Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yurizka Sabrina; Pemb. Hasbullah Thabrany; Penguji: Pujiyanto, Anhari Achadi, Gunawan A. Tohir
B-1509
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Beny Rilianto; Pembimbing: Helda; Penguji: Asri C. Adisasmita, Gea Pandhita S
Abstrak:
Latar Belakang: Perdarahan intrakranial simtomatik merupakan salah satu komplikasi yang fatal pada pasien stroke iskemik akut yang mendapat terapi trombolisis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem skoring prediksi perdarahan intrakranial pasca trombolisis. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan desain cohort retrospective dari registri stroke trombolisis di Rumah Sakt Pusat Otak Nasional periode Januari 2018 hingga Desember 2022. Variabel luaran adalah perdarahan intrakranial simtomatik berdasarkan kriteria European Cooperative Acute Stroke Study III (ECASS III). Analisis regresi Cox dengan constant time dilakukan untuk mendapatkan risiko relatif (RR) pada determinan terpilih dan dilakukan konversi dari koefesien beta menjadi sistem poin. Hasil : Dari 655 pasien, terdapat 26 (3,97%) mengalami perdarahan intrakranial simtomatik. Model skoring dibuat berdasarkan rentang skor 0-4. Prediktor pada perdarahan intrakranial simtomatik adalah: Glucose >200 mg/dL (11 poin), Early infarct sign (10 poin), NIHSS>10 (12 poin), atrium fibrilasi (13 poin) menunjukkan nilai diskriminasi AUC ROC 0,745 (95%CI 0,656-0,841) dengan nilai p Hosmer–Lemeshow (HL) sebesar 0,6483. Kesimpulan : Model skoring baru memberikan nilai prediksi dalam meningkatkan diagnostik risiko perdarahan intrakranial simtomatik pasca trombolisis intravena.

Background: Symptomatic intracranial hemorrhage is a fatal complication in acute ischemic stroke patients receiving thrombolysis therapy. This study aims to create a risk scoring system for post-thrombolysis intracranial hemorraghe. Methods: This study was conducted with a retrospective cohort design from the thrombolysis stroke registry at the National Brain Center Hospital for the period January 2018 to December 2022. The outcome variable was symptomatic intracranial hemorrhage based on the European Cooperative Acute Stroke Study III (ECASS III) criteria. Cox regression analysis with constant time was performed to obtain the relative risk (RR) of the selected determinants and the beta coefficient was converted to a point system. Results: Of the 655 patients, 26 (3.97%) had symptomatic intracranial hemorrhage. The scoring model is made based on the score range 0-4. Predictors of symptomatic intracranial hemorrhage were: Glucose >200 mg/dL (11 point), Early infarct sign (10 point), NIHSS>10 (12 point), atrium fibrilasi (13 point) score showed an AUC ROC discrimination value of 0,751 (95%CI 0,656-0,841) with a Hosmer–Lemeshow (HL) p value of 0,6483. Conclusion: The new scoring model provides a predictive value for the risk of symptomatic intracranial hemorrgahe after intravenous thrombolysis.
Read More
T-6655
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Grace Ega Mawarni; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Masyitoh, Indah Rosana Djajadireja
S-8251
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aden Rendang Sumedi Putri; Pembimbing : Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Sandi Iljanto, Burlian Mughnie, Meuthia Helma
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data karateristik pesawat CT Scan, pasien dan jenis pemeriksaan, mendata permasalahan faktor eksposi dan keselamatan radiasi, memantau dosis pemeriksaan CT Scan, meningkatkan strategi proteksi radiasi dan menjadikan DRL sebagai panduan dosis, dengan mengetahui hubungan antara jenis kelamin dan berat badan terhadap nilai DLP. Penelitian ini menggunakan desain penelitian operasional, dengan menggunakan data primer, dan sampel sebanyak 101 orang, yang tediri dari 45 pemeriksan CT Scan kepala polos, 39 pemeriksaan CT Scan kepala kontras, dan 17 pemeriksaan CT Angiografi. Hasil analisis diperoleh bahwa nilai yang dapat dijadikan DRL adalah nilai DLP. DRL pada pemeriksaan CT Scan kepala polos sebesar 1285,2 mGy.cm, pada pemeriksaan CT Scan kontras sebesar 2792 mGy.cm dan pada pemeriksaan CT Scan angiografi sebesar 4057 mGy.cm (CTDIvol = 217,93). Optimisasi dilakukan dengan merubah parameter tegangan dan arus-waktu, menghasilkan penngurangan dosis radiasi pemeriksaan CT Scan kepala polos sebesar 30 %, pemeriksaan CT Scan kepala kontras sebesar 49 %, dan pemeriksaan CT Scan Angiografi sebesar 10 %. Hasil analisis bivariat diperoleh bahwa jenis kelamin dan berat badan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap nilai DLP. Penentuan DRL meminimalisir pengeluaran rumah sakit dengan penghematan daya listrik dan memperlama usia tabung pesawat CT Scan, mengurangi dosis pasien dan mempertahankan kualitas citra. Kata kunci : DRL, CT Scan kepala, Optimisasi dosis radiasi
Read More
T-4817
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive