Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 17 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
ELisa Era Kristianti; Pembimbing: L. Meily Kurniawidaja; Penguji: Chandra Satrya, Ira Siti Sarah
S-6656
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvina Murniati; Pembimbing: Hendra; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Devie Fitri Octaviani
S-7804
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firmansyah; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhanm, Adenan
S-7984
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indriya Jayanti; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri Widanarko, Irma Setyawaty Wulandari
S-8860
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Julia Kusumawardani; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri Widanarko, Muhammad Soffiudin
Abstrak: Skripsi ini membahas analisis faktor risiko ergonomi dan keluhan musculoskeletal disorder di PT X tahun 2016. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan disain cross sectional. Dari penilaian risiko ergonomi dengan mengunakan metode Quick Exposure Checklist (QEC) didapatkan pekerjaan menggunakan komputer di office termasuk ke dalam level 3 atau risiko tinggi dan pekerjaan manual di workshop dan di warehouse termasuk ke dalam level 4 atau risiko sangat tinggi. Postur janggal yang terbentuk saat melakukan pekerjaan dipengaruhi oleh disain workstation dimana dari hasil pengukuran diketahui beberapa workstation pada masing-masing area kerja belum sesuai. Hasil survey Nordic Body Map (NBM) menunjukan sebanyak 88,4% responden memiliki keluhan MSDs dengan persentase area kerja yang mengalami keluhan tertinggi pada area warehouse 100%, area workshop 94,4%, dan area office 83,7%. Bagian tubuh yang paling banyak mengalami keluhan MSDs pada area office adalah pada bagian pinggang 48,8%, leher bagian atas 46,5%, bahu kanan 30,2%, dan bahu kiri 27,9%, pada area workshop adalah pada bagian pinggang 50%, leher atas 50%, punggung 38,8% dan pinggul 38,8%, dan pada area warehouse adalah pada bagian pinggang 50%, leher atas 50%, punggung 38,8% dan pinggul 38,8%. Disarankan adanya perbaikan disain workstation dan program edukasi kesehatan kerja terkait ergonomi.
Kata Kunci : Faktor risiko ergonomi, musculoskeletal disorder, workstation, QEC
This study discuss the analysis of ergonomic risk factors and musculoskeletal disorder complaints in X company at the year of 2016. this research is a quantitative research with cross sectional design method. From the ergonomic risk assessment using Quick Exposure Checklist (QEC) the result is indicate that works in the office that uses computers is included in level 3 or high risk category and manual work at the workshop is included to a level 4 or very high risk category. Awkward working posture that adopted by the worker is influenced by the design of the workstation that the result of workstation measurement shows several workstation in each working area is not appropriate. The survey result of Nordic Body Map (NBM) shows that 88.4% respondent have a complaint about MSDs which the highest percentage of complaints lies at the warehouse area with 100% complaints rate, while in the workshop the percentage of complaint is 94.4% and office area 83.7%. The part of body with the highest complaint of MSDs of office worker is waist (48.8%), upper neck (46.5%), right shoulder (30.4%), and left shoulder (27.9%), and for the workshop worker the highest complaint of MSDs is on waist (50%), upper neck (50%), upper back (38.8%), and hip (38.8%), and for the werehouse worker the highest complaint of MSDs is on waist (50%), upper neck (50%), upper back (38.8%), and hip (38.8%). Suggested of improvement in workstation design and education regarding occupational health in ergonomics.
Keywords : Ergonomic risk factor , musculoskeletal disorder, workstation, QEC
Read More
S-9244
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suparni; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Pembimbing: Dadan Erwandi, Fatma Lestari, Nurmainah
T-3421
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tania Fitriana; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Istiati Suraningsih
S-8520
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Daifan Catur Febriansyah; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Irma Setiawaty Wulandari
S-8591
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdul Kadir; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Hanny Harjulianti
Abstrak: Pekerja Batik Tulis Madura berisiko terkena keluhan Musculoscelatal Disorders, Khususnya Low Back Pain (LBP). Penelitian ini dilakukan untuk deteksi awal tingkat risiko ergonomi pada Pekerja Sentra Industri Batik Tulis Madura di Dusun Banyumas Desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur Tahun 2014. Dari 12 pekerja, 11 pekerja mengalami keluhan nyeri di bagian leher atas dan bawah, punggung, pergelangan tangan kanan, 10 pekerja mengalami keluhan nyeri di bagian bahu kanan. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian kualitatif dengan mengamati aktivitas pekerja penggambaran motif dan peletakan lilin, pewarnaan kain, pelukisan kain (labas), pelorotan, pencucian dan penjemuran, terindentifikasi pekerja memiliki hazard ergonomi, yaitu saat postur janggal, gerakan memutar, repetitive, dan postur kerja statis. Menggunakan metode REBA dan QEC, hasilnya mendapatkan aktivitas tingkat risiko sangat tinggi pada setiap proses pembuatan batik tulis Madura yaitu penggambaran motif dan peletakan lilin, pewarnaan, pelukisan (labas), pelorotan, pencucian, dan penjemuran. Tingkat risiko dapat diturunkan dengan upaya perbaikan pada peralatan kerja yaitu penyediaan alat kursi, penyangga kain, pengaturan tinggi tungku, drum, bak pewarnaan, dan bak pencucian. Kata kunci: Tingkat risiko ergonomi, Aktivitas Pekerja, Peralatan, REBA, QEC.
Read More
S-8589
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aines Hibatillah Satyaputri; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Resky Wandhikasasri Adline
Abstrak:
Low Back Pain merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dialami perawat akibat paparan risiko ergonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran keluhan LBP serta hubungan faktor risiko fisik, psikososial, dan individu terhadap LBP pada perawat di Rumah Sakit X. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 72 perawat. Keluhan LBP diukur menggunakan Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), faktor fisik dengan QEC (postur tidak netral, manual handling, beban kerja, durasi aktivitas kerja), dan faktor psikososial dengan ENSS (Stres kerja dan kurangnya dukungan sosial), faktor individu dengan kuesioner karakteristik individu (usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan BMI). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan prevalensi LBP dalam 7 hari terakhir sebesar 38,9%. Sebagian besar variabel tidak berhubungan signifikan dengan LBP. Namun, beban kerja berhubungan signifikan dengan LBP (p=0,034), dengan risiko meningkat pada beban kerja sedang (OR=2,29), tinggi (OR=5,2), dan sangat tinggi (OR=18). Dengan demikian, rumah sakit perlu mengembangkan program pencegahan LBP yang berfokus pada pengendalian beban kerja serta disesuaikan dengan kondisi kerja dan karakteristik individu perawat.

Low back pain is a musculoskeletal complaint frequently experienced by nurses due to exposure to ergonomic risks. This study aims to analyze the characteristics of low back pain complaints and the relationship between physical, psychosocial, and individual risk factors and low back pain among nurses at Hospital X. The study used a cross-sectional design and purposive sampling technique, with a sample size of 72 nurses. LBP complaints were measured using the Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), physical factors using the QEC (non-neutral posture, manual handling, workload, duration of work activity), psychosocial factors using the ENSS (work stress and lack of social support), and individual factors using the individual characteristics questionnaire (age, gender, physical activity, and BMI). Analysis was performed using the Chi-square test and Odds Ratio (OR) calculation. The results showed a prevalence of low back pain (LBP) in the past 7 days of 38.9%. Most variables were not significantly associated with LBP. However, workload was significantly associated with LBP (p=0.034), with the risk increasing with moderate (OR=2.29), high (OR=5.2), and very high (OR=18) workloads. Therefore, hospitals need to develop LBP prevention programs that focus on workload management and are tailored to the working conditions and individual characteristics of nurses.
Read More
S-12198
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive