Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Putri Purnamasari; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Budi Hidayat, Budi Hartono
S-6743
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Lydia Elizabeth; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Jaslis Ilyas, Vetty Yulianty Permanasari, Budi Hartono
Abstrak:

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubngan antara pelanggaran kontrak psikologis menurut perawat dengan intention to quit dan kepuasan kerja perawat rumah sakit x. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan melibatkan 61 perawat sebagai responden. Instrumen yang digunakan dalam pengmpulan data adalah kuesioner yang terdiri dari kuesioner pelanggaran kotrak psikologis, intention to quit dankepuasan kerja. Analisis data menggunakan uji chi-square dan hasil penelitian menunjukanbahwa kepuasan kerja dalam aspek pengawasan memiliki hubungan dengan intention to quit. Dari penelitian ini disarankan agar mengupayakan komunikasi lebih lanjut antara pihak Rumah Sakit X dan perawat mengenai aspek-aspek kontrak psikologis terutama yang dianggap masih kurang agar terbentuk kepuasan kerja dan menurunkan niat untuk berhenti perawat.


This study aims to determine the relationship between psychological contract breach according to nurse, intention to quit and nurse; job satisfication in X Hospital 2011. This study uses a quantitative approach with cross sectional design and involved 61 nurses as respondents. Instrumens used in data collection is a questionnaire consisting of psychological contract breach, intention to quit and job satisfication in terms of rewards and promotional opportunities have a relationship with psychological contract breach. In addition, rewards and supervision aspects of job satisfication have a relationship with intention to quit. It is suggested to seek further communication between X Hospital and nurses about psychological contract aspects that are considered primarily is still lacking so that it can improve nurses' job satisfication and lower intentions to quit.

Read More
B-1371
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Unting Patri Wicaksono Pribadi; Promotor: Ascobat Gani; Kopromotor: I Made Wiryana; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Mardiati Nadjib, Anne Agustina Suwargiani, Enrico Aditya Rhinaldi
Abstrak:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya beban administrasi pengelolaan Perjanjian Kerja Sama antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan dalam Program JKN. Sistem kontrak manual masih menghadapi masalah keterlambatan penyelesaian dokumen, kebutuhan sumber daya besar, risiko kesalahan administrasi, dan kerentanan penyimpanan arsip fisik. Penelitian ini bertujuan menjawab apakah kontrak elektronik dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keamanan pengelolaan kerja sama fasilitas kesehatan, serta apakah kepemilikan dan kelas rumah sakit memengaruhi implementasinya. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa kontrak elektronik lebih efektif, efisien, dan aman dibandingkan kontrak manual, serta implementasinya dipengaruhi oleh kepemilikan dan kelas rumah sakit. Penelitian menggunakan desain non-eksperimental komparatif dengan pendekatan mixed-method. Unit analisis adalah pengelolaan dokumen kerja sama antara BPJS Kesehatan dan FKRTL. Data diperoleh dari data sekunder monitoring 2.650 rumah sakit, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Analisis dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan Mann–Whitney U dan Chi-Square, serta diperkuat dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis efektivitas terbukti karena kontrak elektronik lebih tepat waktu dan konsisten. Hipotesis efisiensi juga terbukti pada sebagian besar indikator, terutama biaya, durasi, beban kerja, dan rasio efisiensi waktu-biaya, meskipun indikator Time Efficiency Ratio tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Hipotesis keamanan terbukti secara kualitatif melalui penyimpanan digital, tanda tangan elektronik, e-meterai, dan kontrol akses. Kepemilikan serta kelas rumah sakit juga terbukti berhubungan dengan implementasi kontrak elektronik. Kesimpulannya, kontrak elektronik lebih unggul dibandingkan kontrak manual dalam mendukung tata kelola kerja sama fasilitas kesehatan. BPJS Kesehatan disarankan memastikan  implementasi nasional, memperkuat pelatihan pengguna, keamanan akses, integrasi sistem, dan kebijakan teknis pendukung.

This study was motivated by the increasing administrative burden in managing Cooperation Agreements between BPJS Kesehatan and healthcare facilities under the National Health Insurance Programme. The manual contract system continues to face several problems, including delays in document completion, high resource requirements, administrative errors, and vulnerabilities in physical document storage. This study aimed to examine whether electronic contracts can improve the effectiveness, efficiency, and security of healthcare facility partnership management, and whether hospital ownership and class influence their implementation. The research hypotheses stated that electronic contracts are more effective, efficient, and secure than manual contracts, and that their implementation is influenced by hospital ownership and class. This study used a comparative non-experimental design with a mixed-methods approach. The unit of analysis was the management of cooperation agreement documents between BPJS Kesehatan and referral healthcare facilities. Data were obtained from secondary monitoring data involving 2,650 hospitals, in-depth interviews, and field observations. The analysis was conducted descriptively and inferentially using the Mann–Whitney U test and Chi-square test, supported by thematic analysis. The findings showed that the effectiveness hypothesis was supported, as electronic contracts were more timely and consistent. The efficiency hypothesis was also supported for most indicators, particularly cost, completion duration, workload, and the cost-time efficiency ratio, although the Time Efficiency Ratio indicator did not show a statistically significant difference. The security hypothesis was supported qualitatively through digital storage, electronic signatures, e-stamps, and access control. Hospital ownership and class were also found to be associated with electronic contract implementation. In conclusion, electronic contracts are superior to manual contracts in supporting the governance of healthcare facility partnerships. BPJS Kesehatan is advised to expand national implementation, strengthen user training, improve access security, enhance system integration, and develop supporting technical policies.
Read More
D-626
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive