Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Muhammad Zaky Amiyoso; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Robiana Modjo, Istiati Suraningsih
S-8277
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurussakinah; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Didik Supriyono
Abstrak:
Industri garmen P.T. X merupakan jenis industri yang bergerak di bidangpembuatan pakaian jadi untuk keperluan ekspor. Proses produksi industri garmenmelibatkan penggunaan kapas dan bahan baku tekstil dalam pembuatannya.Berdasarkan data Poliklinik, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakanpenyakit tertinggi pada tahun 2010-2012. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor risiko lingkungan fisik terhadap kejadian ISPA pada pekerjabagian material, cutting dan sewing industri garmen P.T. X. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional atau potong lintang dengan jumlah sampel sebanyak 102 pekerja. Jumlah pekerja yang menderita ISPA sebanyak 39(38,2%) dan besar rata-rata suhu, kelembaban dan pencahayaan di area kerja sebesar 29,7o C, 69% dan 231 lux. Faktor lingkungan fisik kerja, karakteristik danperilaku tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA pada pekerja garmen. Himbauan penggunaan APD perlu diterapkan pada pekerja garmen.
Kata kunci:Lingkungan Fisik, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Industri Garmen.
Read More
Kata kunci:Lingkungan Fisik, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Industri Garmen.
S-7781
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewanna Azhar; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Sepriyanto
Abstrak:
Read More
Industri garmen merupakan salah satu industri dengan serapan tenaga kerja paling banyak di Indonesia. Faktor lingkungan dan inovasi sistem produksi-bisnis sangat berpengaruh pada keberhasilan produksi pakaian jadi. Keterlibatan pekerja dan mesin yang lebih besar dan cepat, meningkatkan risiko keselamatan kerja. Penelitian ini dilaksanakan untuk menjelaskan dan memahami bagaimana proses produksi, bahaya dan risiko yang ditemukan, dan rekomendasi pada proses produksi pakaian jadi industri garmen. Penelitian ini dilakukan di PT. Busana Remaja Agracipta yang bergerak pada sektor industri garmen yang berfokus pada pakaian dalam wanita. Identifikasi bahaya dilakukan dengan menggunakan Job Hazard Analysis. Kemudian, analisis risiko dilakukan dengan metode semi-kuantitatif mengacu pada AS/NZS 4360:2004 dan menggunakan rumus yang dikembangkan oleh William T. Fine (1971). Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan 48 bahaya dan risiko yang tersebar pada 11 proses kerja. Pengendalian yang telah diimplementasikan Perusahaan berhasil menurunkan level of risk setidaknya pada 22 risiko yang ditemukan menjadi acceptable.
The garment industry is one of the industries with the highest labor absorption in Indonesia. Environmental factors and innovations in the production-business system greatly influence the success of ready-made clothing production. Increased involvement of workers and faster and larger machinery escalates the risk of occupational safety. This research was conducted to explain and understand the production process, the hazards and risks identified, and recommendations for the ready-made garment production process in the garment industry. This research was carried out at PT. Busana Remaja Agracipta, which operates in the garment industry sector with a focus on women's underwear. Hazard identification was conducted using Job Hazard Analysis. Subsequently, a risk analysis was performed using a semi-quantitative method referring to AS/NZS 4360:2004 and utilizing formulas developed by William T. Fine (1971). Based on the results of this research, 48 hazards and risks were identified across 11 work processes. The controls implemented by the company have successfully reduced the level of risk for at least 22 identified risks to an acceptable level.
S-11501
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
