% CI : 14.80 - 15.50) and means of hemoglobin at benzene exposure   0,51 - 1 ppm is 15.55 g/dL (95% CI : 15.19 - 15.91). Male-workers that work duration more than 6 yearshave decreased of hemoglobin 0,7 g/dL (95% CI: -1.32 s.d. -0.13). The conclution is benzene exposure below 1 ppm statistically not association with hemoglobin. However long-time exposure of benzene that measure with work duration statistically significant with decreased of hemoglobin. Keywords: benzene, hemoglobin, male workers

Read More
T-4759
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erica C. Simanjuntak; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, L. Meily Kurniawidjaja, Diyon Indarto, Nur Muhammad Marheliansyah
Abstrak: Benzene bersifat toksik dan karsinogenik yang ditemukan dalam proses operasional Kilang Paraxylene di PT. X. Dalam proses kerjanya, pekerja terpajan benzene sehingga dilakukan analisa pajanan benzene terhadap pekerja. Desain penelitian adalah analisa kuantitatif dengan metode potong lintang dari data sekunder perusahaan. Variabel penelitian meliputi konsentrasi personal benzene, kadar SpMA, usia, masa kerja, status gizi, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, shift kerja, durasi pajanan per hari dan penggunaan APP dari 64 pekerja. Konsentrasi personal benzene diukur pada breathing zone pekerja berkisar antara 0,02 sd 0,44 ppm. Sebanyak 28 pekerja (43,75%) memiliki kadar SpMA melebihi IPB ACGIH 2021 (25 µg/g kreatinin), UCL 1,95% di semua SEG melebihi IPB, berarti ada ketidakyakinan sebesar 95% bahwa kadar SpMA pekerja Kilang Paraxylene tidak melebihi IPB. Uji korelasi pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsentrasi personal benzene dengan kadar SpMA, p=0,195. Hasil uji statistic menemukan adanya hubungan signifikan antara kadar SpMA dengan masa kerja, p=0,04. Kadar SpMA hanya menggambarkan metabolit di tubuh namun tidak dapat memberikan rute pajanan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menganalisa dampak pajanan benzene pada pekerja yang melebihi durasi aman pajanan benzene pada PT. X
Read More
T-7162
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sukardi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Elsye As Safira, Novianti Sulistyowati
Abstrak: Tesis ini membahas Pajanan Penanganan Bahan Kimia Berbahaya Beracun (B3)Benzene dan xylene pada Divisi Industrial Chemical Specialties PT ClariantIndonesia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pajanan Benzene danxylene serta untuk mengetahui upaya pengendalian yang sudah dilakukan.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Datadikumpulkan dengan membagikan kuesioner terbuka dan melakukan pengukuranlangsung dengan metode personal active sampling untuk mengetahui kadarBenzene dan xylene di tempat kerja . Hasil penelitian menyarankan bahwakaryawan perlu meningkatkan kesadaran dalam menggunakan alat pelindung diripada saat bersinggungan dengan bahan kimia B3. Perusahaan perlu melakukanreview terhadap PPE management khususnya respirator. Perusahaan juga perlumeningkatkan program preventive maintenance terhadap sarana dan prasaranayang terkait dengan penanganan bahan kimia Benzene dan xylene.Kata kunci:Kajian Pajanan B3, Benzene, Xylene
The focus of this study is the exposure assessment of handling Dangerous Goodsbenzene and xylene in Industrial Chemical Specialties Department at PTABCIndonesia. The purpose of this study is to analyze the exposure of benzeneand xylene also to evaluate the control programs of dangerous chemical exposure.This study is a qualitative research with descriptive interpretive. The data werecollected by open questionnaires and environment monitoring by personalsampling method to ensure the level of air quality. From the results, theresearcher suggests that workers need to increase awareness regarding personalprotective equipment used especially when handling dangerous goods chemicals.Company also has to improve management of personal protective equipmentwhich involved all workers who contact with dangerous chemicals. Company alsohas to improve preventive maintenance programs to equipments related withhandling benzene and xyleneKeywords:Exposure Assessment of Dangerous Goods, Benzene, Xylene.
Read More
T-4660
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haikal Muhammad Ariq Andrianto; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Mariani
Abstrak:
Laboratorium Migas merupakan tempat kerja untuk melakukan pengujian, penelitian, dan pengembangan minyak mentah, produk sampingan, hingga produk jadi menggunakan peralatan dan bahan yang ada. Laboratorium memiliki banyak bahaya di dalamnya, tak terkecuali dengan bahaya kimia seperti benzene, toluene dan xylene (BTX). Oleh karena itu, diperlukan kajian risiko kesehatan di Laboratorium Migas untuk mengetahui seberapa besar tingkat risiko BTX terhadap pekerja laboratorium. Kajian risiko kesehatan ini akan mengacu pada CHRA DOSH Malaysia (2018) dimana data yang didapatkan dianalisis menggunakan IHSTAT. Kajian risiko kesehatan dilakukan menyesuaikan dengan SEG yang sudah ditentukan, yaitu unit Crude & Product Classification, unit Facility & Quality, unit Fuel, unit Analytical & Gas, serta unit Petrochemical. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat tingkat risiko yang tinggi pada pajanan benzene melalui rute inhalasi serta rute dermal terhadap unit Fuel. Sementara itu, pajanan xylene dan toluene berada pada tingkat risiko yang rendah untuk rute pajanan inhalasi serta berada pada tingkat pajanan moderat pada rute pajanan dermal. Dari hasil penelitian terkait tingkat risiko keseharan pada pajanan benzene, toluene, dan xylene, diperlukan peningkatan kesadaran pekerja untuk menggunakan APD tambahan serta peningkatan sistem ventilasi di tempat kerja.

The Oil and Gas Laboratory is a workplace for conducting testing, research and development on crude oil, by-products and finished products using existing equipment and materials. Laboratories have many dangers in them, including chemical hazards such as benzene, toluene and xylene (BTX). Therefore, it is necessary to study health risks in oil and gas laboratories to find out how big the risk level of BTX is to laboratory workers. This health risk study will refer to CHRA DOSH Malaysia (2018) where the data obtained was analyzed using IHSTAT. Health risk studies are carried out in accordance with the SEGs that have been determined, namely the Crude & Product Classification unit, Facility & Quality unit, Fuel unit, Analytical & Gas unit, and Petrochemical unit. The results of the study show that there is a high level of risk of exposure to benzene via the inhalation route and the dermal route on Fuel units. Meanwhile, exposure to xylene and toluene is at a low risk level for the inhalation exposure route and at a moderate exposure level for the dermal exposure route. From the results of research regarding the level of health risk from exposure to benzene, toluene and xylene, it is necessary to increase worker awareness to use additional PPE and improve the ventilation system in the workplace.
Read More
S-11672
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hondli Putra; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Budi Hartono, Inswiasri, Cucu Cakrawati
Abstrak: Benzena adalah salah satu zat yang bersifat toksik dan mudah menguap yangdikenal dengan Volatile Organic Compounds (VOCs). Benzena dapatmenyebabkan kanker dan leukemia. Salah satu biomarker benzena dalamtubuh untuk lingkungan udara ambien adalah S-Phenylmercapturic Acid (S-PMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi benzena di udaradan konsentrasi S-PMA dalam urin serta hubungan antara keduanya. Perlu juga diketahuinya kekuatan hubungan antara konsentrasi S-PMA dengan variabel umur,lama pajanan, status merokok, transportasi sekolah, garasi kendaraan danpenggunaan masker. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengandesain studi potong lintang (cross sectional). Penelitian dilaksanakan di SekolahMenengah Pertama Negeri 16 Kota Bandung pada bulan Mei 2017. Jumlahsampel sebesar 33 sampel murid kelas VIII dengan pemilihan sampel adalah acaksederhana.
Read More
T-4897
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ummyatul Hajrah; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Hartono, Didik Supriyono, Heri Nugroho
T-5096
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Noer Haliza; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, M. Rifki Al Ikhsan
Abstrak:
Pekerja pada unit produksi minyak dan gas bumi berisiko terpajan berbagai bahaya kimia. Salah satu komponen bahan kimia dari minyak bumi adalah volatile organic compounds (VOC), dengan contoh bahan yang terkenal akan toksisitasnya adalah benzene, toluene dan xylene. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan terkait pajanan benzene, toluene dan xylene pekerja kilang minyak san gas di PT. X. Penelitian ini menganalisis data sekunder pajanan personal BTX melalui rute inhalasi menggunakan active sampler. Dengan menggunakan metode Chemical Health Risk Assessment (CHRA) dari Department of Safety and Health, Malaysia ditemukan bahwa risiko pajanan benzene pada SEG CDU (crude distillation unit) terkategori risiko sangat tinggi. Untuk pajanan toluene dan xylene berada pada tingkat risiko kesehatan rendah pada hampir seluruh SEG. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan pengendalian yang tepat untuk mengatasi pajanan benzene, toluene dan xylene. Salah satu pengendalian yang direkomendasikan adalah meningkatkan konsistensi penggunaan alat pelindung diri, monitoring pajanan secara kontinu, melaksanakan biomonitoring dan pemeriksaan sel darah tepi.

Workers in oil and gas production units are at risk of exposure to various chemical hazards. One of the chemical components of petroleum is volatile organic compounds (VOC), with examples of materials known for their toxicity being benzene, toluene and xylene. This study aims to analyze health risks related to exposure to benzene, toluene and xylene of oil and gas refinery workers at PT. X. This study analyzes secondary data on personal exposure to BTX via the inhalation route using an active sampler. Using the Chemical Health Risk Assessment (CHRA) method from the Department of Safety and Health, Malaysia, it was found that the risk of benzene exposure in the SEG CDU (crude distillation unit) was categorized as very high risk. Exposure to toluene and xylene is at a low health risk level in almost all SEGs. Based on the research results, appropriate control is needed to overcome exposure to benzene, toluene and xylene. One of the recommended controls is increasing the consistent use of personal protective equipment, continuous monitoring of exposure, carrying out biomonitoring and examining peripheral blood cells.
Read More
S-11650
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syafran Arrazy; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Bambang Wispriyono, Abdur Rahman, Sonny P. Warouw, Didi Purnama
Abstrak: Benzene dapat secara enzimatik meningkatkan pembentukan Reactive OxygenSpecies (ROS) yang mempengaruhi sel-sel dan berakibat kerusakan oksidatif.Malondialdehyde (MDA) merupakan produk akhir peroksidasi lemak dan menjadisalah satu indikator stres oksidatif akibat radikal bebas. S-phenylmercapturic acid(SPMA) menjadi parameter pajanan benzene pada manusia. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis asosiasi SPMA terhadap MDA pada pekerja sepatu.Metode penelitian menggunakan desain studi analitik cross-sectional. Pemilihansampel mengunakan cluster satu tingkat terhadap industri informal. Jumlahsampel dalam penelitian ini 64 pekerja. Hasil penelitian menunjukkan rata-ratakonsentrasi SPMA adalah 24.63 μg/g kreatinin atau 20 responden (31.2%)memiliki konsentrasi SPMA urin di atas nilai biological exposure index (BEI)(>25 μg/g kreatinin), dan rerata kadar MDA serum pekerja adalah 10.186 μmol/L.Berdasarkan uji statistik, diketahui ada hubungan signifikan pada konsentrasiSPMA terhadap peningkatan MDA setelah dikontrol dengan faktor umur, lamakerja, status merokok, kebiasaan alkohol, kebiasaan olahraga dan kebiasaanmakan sayur dan buah (R2 : 0.133, p-value : 0.039). Studi ini menunjukkan bahwapaparan benzene memberikan efek merugikan pada stres oksidatif pekerja selainoleh umur pekerja.Kata kunci: Benzene; Industri skala kecil; Malondialdehyde; Stres Oksidatif;S-phenylmercapturic acid;
Benzene can be enzymatically increasing the formation of Reactive OxygenSpecies (ROS) that affect the cells and cause oxidative damage. Malondialdehyde(MDA) is the end product of lipid peroxidation and is one indicator of oxidativestress caused by free radicals. S-phenylmercapturic acid (SPMA) be the parameterof benzene exposure in humans. This study aimed to analyze the associationSPMA against MDA in shoe workers. The research method uses design analyticcross-sectional study. Selection of the sample using one level cluster to informalindustry. The samples in this study are 64 workers. The results showed thatmedian levels concentration of SPMA is 10.24 mg/g creatinine or 20 respondents(31.2%) had a concentration of SPMA urine above the value of biologicalexposure index (BEI) (> 25 mg / g creatinine), and median levels of serum MDAworkers are 6.38 μmol/L. Based on statistical test, we know that have a significantassociation for concentration of SPMA to increase MDA after controlling by age,length of employment, smoking status, alcohol habits, exercise habits and habit ofeating vegetables and fruits (R2: 0133, p-value: 0.039). This study shows thatexposure to benzene giving adverse effects on oxidative stress in addition toworkers by age workers.Keywords: Benzene; Small Scale Industry; Malondialdehyde; Oxidative Stress;S-phenylmercapturic acid;
Read More
T-4740
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirza Saleh Khan; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Mirsupi Usman
Abstrak:
Tingginya tingkat penguapan dari benzene, toluene, dan xylene (BTX) dalam bensin membuat pekerja di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berisiko tinggi terpajan BTX secara inhalasi. Adanya aktivitas pengisian bahan bakar kendaraan bermotor dan aktivitas pengisian tangki pendam (underground tank) membuat pekerja di SPBU berisiko tinggi kontak dengan bensin yang mengandung BTX secara dermal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai besarnya tingkat risiko kesehatan pada pekerja di SPBU X Beji Depok akibat pajanan BTX melalui rute pajanan inhalasi dan dermal. Design penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan metode CHRA dari DOSH Malaysia untuk menilai tingkat risiko kesehatan. Penilaian risiko kesehatan rute pajanan inhalasi dilakukan secara kuantitatif. Sementara itu, penilaian risiko kesehatan rute pajanan dermal dilakukan secara kualitatif. Berdasarkan observasi dan wawancara terdapat 5 similar exposure group (SEG) untuk pajanan BTX secara inhalasi, yaitu Operator Shift-1, Operator Shift-2, Operator Shift-3, Shift Leader, dan Supporting Team. Lalu, untuk pajanan BTX secara dermal terdapat 2 SEG, yaitu Operator dan Shift Leader. Untuk pajanan inhalasi benzene, SEG Operator Shift-1, Operator Shift-2, dan Shift Leader memiliki tingkat risiko kesehatan tinggi (high risk), sedangkan SEG lainnya memiliki tingkat risiko moderat (moderate risk). Untuk pajanan aditif toluene dengan xylene secara inhalasi hanya SEG Operator Shift-3 yang memiliki tingkat risiko moderat (moderate risk), sedangkan SEG lainnya memiliki tingkat risiko rendah (low risk). Untuk pajanan secara dermal, kedua SEG memiliki tingkat risiko tinggi (high risk) akibat pajanan benzene, sedangkan akibat pajanan toluene dan xylene kedua SEG memiliki tingkat risiko moderat (moderate risk). Rekomendasi yang diberikan adalah mengganti nozzle menjadi nozzle otomatis, memasang vapor recovery system, memasang rubber splash collars di sekitar nozzle, dan memberlakukan layanan self-service.

The high evaporation rate of benzene, toluene and xylene (BTX) in gasoline puts workers at public fuel stations (SPBU) at high risk of inhalation exposure to BTX. The existence of motor vehicle refueling activities and underground tank filling activities puts workers at high risk of dermal contact with BTX containing gasoline. This study aims to assess the level of health risk to workers at gas station X Beji Depok due to BTX exposure through inhalation and dermal exposure routes. The research design used was descriptive analysis using the CHRA method from DOSH Malaysia to assess the level of health risk. The health risk assessment of inhalation exposure route was done quantitatively. The health risk assessment of the dermal exposure route was carried out qualitatively. Based on observations and interviews, there are 5 similar exposure groups (SEG) for BTX inhalation exposure, namely Operator Shift-1, Operator Shift-2, Operator Shift-3, Shift Leader, and Supporting Team. Then, for dermal BTX exposure, there are 2 SEG, namely Operator and Shift Leader. For benzene inhalation exposure, the SEG of Operator Shift-1, Operator Shift-2, and Shift Leader have a high health risk level, while the other SEG have a moderate risk level. For inhalation exposure to toluene additive with xylene, only the SEG of Operator Shift-3 have a moderate risk level, while the other SEG have a low risk level. For dermal exposure, both SEG have a high risk level due to benzene exposure, while due to toluene and xylene exposure both SEG have a moderate risk level. Recommendations are to change the nozzle to an automatic nozzle, install a vapor recovery system, install rubber splash collars around the nozzle, and implement self-service.
Read More
S-11744
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive