Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dwi Indah Fajarini; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan bayi yang memiliki berat badan kurang dari 2500 gram saat lahir. Masalah ini terus menjadi perhatian utama dalam kesehatan masyarakat di seluruh dunia dan terkait dengan sejumlah konsekuensi yang berpengaruh dalam jangka pendek maupun jangka panjang. BBLR bukan hanya merupakan indikator utama kematian dan penyakit pada bayi baru lahir, tetapi juga meningkatkan risiko terkena penyakit tidak menular di masa depan. Menurut data SDKI, prevalensi BBLR di Indonesia pada tahun 2017 masih relatif tinggi yaitu sebesar 7,1%. Terdapat beberapa faktor risiko yang mempengaruhi BBLR ditinjau dari faktor ibu, janin dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional yang bertujuan untuk melihat hubungan antara faktor ibu, faktor janin, dan faktor lingkungan dengan kejadian BBLR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel pendidikan ibu, jarak kehamilan, kehamilan kembar dan bahan bakar memasak. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian BBLR adalah ibu dengan kehamilan kembar dengan OR = 17,552.

Low birth weight infants (LBW) are babies who weigh less than 2500 grams at birth. This issue continues to be a major public health concern worldwide and is associated with a number of short- and long-term consequences. LBW is not only a leading indicator of mortality and disease in newborns, but also increases the risk of developing non-communicable diseases in the future. According to IDHS data, the prevalence of LBW in Indonesia in 2017 was still relatively high at 7.1%. There are several risk factors that affect LBW in terms of maternal, fetal and environmental factors. This study uses a cross-sectional study that aims to see the relationship between maternal factors, fetal factors, and environmental factors with the incidence of LBW. The results of this study showed that there was an association between the variables of maternal education, gestational distance, multiple pregnancies and cooking fuel. The most dominant variable associated with LBW was mothers with multiple pregnancies with OR = 17.552.
Read More
S-11301
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Indriyani Lestari; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Asri C Adisasmita, Ririn Arminsih, Diah Wati
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Ayu Indriyani Lestari Program studi : Magister Epidemiologi Judul : Pengaruh Polusi Dapur Rumah Tangga Dengan Kematian Balita (0 – 59 Bulan) Di Indonesia Polusi dapur dalam rumah tangga, terutama akibat penggunaan bahan bakar masak merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berpengaruh terhadap kesehatan penghuni rumah, salah satunya pada balita. Penyebab kematian utama balita di Indonesia berdasarkan data WHO adalah pneumonia. untuk mengetahui hubungan polusi dapur rumah tangga dan kematian balita (0 – 59 bulan) di Indonesia berdasarkan data SDKI tahun 2012 Hubungan antara polusi dapur rumah tangga dengan kematian balita dianalisis dengan menggunakan cox regression Pada kelompok balita anak pertama dengan BBLR risiko kematian akibat bahan bakar masak tidak aman dan dapur di dalam rumah adalah 1,4 kali (0,52 – 3,78) dan risiko kematian akibat bahan bakar masak tidak aman dan dapur di luar rumah hampir tidak ada (PR 1,03, 95% CI 0,25 – 4,21). Pada kelompok anak kedua dengan BBL normal risiko kematian akibat bahan bakar masak tidak aman dan dapur di dalam rumah adalah 1,76 kali (95% CI 0,9 – 3,45) dan risiko kematian akibat bahan bakar masak tidak aman dan dapur di luar rumah lebih tinggi yaitu 1,83 kali (95% CI 0,8 – 4,16). Pada keseluruhan balita, didapatkan risiko kematian akibat bahan bakar masak tidak aman dan dapur di dalam rumah adalah 1,11 kali (0,76 – 1,62) dan risiko kematian akibat bahan bakar masak tidak aman dan dapur di luar rumah 0,93 kali (95% CI 0,59 – 1,48). Risiko kematian balita meningkat pada rumah tangga dengan bahan bakar tidak aman berdasarkan letak dapur. Pada anak pertama dengan BBLR lebih rentan mengalami kematian akibat polusi udara rumah tangga, sementara pada kelompok anak kedua dengan BBL normal, berisiko untuk mengalami kematian akibat polusi udara rumah tangga. Kata kunci: polusi dapur rumah tangga, bahan bakar masak, letak dapur, kematian balita


ABSTRACT Name : Ayu Indriyani Lestari Study program : Magister Epidemiology Title : Kitchen Pollution and Under-five Mortality in Indonesia Kitchen pollution, mainly due to the use of cooking fuel is one public health problem that affects the health of residents, particularly in infants. The main cause of mortality under five in Indonesia based on data from WHO was pneumonia. This study aims to determine the association of kitchen pollution and under-five mortality in Indonesia based on data from Demographic and Health Survey 2012. The association between kitchen pollution and under-five mortality was analysed by cox regression method. Under-five mortality for the first-born children and low birth weight group, risk of death from polluting cooking fuels and the kitchen in the house was 1.4 times (0.52 to 3.78) and almost no risk of death from polluting cooking fuels and outdoor kitchens (PR 1.03; 95% CI 0.25 to 4.21). While, for the second and subsequentborn children with normal birth weight group, risk of death from polluting cooking fuels and the kitchen in the house was 1.76 times (95% CI 0.9 to 3.45) and the risk of death from polluting cooking fuels and outdoor kitchens home is 1.83 times higher (95% CI 0.8 to 4.16). For total group of under-five children, risk of death due to polluting cooking fuels and the kitchen in the house was 1.11 times (0.76 to 1.62) and the risk of death from polluting cooking fuels and outdoor kitchens 0.93 times (95% CI 0.59 to 1.48). Risk to death increased in households with polluting fuel by the kitchen location. For first-born child with low birth weight were more susceptible to death from household air pollution, while the second and subsequent-born group of children with normal birth weight were at risk of death from household air pollution. Keywords: kitchen pollution, cooking fuel, kitchen location, under-five mortality

Read More
T-4832
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive