Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dewi Lestari, Rachmat Hargono, Rika Subarniati
Bulitsiskes Vol.16, No.3
Surabaya : Balitbangkes Depkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Restu Yenni Inaya; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Perilaku manusia dapat memicu peningkatan produksi sampah yang melebihi kemampuan untuk mengelola dan membuang sampah yang dihasilkan. Tanggung jawab pengelolaan sampah rumah tangga sebagai hasil dari kegiatan sehari-hari di dalam keluarga mayoritas menjadi tanggung jawab ibu rumah tangga. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku ibu rumah tangga dalam pemilahan sampah di Kelurahan Pondok Kelapa. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pengambilan sampel secara simpel random sampling dengan rumus uji dua proporsi sejumlah 90 sampel dipilih sesuai kriteria inklusi yaitu ibu rumah tangga di kelurahan Pondok Kelapa RW 04, 09 dan 014 yang bekerja maupun tidak bekerja. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Faktor yang mungkin berhubungan adalah umur responden, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, sarana, pengawasan dan peraturan. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,2% ibu rumah tangga melakukan pemilahan di rumahnya. Secara statistik, ditemukan adanya hubungan signifikan pada ketersediaan sarana, pengawasan dan peraturan terhadap perilaku pemilahan sampah (p = 0,000), sementara untuk umur, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap dan kebiasaan tidak memiliki hubungan signifikan terhadap perilaku pemilahan sampah.

Human behavior can trigger an increase in waste production that exceeds the ability to manage and dispose of the generated waste. The responsibility for managing household waste as a result of daily activities in the majority of families is most responsibility of housewives. The main objective of this research is to describe the behavior of housewives in waste sorting in Pondok Kelapa Subdistrict. This study used a cross-sectional study design with simple random sampling with a two-proportion test formula with a total of 90 samples selected according to inclusion criteria, namely housewives in Pondok Kelapa RW 04, 09 and 014 who worked or did not work. Data collection was carried out using a questionnaire. Factors that may be related are the age of the respondent, level of education, knowledge, attitudes, habits, facilities, supervision and regulations. The results showed that 52.2% of housewives did waste sorting at their home. Statistically, it was found that there was a significant relationship between the availability of facilities, supervision and regulations on waste sorting behavior (p = 0.000), while age, education level, knowledge, attitudes and habits had no significant relationship to waste sorting behavior.
Read More
S-11422
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulita Gani; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Tri Krianto, Sahiyatun Nawiyah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku dengan kejadian Infeksi Menular Seksual pada ibu rumah tangga. Terdapat beberapa indikator pengetahuan Infeksi Menular Seksual menurut Kementerian Kesehatan, 2007 yaitu: cara penularan, cara pencegahan, dan stigma tentang IMS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pada 134 responden, semuanya adalah ibu rumah tangga yang berusia 15-35 tahun. Subjek yang dipilih adalah yang bersedia diwawancarai, tinggal di daerah penelitian minimal satu tahun terakhir.
 
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian Infeksi Menular Seksual. Faktor yang berhubungan dengan Infeksi Menular Seksual adalah perilaku. Faktor pendahulu dan perilaku suami juga mempengaruhi terjadinya Infeksi Menular Seksual. Responden dengan tingkat pendidikan lebih tinggi, usia melakukan hubungan seksual lebih dewasa, perilaku seksual yang tidak berisio akan mampu menekan kejadian IMS.
 

The purpose of this study research was to find out the relationship between knowledge, the attitudes and behaviors of housewives with the incidence of sexually transmitted infections. According to the Ministry of Health, 2007 knowledge indicators of sexually transmitted infections namely: the mode of transmission and prevention, perception, and stigma about STIs. This research study used quantitative methods on 134 respondents, all of them are housewives aged 15-35 years. Subjects were selected that are willing to be interviewed, living in the study research area at least the past year.
 
The result of this study showed that there was no relationship between knowledge with the incidence of sexually transmitted infections. The significant factors influencing sexually transmitted infections were behavioral factors. Historical experience and husband behavioral factors also influence on the sexually transmitted infections. Respondents with higher levels of education, mature adult of sexual activity, and sexual behavior will be able to reduce the incidence of STIs.
Read More
S-8046
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Johan Iswara; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Budi Hartono, Ririn Arminsih Wulandari, Adang Mulyana, Norlia Restihani Sri Wahyuni
Abstrak:
Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi di Kecamatan Klapanunggal, wilayah dengan konsentrasi partikulat halus (PM2,5) melebihi rekomendasi WHO dan berdekatan dengan pabrik semen berskala besar. Pajanan PM2,5 di udara dalam rumah berpotensi meningkatkan risiko hipertensi, terutama pada ibu rumah tangga yang sebagian besar beraktivitas di dalam rumah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara konsentrasi PM2,5 di udara dalam rumah dengan hipertensi pada ibu rumah tangga di sekitar pabrik semen di Kecamatan Klapanunggal. Penelitian potong lintang ini melibatkan 87 ibu rumah tangga di Desa Nambo, Kembangkuning, dan Klapanunggal yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara serta pengukuran konsentrasi PM2,5 di udara dalam rumah dan tekanan darah, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil menunjukkan median konsentrasi PM2,5 sebesar 81 µg/m³ dan 67,8% responden mengalami hipertensi. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara konsentrasi PM2,5 di udara dalam rumah dengan hipertensi (p = 0,647). Namun, status obesitas (p = 0,001; OR = 8,621) dan riwayat hipertensi keluarga (p = 0,033; OR = 3,094) berhubungan signifikan dengan hipertensi dan berperan sebagai variabel perancu bersama riwayat penyakit lainnya. Diperlukan upaya promotif dan preventif terintegrasi untuk pengendalian hipertensi dan obesitas serta penguatan pemantauan kualitas udara secara rutin melalui kerjasama lintas sektor.

Hypertension is a major public health problem in Klapanunggal District, an area with fine particulate matter (PM2.5) concentrations exceeding World Health Organization (WHO) recommendations and located near a large-scale cement factory. Indoor PM2.5 exposure may increase the risk of hypertension, particularly among housewives who spend most of their time indoors. This study aimed to examine the association between indoor PM2.5 concentration and hypertension among housewives living near a cement factory in Klapanunggal District. A cross-sectional study was conducted among 87 eligible housewives from Nambo, Kembangkuning, and Klapanunggal Villages. Data were collected throµgh interviews and measurements of indoor PM2.5 concentration and blood pressure, and analyzed using univariate, bivariate, and multivariate logistic regression. The median indoor PM2.5 concentration was 81 µg/m³, and 67.8% of respondents were hypertensive. No significant association was found between indoor PM2.5 concentration and hypertension (p = 0.647). However, obesity (p = 0.001; OR = 8.621) and a family history of hypertension (p = 0.033; OR = 3.094) were significantly associated with hypertension and acted as confounding factors, along with a history of other non-communicable diseases. Integrated promotive and preventive efforts are needed to control hypertension and obesity and to strengthen routine air quality monitoring throµgh multisectoral collaboration.
Read More
T-7465
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive