Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dhorkas Dhonna Ruth Marpaung; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Yovsyah, Salimar
Abstrak:
Pendahuluan. Indonesia merupakan negara yang masih banyak layanankesehatannya terletak di daerah perifer dengan fasilitas minim dan jarang memilikitenaga ahli untuk memprediksi berat bayi saat dilahirkan.Metode. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Kriteria inklusiibu melahirkan anak terakhir, bayi lahir hidup, dan bayi tunggal, didapatkan sampelsebanyak 23.689.Hasil. Variabel yang menjadi faktor risiko kejadian BBLR adalah usia kehamilan(POR 2,01), umur (POR 1,28), paritas (POR 1,56), tinggi ibu (POR 1,48),komplikasi (POR 1,46). Analisis ROC didapatkan area under curve untukmengidentifikasi kejadian BBLR sebesar 0,602. Nilai titik potong untuk skoringprediksi 4 dan sensitivitas 59,8%.Kesimpulan. Usia kehamilan, umur, paritas, tinggi ibu, dan komplikasi merupakanfaktor risiko dan dapat digunakan untuk memprediksi bayi yang akan dilahirkanberisiko BBLR.Kata Kunci: berat lahir bayi, sensitivitas, prediksi
Introduction. Indonesia is a country that still many health services located inperipheral areas with minimal facilities and rarely have experts to predict the weightof the baby at birth.Methods. This study using cross sectional study design. The inclusion criteriamaternal last child, a baby was born alive, and a single baby, obtained a sample of23.689.Results. Variables are a risk factor for LBW is gestational age (POR 2,01), age(POR 1,28), parity (POR 1,56), maternal height (POR 1,48) and complications(POR 1,46). ROC analysis obtained an area under the curve to identify the LBW of0,602. Value cut-off point for scoring 4 prediction and sensitivity of 59,8%.Conclusion. Gestational age, age, parity, height, and complications are risk factorsand can be used to predict the baby to be born at risk of LBW.Keywords: birth weight babies, sensitivity, predictive.
Read More
Introduction. Indonesia is a country that still many health services located inperipheral areas with minimal facilities and rarely have experts to predict the weightof the baby at birth.Methods. This study using cross sectional study design. The inclusion criteriamaternal last child, a baby was born alive, and a single baby, obtained a sample of23.689.Results. Variables are a risk factor for LBW is gestational age (POR 2,01), age(POR 1,28), parity (POR 1,56), maternal height (POR 1,48) and complications(POR 1,46). ROC analysis obtained an area under the curve to identify the LBW of0,602. Value cut-off point for scoring 4 prediction and sensitivity of 59,8%.Conclusion. Gestational age, age, parity, height, and complications are risk factorsand can be used to predict the baby to be born at risk of LBW.Keywords: birth weight babies, sensitivity, predictive.
T-4719
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zahra Alifatus Sajida; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Putri Bungsu, Eti Rohati
Abstrak:
Kecamatan Pancoran Mas merupakan kecamatan di Kota Depok yang angkaBBLRnya paling tinggi pada tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihatgambaran dan determinan BBLR di Kecamatan Pancoran Mas pada tahun 2016.Penelitian ini menggunakan desain studi kohort retrospektif dengan sumber dataregister kohort ibu yang dikumpulkan oleh Puskesmas Pancoran Mas, PuskesmasDepok Jaya, dan Puskesmas Rangkapan Jaya Baru sepanjang tahun 2016 serta dataBPS Kota Depok tahun 2016. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa prevalensiBBLR di kecamatan ini adalah sebesar 8,08% dan distribusi data ibu yang tercatatdalam register kohort terbanyak adalah ibu yang melahirkan pada rentang umur 20-35tahun yang tinggal di wilayah Kelurahan Pancoran Mas dengan riwayat kehamilanmultigravida, multipara, dan tidak pernah abortus, melakukan kunjungan antenatalpertama kali pada trimester ketiga, dan mendapatkan pelayanan antenatal kurang dariempat kali. Nilai RR terbesar didapatkan dari variabel usia kurang dari 20 tahun (RR:4,864, 95% CI: 1,72-13,654), tinggal di Kelurahan Rangkapan Jaya dan RangkapanJaya Baru (RR: 11,892, 95% CI: 1,552-91,157), akses terhadap bidan rendah (RR:3,2602, 95% CI: 0,12-0,784) dan melakukan kunjungan antenatal kurang dari empatkali (RR: 6,521, 95% CI: 0,401-106,025).
Kata kunci: BBLR, determinan, Pancoran Mas.
Read More
Kata kunci: BBLR, determinan, Pancoran Mas.
S-9545
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Whelli Mursala; Pembimbig: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Enny Ekasari
Abstrak:
Penelitian ini membahas model prediksi berat lahir bayi berdasarkan status gizi dan faktor lainnya di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Kejadian rata-rata berat lahir bayi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok sebesar 3172,96 gram.Untuk mengetahui model prediksi berat lahir bayi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok dilakukan penelitian dengan desain penelitian Cross Sectional, menggunakan data sekunder dari rekam medik ibu yang memeriksakan kehamilan atau melahirkan di Rumah Sakit tersebut. Hasil penelitian rata-rata usia ibu yang melahirkan 30,29 tahun dengan pendidikan ibu di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok tertinggi SMP sebesar 50,4%, SD 22,2%, SMA 25,9%, dan Perguruan Tinggi 1,5%. Rata-rata ibu yang memeriksakan kehamilan atau melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah tidak bekerja sebesar 97,8% dengan paritas atau jumlah anak kurang dari sama dengan tiga orang sebanyak 68,9% dan rata-rata usia kehamilan ibu 38,59 minggu, rata-rata berat badan sebelum hamil sebesar 53,52 kg. Hasil penelitian menyebutkan 3 variabel yang signifikan yaitu usia ibu, usia kehamilan, dan berat badan sebelum hamil dan usia kehamilan yang paling besar pengaruhnya terhadap berat lahir bayi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok.
This study discusses birthweight prediction model based on nutritional status and other factors at the General Hospital in Depok. This research is a quantitative study. Average incidence of birth weight babies in the General Hospital of 3172.96 grams. To determine the predictive model birth weight infants in the General Hospital in Depok conducted research with cross sectional research design, using secondary data from medical records of mothers during their pregnancy or childbirth in the hospital. The results of the study the average age of mothers giving birth to 30.29 years of education of mothers in the General Hospital of Depok City junior high at 50.4%, SD 22.2%, 25.9% high school, and university 1.5% . Average mothers during their pregnancy or childbirth in the General Hospital of 97.8% does not work with parity or the number of children less than three to 68.9% and an average age of 38.59 weeks gestational mother, average The average pre-pregnancy weight was 53.52 kg. The results mentioned three significant variables, namely maternal age, gestational age, and prepregnancy weight and gestational age were greatest effect on birth weight infants in the General Hospital in Depok.
Read More
S-8119
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
