Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Pemanfaatan ketiga indikator (casemix, CMI, dan HBR) secara berkala untuk mempertahankan mutu sembari menjaga efisiensi pelayanan RS di era JKN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan strategi peningkatan capaian indikator casemix, casemix index dan hospital baserate RSU Bali Royal tahun 2019 - 2024.
Penelitian dilakukan di RSU Bali Royal selama bulan Mei - Juni 2025, menggunakan data primer wawancara mendalam dan focus group discussion dan sekunder yang didapatkan dari rekapitulasi elektronik klaim (e-klaim) Kemenkes, laporan keuangan, dan laporan rumah sakit. Penelitian ini menggunakan studi observasional pendekatan kualitatif untuk menganalisis capaian indikator Casemix, CMI dan HBR rawat inap dan rawat jalan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat unsur struktur (sumber daya manusia, material, mesin, anggaran, dan metode) dan unsur proses (manajemen pasien, manajemen koding, dan manajemen klaim) membuahkan unsur output (indikator casemix, casemix index, dan hospital baserate) Dinamika penambahan unsur struktur berdampak pada proses pelayanan pasien, efisiensi koding hingga 50%, dan keberhasilan klaim. Casemix rawat jalan tahun 2019 – 2024 diperoleh 11.393; 16.037; 32.763; 59.520; 111.193; dan 129.423. Casemix rawat inap kelas 1 tahun 2019 – 2024 diperoleh 907; 1.321; 2.657; 3.165; 3.829; dan 4.014. Casemix rawat inap kelas 2 tahun 2019-2024 diperoleh 818; 1.013; 1.800; 2.511; 3.052; dan 3.309. Casemix rawat inap keas 3 tahun 2019 – 2024 diperoleh 205; 539; 1.557; 2.023; 2.646; dan 3.038. Nilai CMI rawat jalan tahun 2019 – 2024 diperoleh 0,98; 1,11;1,16; 1,21; 1,35;dan 1,24. CMI rawat inap kelas 1 tahun 2019 – 2024 diperoleh 1,32; 1,60; 1,84; 1,57; 1,45; dan 1,37. CMI rawat inap kelas 2 tahun 2019 – 2024 diperoleh 1,17; 1,36; 1,58; 1,41; 1,33; dam 1,33. CMI rawat inap kelas 3 tahun 2019 – 2024 diperoleh 1,46; 1,82; 1,67; 1,54; 1,53; dan 1,45. HBR rawat jalan tahun 2019 – 2024 diperoleh 354.393; 333.231; 257.536; 243.675; 226.650; dan 238.494. HBR rawat inap kelas 1 tahun 2019 – 2024 diperoleh 5.257.416; 6.028.120; 5.477.120; 5.970.918; 6.542.667; dan 7.082.825. HBR rawat inap kelas 2 tahun 2019 – 2024 diperoleh 4.449.693; 5.628.665; 4.817.066; 4.993.043; 5.156.750; dan 5.563.012. HBR rawat inap kelas 3 tahun 2019 – 2024 diperoleh 3.616.138; 4.594.204; 3.746.071; 4.325.317; 4.584.260; dan 4.789.356. Nilai casemix dan casemix index mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan capaian CMI di atas standar rumah sakit swasta kelas C regional 2. HBR rawat jalan pada tahun 2021-2024 dibawah HBR nasional, namun HBR rawat inap kelas 1, 2, dan 3 selalu berada di atas HBR nasional. Strategi yang dapat ditempuh untuk peningkatan casemix, casemix index, dan penurunan HBR adalah optimalisasi unsur struktur dengan perbaikan sumber daya manusia dan pengkajian metode, efisiensi mesin, material, dan anggaran, dan evaluasi pada unsur proses (manajemen pasien, koding, dan klaim).
ABSTRAK Nama : Tita Rsoita Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Peminatan : Ekonomi Kesehatan Judul : “Implikasi Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja Keuangan : Analisis Laporan Keuangan dan Hospital Base Rate 2 RSUD Tipe C di Jawa Barat “ Pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia sejak tahun 2014 telah mengubah sebagian besar pola pembayaran pelayanan kesehatan di rumah sakit dari sistem fee for service menjadi prospective payment system berdasarkan paket INA CBGs. Hal ini memberikan dampak terhadap rumah sakit, terutama rumah sakit milik pemerintah dan pemerintah daerah sebagai provider utama pelayanan kesehatan tingkat lanjut. Diperlukan strategi yang fokus pada peningkatkan kinerja secara terintegrasi untuk meminimalkan cost, merasionalisasi waste, serta meningkatkan efisiensi business process tanpa mengabaikan clinical pathway yang mengacu pada standar pelayanan profesi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberlakuan JKN terhadap kinerja rumah sakit umum daerah yang meliputi aspek kinerja keuangan dan hospital base rate. Penelitian dilakukan menggunakan data laporan keuangan periode 2012 – 2015 dan data klaim BPJS untuk menghitung hospital base rate di dua RSUD tipe C di kabupaten Sukabumi. Selama periode 2012 – 2015 terjadi kenaikan dari total aset dan aset lancar, terutama kas dan setara kas sangat meningkat setelah pemberlakuan Jaminan Kesehatan Nasional pada tahun 2014 dibandingkan tahun 2013. Peningkatan Aset disertai juga dengan peningkatan liabilitas. Peningkatan pendapatan layanan lebih tinggi setelah pemberlakuan JKN jika dibanding periode sebelumnya dan pendapatan dari APBD berkurang setelah pemberlakuan JKN di RSUD A. Sedangkan untuk komponen biaya justru peningkatannya lebih rendah setelah pemberlakuan Jaminan Kesehatan Nasional. Secara umum dilihat dari ratio keuangan, kinerja RSUD mengalami peningkatan, terutama RSUD A. Case mix indeks meningkat baik pada rawat jalan dan rawat inap di RSUD A, sedangkan di RSUD B case mix indek rawat inap meningkat sedangkan rawat jalan menurun. Hospital Base Rate untuk rawat inap dan rawat inap di kedua RSUD meningkat pada periode 2014 – 2015. Kata Kunci : Jaminan Kesehatan Nasional, kinerja keuangan, hospital base rate, RSUD.
ABSTRACT Name : Tita Rosita Study Programe : Public Health Majority : Health Economic : “The Implications of National Health Insurance on District Public Hospital Perfomance: Financial Analysis and Hospital Base Rate 2 District Hospital Type C in West Java” Title National Health Insurance (NHI) implementation in Indonesia since 2014 has transformed most of the payment system in the hospital from fee for service into a prospective payment system based on INA CBGs. Necessary strategies for management hospital that focus on enhancing performance in an integrated to minimize cost, rationalize waste, and improve business process efficiency without neglecting clinical pathways refers to the standard of professional services. The purpose of this study was to determine the effect of the implementation of NHI on the performance of district public hospitals were covering aspects of financial performance and hospital base rate (HBR). In order to conduct a financial analysis this study uses financial statement period 2012 – 2015 and BPJS claims period 20142015 to calculate the HBR in two type C public hospitals in Sukabumi. During 2012 - 2015 there was an increase of total assets and current, primarily cash and cash equivalents greatly increased after NHI period in 2014. The increase in assets is accompanied also by an increase in liabilities. Improved medical revenue after NHI period higher if compared to the previous period and revenues from the local goverment budget (APBD) was reduced after NHI period. As for the expenses precisely the increase is lower after NHI period. In general, if viewed from the financial ratios, the performance of hospitals has increased. Case mix index increased on both outpatient visit and inpatient admission at District Hospital A, while in District Hospital B case mix index increased on inpatient admission and decreased on outpatient visit. Hospital Base Rate on inpatient admission and outpatient visit in both hospital increased during 2014-2015. Keywords : NHI, financial performance, HBR, district public hospital.
