Ditemukan 1 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Rayi Kinanti Anandilla; Pembimbng: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Yuwanita Karlina
Abstrak:
Read More
Penyakit akibat pangan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan rendahnya penerapan higiene dan sanitasi pangan serta perilaku konsumsi yang kurang selektif, khususnya pada konsumsi makanan jajanan kaki lima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan konten ulasan makanan di TikTok dengan perilaku selektif konsumsi makanan jajanan kaki lima pada remaja dan dewasa muda di Provinsi DKI Jakarta tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring kepada 207 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik ganda metode Backward Likelihood Ratio (LR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,2% responden telah terpapar konten ulasan makanan di TikTok dan 52,7% memiliki perilaku selektif yang baik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa paparan konten, jenis kelamin, dan pengetahuan keamanan pangan memiliki hubungan signifikan dengan perilaku konsumsi (p < 0,05), sedangkan usia dan pendidikan yang sedang ditempuh tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan keamanan pangan merupakan faktor yang paling dominan (OR = 10,526), diikuti oleh paparan konten ulasan makanan di TikTok (OR = 3,484), dan jenis kelamin (OR = 2,341). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa paparan konten digital dan faktor individu berperan dalam membentuk perilaku selektif konsumsi makanan jajanan kaki lima. Oleh karena itu, pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi keamanan pangan perlu dioptimalkan guna meningkatkan pengetahuan serta mendorong perilaku konsumsi yang lebih aman serta sehat pada remaja dan dewasa muda.
Foodborne diseases remain a public health concern associated with inadequate food hygiene and sanitation practices as well as less selective consumption behavior, particularly in the consumption of street food. This study aimed to analyze the relationship between exposure to food review content on TikTok and selective consumption behavior of street food among adolescents and young adults in DKI Jakarta Province in 2026. This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. Data were collected through an online questionnaire from 207 respondents who met the inclusion criteria. Data analysis was conducted using univariate analysis, bivariate analysis with the chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression with the Backward Likelihood Ratio (LR) method. The results showed that 51.2% of respondents had been exposed to food review content on TikTok and 52.7% demonstrated good selective consumption behavior. Bivariate analysis indicated that content exposure, gender, and food safety knowledge were significantly associated with consumption behavior (p < 0.05), while age and current educational level were not significantly associated. Multivariate analysis revealed that food safety knowledge was the most dominant factor (OR = 10.526), followed by exposure to TikTok food review content (OR = 3.484) and gender (OR = 2.341). These findings suggest that digital content exposure and individual factors play a role in shaping selective street food consumption behavior. Therefore, optimizing the use of social media as a platform for food safety education is necessary to improve knowledge and promote safer and healthier consumption behavior among adolescents and young adults.
S-12233
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
