Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Clint Devan Yogama; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mila Tejamaya, Mufti Wirawan, Priyo Djatmiko
Abstrak: PT. X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di sektor migas distribusi. Proses utama kegiatan operasional PT. X adalah penerimaan, penimbunan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ke masyarakat umum. Dalam proses operasionalnya, PT. X menggunakan jasa pihak ketiga (kontraktor) dalam melakukan proses pengadaan barang dan jasa, seperti instalasi baru maupun pemeliharaan peralatan. Proses pengadaan barang dan jasa memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda sesuai dengan lingkup pekerjaan dan potensi bahaya yang dihadapi. Banyaknya jumlah proyek, tingginya tekanan untuk bekerja memenuhi target produksi dengan waktu yang sempit, kegiatan operasional yang tidak bisa berhenti, dan ditambah lagi dengan terbatasnya jumlah sumber daya manusia untuk mengawasi aspek keselamatan kerja, dapat memungkinkan munculnya substandar action saat proyek berlangsung. Penelitian ini menggunakan teori Loss Causation Model dan Mixed Method dengan menggabungkan data kuisioner dan wawancara untuk memperkuat hasil penelitian. Faktor yang diteliti adalah faktor personal dan faktor pekerjaan yang dapat menimbulkan substandard action. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa faktor Pendidikan, pengawasan, masa kerja dan pengetahuan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap munculnya substandard action di proyek PT. X. Beberapa program perbaikan diperlukan untuk menindaklanjuti hasil penelitian berdasarkan kuisioner maupun hasil wawancara yang memperdalam kondisi management control saat penelitian berlangsung.
PT. X is one of the companies engaged in the oil and gas distribution sector. The main process of PT. X is the receipt, hoarding and distribution of fuel oil (BBM) to the general public. In the operational process, PT. X uses the services of third parties (contractors) in carrying out the procurement process of goods and services, such as new installations and equipment maintenance. The procurement process of goods and services has different levels of risk according to the scope of work and the potential dangers faced. The large number of projects, the high pressure to work to meet production targets with a narrow time, operational activities that cannot stop, and coupled with the limited number of human resources to supervise aspects of work safety, can allow the emergence of substandard actions during the project. This study uses the theory of Loss Causation Model and Mixed Method by combining questionnaire and interview data to strengthen the research results. The factors studied are personal factors and work factors that can cause substandard action. From the results of the study, it was obtained that the factors of education, supervision, length of service and knowledge are factors that influence the emergence of substandard action in the PT. X. Several improvement programs are needed to follow up on the results of research based on questionnaires and interview results that deepen the condition of management control during the research.
Read More
T-6456
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miranty Jasmine Gayatri; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Robiana Modjo, Rita Setiya Ningrum
S-6604
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pratama S Putra; Pembuimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Chandra Prijanahadi, Istiati Suraningsih
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai analisis pada komitmen manajemen dalam penerapan Contractor Safety Manageament System (CSMS) di PT. X tahun 2013. Pelaksanaan tahapan CSMS di PT.X pada tahun 2013 dari seluruh divisi yang adahanya 44.7%. Hal ini mengindikasikan belum optimalnya perwujudan komitmen manajemen dalam penerapan CSMS. Hasil penelitian para ahli terdahulumenunjukkan bahwa kuatnya komitmen dari manajemen merupakan komponen yang sangat penting dalam menerapkan CSMS di dalam perusahaan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan peninjauan pada komitmen manajemen yang meliputi komponen identifikasi, keterlibatan dan loyalitas. Hasilpenelitian menyarankan untuk meningkatkan penerapan Contractor SafetyManagement System (CSMS) yang terintegrasi diseluruh divisi disertai sosialisasi CSMS ke End-user, membuat training matrix dan training need Analysismengenai pelatihan CSMS, mempercepat proses karyawan yang vacant, mengadakan pelatihan CSMS, membuat job description, meninjau ulang kebijakan dan Program K3LL, membuat kesepakatan persetujuan komitmen yang ditanda-tangani General Manager beserta jajaran manajemenm membuat komite CSMS, melakukan rapat regular membahas CSMS, menunjau ulang dan memaksimalkan penggunaan anggaran serta memberikan apresiasi kepada pekerja yang melaksanakan CSMS. Kata Kunci : sistem manajemen keselamatan kontraktor, csms, komitmenmanajemen
This study aims analysis of commitment management in implementing itsContractor Safety Management System (CSMS) at PT.X in 2013. CSMSImplementation at PT.X in 2013 of all divisions that exist only 44.7 %.It indicatesineffective embodiment commitment management in implementing CSMS. Theresearch from previous experts showed that strong commitment from managementis very important components in applying CSMS in a company. This study isqualitative by doing research on reviewing of management commitmentcomponents including identification, involvement and loyalty. The results suggestto increase implementation of CSMS that integrated to all division withsocialization about CSMS to end-user, establish a Training Matrix and a TrainingNeed Analysis (TNA) for training CSMS, speed up the process of recruitment forvacant employee, establish a job description, review SHE policy and program,make a deal approval commitment that signed by general manager and itsmanagement, establish a committee CSMS, conduct regularly meeting to discussCSMS, review and maximize the budget and give appreciation to workers whoimplemented CSMS.Keywords : contractor safety management system , csms, commitmentmanagement
Read More
T-4130
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martina; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-6822
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zul Amri; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Andri Cahyadi, Santi Hairunissa
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara iklim keselamatan, kepemimpinan keselamatan, Contractor Safety Management System (CSMS), dan kinerja keselamatan pada perusahaan penyedia layanan teknologi informasi dan komunikasi (ICT provider) PT X yang beroperasi di sektor migas pada tahun 2025. Latar belakang penelitian ini didorong oleh meningkatnya keterlibatan kontraktor dalam kegiatan operasional migas, yang menuntut penerapan sistem manajemen keselamatan yang efektif serta kepemimpinan yang berfokus pada penguatan budaya keselamatan kerja. Pendekatan penelitian yang diterapkan bersifat kuantitatif, dengan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai hubungan kausal antar variabel laten. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada personel internal dan eksternal (kontraktor) yang terlibat dalam proyek di PT X. Hasil analisis menunjukkan bahwa iklim keselamatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepemimpinan keselamatan (β = 0,850) dan CSMS (β = 0,407), namun pengaruh langsungnya terhadap kinerja keselamatan tidak signifikan (β = -0,022). Sementara itu, kepemimpinan keselamatan juga memberikan pengaruh positif terhadap CSMS (β = 0,212), tetapi tidak signifikan terhadap kinerja keselamatan secara langsung (β = 0,012). Di sisi lain, CSMS terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keselamatan (β = 0,890), menunjukkan perannya sebagai variabel mediasi utama yang menghubungkan iklim dan kepemimpinan keselamatan dengan kinerja keselamatan. Nilai R² kinerja keselamatan sebesar 0,879 mengindikasikan bahwa model penelitian ini mampu menjelaskan sekitar 87,9% variasi kinerja keselamatan melalui kontribusi ketiga variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja keselamatan pada perusahaan ICT provider di sektor migas sangat tergantung pada implementasi CSMS yang efektif, serta dukungan iklim dan kepemimpinan keselamatan yang kuat di seluruh tingkatan organisasi.

This study aims to explore the relationship between safety climate, safety leadership, Contractor Safety Management System (CSMS), and safety performance at PT X, an information and communication technology (ICT) provider operating in the oil and gas sector, in 2025. The background of this study is driven by the increasing involvement of contractors in oil and gas operational activities, which requires the implementation of an effective safety management system and leadership that focuses on strengthening a work safety culture. The research approach applied is quantitative, with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis to assess the causal relationship between latent variables. Data were collected through a survey using questionnaires distributed to internal and external personnel (contractors) involved in projects at PT X. The results of the analysis show that safety climate has a positive and significant influence on safety leadership (β = 0.850) and CSMS (β = 0.407), but its direct influence on safety performance is not significant (β = -0.022). Meanwhile, safety leadership also had a positive effect on CSMS (β = 0.212), but was not directly significant on safety performance (β = 0.012). Conversely, CSMS was shown to have a positive and significant effect on safety performance (β = 0.890), indicating its role as a key mediating variable linking safety climate and leadership to safety performance. The R² value for safety performance of 0.879 indicates that this research model is able to explain approximately 87.9% of the variation in safety performance through the contribution of these three variables. This finding confirms that improving safety performance in ICT providers in the oil and gas sector is highly dependent on the implementation of an effective CSMS, as well as the support of a strong safety climate and leadership at all levels of the organization.
Read More
T-7458
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Citra Tri Rizkia; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Hendra, Oka Adhitya Kusumawardhana
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang penerapan Contractor Safety ManagementSystem (CSMS) di lingkungan PT ABC serta pemenuhan tahap Work In Progresspada satu pekerjaan yaitu Fabrikasi dan Penggantian Sulfur Stack unit 25-SK-101yang Melibatkan PT XYZ dalam pengerjaannya pada November 2012. Tujuannyauntuk mengetahui elemen yang dinilai dalam proses pemenuhan pada tahap Work InProgress serta faktor-faktor penyebab tidak terpenuhinya penilaian dalam tahap ini.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan menggunakanmetode observasi serta penilaian dengan bantuan lampiran Checklist Penilaian padaTahap Work In Progress, antara lain Checklist HSE Work Practice, Checklist HSEPrograms, Checklist Penilaian HSE Performance Indicator, serta hasil penilaian padatahap sebelumnya yaitu Pre Job Activity. Penilaian pada Tahap Pre Job Activity PTXYZ adalah sebesar 94.7%, lalu Penilaian HSE Work Practice PT XYZ adalahsebesar 89.35%, pada Penilaian HSE Programs PT XYZ mendapat nilai sebesar81.08%, sedangkan Penilaian HSE Performance Indicator PT XYZ mendapat nilaisebesar 83%.
Kata Kunci: Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Contractor Safety Management System (CSMS), Tahap Work In Progress, Nilai Pemenuhan.
Read More
S-7708
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive