Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Irma Sulistiawati; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: R. Sutiawan, Riris Dian
S-6848
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Umi Sa`adah; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Masyitoh, Umi Asyiyah
Abstrak:
Infeksi luka operasi merupakan infeksi yang terjadi 30 hari pasca operasi. Angka kejadian ILO di RSUP Fatmawati dari tahun 2014-2016 mengalami peningkatan dari 0,74% menjadi 1,24%. Tahun 2016 0,3% dari total angka kejadian ILO berasal dari pasien kebidanan dan kandungan. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan upaya perbaikan pencegahan kejadian infeksi luka operasi sehingga diharapkan dapat mengurangi kejadian infeksi luka operasi di RSUP Fatmawati. Penelitian ini merupakan jenis penelitian operasional yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Metode yang digunakan adalah telaah data sekunder, wawancara, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ILO masih terjadi di RSUP Fatmawati walaupun rumah sakit sudah mempunyai SOP terkait ILO untuk melakukan pencegahan dan pengendalian ILO, karena ILO bisa terjadi dari sisi kondisi pasien dan sistem pelayanan rumah sakit. Maka dari itu diperlukan kerjasama dan komitmen antar seluruh pihak yang berkaitan dengan pencegahan dan pengendalian ILO, yakni Instalasi Rawat Inap Teratai, Instalasi Bedah Sentral, KPPI dan Komite Mutu serta diperlukan penelitian lanjutan untuk membahas faktor lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini.
Read More
S-9631
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Afrinda Mega Kencana; Pembimbing: Haryoto Kusnoputro; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Elisabeth Ene Jawan
Abstrak:
Menurut Kemenkes No.129 tahun 2008 angka kejadian infeksi luka operasi adalah ≤1,5% dimana di RSIA Selasih Medika terdapat 5,9% pada tahun 2016. Penelitian inibertujuan untuk menidentifikasi gambaran lingkungan sebagai pengendalian infeksinosokomial di RSIA Selasih Medika. Jenis penelitian ini disusun dengan desaindeskriptif. Menilai gambaran lingkungan rumah sakit melalui hasil laboratorium,observasi dan wawanvara. Penelitian ini menunjukan sistem ventialasi dengan suhurata rata ruang perawatan nifas Mawar 25.10C dengan kelembaban udara 62.5% danruang perawatan nifas Aster dengan rata-rata suhu 27.50C dengan kelembaban74.02%, ruang operasi memiliki ventilasi udara yang baik yaitu suhu udara 25.2 0Cdengan kelembaban udara 46,75%. Angka kuman udara dalam ruang adalah 5000CFU/m³ pada ruang perawatan nifas Mawar dan 36000 CFU/m³ pada ruangan nifasAster. Angka kuman dilantai ruang Mawar 0 CFU/cm² dan Aster 7 CFU/cm² jugaruang operasi memenuhi standar. Alat operasi pada set 1 terdapat 15 CFU/cm² danpada set 2 terdapat 13 CFU/cm² dan alat pengganti verban yaitu terdapat 0 CFU/cm².Angka kuman dalam linen set 1 terdapat 0 CFU/cm² dan linen set 2 terdapat 6CFU/cm². Perilaku cuci tangan petugas kesehatan RSIA Selasih Medika adalahsebesar 82.7% baik dan 17.3% tidak baikKata kunci: Infeksi Nosokomial, Infeksi Luka Operasi, Angka Kuman
According to Ministry of Health No.129 year 2008 the incidence of wound infectionis ≤ 1.5% where in RSIA Selasih Medika there is 5.9% in 2016. This research is veryuseful to identify environmental picture as control of nosocomial infection at RSIASelasih Medika. Type of research is prepared with descriptive design. Assess thehospital environment overview of laboratory, observation and wawanvara results.This study shows the ventation system with the average temperature of 255 ° Cmaturity treatment with air humidity of 62.5% and the Aster nifas room with anaverage temperature of 27.50C with humidity 74.02%, the operating room has goodair ventilation ie 25.2 0C air temperature with humidity Air 46.75%. The number ofindoor airborne germs is 5000 CFU / m³ in the treatment room of the Mawar and36000 CFU / m³ in the Aster room. The germ on the floor of the Rose room 0 CFU /cm² and Aster 7 CFU / cm² also the operating room meets the standards. Theoperational tool on set 1 is 15 CFU / cm² and in the 2nd set there is 13 CFU / cm² andthe verban replacement tool is 0 CFU / cm². The number of germs in linen set 1 is 0CFU / cm² and linen set 2 is 6 CFU / cm². Behavior of handwashing health officerRSIA Selasih Medika is equal to 82,7% good and 17,3% not goodKey words: Nosocomial Infection, Wound Infection Surgery, Germ Fig.
Read More
According to Ministry of Health No.129 year 2008 the incidence of wound infectionis ≤ 1.5% where in RSIA Selasih Medika there is 5.9% in 2016. This research is veryuseful to identify environmental picture as control of nosocomial infection at RSIASelasih Medika. Type of research is prepared with descriptive design. Assess thehospital environment overview of laboratory, observation and wawanvara results.This study shows the ventation system with the average temperature of 255 ° Cmaturity treatment with air humidity of 62.5% and the Aster nifas room with anaverage temperature of 27.50C with humidity 74.02%, the operating room has goodair ventilation ie 25.2 0C air temperature with humidity Air 46.75%. The number ofindoor airborne germs is 5000 CFU / m³ in the treatment room of the Mawar and36000 CFU / m³ in the Aster room. The germ on the floor of the Rose room 0 CFU /cm² and Aster 7 CFU / cm² also the operating room meets the standards. Theoperational tool on set 1 is 15 CFU / cm² and in the 2nd set there is 13 CFU / cm² andthe verban replacement tool is 0 CFU / cm². The number of germs in linen set 1 is 0CFU / cm² and linen set 2 is 6 CFU / cm². Behavior of handwashing health officerRSIA Selasih Medika is equal to 82,7% good and 17,3% not goodKey words: Nosocomial Infection, Wound Infection Surgery, Germ Fig.
S-9541
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fitriana Mahawati Nuryadi; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Prastuti Soewondoa, Wawan Mulyawan dan I Wayan Sumandyasa
Abstrak:
Read More
Seksio Sesaria merupakan prosedur rutin yang sering dilakukan di bidang obstetri. Tingginya angka seksio sesaria di RSAU dr. Esnawan Antariksa (80%) dibandingkan dengan tandar WHO (15%), dapat berdampak terhadap luaran pasien, khususnya meningkatkan peluang terjadinya infeksi dan lama rawat. Tujuan penelitian ini adalah mencari hubungan kelengkapan pengisian Surical Safety Checklist (SSC) pada seksio sesaria terhadap Infeksi Luka Operasi (ILO) pasca seksio sesaria. Karakterisik demografis dan klinik diperoleh dari rekam medis. Pasien yang dilakukan seksio sesaria diikuti sampai 30 hari dan ditelusuri terjadinya ILO. Desain penelitian ini berupa kuantitatif kohort retrospektif, hubungan dianalisis dengan regresi logistik. Ditemukan bahwa kejadian ILO pasca SC sebesar 3,2% (31 pasien). Kelengkapan pengisian SSC mayoritas sudah lengkap (n=978). Kelengkapan pengisian SSC fase sign in, time out dan sign out yaitu 92,1%, 82,2% dan 92,4%. Tidak terdapat hubungan antara kelengkapan pengisian SSC fase sign in dan time out dengan ILO pasca seksio sesaria serta terdapat hubungan berlawanan arah yang signifikan secara statistik antara kelengkapan SSC fase sign out, dengan ILO (P=0,026). Kesimpulannya mayoritas kelengkapan pengisian SSC di RSAU dr. Esnawan Antariksa sudah lengkap, ada hubungan berlawanan arah antara kelengkapan pengisian SSC fase sign out pada seksio sesaria dengan ILO di RSAU dr. Esnawan Antariksa.
Caesarean section is an routine obstetrics procedure. Number of cesarean sections at RSAU dr. Esnawan Antariksa (80%) was higher than WHO standard (15%).That phenomena impact to patient outcomes, particularly increasing the probability of infection and length of stay. The purpose of This study purposes to find correlation between the completeness of the Surical Safety Checklist (SSC) and surgical site infection (SSI) after cesarean section. Patients who underwent cesarean section were followed up for 30 days and traced SSI. This was retrospective quantitative cohort study. We found SSI prevalence was 3.2% (31 patients). The majority of SSC completion were complete (n=978). The completeness of filling in SSC phases of sign in, time out and sign out are 92.1%, 82.2% and 92.4%. There was no association between the completeness of the SSC filling in the sign-in and time-out phases with SSI following cesarean section and there was a statistically significant opposite correlation between the completeness of the SSC in the sign-out phase and SSI (P=0.026). In conclusion, although the majority of the completeness of SSC filling in RSAU dr. Esnawan Antariksa was complete, and there was opposite association between the completeness of filling out the SSC in the sign out phase, SSC recommended used as maintenance patient safety quality standar.
B-2589
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
