Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Irianti
MPPK Vol.23, No.2
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah Rizqi Rahimullah; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: R. Budi Haryanto, Astrid Agustina
Abstrak:
Coronavirus Disease-2019 atau Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 atau SARS-CoV-2 dengan gejala umum berupa batuk, demam, dan kelelahan atau myalgia. Covid-19 menyebar hingga ke Indonesia dengan jumlah kasus tertinggi terjadi di Provinsi DKI Jakarta. Salah satu kelompok yang berisiko tinggi untuk memungkinkan terjadinya transmisi Covid-19 adalah penjara karena masuk-keluarnya orang dari luar penjara ke dalam penjara, keadaan penjara yang penuh dan sesak, sanitasi tidak memadai, terbatasnya akses terhadap udara segar dan aktivitas olahraga, serta faktor-faktor lainnya. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional untuk mengetahui hubungan riwayat kontak pada Warga Binaan dengan kejadian Covid-19 pada Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Jakarta. Jumlah sampel penelitian ini adalah sebanyak 105 responden. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari hasil pengisian kuesioner. Berdasarkan uji chi-square, terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat kontak dengan kejadian Covid-19 (p-value=0,000, OR=17,21). Sedangkan perilaku pencegahan Covid-19 (p-value=0,353, OR=1,696) dan ketersediaan sarana prasarana (p-value=0,77, OR=1,229) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian Covid-19 pada Warga Binaan.

Coronavirus Disease-2019 or Covid-19 is a disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 or SARS-CoV-2 with common symptoms of coughing, fever and fatigue or myalgia. Covid-19 has spread to Indonesia with the highest number of cases occurring in DKI Jakarta Province. One of the high-risk groups for allowing the transmission of Covid-19 to occur is prison due to the entry and exit of people from outside the prison to the prison, the prison's overcrowded conditions, inadequate sanitation, limited access to fresh air and sports activities, as well as other factors. This study used a cross-sectional study design to determine the relationship between contact history of inmates with the incidence of Covid-19 in inmates of Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Jakarta. The number of samples in this study were 105 respondents. The data used is primary data obtained from the results of filling out the questionnaire. Based on the chi-square test, there is a significant relationship between contact history and the incidence of Covid-19 (p-value = 0.000, OR = 17.21). Meanwhile, Covid-19 prevention behaviour (p-value=0.353, OR=1.696) and availability of infrastructure (p-value=0.77, OR=1.229) did not have a significant relationship with the incidence of Covid-19 in assisted residents.
Read More
S-11322
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Riyanto Wreksoatmodjo; Promotor: Nuning Masjkuri; Ko-Promotor: Ratna Djuwita Hatma, Jan Sudir Purba, Tri Budi W. Rahardjo, Asri C Adisasmita, Yvonne Suzy Handayani, Czeresna Heriawan Soejono
D-273
Depok : FKM-UI, 2013
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gabriel Posenti Garrin Primaditya Dwianta; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Fatimah
Abstrak:
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) seringkali menghadapi tantangan dalam pengelolaan sanitasi lingkungan akibat kelebihan kapasitas (overcrowding), kondisi bangunan yang sudah tua, dan keterbatasan sumber daya. Lapas Kelas I Cipinang merupakan salah satu Lapas besar di Jakarta yang mengalami overcrowding dengan menampung 2.516 penghuni, melebihi kapasitas ideal 880 orang. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi lingkungan dan pelaksanaan manajemen sanitasi di Lapas Kelas I Cipinang pada tahun 2025, meliputi penyediaan air bersih, kondisi bangunan dan ruangan sel, pengelolaan sampah, penanganan limbah cair, dan penanganan vektor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Responden penelitian dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari Kepala Seksi Perawatan Narapidana, Kepala Seksi Bimbingan Kerja, dan Kepala Subbagian Umum. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis konten. Informasi yang didapatkan adalah penyediaan air bersih masih mengandalkan air tanah dari sumur bor yang didistribusikan melalui toren-toren di setiap blok hunian, sementara air minum dipasok vendor eksternal. Kondisi bangunan menunjukkan tanda-tanda penuaan dengan seluruh tipe kamar mengalami overkapasitas. Pengelolaan sampah dilakukan secara sederhana dengan pemilahan terbatas pada sampah botol plastik dan kardus. Produksi sampah melebihi kuota pengangkutan enam ton per hari. Penanganan limbah cair menggunakan septic tank dan IPAL sederhana, dengan sebagian fasilitas tidak berfungsi optimal. Penanganan vektor dilakukan secara terbatas dengan metode fisik dan pembentukan tim jumantik. Meskipun upaya manajemen sanitasi telah dilakukan, Lapas Kelas I Cipinang masih menghadapi tantangan signifikan akibat overkapasitas, keterbatasan anggaran, infrastruktur yang sudah tua, dan kesadaran penghuni yang bervariasi terhadap kebersihan lingkungan. Diperlukan peningkatan kesadaran penghuni, kerja sama dengan instansi terkait, optimalisasi pengelolaan sampah, dan perbaikan infrastruktur untuk meningkatkan kondisi sanitasi lingkungan di Lapas.


Correctional facilities often face challenges in managing environmental sanitation due to overcrowding, aging infrastructure, and limited resources. Cipinang Class I Correctional Institution is one of the major facilities in Jakarta experiencing severe overcrowding, housing 2,516 inmates despite having an ideal capacity of only 880. This condition potentially increases the risk of environment-based disease inside the corrective institution. This study aims to analyze the environmental conditions and implementation of sanitation management at Cipinang Class I Correctional Institution in 2025, encompassing clean water supply, building and cell conditions, waste management, wastewater treatment, and vector control. This research employed a qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, direct observation, and documentation. Respondents were selected through purposive sampling, comprising the Head of Inmate Care Section, Head of Work Guidance Section, and Head of General Affairs Sub-section. Data analysis was conducted using content analysis technique. Informations obtained from the field are, clean water provision still relies on groundwater from bore wells distributed through storage tanks in each residential block, while drinking water is supplied by external vendors. Building conditions show signs of deterioration with all cell types experiencing overcapacity. Waste management is conducted simply with limited segregation of plastic bottles and cardboard. Waste production exceeds the daily collection quota of 6 tons. Wastewater treatment utilizes septic tanks and basic Wastewater Treatment Plants (WWTP), with some facilities not functioning optimally. Vector control is limited to physical methods and the establishment of mosquito monitoring teams. Despite sanitation management efforts, Cipinang Class I Correctional Institution continues to face significant challenges due to overcrowding, budget constraints, aging infrastructure, and varying levels of environmental hygiene awareness among inmates. Enhanced inmate awareness programs, collaboration with relevant agencies, optimization of waste management, and infrastructure improvements are necessary to improve environmental sanitation conditions in the facility.
Read More
S-12117
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rataih Sulistyo Lestari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Sandi Iljanto, Bambang Suheri
T-3469
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mochamad Safari; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Hendra, Moh. Hadiyin, Imam Syafi`i
Abstrak: Tingginya penggunaan pesawat angkat dan angkut di industri manufaktur dan pelabuhan angkutan barang membutuhkan peningkatan pengawasan dan pembinaan dalam pamakaiannya. Dari hasil laporan kasus membuktikan tingkat kecelakaan bidang pesawat angkat dan angkut masih terus terjadi. Faktor minimnya kompetensi pengawas ketenagakerjaan bidang K3 spesialis pesawat angkat dan angkut serta kurangnya jumlah pengawas menambah permasalahan pesawat angkat dan angkut semakin bertambah. Peningkatan kualitas dan kuantitas pengawas K3 spesialis pesawat angkat dan angkut merupakan suatu solusi yaitu melalui diklat berbasis kompetensi / Competence Based Training (CBT) sesuai Standar Kompetensi Kerja (SKKNI) Pengawas Ketenagakerjaan. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif dan analitik melalui data primer hasil observasi dan wawancara serta data sekunder dari literatur dan Kementerian Ketenagakerjaan. Penelitian ini menggambarkan kondisi pelaksanaan diklat fungsional pengawas saat ini dan dibandingkan dengan hasil pengembangan diklat berpola CBT, dengan melibatkan 3 pilar pendukung yaitu Lembaga diklat, lembaga sertifikasi dan dunia usaha/industri. Kata kunci: Diklat CBT, Pengawas K3, Pesawat angkat dan angkut, Standar kompetensi, Lembaga diklat, Lembaga sertifikasi.

The high use of lifting and transport equipment in manufacturing and freight ports requires increased supervision and guidance in their use. From the results of the case report proves the level of accidents in the field of lifting and transport equipment is still going on. The lack of competence of labor inspector in OSH of lift and transport equipment as well as the lack of supervisors increased the problem of lifting and transport equipment. Improving the quality and quantity of Inspectors Occupational Safety specialist of lifting and transport equipment is a solution that is through Competence Based Training (CBT) in accordance with the Competency Standards (SKKNI) of Labor inspector. The research was conducted with descriptive and analytic design through primary data of observation and interview and secondary data from literature and document from Ministry of Manpower. This study describes the condition of the implementation of functional training of current inspector and compared with the development of CBT patterned training, involving 3 supporting pillars namely Training Institute, certification body and business / industry. Keywords: CBT Training, Inspector of OHS, Lifting and Transport Equipment, Competency Standard (SKKNI), Training institution, Certification institution.
Read More
T-4951
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adia Reza Khaleda; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Gura Susana Waititalon
Abstrak:

Remaja putri yang tinggal di panti sosial merupakan kelompok rentan yang berisiko tinggi terlibat dalam perilaku seksual berisiko, seperti kehamilan di luar nikah, infeksi menular seksual (IMS), dan kekerasan seksual. Kerentanan ini dipengaruhi oleh kurangnya dukungan keluarga, pengalaman trauma, keterbatasan akses informasi kesehatan reproduksi, serta pola asuh institusional yang kurang memberikan bimbingan emosional. Kehidupan setelah keluar dari panti yang tidak dipersiapkan dengan baik juga memperbesar risiko mereka mengalami masalah reproduksi. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan intervensi kesehatan seksual dan reproduksi yang dirancang khusus untuk remaja putri di panti sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Comprehensive Sexuality Education (CSE) terhadap peningkatan pengetahuan, persepsi risiko (keparahan, kerentanan, efikasi diri), dan niat pencegahan perilaku seksual berisiko. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok intervensi (n=55), kontrol (n=62), dan peer educator (n=14). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh variabel dalam kelompok intervensi dan peer educator (p < 0,05), sedangkan kelompok kontrol menunjukkan perubahan yang tidak bermakna secara statistik (p > 0,05). Intervensi CSE terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan remaja putri menghadapi risiko perilaku seksual. Penelitian ini merekomendasikan pelaksanaan CSE berbasis peer education secara berkelanjutan di panti sosial.




Adolescent girls living in child welfare institutions are a vulnerable group at high risk of engaging in risky sexual behavior, such as unintended pregnancy, sexually transmitted infections (STIs), and sexual violence. This vulnerability is influenced by a lack of family support, past trauma, limited access to reproductive health information, and institutional care that often lacks emotional guidance. Poor preparation for life after leaving the institution further increases their risk of reproductive health issues. Based on this situation, sexual and reproductive health interventions tailored specifically for adolescent girls in child welfare institutions are needed. This study aimed to assess the effect of Comprehensive Sexuality Education (CSE) on improving knowledge, risk perception (severity, vulnerability, self-efficacy), and the intention to prevent risky sexual behavior. A quasi-experimental design was used involving an intervention group (n=55), control group (n=62), and peer educator group (n=14). Wilcoxon tests showed significant improvements in all variables for the intervention and peer educator groups (p < 0.05), while the control group showed no statistically significant changes (p > 0.05). The CSE intervention proved effective in increasing adolescents’ preparedness to face risky sexual behavior. This study recommends the sustainable implementation of peer-based CSE in child welfare institutions.

Read More
S-12041
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive