Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Trias Lingga Nataranie; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Zarfiel Tafal, Hardina Sabrida
S-7967
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Nuraini; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Mieke Savitri, Helda, Sri Idaiani, Aries Hamzah
T-5667
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rangga Errena Rukmana; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Triani Posma Rohana
Abstrak: Kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan pada perempuan di Indonesia dan angka kasusnya diprediksi terus naik sehingga perlu dilakukan upaya deteksi dini agar penyakit ini dapat segera ditangani. Meskipun begitu, masih banyak perempuan yang enggan melakukan deteksi dini kanker payudara dengan berbagai alasan. Pemerintah Kota Depok pun telah memberlakukan program skrining kanker payudara dan ditemukan kasus curiga kanker serta tumor/benjolan yang meningkat dari tahun ke tahun, terutama di Puskesmas Sawangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, motivasi, dan keterampilan terkait perilaku terkait deteksi dini kanker payudara pada wanita di Puskesmas Sawangan Kota Depok. Penelitian menggunakan metode cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 235 responden. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan di bawah rata-rata mengenai deteksi dini kanker payudara dan kurang terampil dalam melakukan SADARI. Responden yang memiliki motivasi lemah maupun kuat tidak terpaut jauh, dimana responden yang memiliki motivasi kuat untuk melakukan dini kanker payudara berjumlah sedikit lebih banyak. Responden juga memiliki self-efficacy yang tinggi dalam melakukan SADARI. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,003), keterampilan SADARI (p=0,000), dan self-efficacy (p=0,000) dengan perilaku deteksi dini kanker payudara. Sementara itu, tidak ada hubungan antara motivasi (p=0,949) dengan perilaku deteksi dini kanker payudara. Saran bagi Puskesmas Sawangan yaitu mempromosikan layanan SADANIS dan edukasi rutin mengenai deteksi dini kanker payudara baik kepada pengunjung Puskesmas Sawangan maupun ke masyarakat langsung dengan memanfaatkan internet/media sosial yang mampu menjangkau kalangan luas.
Breast cancer remains one of the deadliest diseases among women in Indonesia, with cases predicted to continue rising. Early detection are therefore crucial to ensure timely treatment of this disease. Despite this, many women are reluctant to do early breast cancer detection for various reasons. The Depok City Government has implemented a breast cancer screening program, revealing an increasing number of suspected cancer and tumor/lump cases annually, particularly at the Sawangan Public Health Center. The purpose of this study is to know the relationship between knowledge, motivation, and skills related to early breast cancer detection behavior among women at the Sawangan Public Health Center, Depok. This research employed a cross-sectional method with a sample size of 235 respondents. The findings indicate that the majority of respondents have below-average knowledge regarding early breast cancer detection and lack skills in performing Breast Self-Examinations (BSE). The proportion of respondents with weak and strong motivation was relatively similar, with slightly more respondents showing strong motivation for early breast cancer detection. Additionally, respondents demonstrated high self-efficacy in performing BSE. The study found significant relationships between knowledge (p=0.003), BSE skills (p=0.000), and self-efficacy (p=0.000) with early breast cancer detection behavior. However, no significant relationship was found between motivation (p=0.949) and early detection behavior. The recommendation for Sawangan Public Health Center is to promote Clinical Breast Examination services and provide regular education on early breast cancer detection to both visitors of the health center and the broader community by utilizing the internet and social media platforms to reach a wider audience.
Read More
S-11841
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meindyah Nilam Dwihanggrian; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Adang Bachtiar, Jaslis Ilyas, Siti Nurliah, Nina Febriany
Abstrak:
Tesis ini membahas analisis manajemen program deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim di Puskesmas Karang Kitri dan Puskesmas Pejuang Kota Bekasi 2022 pada kerangka logic model meliputi input, activities, output dan feedback. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif analitik deskriptif dengan desain studi kasus. Penelitian dilakukan di Puskesmas Karang Kitri dan Puskesmas Pejuang. Hasil penelitian membuktikan bahwa permasalahan pada input dan activities dapat menyebabkan output yang tidak baik diperkuat dengan adanya perbedaan manajemen program yang dilakukan oleh kedua Puskesmas. Perlunya kebijakan daerah, sdm yang terlatih, pembagian tugas dan kordinasi program di internal Puskesmas, anggaran, sarpras dan sistem informasi terintegrasi diperlukan untuk melakukan manajemen program deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim, mulai dari perencanaan, sosialisasi promosi, pelaksanaan, pencatatan dan pelaporan, pembinaan dan pengawasan serta monitoring evaluasi. Sehingga peningkatan cakupan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim dapat tercapai.

This thesis discusses the analysis of the management program for early detection of breast cancer and cervical cancer in Puskesmas Karang Kitri and Puskesmas Pejuang Bekasi City 2022 in a logical framework model including input, activity, output and feedback. This research is a descriptive analytic qualitative research with a case study design. The research was conducted at the Karang Kitri Health Center and the Pejuang Health Center. The results of the study prove that problems with inputs and activities can lead to poor output which is strengthened by the differences in program management carried out by the two Community Health Centers. The need for regional policies, trained human resources, division of tasks and coordination of programs in the internal health center, budget, infrastructure and integrated information systems are needed to carry out the management of early detection programs for breast cancer and cervical cancer, starting from planning, outreach, promotion, implementation, recording and reporting. coaching and supervision as well as evaluation monitoring. Thus increasing the coverage of early detection of breast cancer and cervical cancer can be achieved.
Read More
T-6673
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bob Andinata; Promotor: Adang Bachtiar; Kopromotor: Besral, Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Evi Martha, Rizanda Machmud, Eva Susanti, Denni Joko Purwanto, Emma Rachmawati, Mahlil Ruby
Abstrak:

ABSTRAK
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan insidensi tertinggi di Indonesia, dengan sebagian besar pasien terdiagnosis pada stadium lanjut salah satunya karena keterlambatan diagnosis di fasilitas kesehatan primer. Rendahnya kemampuan dokter umum dalam menegakkan diagnosis klinis kanker payudara serta alur rujukan yang panjang juga berkontribusi memperberat keterlambatan tersebut. Tujuan: Menghasilkan model prediksi diagnosis klinis kanker payudara di pelayanan kesehatan primer menggunakan skor malignansi “Probability of Breast Cancer (BOBAN)” Metode: Studi ini menggunakan mixed method, dengan pendekatan desain explanatory sequential, penelitian kuantitatif menggunakan desain potong lintang dilanjutkan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini melibatkan 1.169 wanita usia ≥30 tahun yang melakukan deteksi dini di RS Kanker Dharmais (2020–2022). Variabel prediktor dianalisis dengan uji multivariat regresi logistik untuk penyusunan model skoring. Tahap kedua berupa uji akurasi (sensitivitas-spesifisitas) dan nilai probabilitas prediksi. Tahap ketiga berupa uji kualitatif melalui diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan dokter umum di puskesmas. Hasil: Model prediksi terdiri dari tujuh variabel terpilih, yaitu usia, riwayat keluarga tingkat I, riwayat melahirkan, riwayat menyusui, benjolan payudara, kelenjar getah bening aksila, dan gejala lanjut kanker. Model ini memiliki nilai kalibrasi yang baik (p-value 0.826) dan nilai AUC pada ROC sebesar 0,920 (CI 95% 0,892 - 0,947; p-value 0,00) menunjukkan diskriminasi yang sangat baik. Total skor antara 0–177, dengan titik potong optimal pada skor 69 (sensitivitas 86,7%, spesifisitas 82,9%, dan nilai probabilitas 10,45%). Skor rendah (0-68) didiagnosis bukan kanker payudara dan skor tinggi (69-177) didiagnosis curiga kanker payudara. Evaluasi kualitatif menunjukkan bahwa skor malignansi BOBAN dapat diaplikasikan oleh dokter umum di fasilitas kesehatan pelayanan primer. Kesimpulan: Skor malignansi ini dapat memprediksi diagnosis klinis dan menghitung nilai probabilitas kanker payudara. Skor malignansi BOBAN direkomendasikan untuk digunakan sebagai instrumen deteksi dini kanker payudara di faskes primer dan dapat menjadi solusi bagi dokter umum untuk mempemudah skrining rujukan tatalaksana kanker payudara di Indonesia.


ABSTRACT
Background: Breast cancer is the most prevalent type of cancer in Indonesia, with the majority of patients diagnosed at an advanced stage, partly due to delayed diagnosis in primary healthcare settings. Limited diagnostic capabilities among general practitioners and lengthy referral processes contribute significantly to these delays. Objective: To develop a clinical prediction model for breast cancer diagnosis in primary healthcare using the "Probability of Breast Cancer (BOBAN)" malignancy score. Methods: This study employed a mixed-method approach, consisting of a quantitative cross-sectional study followed by a qualitative explanatory sequential design. A total of 1,169 women aged ≥30 years who underwent early detection at Dharmais Cancer Hospital (2020–2022) were included. Predictor variables were analyzed using multivariate logistic regression to construct the scoring model. The second phase involved evaluating the model’s diagnostic accuracy (sensitivity-specificity) and predictive probability values. The third phase included qualitative assessment through focus group discussions (FGDs) with general practitioners at community health centers (puskesmas). Results: The prediction model comprised seven selected variables: age, first-degree family history of breast cancer, childbirth history, breastfeeding history, presence of a breast lump, axillary lymph nodes, and advanced cancer symptoms. The model demonstrated good calibration (p-value = 0.826) and excellent discrimination with an AUC of 0.920 (95% CI: 0.892–0.947; p-value < 0.001). The total score ranged from 0–177, with an optimal cutoff score of 69 (sensitivity 86.7%, specificity 82.9%, predictive probability 10.45%). A low score (0–68) indicated a non-breast cancer diagnosis, while a high score (69–177) indicated suspected breast cancer. Qualitative evaluation indicated that the BOBAN malignancy score is feasible for implementation by general practitioners in primary care settings. Conclusion: The malignancy score is capable of predicting clinical diagnosis and estimating the probability of breast cancer. The BOBAN score is recommended as a screening tool for early detection in primary healthcare facilities and offers a practical solution for general practitioners to facilitate breast cancer management referrals in Indonesia.

Read More
D-598
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive